Lensa Indramayu  - Proses registrasi kartu SIM prabayar menggunakan data kependudukan telah diberlakukan sejak 31 Oktober 2017.
Sim Card ilustrasi

Adapun registrasi kartu SIM prabayar disarankan untuk dilakukan secara mandiri, baik menggunakan pesan singkat atau melalui laman internet masing-masing operator.

Meski begitu, dalam aturan mengenai Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yakni Permen Kominfo No 12 Tahun 2016 Pasal 11 ayat 1 disebutkan, pelanggan prabayar hanya dapat melakukan registrasi sendiri paling banyak tiga nomor dari satu operator untuk setiap nomor induk kependudukan (NIK).

Artinya jika ada enam operator di Indonesia, satu orang hanya bisa melakukan registrasi sendiri terhadap 18 kartu SIM prabayar mereka. Lantas, bagaimana dengan mereka yang memiliki lebih dari tiga nomor dari satu operator?

Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Agung Harsoyo mengatakan, normalnya orang hanya membutuhkan satu atau dua nomor seluler. Namun, karena ada kebutuhan khusus, terkadang mereka memiliki lebih dari tiga kartu SIM.

"Kebutuhan khusus yang dimaksud misalnya untuk urusan bisnis," kata Agung di Kantor BRTI Jakarta, baru-baru ini

Kartu SIM tersebut juga harus diregistrasikan jika tak ingin diblokir. Proses registrasi kartu SIM ke-4, 5, 6, dan seterusnya dari satu operator tidak bisa dilakukan secara mandiri, tetapi harus dengan cara berbeda.

Agung mengatakan, berdasarkan permen Kominfo tersebut, registrasi kartu SIM ke-4, 5, 6 dan seterusnya harus dilakukan melalui gerai resmi operator.
[next]
Hal ini sesuai dengan yang tertuang pada Pasal 11 ayat 2 Permen Kominfo No 12 Tahun 2016 yang menyebut, nomor seluler yang digunakan untuk keperluan tertentu, seperti komunikasi M2M yang kebutuhannya melebihi tiga nomor, hanya dapat diregistrasi melalui gerai milik operator.

Sekadar diketahui, pada Pasal 11 ayat 12 disebutkan juga, operator memiliki hak untuk menonaktifkan nomor pelanggan prabayar yang terbukti menggunakan identitas palsu atau milik orang lain tanpa seizin yang bersangkutan. Operator juga berhak menonaktifkan nomor jika nomor tersebut terbukti disalahgunakan.

Oleh karena itu, bagi kamu yang memiliki kebutuhan khusus menggunakan lebih dari tiga kartu SIM prabayar dari satu operator, kamu bisa melakukan registrasi di gerai operator bersangkutan dengan membawa data kependudukan yang diperlukan, seperti KTP maupun nomor kartu keluarga.

Sekadar diketahui, per Rabu (1/11/2017), pukul 16.30 WIB, sebanyak 30,2 juta pelanggan seluler telah meregistrasi kartu SIM prabayar mereka. Jumlahnya diyakini akan terus bertambah, mengingat periode registrasi akan berlangsung selama empat bulan ke depan.

Sekadar diketahui, Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kemkominfo Ahmad M Ramli, beberapa waktu lalu mengungkapkan, berdasarkan data Kemkominfo, jumlah kartu SIM yang beredar di masyarakat kini mencapai 360 juta SIM.

"Tapi saya melihat yang aktif sekitar 290 juta, sebenarnya itu sudah teregistrasi sebagai kartu SIM aktif. Hanya saja, tidak tahu apakah data yang dimasukkan itu betul atau asal-asalan. Untuk itu sekarang dilakukan registrasi ulang untuk memastikan datanya benar," ujar Ramli menjelaskan.
[next]
Kemarin di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Ramli juga menyebutkan pemerintah dan operator seluler berkomitmen untuk menyukseskan program ini secara nasional. "Untuk itu kami akan terus melakukan sosialisasi registrasi," tuturnya.

Pemerintah dan operator seluler akan berkolaborasi untuk menyosialisasikan program registrasi kartu SIM ini. Selain memberikan imbauan dalam bentuk pesan, pihaknya juga akan mendatangi kampus-kampus mengingat pengguna kartu SIM juga berasal dari kalangan mahasiswa.

"Operator sudah menunjukkan kepedulian terhadap program ini dengan mengirimkan pesan kepada para pelanggannya. Kami juga minta mereka untuk mengirim pesan broadcast agar tidak ada pelanggan yang tertipu hoax soal registrasi kartu SIM," jelas Ramli.

Pemerintah dalam hal ini Kemkominfo tengah melaksanakan program registrasi kartu SIM prabayar dimulai dari 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai 28 Februari 2018, pemerintah akan memblokir nomor pelanggan secara bertahap hingga batas waktu 28 April 2018.

Pelanggan mendaftarkan nomor telepon mereka dengan menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK), kemudian dikirim melalui pesan singkat (SMS) ke nomor 4444. Apabila gagal registrasi melalui SMS atau situs web operator, pelanggan bisa melakukan registrasi di gerai operator.

