Rumah Tanisem
LENSA INDRAMAYU  - Tanisem (60), seorang janda miskin yang hidupnya memprihatinkan, bersama cucunya, ia tinggal di rumah gubuk tidak layak huni, Tasinem tinggal di desa Langut blok. Brak RT/RW 015/003 Kecamatan Lohbener Indramayu Jawa Barat.

Rumah Tanisem
Menurut Joni, salah seorang tetangganya mengatakan bahwa Tanisem dalam kesehariannya bekerja sebagai pemulung, yang menurut pandangannya hasil dari mencari barang bekas di jalanan tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Joni sempat mencoba membantu Tanisem agar dapat bantuan program rutilahu dari pemerintah, namun hingga kini usahanya belum membuahkan hasil.

"Saya sudah coba menyampaikam kepada ketua RT bahwa rumah milik Tanisem tidak layak huni, namun ketua RT hanya menjawab Insya Allah. Dan hingga kini Tanisem tetap belum mendapat bantuan dari pemerintah." Katanya.
[ads-post]
 Sementara itu, Darmo yang juga tetangga Tanisem sangat berharap kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk membantu memperbaiki tempat tinggal Tanisem agar layak huni.

"Semoga, baik pemerintah daerah maupun pusat dapat segera membantu Tanisem agar bisa mempunyai rumah layak huni." Harapnya.

Berdasarkan pantauan Wartawan, kondisi rumah milik Tanisem hanya terbuat dari bambu yang sudah lapuk, dan sebagian atapnya hampir ambruk. (Red)

Lensa Indramayu  -Ribuan masyarakat Kecamatan Haurgelis, Kabupaten Indramayu antusias mengikuti Pawai Tarkhib dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, Senin (10/09/2018).


Marching Band di pawai Tarkhib


Pelaksanaan kali ini tidak hanya di ikuti oleh para siswa-siswi dan masyarakat, melainkan di ikuti juga oleh ratusan Santri dari Pondok Pesantren Darussalam Al – Qur’ani Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.
“Menyambut satu muharram muda-mudahan bisa menjadi ajang silaturahmi bagi masyarat Pemdes se-Kecamatan Haurgelis serta para guru dan pengasuh pesantren meski perayaan 1 Muharam kali ini tidak disertai pesta kembang api atau petasan. Namun tetap mendapat sambutan positif masyarakat, mulai anak-anak hingga ibu-ibu seolah tak ingin ketinggalan untuk mengikuti merayakan datangnya Satu Muharam,” kata Ketua MUI H. Junedi Badlowi.
Perayaan menyambut datangnya tahun baru Islam, lanjut dia, berlangsung meriah di tingkat Kecamatan Haurgelis Indramayu, sembari membaca shalawat Nabi, lebih dari seribu warga asetempat mengikuti pawai ta`aruf.
“Kegiatan tahun baru islam ini, seluruh masyarakat dan santri ikut berkeliling, di mulai dari pasar keselatan prapatan greja Pantekosta menuju prapatan H. Sakwan dan keutara langsung kembali dihalaman Kecamatan sambil menunggu undian doorprez,” punkasnya,

Sai W9
Penulis Joni

Lensa Indramayu  -Indramayu_Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Lingkungan Hidup kembali akan menggerakan 1.000 orang untuk membersihkan Sungai Cimanuk dan Prajagumiwang dalam kegiatan Grebeg Kali Bersih atau Program Kali Bersih (Prokasih). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-491 Kabupaten Indramayu dan peringatan World Clean Up Day 2018 se Jawa Barat atau Gerakan Pungut Sampah yang akan dilaksanakan pada Sabtu 15 September 2018 mendatang.

Kegiatan bersih bersih 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Aep Surahman mengatakan, yang akan menjadi titik kegiatan yakni sungai Cimanuk Lama dan Prajagumiwang. Kegiatan ini akan diikuti oleh peserta sebanyak 1.000 orang yang merupakan utusan dari TNI/Polri, SKPD, BUMN/BUMD, pelajar, dan masyarakat sekitarnya.

"Aep menjelaskan, yang menjadi objek kegiatan itu adalah sampah yang berada di Sungai Cimanuk dan Prajagumiwang serta di sisi kanan dan kiri dari sungai tersebut. Kemudian juga rumput liar dan materi yang menghambat laju air di Sungai Cimanuk dan Prajagumiwang,"

“ Kita konsen terhadap sampah yang masih ada di sungai, selain itu juga beberapa material yang menghambat air seperti rumpul liar, keramba, bangkai kapal, dan lainnya kita akan angkat untuk menjdikan Sungai Cimanuk dan Prajagumiwang bisa lebih bersih,” tegas Aep."(10/09)
Pembersihan sungai dari sampah plastik dan sejenisnya

Dengan kekuatan 1000 orang tersebut, rencananya akan dibagi kedalam 6 pos/lokasi agar mempermudah proses kegiatan. Disamping itu, pihaknya juga menyiapkan 2 buah excavator untuk mengangkat material yang berada di sungai.

Kegiatan ini sebagai upaya yang massif menciptakan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di perairan sungai. Saat ini di Kabupaten Indramayu sudah ada Perda tentang K3 dan sosiaslisasinya sudah dilakukan dengan memasang berbagai papan informasi di sepanjang Sungai Cimanuk lama dan Prajagumiwang.

“Kami akan tegakkan perda ini, bersama dengan Sat Pol PP kami tidak tegas mereka yang membuang sampah sembarangan dan juga sanksi social lainnya,” tegas Aep.

Sai

Lensa Indramayu 


Indramayu_Guna menumbuhkan jiwa cinta tanah air dan semangat tolong menolong dengan sesama, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu menyelenggarakan Perkemahan Penggalang yang diikuti lebih dari 800 orang peserta, yang berasal dari 41 lembaga pendidikan SD/MI dan  SMP/MTs se Kecamatan Sliyeg Minggu (09/09/2018)

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka oleh Ir. Tohidin selaku wakil kwaran tingkat kabupaten Indramayu bertempat di lapangan bola Sleman lor  pada hari Minggu.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Muspika Sliyeg, Kepala UPTD Sekolah, Ormas dan juga di hadiri calon dewan Dprd dapil 3 opik fikriyah.

"Dalam sambutan pembukaannya, Ir. Tohidin berharap agar para anggota Pramuka dapat senantiasa menerapkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dan senantiasa mempunyai jiwa sosial dan tolong menolong dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melakukan kerjasama di dalam melaksanakan berbagai lomba yang diselenggarakan dalam kegiaan tersebut,"Paparnya


Setelah menyampaikan sambutan, beliau mengalungkan tanda peserta kepada dua orang siswa dan siswi yang menjadi perwakilan dari seluruh anggota Pramuka yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan perkemahan tersebut, juga akan digelar berbagai lomba yaitu Kaligrafi, Acapella, IT, Tartil Qur’an, Bivak, Pionering, SMS (Sandi, Morse dan Semaphore), Yel-yel / FBB, Jelajah Medan sketsa panorama, peta pita dan menaksir,"pungkasnya

Tidak ada yang bisa mengendalikanmu, semua tergantung pada diri kita sendiri. Orang lain hanya bisa mempengaruhi.!!
Lensa Indramayu  - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu menyatakan puluhan desa di Kabupaten Indramayu masuk kategori desa tertinggal. DPMD Kabupaten Indramayu menyebut dibutuhkan inovasi ekonomi kreatif untuk mengatasi kondisi tersebut.

