Lensa Indramayu  -Ribuan masyarakat Kecamatan Haurgelis, Kabupaten Indramayu antusias mengikuti Pawai Tarkhib dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, Senin (10/09/2018).


Marching Band di pawai Tarkhib


Pelaksanaan kali ini tidak hanya di ikuti oleh para siswa-siswi dan masyarakat, melainkan di ikuti juga oleh ratusan Santri dari Pondok Pesantren Darussalam Al – Qur’ani Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.
“Menyambut satu muharram muda-mudahan bisa menjadi ajang silaturahmi bagi masyarat Pemdes se-Kecamatan Haurgelis serta para guru dan pengasuh pesantren meski perayaan 1 Muharam kali ini tidak disertai pesta kembang api atau petasan. Namun tetap mendapat sambutan positif masyarakat, mulai anak-anak hingga ibu-ibu seolah tak ingin ketinggalan untuk mengikuti merayakan datangnya Satu Muharam,” kata Ketua MUI H. Junedi Badlowi.
Perayaan menyambut datangnya tahun baru Islam, lanjut dia, berlangsung meriah di tingkat Kecamatan Haurgelis Indramayu, sembari membaca shalawat Nabi, lebih dari seribu warga asetempat mengikuti pawai ta`aruf.
“Kegiatan tahun baru islam ini, seluruh masyarakat dan santri ikut berkeliling, di mulai dari pasar keselatan prapatan greja Pantekosta menuju prapatan H. Sakwan dan keutara langsung kembali dihalaman Kecamatan sambil menunggu undian doorprez,” punkasnya,

Sai W9
Penulis Joni

Peduli Aurat wanita, LDK Unwir Indramayu Bagi-Bagi Kerudung 
LENSA INDRAMAYU  - Indramayu - Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ulil Albab Universitas Wiralodra Indramayu menggelar aksi bagi - bagi kerudung, Rabu (14/02). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap aurat kaum perempuan di Indramayu.

Peserta aksi diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indramayu.  Mereka secara ikhlas melakukan bagi- bagi krudung kepada masyarakat yang lewat dan masyarakat sekitar kawasan jalan di bunderan kijang

Aksi dimulai pukul 14.00. Star dari bunderan kijang menyusur jalan Jendral Sudirman  menuju ke wilayah kali cimanuk sampai di persimpangan Masjid Agung Indramayu.

Dalam aksi itu kawan-kawan LDK membagikan krudung sebanyak 350 pcs. Sementara anggarannya diperoleh dari hasil patungan dari kawan-kawan LDK dan para donasi yang peduli akan aurat wanita.

Hal itu di benarkan oleh kordum aksi LDK Rudi ruzati. Rudi sangat prihatin dengan keadaan anak muda sekarang, Meraka selalu mengumbar aurat, dengan adanya aksi ini mudah-mudahan masyarakat dan kaulah mudah ikut termotivasi untuk menggunakan jilbab, Berawal dari menutup aurat hingga mengerti arti dari jilbab.

Masih menurut Rudi lewat orasinya mengatakan bahwa Berawal dari menutup aurat bagian atas nanti juga ikut menutup aurat hatinya. Jika hal sepele aja dilakukan insyaallah perintah lima waktunya dilakukan katanya.

“Apalagi sekarang menjelang valintine, LDK Indramayu menghimbau tidak usah di raya kan yang berlebihan. Karena sejarahnyanya saja bukan mencirikan seorang muslim. Karena seorang muslim rasa kasih sayang bukan hanya pada manusia saja tetapi terhadap semua ciptaan Allah" . tandasnya. (Red)

Lensa Indramayu  - Ustadz Hanan Attaki mempunyai respons atraktif bagi orang yang menganggap dirinya kurang bernasib apik dibandingkan orang-orang yang tidak beriman. Sedangkan dirinya telah beriman dan taat beribadah.
Ilustrasi

Sesekali ada orang yang bertanya tentang hal itu, “Saya sudah taat sholat, kenapa dagangan saya tidak llaris sedangkan teman saya yang sholatnya hanya hari Jumat dagangannya laris sekali?”

