Keseringan nganggur, Seorang suami di gugat cerai isterinya

Lensa Indramayu  - Bangodua__Tuti 25th menggugat suaminya Rudi 32th  pada 7/9/ 2018 di Pengadilan Agama Indramayu Lantaran sang suami di rasa kurang mampu untuk membiayai kehidupan keluarga.
Kantor pengadilan agama kab Indramayu

Keduanya menikah sejak 2012 dan di karunia satu anak laki-laki berumur 6th,selama keduanya bersama permasalah ekonomi yg selalu menjadi benturan hingga sang istri sempat bekerja di Taiwan guna menopang sisi ekonomi kelurga agar menjadi lebih baik,namun nyatanya ketika si istri telah habis kontrak di taiwan dan pulang kekampung halaman hasil uang gajinya yg selalu ia kirimkan ke suaminya tidak menjadi tabungan hingga tak nampak keberhasilan saat di luar negri sana.

"Pernikan mereka tahun 2012 dan punya anak satu laki-laki umur 6th,istrinya sempat kerja di taiwan 3 tahun dan gajinya selalu di kirimkan ke suaminya,tapi hasilnya tidak menjadi apa-apa" jelas Adi yang menjadi saksi penggugat di pengadilan.

Saat di konfirmasi Mustholih S,H  sebagai kuasa hukum si istri membenarkan kejadian tersebut yaitu pemasalan ekonomi lah yg menjadi latar belakang gugatan itu, "Dalam berita acara yg kami ajukan bahwa pihak penggugat merasa dirinya tidak bahagia dalam berumah tangga bersama tergugat,permasalah pertama tergugat tidak mampu sepenuhnya menafkahi kehidupan keluarga dikarnakan tergugat keseringan nganggur,permasalah kedua kedua belah pihak sering kali cekcok dengan berbagai permasalah dalam keseharianya hingga tidak menemukan solusi perbaikan hubungan,dengan begitu sampai saat ini sejak satu tahun yg lalu keduanya memutuskan pisah rumah" tuturnya.

Sementara itu saat penggugat memenuhi panggilan pertamanya dalam sidang pihak tergugat dinyatakan ghoib atau tidak di ketahui keberadaanya yg sekarang,dengan begitu maka sidang akan di lanjutkan 3 atau 4 bulan berikutnya,"sidang pertama pemeriksaan berkas kami dinyatakan ghoib oleh pihak pengadilan dengan sebab keberadaan suami tidak di ketahui keberadaanya maka persidangan akan di lanjutkan 3 atau 4 bulan berikutnya pungkas Mustholih. (Supriyadi)

selama keduanya bersama permasalah ekonomi yg selalu menjadi benturan hingga sang istri sempat bekerja di Taiwan