DPMD Kabupaten Indramayu juga melaporkan dari total 309 desa di Indramayu, jumlah desa tertinggal pada 2017 mencapai 30 desa. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan 2016 yang mencapai 161 desa.

Kepala DPMD Kabupaten Indramayu, Dudung Indra Ariska menjelaskan, ada sejumlah kriteria terkait penggolongan desa tertinggal. Di antaranya, desa yang lokasinya sulit dijangkau sehingga terisolasi, ditambah buruknya infrastruktur jalan untuk menjangkau desa tersebut.

"Indikator lainnya adalah indeks kesulitan geografis yang membuat masyarakat sulit mengakses desa tertinggal," ujar Dudung, Selasa (4/9).

Dudung menambahkan, indikator lainnya yakni akses pendidikan, kesehatan, dan pengangguran. Faktor-faktor itu sangat menentukan penentuan desa tertinggal.

Salah satu desa tertinggal di Indramayu adalah Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Pendapatan desa tersebut hampir mendekati nilai nol. Infrastruktur yang ada pun terbilang minim.

Sekretaris Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) Wartono mengakui, masih banyak desa tertinggal di Indramayu. Dia menilai, ada sejumlah penyebab mengapa desa masih digolongkan tertinggal.

Salah satunya, soal penggunaan dana desa yang selama ini hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur saja. Padahal, para kuwu (kepala desa) juga sebaiknya mengalokasikan dana tersebut untuk pemberdayaan ekonomi kreatif.

"Lewat ekonomi kreatif, kemiskinan bisa dihapuskan," tutur Wartono.

Jika kemiskinan sudah terhapuskan, lanjut Wartono, maka pembangunan infrastruktur bisa dilakukan secara lebih fokus. Dia berharap, kedepan akan banyak desa di Indramayu yang  menganggarkan dana untuk ekonomi kreatif. (Red)

Lensa Indramayu  - Lantaran sakit hati, Ad tega menancapkan pisau sebanyak tiga kali ke perut Lis Keponakan dari istrinya yang sedang tertidur pulas dikamar hingga tewas, kejadian tersebut dilakukan Ad di rumah Lis Desa Ranca Mulya kecamatan Gabus Wetan kabupaten indramayu  pada jumat sore  20/4/2018
AD yang kini sedang menjalani sidang

Saat ini berkas perkara pembunuhan tersebut beserta tersangka dan barang bukti  telah di limpahkan oleh penyidik  polres ke kejaksaan negeri indramayu, kamis 6/9/2018

Menurut Erma selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Indramayu di ruang kerjanya 6/9/2018,  Motif pembunuhan diduga karena adanya otak mesum dari Ad yang tidak terlampiaskan.

Erma membeberkan kronologis kejadian perkara tersebut diawali pada Agustus 2017 lalu oleh lis yang datang menemui Ad untuk meminta uang sebanyak satu juta rupiah.

"Buat apa sih nok uang segitu? tanya Ad, Lis hanya menjawab, nanti juga om pasti tau" kata Erma menirukan dialog Ad dengan lis.

Namun saat itu Ad tidak memiliki uang sebanyak itu, mendengar pernyataan Ad, dengan rasa kecewa lis akhirnya sedikit memaksa dengan mengiming-imingi Ad akan diberi Imbalan jika mengabulkan permintaannya.

"Uang segitu mah gak ada nok sekarang mah, paling juga besok"  ucap Ad, ya udah gak papa besok ya om, tenang aja ada imbalannya" Erma kembali menirukan Ad dan lis.

Mendengar hal itu, Ad berusaha memperjelas dengan menanyakan imbalan apa yang akan diberikan, tak menunggu lama Lis membelakangi Ad kemudian melorotkan celana dan CD yang dipakainya serta menungging di depan Ad.

"apa imbalannya? tanya Ad, Ini imbalannya jawab lis (sambil menungging)"

Melihat seperti itu, Erma melanjutkan, "Ad berfikir mesum bahwa keponakannya pasti bisa disetubuhi, oleh karenanya Ad berjanji akan memberikan sejumlah uang yang dibutuhkan lis besoknya, namun setelah mendapatkan uang, lis langsung meninggalkan Ad pergi tanpa berkata apa-apa"

Diketahui, Hal tersebut dilakukan Lis setiap sebulan sekali kepada Ad, hingga  uang yang diberikan kepada lis mencapai delapan juta Rupiah.

Terakhir,  jumat sore Ad ketemu lis di masjid dekat rumahnya, lis kembali meminta uang kepada Ad,  namun Ad hanya bisa memberikannya sebanyak tujuh ratus ribu rupiah, karena kurang, Ad terpaksa pulang kerumah untuk mengambil sisa uang sebanyak dua ratus ribu rupiah, usai itu, karena penasaran Ad menagih janji kepada lis yang katanya akan memberi imbalan.

"nok, om kan sudah mengeluarkan uang sebanyak Rp. 8.900.000,- mana janji kamu? tanya Ad, janji apaan, lis berkilah, kan kmu sendiri yang janji ke om katanya mau kasih imbalan, mana buktinya? Ad memperjelas"

Merasa di desak, lis menjawab pertanyaan Ad dengan jutek sehingga hal tersebut menyebabkan Ad sakit hati.

"apasih? dua hari lagi saya mau kawin" lis sambil cemberut, lalu uang saya gimana? tanya Ad, kalo itu mah gak ada urusan, dijawab lis dengan kasar"

Saat itu Ad merasa sakit hati lantaran hawa nafsunya tidak terlampiaskan, selang beberapa jam usai dialog itu Ad mendatangi rumah Lis dengan membawa sebilah pisau dapur.

mendapati lis sedang tidur terlentang dikamarnya, Ad langsung menusukkan pisau ke bagian perut lis sebanyak tiga kali hingga tewas.

Terpisah, Sudihardjo Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (pidum) kejaksaan negeri indramayu mengungkapkan, karena perbuatannya, Ad terancam pasal 340 dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun, seumur hidup bahkan hukuman mati, sementara untuk pasal 338 diancam kurungan penjara paling lama 15 tahun.

Tersangka EP berhasil diamankan Polisi
Lensa Indramayu  - Dibantu warga sekitar Polisi berhasil menciduk tersangka pencuri motor berinisal EP (19) warga Gang IV Selatan RT. 010 RW. 002 Desa Karangampel Kidul Kec. Karangampel Kab. Indramayu.  EP diduga melakukan tindak pidana pencurian berupa 1 (satu) Unit sepeda motor Honda Beat No.Pol E -6065-PAT milik Syamsudin (30) Warga Blok 2 RT.02/03 Desa Tinumpuk Kec. Juntinyuat Kab. Indramayu.

