Definition List

header ads

Pendiri Arus Pelangi dan Aktivis LGBT, Widodo Budidarmo Tutup Usia

Lensa Indramayu  - Widodo “Dodo” Budidarmo adalah seorang aktivis kemanusiaan yang mendirikan Arus Pelangi, sebuah lembaga yang mengadvokasikan hak-hak kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia.
Widodo Budidarmo / Foto twitter

Selain itu, ia juga aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta sebagai Fundraising Manager.

Namun, kesehatan pegiat kemanusiaan ini kian menurun sejak Oktober 2017. Dodo harus berulang kali keluar-masuk rumah sakit dan bed rest total. Saat ini Dodo kembali harus dirawat di Rumah Sakit St. Carolus dan belum juga mendapatkan kepastian terkait sakit yang menggerogoti tubuhnya. Widodo Budidarmo, aktivis LBH Jakarta yang sekaligus pendiri Arus Pelangi akhirnya meninggal dunia pada Rabu (20/12). Ia dikenal sebagai sosok yang tiada henti menyuarakan kesetaraan hak bagi kelompok minoritas (LGBT).

[next]Dodo atau Mak'e Dodo, begitu ia akrab dipanggil, sempat dikabarkan mengalami sakit di bagian lambung. Aktivitasnya sebagai penegak hak asasi manusia (HAM) terhambat karena harus keluar masuk rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

Kerabat Dodo pun melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com untuk meringankan biaya pengobatan yang tidak murah.

Meskipun menggunakan asuransi, namun tidak seluruh biaya pengobatan dapat ter-cover. Sedikitnya telah terpakai biaya hingga Rp 30.569.000 untuk rawat inap, perawatan di Unit Gawat Darurat, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Dana yang terpakai didapat dari hasil pinjaman kebeberapa kerabat dan suadaranya.

Tergerak melihat nasib Dodo saat ini, seorang netizen bernama Yulita Molygata menggagas penggalangan dana untuk pengobatan Dodo melalui laman Kitabisa.com/kitabantudodo.

[next]Yulita menuturkan meski sedang diupayakan untuk dicover oleh BPJS, namun pihaknya ingin menggantikan biaya yang pernah dikeluarkan.

“Beberapa teman sepakat untuk membantu Dodo meringankan beban biaya perobatan selama proses penyembuhan,” kata Yulita melalui siaran pers yang diterima Rappler. “Meskipun sekarang akan menggunakan asuransi BPJS, namun setidaknya kita bisa membantu Dodo untuk menggantikan biaya yang pernah dikeluarkan selama masa perobatan.”

Ia juga mengajak netizen untuk membantu Dodo membayarkan sisa kebutuhan tersebut. Sejak kampanye ini dimulai pada 7 Desember 2017, telah terkumpul donasi lebih dari Rp31 juta.

Kampanye ini juga viral di media sosial hingga mendapat share sebanyak ratusan kali.

[next]Namun, 11 hari sebelum ditutupnya penggalangan dana, yakni 31 Desember 2017, Dodo berpulang ke sisi Tuhan sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak sedikit aktivis yang merasa terpukul atas kepergian Dodo. Melalui Twitter, mereka menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.

Pada 15 Januari 2006, Dodo mendirikan Arus Pelangi sebagai bentuk perjuangannya membela hak-hak kelompok lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks (LGBTI).
Selain itu, Dodo turut aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta sebagai Manager Fundrising untuk membantu LBH Jakarta agar mampu memiliki kemandirian pendanaan untuk memberikan bantuan hukum cuma-cuma kepada masyarakat. (Red)