“Kenapa saya yang sudah hijrah meninggalkan profesi syubhat anak-anak saya sering sakit, sementara tetangga saya yang sering berjudi anaknya sehat selalu?”

“Saya sudah taat sedekah dan rajin membaca Al Quran kenapa belum dapat jodoh? sedangkan teman saya yang banyak berbuat maksiat justru langsung dapat jodoh setelah wisuda?”

Dan pertanyaan-pertanyaan serupa, dengan nada dan perasaan kalau dia sering dirundung masalah padahal sudah taat ibadah.

“Jawabannya mudah,” jawab Ustadz Hanan Attaki. “Lantaran kita membandingkan nasib orang beriman dengan nasib orang yang tidak beriman sama-sama menggunakan dunia. Sementara itu Allah tidak banyak berjanji urusan dunia terhadap orang-orang beriman.”

“Kalau mau membandingkan, bandingkan saja orang beriman itu dengan akhirat dan orang tidak beriman dengan dunia. Dia dapat apa di dunia, kita dapat apa di akhirat.

Itu baru sesuai perbandingannya. Kalau membandingkan dia dapat apa di dunia, kita dapat apa di dunia, itu perbandingan yang tidak matematis menurut Islam.

Tidak logis menurut iman. Baru logis jika kita membandingkan, dia riba dapat aset sekian, saya tidak riba dapat apa nanti di akhirat. Itu baru logis menurut iman.”

Kisah Umar bin Khattab
Suatu saat Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di rumah beliau. Rumah itu sangat sederhana di sisi Masjid Nabawi.

Umar melihat ada bekas gurat-gurat tikar di tubuh Rasulullah. Beliau memang biasa tidur di tikar yang kasar. Umar pun menangis melihat kondisi beliau.

“Mengapa kamu menangis, ya Umar?” tanya Rasulullah.

“Bagaimana saya tidak menangis ya Rasulullah, Kisra (Raja Persia) dan Kaisar (Romawi) duduk di atas singgasana bertatakan emas, sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu. Padahal engkau adalah kekasih-Nya,” jawab Umar.

“Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat? Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir.

Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas. Berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”

Umar disadarkan dengan jawaban yang sarat makna itu. Kelak, ketika menjadi amirul mukminin, Umar menjadi pemimpin yang sangat sederhana meneladani beliau.

Tidur di bawah pohon, sering lapar, dan pakaiannya sama dengan pakaian pembantunya sehingga ketika menaklukkan Baitul Maqdis, ada orang yang salah mengira pembantunya sebagai amirul mukminin.

Ilustrasi
Lensa IndramayuINDRAMAYU -- Ribuan umat Islam Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, secara serentak menggelar Pawai Taaruf dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharam 1439 Hijriyah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Ahmad Bahtiar di Indramayu, Rabu (20/9), mengharapkan umat Islam bisa menyambut datangya tahun baru Islam dengan suka cita. "Indramayu mempunyai visi religius, maju, mandiri dan sejahtera, pada kesempatan ini semakin menggaungkan visi tersebut," katanya.

Pelepasan Pawai Taaruf ini dilakukan Sekda di halaman Pendopo Indramayu, dimana pawai ini diikuti oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, Mahasiswa, Organisasi Masyarakat, Pengurus DKM dan Majelis Talim serta peserta lainnya.

Sekda melepas secara langsung pawai yang diawali oleh kontingan pelajar Indramayu dan diikuti oleh peserta lainnya. Pada pawai tersebut, kontingan membawa spanduk yang menjadi ciri identitas lembaganya dan membawa alat-alat kesenian yang bernuansa islami.

Selain itu kontingan juga membawa spanduk yang berisi imbauan untuk berbuat kebaikan dan meningkatkan iman dan takwa serta kepedulian terhadap anak yatim.