Saat melakukan pencurian sepeda motor milik Syamsudin tersebut, tersangka mengaku bersama - sama dengan 3 orang temannya yang berhasil melarikan diri.

Syamsudin menjelaskan, pencurian motor terjadi saat motor diparkir di teras rumahnya dalam keadaan dikunci stank dan lubang kunci kontak dalam keadaan ditutup.

Sadar kalau sepeda motor miliknya tersebut ada yang mencuri, Syamsudin yang sedang tidur mendengar ada suara yang mencurigakan sehingga Syamsudin langsung terbangun dan langsung keluar rumah. "Setalah saya melihat keluar rumah saya melihat sepeda motor tersebut sedang didorong seseorang menuju arah jalan, saya teriaki maling sambil mengejar" Terangnya. Senin 27/08/2018.

Syamsudin menambahkan ketika dikejar, pelaku berhasil menghidupkan mesin sepeda motor miliknya dan kemudian mengendarainya langsung kearah utara atau arah jalan Cirebon - Indramayu.

Warga yang mendengar teriakan Syamsudin tersebut, langsung mengejar tersangka, Salah satu warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi Bhabinkantibmas Desa Tinumpuk, yakni Brigadir Rusjai yang saat itu kebetulan sedang patroli bersama dengan rekannya Briptu Teguh Irwana, SH, yang tak jauh dari Desa Tinumpuk sehingga kedua petugas tersebut langsung menuju TKP .

Barang Bukti yang berhasil diamankan
Kemudian warga bersama-sama dengan Bhabinkamtibmas berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka yang masih di Wilayah Desa Tinumpuk berikut sepeda motor yang telah dicurinya.

"Untuk menghindari amuk massa kami bawa ke Kantor Polsek Juntinyuat untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut" Ucap Briptu Teguh Irwana, SH

Teguh menambahkan saat dilakukan introgasi, tersangka mengaku melakukan perbuatan tersebut bersama dengan 3 orang temannya yang berhasil melarikan diri.

"Ada tiga pelaku lain yang terlibat aksi pencurian ini, yang namanya sudah kami kantongi. Ketiganya kabur dengan mengendarai sepeda motor honda beat warna hitam dan Suzuki Satria FU warna hitam." Imbuhnya.

Saat ini Polisi menahan tersangka EP berikut barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat milik korban dan alat pembuka lubang kunci kontak yang terbuat dari kuningan bernagnet yang ditemukan dikantong celana tersangka, Dan masih memburu pelaku lainnya yang melarikan diri.

Pena : 471
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu  - Indramayu



Pelaksanaan penyaluran program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) di Kecamatan Kertasmaya sarat dengan penyimpangan aduan warga.

Sejumlah 175 MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) di sana harus “dipaksa” menggunakan satu toko material yang sama sebagai penyuplai kebutuhan bahan baku materialnya. Ketua kelompok tidak pernah dilibatkan dalam penentuan ataupun survey harga sebelum penunjukanya. Kondisi itu diperparah dengan temuan harga yang tidak sama antara desa satu dengan desa lain padahal jenis barang dan tokonya sama.

Hal itu disampaikan oleh salah satu ketua kelompok  di Desa Tenajar Lor dan Desa Kertasmaya. Mereka tidak tahu menahu soal penunjukan toko material. Dari awal mereka tidak pernah diajak untuk melakukan survey harga di beberapa toko material sebelum penunjukan salah satunya. Harga barang yang diterima di lapangan pun  mereka hanya pasrah.

“ Saya tidak tahu soal kenapa harus menggunakan toko yang jaraknya jauh padahal di daerah terdekat ada toko material yang cukup besar, saya hanya menjalankan saja mengatur penerimaan barang ke anggota kelompok saya, mengenai harga saya juga tidak tahu kenapa berbeda “ tegas salah satu ketua kelompok di Desa Tenajar Lor.

Selain harga, keluhan lainya adalah soal spesifikasi jenis barang yang diterima oleh salah salah satu MBR di Desa Kertasmaya sebut saja SLM, dia menceritakan soal protes yang pernah ia sampaikan terkait bahan material besi yang diterimanya. Dalam daftar seharusnya ia meneriam besi 8 dan besi 6 namun dilapangan berbeda setelah melakukan komplain baru kemudian ditukar dengan barang yang sesuai dengan ketentuanya.

“ Waktu itu saya protes kenapa dapat besinya kecil tidak sesuai dengan daftar yang ditentukan setelah itu barangnya ditarik kembali dan diganti dengan yang lebih gede” Ujar SLM.

Keluhan lain juga dialami oleh Ibu Salikha salah satu penerima program BSPS di Desa Tenajar Lor ia mengeluhkan soal pembayaran tukang yang tak kunjung jua ia terima. Padahal sebagaimana aturan dalam program bahwa ada alokasi buat pembayaran tukang senilai Rp. 2.5 juta untuk tiap MBR.

" Saya bingung pak, sampai dengan saat ini tukang belum dibayar sementara pekerjaan belum selesai dibangun, saya bingung harus cari hutang kemana lagi" ungkap ibu paruh baya yang harus menjalani hidup sendiri.

Sementara itu Suhartono selaku Kasi Perumahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu saat dimintai keterangan ia tidak tahu soal tekhnis di lapangan terkait hal itu Sugartono akan meminta keterangan dari TFL ( Tenaga Fasilitator) yang melakukan pendampingan di sana.

” Terimakasih atas informasi yang diberikan terkait keluhan di lapangan, nanti saya akan minta keterangan dari para pendamping di sana bagaiman hal itu bisa terjadi “ ujarnya saat ditemui di lapangan, Jumat (24/08).

Hadi selaku TFL di Desa Tenajar Lor memberikan keterangan terkait persoalan tersebut di atas, mengenai penggunaan toko yang sama dengan jarak tempuh yang jauh dari lokasi dirinya berkilah bahwa toko terdekat tidak ada yang memenuhi persyaratan hal itu ia dapat dari keterangan bekel desa yang ia perintahkan katanya.

" Dari awal saya minta bantuan pak bekel untuk cari toko material dan keterangan yang saya dapatkan tidak ada yang memenuhi persyaratan " Jelas Hadi

Mengenai upah tukang Hadi menambahkan bahwa sesuai dengan kesepakatan bersama dana tersebut digunakan untuk pembelian bahan material yang dibutuhkan.

" Uang untuk upah tukang itu digunakan untuk pembelian bahan material lain dan itu semua sudah ada kesepakatanya bahkan ada dalam berita acara tertulis yang ditanda tangani oleh MBR" tambahTamba.

Di tempat terpisah aktifis GMPD ( Generasi Muda Peduli Desa) Kabupaten Indramayu Jono menyayangkan kondisi itu terjadi. Program yang seharusnya berdampak manfaat untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak mampu memperbaiki hunianya harus terganggu karena ulah para oknum yang ada dalam lingkaran kegiatan.