SMS registrasi kartu SIM perdana maupun aktif tidak dikenakan biaya. Data NIK dan KK dijamin aman, mengingat standar keamanan data operator seluler telah bersertifikat ISO 27001 dan juga dipayungi Peraturan Menteri Kominfo tentang Perlindungan Data Pribadi. red

Lensa Indramayu - JAKARTA -- Literasi yang berarti secara definisi lama adalah kemampuan membaca dan menulis. Namun, saat ini yang dikenal secara luas adalah literasi teknologi, yaitu keahlian untuk menggunakan internet dan mengkomunikasikan informasi.
Seorang guru mencoba mengoperasikan program solusi pendidikan dengan menggunakan digital di Jakarta, Rabu (26/3). (Phot:Republika)
Menurut Kepala RRI World Service Anjar Achmad, tingkat literasi di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih dari banyak pihak. Terlebih, di tengah era keterbukaan media dan infomasi dalam waktu singkat. Secara khusus adalah melalui media gawai di tangan yang membuat penyebaran berita apapun dapat dilakukan tanpa proses penyaringan.

Senada dengan pernyataan tersebut, Direktur Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di Indonesia - Jakarta Shahbaz Khan juga berpendapat bahwa era digital sudah seharusnya memberikan banyak manfaat bagi banyak orang. Secara khusus adalah bagaimana mendapatkan edukasi dari perangkat teknologi yang saat ini cenderung sangat digunakan oleh masyarakat umum.

"Sesuai perkembangan zaman, kita bisa melihat bahwa berbagai infomasi yang bisa diakses melaliu perangkat digital sebenanrnya harus bisa memberi manfaat, tak hanya untuk mendapatkan informasi komprehensif, tetapi juga pendidikan," ujar Khan yang ditemui dalam acara RRI Diplomatic Forum Literacy in Digital World: Challenges and Oportunities, Rabu (20/9) di Jakarta.

Ia menuturkan pendidikan yang saat ini bisa diakses dan diberikan melalui perangkat teknologi sesuai dengan perkembangan zaman tetap membutuhkan pengawasan serta para akademisi yang menunjang. Dari sana, mereka dapat memberikan pengetahuan lebih luas, termasuk kepada anak-anak sebagai bekal edukasi yang penting.

"Tentu manfaat dari perangkat digital ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siapa saja, termasuk anak-anak dalam hal pendidikan. Karena itu, para guru harus dapat memfasilitasi hal ini dengan baik," jelas Khan.

Lensa Indramayu - Surabaya, Perang terhadap hoax (berita palsu) menjadi tugas dan tanggung semua pihak tak terkecuali pemilik blog. Karena itu, dengan adanya Lomba Blog Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), para blogger memiliki kewajiban untuk turut serta memeranginya sehingga tercipta informasi yang benar dan jelas.

Demikian pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Jatim, Eddy Santoso saat membuka Lomba Blog Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) IX/2017 di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan, Jumat (15/9).

Menurut Eddy yang juga Ketua Asosisasi Kominfo se Indonesia, perkembangan blog di Indonesia saat ini telah cukup bagus disbanding pada tahun tahun sebelumnya. Dengan pesatnya perkembangan blog, maka juga muncul blogger blogger andal di tanah air. Seiring dengan itu pula, peredaran hoax di dunia maya kini juga merajalela.

“Ini momen yang sangat bagus. Karena itu, saya minta blogger blogger di Jawa Timur harus ikut turut menyatakan perang dengan hoax. Kita perangi hoax, mari kita gelorakan informasi yang benar dan jelas. Ini sekaligus untuk menunjukkan bahwa blogger Indonesia hebat dalam membangun blog,” tegas Eddy.

Seperti diketahui, pelaksanaan lomba blog menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam rangkaian Pekan KIM IX/2017 di Pandaan Pasuruan, selain kegiatan pameran dan sarasehan, Pada lomba blog kali ini dihadirkan dewan juri lomba blog, yakni Kasi Pengembangan Aplikasi Dinas Kominfo Jatim, A Fadlil Chusni, Ketua Relawan TIK Jatim, Novianto serta Ferry Astika dari Poltek ITS.

Dari pantaun JNR, dalam acara lomba blog ini sangat meriah dikarenakan setiap KIM saling beradu hebat mempresentasikan blog karya mereka, apa saja isi timeline di dalam blog mereka.

Dari hasil lomba, juara pertama diraih KIM Sendang Potro Bojonegoro dengan perolehan poin 1.212, juara kedua diraih KIM Deru Maju Bojonegoro dengan perolehan poin 1.196, dan juara ketiga diraih KIM Bahari Sukolilo Baru Surabaya dengan perolehan poin 1.063. Penyerahan hadiah akan diserahkan pada acara Penutupan Pekan KIM yang diselenggarakan Sabtu (16/9). (MC Diskominfo Prov Jatim)
Diberdayakan oleh Blogger.