Pawai yang berpusat di kota Indramayu ini selain diikuti oleh peserta dari wilayah kota, juga diikuti oleh perwakilan kecamatan yakni Indramayu dan Sindang. Sementara untuk kecamatan lainnya juga dilakukan secara serentak pada hari dan jam yang sama. "Pawai ini start dari halaman Pendopo Indramayu dan finish di GOR Dharma Ayu," katanya.

Lensa Indramayu - Hari ini Rabu 15 Nov 2017 jam 10:25 WIB , Dikson Ongkowijoyo 18 th, telah mengucapkan 2 kalimat syahadat di Masjid Shalahuddin, Puri Surya Jaya, Gedangan, Sidoarjo dengan dipandu oleh Ustadz Bukhori Al Pamekasani & disaksikan oleh jamaah masjid.
Dikson Ongkowijoyo
Dikson sejak kelas 1 SMP sdh aktif menjadi pelayan di salah satu gereja ternama di kawasan Surabaya Barat.

Dia sbg pemain band gereja, posisi sbg gitaris yg cukup handal.

Dikson ini ketika sekolah di salah satu SMA swasta terkemuka di Sidoarjo sedang ada masalah dg keluarga, hingga pernah bolos sekolah & merokok di luar area sekolah.

Singkat cerita Dikson disuruh keluar oleh pihak sekolah, tapi Dikson tdk mau menandatangani surat pernyataan.
Hal ini yg membuat dia galau & curhat ke teman2nya.

Ketika curhat ke teman yg se-agama lama yg di sekolah maupun yg di gereja, jawabannya rata2 datar & menganggap masalahnya biasa2 saja.

_"Kalo mau dikeluarkan, ya santai saja.....cari lagi sekolah lainnya. Gampang kan...?!"_
Jawaban2 yg spt itu yg membuat dia merasa kurang mendapat empati ketika dia sedang punya masalah.

Tapi ketika Dikson cerita ke temannya yg muslim, responnya di luar dugaan.

Mereka dg penuh perhatian & rasa empati mendengarkan serta memberikan support.
Hal2 spt ini yg membuat Dikson nyaman.

Kemudian temannya Dikson yg muslim menunjukkan video Youtube tentang tayangan Hafidz Cilik di RCTI. Dikson merasakan seolah2 beban masalahnya berkurang dg melihat video tsb.

Dan pada suatu hari, Dikson menginap di rumah temannya.

Temannya tsb menunjukkan video Youtube ceramahnya Dr Zakir Naik, hingga mereka tertidur.
Begitu bangun pagi, Dikson merasakan suatu dorongan yg positif di dlm dirinya sehingga dia menyatakan ke temannya kalo dia ingin masuk Islam.

Di lain waktu, temannya menunjukkan video Youtube tentang bacaan qiro'ah-nya Muzammil anak ITB yg merdu....& makin kuat keinginannya utk menjadi muallaf.

Suatu waktu, Dikson pernah diajak temannya mampir ke Masjid Shalahuddin utk sholat Dhuha.
Ketika Dikson mencoba ikut sholat (meski belum bersyahadat), ada temannya yg merekam.
Mungkin rekaman tsb yg sampai ke gerejanya.

Setelah itu pendeta & pengurus gerejanya mendatangi Dikson hingga 2x utk menanyakan keputusannya kalo mau menjadi muallaf.

Mereka juga menyatakan apa tdk sayang kalo posisinya Dikson sbg gitaris utama akan ditinggalkan...
Tapi Dikson tetap pada pendirian kuatnya hingga terlaksananya ikrar syahadat pada pagi tadi.