“ Semua pihak harus berpedoman pada petunjuk tekhnis yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat, tidak boleh ada yang mengambil keuntungan dengan memanfaatkan ketidak berdayaan masyarakat, Dinas harus bisa menjelaskan kenapa satu kecamatan dengan jarak desa yang saling berjauhan harus menngunakan satu toko sebagai penyuplai kebutuhan bahan materialnya. Apalagi jika ditemukan ada toko terdekat yang mampu dan sanggup memenuhinya “ Tandas Jono.

Jono menambahkan keterangan yang disampaikan oleh tfl terkait upah tukang sangat kontradiktif dengan kebutuhan di lapangan bahwa kenyataanya masyarakat masih menunggu uang tersebut dibagikan.

" Jangan berlindung dibalik kesepakatan bersama untuk melabrak aturan yang ada di atasnya apalagi masyarakat belum memahaminya, seharusnya direncanakan matang kebutuhan barang tanpa harus mengambil pos yang sudah ditentukan. (Red)

Lensa Indramayu  - Sliyeg, Bediler Indramayu Insting Klub (BIDIK) adakan air riple competition tournament, dalam rangka menjaring atlit penembak profesional dan menjalin silaturahmi antar club se kabupaten Indramayu. Minggu, 26/8/2018 bertempat di Lapangan bola Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Indramayu Jawa Barat.
Peserta lomba tembak sedang menunjukkan pesonanya di hadapan juri

Beberapa klub penembak yang ikut meramaikan dan mendukung diantaranya Dotsquad, Dermayon Shooting Club, Indramayu Shooting Club, Beringin Sharp Shooter Indramayu (Bessic).

Sekretaris umum Perbakin provinsi Jawa Barat H Cucu Sutara sangat mengapresiasi atas inisiasi lomba tembak yang diselenggarakan oleh Bidik Indramayu untuk menjaring atlit-atlit yang handal dan profesional tanpa dibatasi oleh usia dan umur siapapun bisa mengikuti.
Peserta lomba tembak sedang menunjukkan pesonanya di hadapan juri

"Menembak bukan lagi menjadi hobi tapi saat ini sudah menjadi prestasi dan prestiset yang diwadahi oleh Perbakin, karena ketika kita sudah memakai baju Perbakin maka kita harus patuh pada Sapta Etika Perbakin" Ujarnya. Minggu 26/08/2018.
Salah satu peserta sedang menguji bedil yang akan digunakan untuk lomba.

H Cucu juga menyampaikan, saat ini Porda menembak akan dilaksanakan tanggal 8-15 Oktober 2018, ada 22 event yang dipertandingkan dan 102 medali yang diperebutkan, seperti tembak sasaran/target, tembak berburu (HPR) High Power Riple, ada juga tembak reaksi. Dari perlombaan ini selain hobi juga mencetak prestasi atlit-atlit agar bisa mengharumkan nama daerahnya masing-masing.

"Kepada teman-teman yang akan berlomba metal silhautte di dalam perkapolri nomor 8 tahun 2012 mereka yang memiliki senapan angin 4,5 mm wajib menjadi anggota klub yang sudah disahkan oleh pengcab Perbakin, senjata yang mereka miliki sudah teregistrasi di Polsek minimal surat keterangan" Paparnya.
Peserta lomba sedang melakukan latihan

Sementara itu, H Warga Camat Sliyeg mengatakan lomba menembak seperti barang langka dan mewah karena tidak seperti lomba-lomba lainnya, "Mudah-mudahan atas diselenggarakan lomba ini minimal pengenalan terhadap masyarakat pada lomba menembak. Kemudian dari pengenalan akan ditemukan benih-benih atau jago-jago yang selama ini masih terpendam" Ucapnya dalam membuka perlombaan diikuti dengan penembakan secara simbolis.

"Selamat mengikuti perlombaan Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan lomba menembak Semoga berjalan dengan baik dan lancar" Imbuhnya

Selain itu, Karyanto yang akrab disapa Elang ketua BIDIK Indramayu menyampaikan terima kasih kepada seluruh klub yang sudah berpartisipasi dan crew yang bertugas dalam menyukseskan acara ini sebagai wujud mempererat tali silaturahmi antar klub penembak se Kabupaten Indramayu.

"Adapun Perlombaan yang dilaksanakan terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas umum seperti multirange PCP, multirange pompa, Three pos pompa, Three Pos PCP dan juga kelas khusus multirange pompa dan three pos pompa, dalam memperebutkan hadiah tropy, piagam dan uang pembinaan" Pungkasnya.

Pena : Aji
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu _
Sungai CiPELANG


Desa Kongsijaya Rawan Bencana, Dinsos bersama Tim TAGANA Gelar Penyuluhan Kampung Siaga Bencana.

Untuk membangun Kondusivitas daerah rawan bencana, Dinas Sosial indramayu bersama tim Tanggap Siaga Bencana (TAGANA) gelar Penyuluhan Kampung Siaga Bencana, pelaksanaan penyuluhan tersebut bertempat di Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, kamis 23/08/2018

Selain dihadiri oleh Dinsos dan tim TAGANA Indramayu, kegiatan penyuluhan dihadiri juga oleh perwakilan Dinsos Provinsi Jabar dan Kepala Desa setempat.

Penyuluhan dilakukan agar masyarakat desa kongsijaya selalu siap siaga jika terjadi bencana, selain itu agar masyarakat bisa mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi bencana.

"penyuluhan Kampung Siaga Bencana ini di anggarkan oleh Dinas Sosial Provinsi jabar dan di khususkan bagi desa - desa yang sering mendapatkan bencana" kata Drs. H. marsono M.Pd selaku Kadinsos indramayu.

Diketahui penyuluhan Kampung siaga bencana dipesertai sebanyak 40 orang yang terdiri dari 37 peserta laki - laki dan 3 peserta perempuan selama 3 hari berturut - turut.

"Diharapkan usai mendapatkan penyuluhan, para peserta dapat menularkannya kembali minimal ke keluarganya masing - masing terlebih dahulu, kemudian silahkan dikembangkan ke tingkat RT/RW hingga meningkat ke tingkat antar desa" jelasnya.

hal serupa dikatakan Yuyun Pelaksana kegiatan Perwakilan Dinsos Provinsi Jabar bidang perlindungan jaminan sosial berharap agar peserta penyuluhan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadinya bencana.

"untuk materi kegiatan di hari pertama ini kita lakukan penyuluhan, di hari kedua akan dilakukan pelatihan dan dihari ketiga akan dilanjutkan dengan melakukan simulasi dilapangan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditentukan oleh pemerintah" ucap Yuyun

Sementara itu Sutarjo selaku Kepala Desa Kongsijaya membenarkan bahwa desa nya langganan setiap tahun terjadi bencana banjir.

"letak geografis desa kongsijaya ini terapit oleh tiga sungai, yakni sungai cimanuk, sungai cipelang dan sungai cibuaya sehingga setiap tahunnya desa kami selalu mendapat kiriman air dari wilayah dataran tinggi yang mengalir melalui sungai - sungai tersebut" tuturnya.

"oleh karena itu sebelumnya kami sudah membentuk tim siaga desa dan siaga bencana, untuk tahun ini kami bersyukur bisa mendapatkan penyuluhan dan pelatihan siaga bencana yang dianggarkan dari Dinsos Provinsi Jabar" terang sutarjo.

Lensa Indramayu Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, meneliti dan memetakan mikrozonasi potensi bencana guncangan tanah di Desa Sukaperna, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Ilustrasi


"Kami melakukan pemetaan mikrozonasi di Desa Sukaperna, karena wilayah ini rawan bencana dan juga merupakan lokasi terjadinya semburan gas beberapa waktu lalu," kata Kepala Bidang Pemetaan, 

Pusat Survei Geologi, KESDM, Sinung Baskoro di Indramayu, Senin, 20 Agustus 2018, dilansir Antara.
Baskoro mengatakan Kabupaten Indramayu merupakan daerah yang secara geologis ditutupi oleh batuan berumur Kuarter yang relatif muda dan bersifat lepas. Terdiri dari pasir dan kerikil yang sangat rentan terhadap bahaya guncangan tanah akibat gempa.

Pada wilayah tersebut diduga dilalui oleh patahan-patahan aktif yang sulit diidentifikasikan, sebab tertutupi oleh endapan Kuarter.
[ads-post]
Dia menjelaskan manfaat dari pemetaan mikrozonasi, agar pemangku kebijakan dam masyarakat bisa mengetahui zona-zona yang aman untuk pembangunan dan hunian.

"Peta yang dihasilkan diharapkan akan menjadi pedoman bagi pemanfaatan lahan oleh masyarakat, pemerintah dan lainnya. Selain itu, kami juga memberikan gambaran bagi pengusahaan minyak dan gas bumi dalam mengetahui kondisi permukaan di wilayah tersebut," lanjutnya.

Dengan pengetahun tersebut, lanjut Baskoro, masyarakat bisa terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh ketidakpahaman dan bisa bertindak lebih cepat ketika terjadi semburan gas, beberapa waktu lalu.

Lensa Indramayu  -
Acara Deklarasi 

Ratusan warga dari 12 kecamatan mendeklarasikan pemekaran Kabupaten Indramayu Barat di Kantor Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat (PPKIB), Desa Sumur Adem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jumat (17/8/2018).


Ketua PPIKB Mahadi mengatakan, Indramayu bagian barat memiliki luas wilayah 108.869 hektare. Di kawasan ini, terdapat 12 kecamatan. Antara lain, Kecamatan Sukra, Patrol, Anjatan, Haurgeulis, Gantar, Kroya, Gabuswetan, Bongas, Terisi, Cikedung, Kandanghaur, dan Losarang. Sedangkan Kabupaten Indramayu saat ini terdiri atas 31 kecamatan.

“Selain deklarasi, kami juga akan menyerahkan surat pengajuan pembentukan Kabupaten Indramayu Barat yang sudah ditandatangani oleh perwakilan dari 12 kecamatan tersebut. Nanti surat ini akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo, dalam waktu dekat,” kata Mahadi seusai deklarasi.

Propsal pembentukan Daerah Otonomi Baru Pemekaran Kabupaten Indramayu

Menurut Mahadi, melihat geografis dan sumber daya manusia (SDM) dan luas 108.869 hektare, pemekaran Kabupaten Indramayu Barat sangat layak. Apalagi ini, merupakan aspirasi masyarakat dan sesuai dengan undang-undang dan tidak melanggar konstitusi.

“Kabupaten Indrmayu memiliki wilayah sangat luas sehingga berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat akibat jarak tempuh yang sangat jauh,” ujar Mahadi.

Ketua Dewan Penasihat PPKIB Nur Amin mengemukakan, warga Indramayu di bagian barat berharap pemekaran Kabupaten Indramayu Barat segera terwujud. Pemekaran diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jumlah penduduk di wilayah Indramayu Barat juga memenuhi syarat dan ketentuan,” tutur Nur Amin.  

Sumber: SindoNews



Lensa Indramayu Maskadi, Kepala Desa cantigi wetan, Kecamatan Cantigi, menyebutkan program pembangunan jalan lingkungan di desa tersebut sejak saat ini dilakukan dengan kualitas terjamin.
Seroang pekerja sedang mengerjakan pengecoran jalan

Keterjaminan tersebut dibuktikan dengan konstruksi beton yang direkomendasikan oleh instansi teknis terkait. Maskadi menegaskan bahwa pembangunan ini sangat serius, mengingat dana yang digelontorkan senilai Rp.210.075.500 ini tergolong tidak sedikit, dan akan dimanfaatkan dengan baik.

"Dengan menggunakan truck molen yang memang diperuntukkan untuk melakukan pengecoran, diyakini akan memberikan hasil yang memuaskan,” akunya kepada wartawan lensa indramayu saat di temui di kantornya , didampingi Kaur Pembangunan. Senin 13/08/2018.

Maskadi menjelaskan, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya konstruksi pembangunan jalan yang ada dilakukan dengan cara manual. Dan tak lama setelah dibangun, maka jalan itupun mengalami kerusakan di beberapa titik.

Di tempat terpisah wakil ketua PAC  PP(pemuda pancasila) Riyan Hidayat sangat mengapresiasi lagngkah-langkah maskadi, pasalnya baru kali ini dicantigi wetan jalan gang menggunakan rabat beton dengan kualitas Redy mix K 225.
[post_ads_2]
Semoga Desa Cantigi wetan bisa menjadi barometer desa-desa di kecamatan cantigi, karna kuwu sebelumnya tidak menggunakan rabat beton, biasanya pakai paving block atau kalau pakai beton juga secara  manual” Ucapnya.
Riyan menambahkan kwalitas yang sebelumnya tidak bisa terjamin, menurutnya rata-rata tidak bisa menyesuaikan campuran antara batu sprit, pasir , dan semen, “Kadang jenis pasirpun asal saja, hal ini akan berdampak pada kualitas beton, sementara kalau redy mix sudah di perhitungkan antara pasir, semen,dan batu split nya, Tambah Riyan.

Pena : Arp
Editor : Redaktur

Lensa Indramayu  -

Rohadi menulis buku
Pict.Sedulur dan kerabat dari Indramayu di Lapas Sukamiskin

Bandung - Mantan Panitera Pengganti (PP) Pengadilan Negeri Jakarta Utara (Jakut), Rohadi yang kini mendekam di LP Sukamiskin, Bandung bersuara dan menguak terkait dugaan praktik mafia hukum di balik vonis Pedangdut Saiful Jamil.

Rohadi yang divonis tujuh tahun penjara berkisah mengenai dugaan mafia hukum dalam vonis kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Saipul. Kesaksian itu disampaikan Rohadi melalui buku yang ditulisnya berjudul 'Menguak Praktek Mafia Hukum di Balik Vonis kasus Pedangdut Saipul Jamil'.