Dpt disimpulkan bahwa atas kuasa Alloh SWT ada 3 faktor yg membuat Dikson menjadi muallaf :
*1. Kepedulian seorang muslim kpd sesama manusia.*
==> _"Sudahkah kita sendiri sdh peduli dg kesusahan org lain di sekitar kita?"_
*2. Bacaan Al Qur'an.*
==> _"Hari ini sdh brp ayat Al Qur'an yg kita baca?"_
*3. Syiar Ilmu Islam.*
==> _"Apakah ilmu Islam yg kita pelajari hanya utk konsumsi kita sendiri atau kita ikut menyebarkan ilmu tsb?"_

Semoga Dikson Ongkowijoyo menjadi muslim yg taat & istiqomah menjalani agama Islam yg haq ini.
Aamiinn....

_- Special Thank to Alel & Nizar (sahabat Dikson) yg telah mengawal peristiwa besar tsb._
_- Also thank to Ibu2 jamaah Shalahuddin atas supportnya yg luar biasa_.

Sumber : Dr. Anwar Lutfi

Ilustrasi
Lensa Indramayu - Pernikahan merupakan sunah yang diagungkan oleh Allah SWT. Selain mencari ridha-Nya, menikah juga menjadi salah satu jalan sebagai pembuka pintu rezeki. Allah SWT senantiasa mencukupkan rezeki pasangan yang sudah menikah, meski hanya salah satu dari keduanya yang bekerja.

Ternyata, tidak hanya dengan bekerja saja pasangan suami istri bisa mendatangkan rezeki. Namun dengan memperbaiki akhlak serta memperbanyak berbuat baik, maka dengan mudah rezeki akan sering datang kepada sebuah keluarga.

Jika biasanya suami bertanggung jawab mencari nafkah, maka istri pun memiliki tanggung jawab lain yang tidak kalah penting. Perilaku seorang istri ternyata akan berdampak terhadap sedikit atau banyaknya rezeki yang didapatkan suami. Dengan mengenali ciri istri berikut, pasangan keluarga bisa memperbaiki rezeki yang mungkin saja tersendat selama ini.

1. Wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Sebelum menikahi seorang wanita, pria haruslah mempertimbangkan ke empat faktor berikut yaitu karena (1) kecantikannya, (2) keturunannya, (3) hartanya, dan (4) agamanya. Namun, dari keempat faktor tersebut faktor agama haruslah yang paling diutamakan. Akan sangat beruntung jika bisa mendapatkan keempat faktor tersebut.

Jika mencari wanita dengan faktor agama tentu ia merupakan wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak hanya itu, wanita dengan ciri ini juga akan membawa rumah tangga menuju surga dan membawa ketentraman dalam keluarga. Dengan demikian, keluarga tersebut akan bahagia, tentram, nyaman dan itulah rezeki yang sangat berharga.

Rumah tangga yang dipimpin oleh seorang imam yang saleh dan didampingi istri salihah tentu akan menjadikan rumah tangga tersebut mendapat berkah dari Allah SWT. Tidak cukup sampai di situ, pernikahan tersebut juga akan menghasilkan anak-anak yang saleh dan salihah, serta mendapatkan keridaan serta rahmat dari Allah.

2. Wanita yang taat pada suaminya
Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Itulah hadis Rasullah mengenai betapa utamanya menjadi istri yang taat kepada suaminya. Menjadi istri yang salihah haruslah menaati perintah suaminya selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan agama.
Dengan ketaatan tersebut, maka akan membuat hati suami menjadi tenang dan damai. Itulah yang menyebabkan suami mudah dalam menjalankan kewajibannya mencari rezeki yang halal bagi keluarganya. Namun, jika seorang istri tetap ingin berkarir di luar rumah haruslah terlebih dahulu mendapatkan izin dari suaminya. Selain itu, ia juga harus mampu menjaga diri dengan baik di tempat kerja tersebut.
“Laki-laki adalah pemimpin atas wanita karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang saleh adalah yang taat lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya”. (Q.S. An Nisa: 34).

3. Wanita yang melayani suaminya dengan baik
Menjadi seorang istri haruslah mengetahui apa saja tugas dan kewajibannya. Menjalankan tugas rumah tangga dan melayani suami dengan baik serta mendidik anak-anaknya merupakan tugas utama seorang istri. Istri yang salihah selalu berusaha melayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan sarapan, menyediakan keperluannya, memenuhi kebutuhan biologis serta menjaga perasaan suami jangan sampai terluka karena sikap istri.
Wanita yang memiliki sikap demikian akan menjadi istri kesayangan suami dan menjadi rekan yang baik dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik hal-hal positif ke dalam rumah tangga tersebut. Termasuk di dalamnya menarik rezeki yang halal bagi suaminya.

4. Wanita yang berhias hanya untuk suaminya
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah” (H.R. Muslim). Wanita adalah makhluk yang suka berhias dan mempercantik diri. Akan tetapi, seorang wanita yang salihah hanya berhiaas dan menampakkan perhiasannya tersebut untuk suaminya seorang. Ketika seorang istri selalu dipandang menyenangkan dan mengetahui cara membuat senang suaminya maka malaikat pun ikut berdoa agar Allah memudahkan rezeki datang kepadanya.

 5. Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
Ketika suami keluar untuk mecari nafkah, maka kewajiban seorang istri yang ditinggalkan adalah harus mampu menjaga kehormatannya. Selain itu, ia juga harus menjaga dirinya dari tamu yang tidak pantas, membatasi keluar rumah apabila urusan tersebut tidak begitu penting. Selain itu, wanita tersebut harus bisa menjaga harta yang ditinggalkan sang suami dan mempergunakannya pada hal-hal yang bermanfaat atas izin suaminya. Wanita yang mempunyai ciri tersebut akan membuat rezeki mudah masuk ke dalam rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah dan kesetiaannya terhadap suami.

6. Wanita yang senantiasa meminta rida suami atasnya
Ciri istri pembawa rezeki selanjutnya adalah ia yang senantiasa meminta rida suami atasnya. Wanita dengan ciri ini tahu bagaimana cara menyenangkan hati sang suami dan bisa menjaga sikap serta perilakunya agar tidak menyinggung serta melukai perasaan suaminya tersebut. Ia selalu berusaha agar suaminya tidak pernah marah terhadapnya. Ia tidak akan tidur dalam keadaan marah atau meninggalkan suami dalam keadaan marah sampai mendapatkan maafnya. Mengajak suami bercanda juga bisa membuat suami senang karena dapat menceriakan perkawinan.
Istri yang demikian itu merupakan itri yang menjadi penghuni surga, Hadis Rasulullah, ”Maukah kalian kuberitahu istri-istri yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya, dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata ”Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha” (H.R. An Nasai). Istri seperti ini adalah istri yang dimudahkan rezekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya,

7. Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
Ciri istri pembawa rezeki selanjutnya adalah ia yang tidak pernah mengeluh pemberian dari suaminya. Wanita ini selalu menerima dengan ikhlas serta menghargai apapun yang diberikan suami kepadanya. Ia selalu bersyukur atas apa yang diperoleh suaminya meskipun hanya sedikit. Wanita yang senantiasa bersyukur dan ikhlas ini rezekinya senantiasa akan bertambah baik kuantitas maupun keberkahan yang akan diberikan Allah kepadanya ataupun melalui suaminya.

8. Wanita yang bisa menjadi partner meraih rida Allah
Istri yang menjadikan rumah tangganya sebagai lahan ibadah dan pengabdian diri kepada Allah SWT bisa menjadi rekan diskusi yang berimbang bagi suaminya. Tidak hanya itu, ia juga bisa melakukan koreksi dan menyampaikannya dengan lembut kepada suaminya. Selain itu, wanita yang memiliki ciri ini juga bisa menjadi motivator suami untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Itulah yang menyebabkan munculnya kalimat “di balik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya”.

9. Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya
Ciri wanita pembawa rezeki yang terakhir adalah wanita yang selalu menerima takdir Allah SWT tapi tetap berusaha dengan mendoakan suami dan anak-anaknya agar sukses di dunia dan akhirat. Rutinitas berdoa tidak pernah terputus dari wanita ini, menjadi penghias bibir setelah menjalankan ibadah shalat. Wanita seperti inilah yang akan mendatangkan rezeki kepada suaminya karena selalu melibatkan Allah pada setiap langkah suaminya lewat doa yang diucapkan setiap hari.
Maka beruntunglah lelaki yang mendapatkan istri dengan ciri-ciri tersebut. Akan tetapi, apabila belum mendapatkan istri yang demikian adalah kewajiban suami untuk mendidik istrinya agar selalu berada di jalan Allah SWT serta membawa rumah tangga tersebut ke surga-Nya.

 Sumber: infoyunik

Lensa Indramayu - Dalam sebuah diskusi seorang Muslim asal denpasa bertanya mengenai perbedaan beberapa shala sunnah dan wajib..
Berodoa selesai Shalat/ilustrasi
Assalamualaikum wr wb

Ustaz, apa beda antara shalat Fajar dengan sunah Qabliyah Subuh? Dan, apa beda shalat Tahajud dengan shalat qiyamul lail? Karena ada yang mengatakan antara shalat itu berbeda. Mohon penjelasannya.

Warni Hs - Denpasar

Waalaikumussalam wr wb

Yang dimaksud shalat Fajar adalah shalat Subuh, tidak ada perbedaan di antara keduanya. Jadi, shalat Fajar dan shalat Subuh adalah dua nama untuk satu shalat fardhu yang waktunya dimulai dari terbitnya fajar hingga terbitnya matahari.

Jabir bin Samurah meriwayatkan sesungguhnya di antara kebiasaan Nabi adalah duduk di tempat shalatnya setelah shalat Fajar (Subuh) sampai matahari agak meninggi. (Hadits Riwayat Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Ketika shalat Fajar (Subuh) pada hari Jumat, Nabi saw membaca Alif Lam Mim (surah as-Sajdah) dan Hal ata ‘ala al-insan hinum mina al-dahri (surah al-Insan). (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Dalam kedua hadis tersebut, yang dimaksudkan dengan shalat Fajar adalah shalat Subuh. Dan, shalat Subuh mempunyai shalat sunah rawatib yang dilakukan sebelumnya, yaitu sebanyak dua rakaat dan shalat ini selalu dilakukan oleh Nabi saw.

Shalat sunah rawatib sebelum Subuh inilah yang disebut shalat sunah Fajar dan dinamakan juga shalat sunah Subuh atau sunah dua rakaat Fajar (rak’ataa al-fajr).

Dari Aisyah ra, ia berkata, “Nabi saw tidak melakukan satu pun shalat sunah secara berkesinambungan melebihi dua rakaat (shalat rawatib) Subuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

Jadi, shalat sunah Fajar, shalat sunah Qabliyah Subuh, atau shalat sunah dua rakaat Fajar adalah nama untuk satu shalat sunah yang dilakukan sebelum shalat Subuh sebanyak dua rakaat.

Sedangkan, qiyamul lail adalah menggunakan waktu malam atau sebagiannya meskipun sebentar untuk shalat, membaca Alquran atau berzikir kepada Allah SWT, dan tidak disyaratkan untuk menggunakan seluruh waktu malam.

Dalam Ensiklopedi Fikih Kuwai disebutkan maksud dari qiyam adalah menyibukkan diri pada sebagian besar malam dengan ketaatan, tilawah Alquran, mendengar hadis, bertasbih atau bershalawat.

Jadi, qiyamul lail berlaku umum untuk shalat atau ibadah lainnya yang dilakukan pada malam hari, baik sebelum tidur atau setelah tidur, termasuk shalat Tahajud. Sedangkan, Tahajud adalah khusus untuk shalat malam.

Sebagian ulama mengatakan, Tahajud itu berlaku umum untuk seluruh shalat malam. Sedangkan menurut sebagian ulama lain, Tahajud adalah shalat malam yang dilakukan setelah tidur terlebih dahulu.