"Dari balik penjara, dia (Rohadi) bersuara bahwa sejumlah hakim terlibat di balik rendahnya vonis untuk Saipul Jamil. Suara-suara contoh kasus," ujar Kuasa Hukum Rohadi, Muhammad Zakir Rasyidin dalam bedah buku di Hotel Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Kerabat Rohadi 

Zakir menganggap kliennya menjadi tumbal dalam vonis yang diterima Bang Ipul, sapaan akrab Saipul Jamil. Karenanya ia bersuara di dalam penjara. Dalam rekaman video dari penjara, Rohadi mengatakan, cerita tentang praktik mafia hukum pada pengadilan di Indonesia bukan hal baru.

"Tapi seperti apa bentuknya, bagaimana modusnya, belum pernah ada catatan tertulis yang menceritakannya. Kalaupun ada, mungkin hanya satu dua catatan saja. Maka saya terbitkan buku ini agar publik tahu bahwa mafia hukum itu bukan hanya sekadar isu," kata Rohadi dalam video yang diputar dalam diskusi.

Dalam bukunya, Rohadi memaparkan awal mula kasus yang menyeretnya ke Sukamiskin. Kala itu hakim dan pegawai PN Jakut akan menghadiri resepsi pernikahan seorang pegawainya di Solo, Jawa Tengah. Kesempatan itu juga hendak dijadikan ajang wisata mereka. Maka, Rohadi ditugasi mencari biaya untuk plesiran mereka.

Menurut Rohadi, dana yang digunakan untuk plesiran ini adalah dana awal dari Bertha yang tak lain pengacara Saipul. Menurutnya, untuk perkara Saipul Jamil Rp50 juta, dari saya pribadi Rp50 juta, dan tambahan dari hakim Rp20 juta. Total Rp120 juta.
Kemudian pergerakan Rohadi sudah tercium Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akhirnya, dia ditangkap saat menerima uang dari Bertha menjelang Lebaran 2016.

Kasus ini semakin rumit karena saat KPK menangkapnya, ada uang Rp700 juta di dalam mobil Rohadi. Dan perkara hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK ini merembet ke Anggota DPR Fraksi Gerindra, Sareh Wiyono. Sebab, menurut Rohadi, uang Rp700 juta itu berasal dari Sareh yang juga mantan Panitera MA. Meski demikian Sareh berkali-kali membantah terlibat dalam kasus itu.

Lewat bukunya juga, Rohadi menyebut nama-nama sejumlah hakim yang berperan dalam kasus itu. Suami Bertha, Hakim Tinggi Karel Tuppu dinilai mengetahui persoalan Saipul Jamil. Ketua majelis Saipul Jamil, Ifa Sudewi juga disebutnya tahu pat gulipat kasus itu. Dan seluruh nama-nama yang disebut Rohadi telah membantah keterangannya di persidangan.

"Lewat buku ini saya ingin publik tahu kasus yang menjerat saya ini. Mulai dari modusnya, hingga nama-nama yang terlibat. Dan semoga hukum bisa tegak, termasuk kepada para hakim dan penegak hukum lainnya," pungkasnya.KRI







Lensa Indramayu  - Indramayu Jawa Barat


Indramayu__Empat Pemerintah Desa di Kecamatan Cikedung Layangkan surat ke KPK pada 28/8/2018, surat tersebut perihal permohonan pembukaan kembali Rumah sakit REYSA yang disita oleh KPK sejak 2016 silam atas pengembangan kasus Rohadi.

" Memang benar ada sekitar empat desa yang kirimi surat ke KPK, yakni Desa Cikedung, Desa Cikedung lor, Desa Jatisura dan Desa Mundak Jaya, kami menyurati KPK untuk permohonan agar Reysa dibuka kembali olehnya" papar Surjana kepala Desa Jambak saat dimintai konfirmasinya via selular.

Menurutnya Rumah sakit Reysa yg sampai saat ini disita KPK sejatinya diharapkan keberadaanya, sisi manfaat RS tersebut dianggap berperan penting oleh masyarakat di Indramayu khususnya wilayah selatan , hal demikian menggugah para aparat Desa di Kecamatan Cikedung untuk berseru menggugah nurani KPK agar membukanya kembali dengan melihat keadaan masyarakat yg sebenarnya.

" Rumah sakit itu sangat penting bagi kami, sebab di Cikedung tidak ada rumah sakit yg dapat menampung kebutuhan kami, ada juga di kota kan jauh lokasinya dari kita" tuturnya.

Dengan ini, lanjut surjana, kami sepakat untuk memperjuangkan hak masyarakat agar rumah sakit Reysa dibuka kembali oleh KPK,dan mudah-mudahan berhasil.

Diketahui pada maret 2017 yg lalu Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu telah melayangkan permohonan yg sama ke KPK, namun hingga saat ini tidak ada kabar baik yg dinanti oleh masyarakat atas balasan permohonan tersebut.

Sebuah spanduk yang bertuliskan harapan dan doa dipasang di pintu utama Rumah Sakit
Lensa Indramayu  - Cikedung - Sambil membawa spanduk besar, sejumlah warga Cikedung mendatangi Rumah Sakit Reysa Di Cikedung Kab. Indramayu.

Spanduk yang bertuliskan doa dan harapan warga tersebut dipasang di depan pintu utama Rumah Sakit Reysa.

Warga mendatangi Rumah Sakit untuk mengeluhkan betapa jauhnya akses perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Indramayu. Menurut mereka jarak yang ditempuh menambah beban berat bagi mereka yang memiliki ekonomi lemah.

WR (49), warga Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, mengaku dirinya yang berekonomi lemah merasa keberatan jika berobat harus ke Indramayu kota karena akses yang sangat jauh, untuk itu kedatangan WR dan masyarakat lainnya berharap Rumah Sakit Reysa segera beroperasi lagi.

"Saya jadi keberatan. Jika berobat diharuskan datang ke Indramayu, karena harus mengeluarkan biaya dua kali lipat," katanya saat diwawancarai di depan RS Reysa (8/8/2018).

WR menilai bupati Indramayu tidak adil dalam mengurus rakyatnya, Pasalnya masyarakat yang jauh dari Kota diharuskan berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Indramayu yang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, Sementara masyarakat kota yang jaraknya dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Indramayu lebih terjangkau baik dari segi waktu maupun biaya. "Untuk itu saya dan warga masyarakat lainnya datang ke sini mengetuk pintu hati bupati Indramayu agar secepatnya membuka kembali rumah sakit tersebut." Keluhnya.

Dalam aksi damai tersebut turut hadir Wawan sugiarto, STP, sebagai perwakilan masyarakat setempat, Wawan menjelaskan jarak tempuh dari cikedung sampai Indramayu kota menempuh jarak 20 hingga 30 kilo meter, "Ini yang menjadi persoalan, namun ketika Reysa dibuka maka minimal jarak 10 kilo bisa masuk ke Reysa, Sehingga efektifitas akan terjaga dan terbangun." Katanya.

Wawan juga berharap kepada Presiden dan KPK memberikan kebijakan yang sesuai keinginan masyarakat setempat.