Dalam tafisrnya, Imam al-Qurthubi mengatakan, Tahajud adalah bangun setelah tidur (haajid), kemudian menjadi nama shalat karena seseorang bangun untuk mengerjakan shalat, maka Tahajud adalah mendirikan shalat usai tidur.

Hal yang sama dikatakan oleh al-Aswad, al-Qamah, dan Abdurrahman bin al-Aswad.

Ustaz Bachtiar Nasir

Ilustrasi
 Kisah Anas bin Nadhar ra yang mencium keharuman surga ketika masih hidup di dunia. Ia mencium harum surga ketika perang Uhud sedang berlangsung. Jika keikhlasan sudah mulai ada pada diri seseorang, nikmat surga pun akan dirasakannya ketika masih hidup di dunia.

Dikisahkan dari buku “Himpunan Fadhilah Amal” karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah.a bahwa Anas bin Nadhar ra adalah sahabat Nabi SAW yang tidak menyertai perang Badar. Ia sangat menyesal dan sering memarahi dirinya sendiri karena tidak dapat menyertai peperangan yang pertama dan besar dalam sejarah Islam. Maka, ia sangat berharap dapat menebusnya pada pertempuran selanjutnya. Dan ternyata, kesempatan itu datang pada perang Uhud.

Ia turut serta sebagai pejuang yang gagah berani. Pada mulanya, kaum muslimin telah mendapat kemenangan dalam perang tersebut. Namun karena suatu kekhilafan, kaum Muslimin menderita kekalahan pada akhir perang. Kekhilafahan itu adalah beberapa sahabat yang ditugaskan untuk berjaga di suatu tempat berdasarkan sabda Nabi SAW, “Kalian jangan meninggalkan tempat ini dalam keadaan bagaiman pun, karena musuh dapat menyerang dari sana.”

Pada permulaan perang, kaum Muslimin telah memperoleh kemenangan, dan kaum kafir melarikan diri. Melihat hal ini, orang-orang yang telah ditunjuk oleh Nabi SAW segera meninggalkan tempat mereka. Sebab mereka menyangka bahwa kaum Muslimin telah menang dan perang telah usai, sehingga orang-orang kafir yang melarikan diri segera dikejar dan diambil harta rampasan perangnya.

Sebenarnya, pimpinan pasukan telah melarang dan mengingatkan mereka agar tidak meninggalkan bukit. Ia berkata, “Jangan tinggalkan tempat ini, Rasulullah telah melarangnya.” Tetapi mereka menduga bahwa perintah Nabi SAW itu hanya berlaku saat perang. Mereka pun turun ke medan perang meninggalkan bukit.

Pada saat itulah pasukan kafir yang melarikan diri melihat bahwa tempat yang seharusnya dijaga oleh kaum muslimin telah kosong. Maka mereka segera kembali dan menyerang kaum muslimin dari arah sana. Hal ini sama sekali tidak diduga oleh kaum Muslimin, sehingga mereka kalah dan terjepit dalam kepungan kaum kafir dari dua arah. Keadaan menjadi kacau balau, mereka berhamburan ke sana kemari.

Saat itu ditempat lain Anas ra melihat sahabat Sa’ad bin Mu’adz ra sedang berjalan. Maka Anas ra berkata, “Hai Sa’ad, akan ke manakah engkau? Demi Allah, aku mencium harum surga datang dari arah Uhud.”

Setelah berkata demikian ia segera menuju medan peperangan. Ia mengacungkan pedang di tangannya dan menyerbu ke tengah kaum kafir, sambil bertekad tidak akan berhenti berperang sebelum syahid. Dan ia pun syahid di medan Uhud.

Tubuhnya begitu rusak ketika diperiksa. Kurang lebih terdapat delapan puluh luka akibat tebasan pedang dan panah di tubuhnya. Hanya saudara perempuannya yang dapat mengenalinya melalui ujung jemari tangannya.
Diberdayakan oleh Blogger.