Pena : 471
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu  - Generasi Muda Peduli Desa ( GMPD) Desa Rambatan Kulon dan group kesenian reog trio putra mendatangi wakil ketua  DPRD Indramayu Ruslandi di rumah kediamanya, Desa Kebulen Kecamatan Jatibarang Indramayu, Kamis (8/8).


Kesenian topeng reog  berbeda dengan Reog Ponorogo di Jawa Timur, Reog Indramayu merupakan perpaduan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita yang berisikan hiburan  sosial. namun selama ini belum ada perhatian yang serius dari Pemda Indramayu

Hal itu disampaikan oleh ketua GMPD Bangkir, Carlam saat menemui Ruslandi. Ia mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kesenian lokal ini. Tidak heran kalau saat ini keberadaan mereka hampir punah ini.

“ Kesenian reog  Indramayu, kurang dikenal di generasi muda saat ini, pertunjukanya pun sudah mulai jarang  ditemui di acara-acara masyarakat. Peminatnya dari tahun ke tahun tterus berkurang ”. Jelas Carlam.

Dalam kunjungan silaturahmi tersebut Warjono selaku ketua group seni reog tiga putra menyampaikan harapan kedepannya agar Pemda bisa mengakomodir  segala upayanya untuk melestarikan kesenian topeng reog yang ia bina, karena selama ini dirinya merasa tak pernah ada sentuhan apapun dari pemda, padahal saat groupnya tampil di Kabupaten Sumedang ia dapat penghargaan dari pemerintah setempat di sana. Hal itu tentunya sangat miris.

" Sekarang coba cari grup topeng reog selain di Desa Rambatan Kulon dan Desa Krasak ,  pasti tidak ada karena kesenian ini nyaris punah. Nah, kami coba membangkitkannya lagi dengan sentuhan kekinian” ungkap Jono.

Dalam kesempatan itu Ruslandi sangat mengapresiasi upaya kawan- kawan group trio putra dan GMPD yang masih peduli dengan melestarikan kesenian yang hampir punah, kelompok seni reog mengingatkanya pada masa kecil dulu. Melihat pertunjukan kesenian itu kaya akan unsur budaya leluhur selain hiburan, juga terdapat nilai sosial dan pendidikan budi pekerti yang terkandung di dalamnya.

“ Kami akan mengagendakan rapat dengan Dinas Budpar terkait mekanisme apa yang bisa ditempuh dalam upaya melestarikan kebudayaan topeng reog yang hampir punah, serta kebutuhan anggaran yang bisa dialokasikan guna mewujudkanya " papar Ruslandi.

Perlu diketahui bahwa kesenian reog menggunakan dogdog (gendang) yang ditabuh, diiringi oleh gerak tari yang lucu dan mengemaskan oleh para pemainnya. Biasanya disampaikan dengan pesan-pesan sosial dan keagamaan. Dulu Kesenian ini masih bisa dijumpai pada saat lebaran idul fitri sebagai bentuk hiburan jalanan dalam rangka merayakan kemenangan umat Islam.

Pena : ARP
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu  - CIKEDUNG – Kesehatan memang hak siapapun yang menjadi masyarakat Indonesia. Hal ini sendiri sudah diatur dalam undang-undang dan peraturan di Indonesia. Maka dari itu, pemerintah sebagai wakil dan pelaksana kebijakan negara haruslah mampu mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Karena dengan badan yang sehat masyarakat bisa lebih produktif untuk bekerja dan mendukung negara mewujudkan cita-citanya.

Seperti Dikutip dari wbsite resmi Kabupaten Indramayu. Selasa 7/8/2018. Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah meraih penghargaan Bupati Peduli Hak Asasi Manusia (HAM).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly pada puncak Peringatan Hak Asasi Manusia Sedunia ke-69 tahun 2017 yang dibuka secara langsung Presiden RI,  Joko Widodo di The Sunan Hotel, Kota Surakarta Jawa Tengah, Minggu (10/12/2017)
Rumah Sakit Reysa Cikedung Indramayu

Keberhasilan Bupati Indramayu tersebut tidak terlepas dari berbagai program dan kebijakan yang dikeluarkan dalam bentuk peraturan daerah maupun peraturan bupati dan sejenisnya selalu memperhatikan dan mempertimbangkan nilai-nilai humanisme untuk melindungi warga masyarakatnya.

Untuk hak atas kesehatan,  Pemkab Indramayu terus memberikan pelayanan dengan pembangunan rumah sakit daerah sebagai upaya untuk ketersediaan tempat tidur pasien dan ketersediaan dokter di Puskesmas. Selain itu juga dikeluarkannya berbagai perbup terkait penggunaan dana operasional Puskesmas dan juga jaminan kesehatan bagi masyarakat Indramayu.

Namun hal tersebut tidak bisa dirasakan oleh masyarakat Indramayu khususnya di kecamatan cikedung. Sejak disegelnya RSU Reysa Cikedung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2016 lalu, masyarakat setempat harus menempuh jarak yang lumayan jauh dan memakan waktu, kepada pemerintah Indramayu masyarakat setempat berharap agar RSU tersebut dibuka kembali. Karena dengan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan agar lebih dekat dan bisa mengatasi kondisi darurat.

WR (40) Salah satu warga Blok Tarikolot, Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung yang pernah berobat ke RSUD Indramayu mengungkapkan sejak RSU Reysa tersebut ditutup, untuk mendapatkan pelayanan medis di RSUD Indramayu, harus menempuh perjalanan yang sangat jauh, dengan pilihan RS Bhayangkara Losarang, dan beberapa RS swasta di Indramayu. Bahkan hingga harus ke RS di wilayah Cirebon. “Memang pemerintah mempermudah masyarakat untuk berobat dengan memanfaatkan BPJS, tapi bagi kami yang ekonomi lemah harus sewa mobil, dan tentunya harus mengeluarkan biaya banyak juga” ungkapnya.

Dia berharap pemerintah membuka kembali RS Reysa tersebut agar beban masyarakat tidak terlalu berat.

Seperti diketahui, ditutupnya RSU Reysa oleh KPK pada September 2016 tersebut berkaitan dengan kasus yang menjerat mantan panitera di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rohadi. Yakni kasus suap sidang artis Saiful Jamil yang kemudian dalam pengembangannya diduga ada kaitannya dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dan kini Rohadi masih menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin.

Meski demikian, Rohadi sudah mengikhlaskan keberadaan RS Reysa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurut Nahdudin Islami, apa pun kasus yang menimpa Rohadi, rumah sakit sebaiknya dibuka lagi, karena keberadaan rumah sakit benar-benar memudahkan warga untuk berobat termasuk menyerap kebutuhan tenaga kerja lokal.

Nahdudin mendesak pemerintah setempat, dalam hal ini Dinas Kesehatan harus segera mengambil tindakan. Sangat disayangkan kata dia, keberadaan rumah sakit yang selama ini berjalan normal melayani kesehatan masyarakat harus ditutup.

Pena : 471
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu  - INDRAMAYU - Kasus dugaan pemberian gratifikasi mobil Pajero B 104 ANA kepada Bupati Indramayu Anna Shopanah berbuntut panjang.
Masdi, seorang warga Indramayu berjalan kaki 250 kilometer dari Indramayu menuju kantor KPK dan Istana Presiden di Jakarta minta Kasus gratifikasi mobil bupati diusut tuntas. Foto Ist
Setelah berbagai aksi demo di Indramayu tak kunjung mendapatkan respons positif, Masdi, seorang warga Indramayu memilih cara lain untuk mengundang perhatian publik. Dari informasi yang berhasil dihimpun, Jumat (3/8/2018) Masdi berjalan kaki dari Indramayu menuju kantor KPK dan Istana Presiden di Jakarta. Masdi diperkirakan akan tiba di Jakarta minggu depan, setelah menempuh perjalanan sekitar 250 kilometer.

Masdi yang berusia 50 tahun itu berjalan kaki sendirian untuk mendorong agar Presiden dan KPK segera mengambil tindakan kepada Bupati Indramayu. Kasus dugaan gratifikasi ini muncul ketika bupati mendapatkan mobil mewah tersebut dari Rohadi, seorang mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pada 2016 silam.

Mobil itu diberikan kepada Anna melalui Daniel Mutaqien, anak Bupati Indramayu, di sebuah rumah makan di Kebon Sirih, Jakarta. Pemberian itu dilatarbelakangi agar Bupati Indramayu memuluskan proses perizinan pendirian Rumah Sakit Reysa, Indramayu.

Hingga saat ini kasus gratifikasi yang melibatkan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Bupati Indramayu tersebut masih belum ditangani secara tuntas oleh KPK. Padahal barang bukti berupa mobil Pajero Sport bernomor polisi B 104 ANA telah disita pihak KPK. Meskipun mobil yang menjadi obyek gratifikasi telah disita, pengusutan terhadap Bupati Indramayu dinilai berjalan lamban.
Masdi, seorang warga Indramayu berjalan kaki 250 kilometer dari Indramayu menuju kantor KPK dan Istana Presiden di Jakarta minta Kasus gratifikasi mobil bupati diusut tuntas. Foto Ist
Lambannya pengusutan kasus  ini memang cukup meresahkan masyarakat Indramayu. Warga daerah itu, secara sporadis, telah berulangkali mendesak agar KPK segera menangani kasus ini. Demonstrasi masyarakat untuk meminta  agar kasus ini segera dituntaskan bahkan telah sangat sering terjadi di Indramayu. Namun hingga saat ini, kasus yang melibatkan Bupati Anna Shopanah itu belum juga dilanjukan ke tahap penyidikan.

Rohadi, telah diperiksa oleh KPK. Mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) itu telah mengakui bahwa dia memberikan gratifikasi mobil Mitsubishi Pajero tersebut kepada Anna Sophanah.

Rohadi mengatakan, serah terima STNK itu terjadi di sebuah restoran di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. KPK telah menetapkan Rohadi sebagai tersangka untuk tiga perkara, yaitu dugaan suap terkait dengan vonis Saipul Jamil, gratifikasi, dan pencucian uang. Untuk kasus suap, Rohadi telah divonis tujuh tahun penjara.

Lensa Indramayu  -Indramayu_Pemerintah Desa Cemara wetan Kecamatan Cantigi kabupaten Indramayu  secara terang-terangan gunakan pihak ketiga dalam pelaksanaan proyek cor beton yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2018
.
Photo By lensa Indramayu
Warga mengeluh tentang adanya realisasi Dana Desa (DD) tahap 2 tahun anggaran 2018 yang dialokasikan untuk pembangunan jalan cor beton ready mix senilai Rp 411.711.200 dalam pengerjaannya dianggap tidak sesuai aturan yang diinstruksikan oleh kemendes tentang swakelola desa karena dilakukan oleh pihak ketiga.

Hal itu tidak disanggah Wawan selaku bendahara desa saat dikonfirmasi di rumahnya.Wawan membenarkan hal tersebut, ia beralasan warganya kurang berkompeten dalam bidang pengerjaan proyek beton jalan, ia lebih memilih bekerjasama dengan pihak ketiga agar menghasilkan beton berkwalitas baik ketika dikerjakan oleh tenaga ahli dari para pekerjanya.

" Mereka (warga) tidak terbiasa mengerjakan proyek seperti ini, boleh kita kroscek ke lapangan untuk mencari tenaga ahlinya kalo memang ada, di Cemara ini tidak ada yang mampu" tegas Wawan saat ditemui di ruang kerjanya

" Di awal pengerjaan, kami pihak desa menggunakan tenaga warga, tapi itu hanya waktu pengurugan saja, pas ngecornya menggunakan pihak lain yang sudah terbiasa supaya hasilnya cepet dan bagus, " ujar Anak kepala Desa Cemara Wetan tersebut




Menurut pengakuan warga berinisial WR, proyek senilai 411 juta ini diduga telah diborongkan kepada pihak ketiga, bahkan ia mengenal siapa pemborong proyek jalan tersebut.

" Yang memborong proyek itu saya kenal, namanya Ryan orang PP " ungkap pria 40thn ini.

WR juga ternyata memahami UU desa revisi 2014 tentang swakelola dana desa, ia menyebut Pemdes pada proyek kali ini tidak mengikuti aturan kemendes.

" 30% kan upah tenaga, biar warga juga punya tambahan pendapatan dari swakelola dana desa, tujuan dari pemerintah pusat tidak lain agar menjadikan masyarakat mandiri untuk memajukan desanya masing-masing, dalam hal pembangunan. Kalau seperti ini sama saja pemerintah desa tidak mengikuti aturan kemendes " terangnya.

Senada dengan Wr masyarakat sekitar Makrus (45) merasa sangat kecewa  dengan pengerjaan jalan tersebut, karena tidak melibatkan masyarakat sepenuhnya, dan tidak melibatkan warga  menyeluruh dalam musyawarah realisasi ketika akan di bangun.

" Harusnya musyawarah dulu kepada masyarakat ketika ada aturan demikian bukan malah menyepelehkan masyarakatnya sendiri seolah olah tidak ada yang sanggup dan mampu ,mutu dan kualitas di garap oleh pihak ketiga juga belum tentu bener " tandas markus

Seperti yang sudah banyak di ketahui umtuk mendorong Swakelola desa, Kementerian Desa PDTT menegaskan mulai 2018 kontraktor tidak boleh mengerhakan proyek dana desa. Selanjutnya dana desa hanya boleh dikelola dan proyeknya dikerjakan secara swakelola.

Ketegasan itu disampaikan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di sela acara Rembug Desa Nasional di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (27/117). ” Kami tidak mau ada proyek dana desa yang dikerjakan dengan kontraktor lagi tahun depan. Dana desa harus dikerjakan secara swakelola dan 30 persen dana desa harus dipakai untuk upah,” kata Eko.
Diberdayakan oleh Blogger.