Lensa Indramayu  - Lantaran sakit hati, Ad tega menancapkan pisau sebanyak tiga kali ke perut Lis Keponakan dari istrinya yang sedang tertidur pulas dikamar hingga tewas, kejadian tersebut dilakukan Ad di rumah Lis Desa Ranca Mulya kecamatan Gabus Wetan kabupaten indramayu  pada jumat sore  20/4/2018
AD yang kini sedang menjalani sidang

Saat ini berkas perkara pembunuhan tersebut beserta tersangka dan barang bukti  telah di limpahkan oleh penyidik  polres ke kejaksaan negeri indramayu, kamis 6/9/2018

Menurut Erma selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Indramayu di ruang kerjanya 6/9/2018,  Motif pembunuhan diduga karena adanya otak mesum dari Ad yang tidak terlampiaskan.

Erma membeberkan kronologis kejadian perkara tersebut diawali pada Agustus 2017 lalu oleh lis yang datang menemui Ad untuk meminta uang sebanyak satu juta rupiah.

"Buat apa sih nok uang segitu? tanya Ad, Lis hanya menjawab, nanti juga om pasti tau" kata Erma menirukan dialog Ad dengan lis.

Namun saat itu Ad tidak memiliki uang sebanyak itu, mendengar pernyataan Ad, dengan rasa kecewa lis akhirnya sedikit memaksa dengan mengiming-imingi Ad akan diberi Imbalan jika mengabulkan permintaannya.

"Uang segitu mah gak ada nok sekarang mah, paling juga besok"  ucap Ad, ya udah gak papa besok ya om, tenang aja ada imbalannya" Erma kembali menirukan Ad dan lis.

Mendengar hal itu, Ad berusaha memperjelas dengan menanyakan imbalan apa yang akan diberikan, tak menunggu lama Lis membelakangi Ad kemudian melorotkan celana dan CD yang dipakainya serta menungging di depan Ad.

"apa imbalannya? tanya Ad, Ini imbalannya jawab lis (sambil menungging)"

Melihat seperti itu, Erma melanjutkan, "Ad berfikir mesum bahwa keponakannya pasti bisa disetubuhi, oleh karenanya Ad berjanji akan memberikan sejumlah uang yang dibutuhkan lis besoknya, namun setelah mendapatkan uang, lis langsung meninggalkan Ad pergi tanpa berkata apa-apa"

Diketahui, Hal tersebut dilakukan Lis setiap sebulan sekali kepada Ad, hingga  uang yang diberikan kepada lis mencapai delapan juta Rupiah.

Terakhir,  jumat sore Ad ketemu lis di masjid dekat rumahnya, lis kembali meminta uang kepada Ad,  namun Ad hanya bisa memberikannya sebanyak tujuh ratus ribu rupiah, karena kurang, Ad terpaksa pulang kerumah untuk mengambil sisa uang sebanyak dua ratus ribu rupiah, usai itu, karena penasaran Ad menagih janji kepada lis yang katanya akan memberi imbalan.

"nok, om kan sudah mengeluarkan uang sebanyak Rp. 8.900.000,- mana janji kamu? tanya Ad, janji apaan, lis berkilah, kan kmu sendiri yang janji ke om katanya mau kasih imbalan, mana buktinya? Ad memperjelas"

Merasa di desak, lis menjawab pertanyaan Ad dengan jutek sehingga hal tersebut menyebabkan Ad sakit hati.

"apasih? dua hari lagi saya mau kawin" lis sambil cemberut, lalu uang saya gimana? tanya Ad, kalo itu mah gak ada urusan, dijawab lis dengan kasar"

Saat itu Ad merasa sakit hati lantaran hawa nafsunya tidak terlampiaskan, selang beberapa jam usai dialog itu Ad mendatangi rumah Lis dengan membawa sebilah pisau dapur.

mendapati lis sedang tidur terlentang dikamarnya, Ad langsung menusukkan pisau ke bagian perut lis sebanyak tiga kali hingga tewas.

Terpisah, Sudihardjo Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (pidum) kejaksaan negeri indramayu mengungkapkan, karena perbuatannya, Ad terancam pasal 340 dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun, seumur hidup bahkan hukuman mati, sementara untuk pasal 338 diancam kurungan penjara paling lama 15 tahun.

Tersangka EP berhasil diamankan Polisi
Lensa Indramayu  - Dibantu warga sekitar Polisi berhasil menciduk tersangka pencuri motor berinisal EP (19) warga Gang IV Selatan RT. 010 RW. 002 Desa Karangampel Kidul Kec. Karangampel Kab. Indramayu.  EP diduga melakukan tindak pidana pencurian berupa 1 (satu) Unit sepeda motor Honda Beat No.Pol E -6065-PAT milik Syamsudin (30) Warga Blok 2 RT.02/03 Desa Tinumpuk Kec. Juntinyuat Kab. Indramayu.

Saat melakukan pencurian sepeda motor milik Syamsudin tersebut, tersangka mengaku bersama - sama dengan 3 orang temannya yang berhasil melarikan diri.

Syamsudin menjelaskan, pencurian motor terjadi saat motor diparkir di teras rumahnya dalam keadaan dikunci stank dan lubang kunci kontak dalam keadaan ditutup.

Sadar kalau sepeda motor miliknya tersebut ada yang mencuri, Syamsudin yang sedang tidur mendengar ada suara yang mencurigakan sehingga Syamsudin langsung terbangun dan langsung keluar rumah. "Setalah saya melihat keluar rumah saya melihat sepeda motor tersebut sedang didorong seseorang menuju arah jalan, saya teriaki maling sambil mengejar" Terangnya. Senin 27/08/2018.

Syamsudin menambahkan ketika dikejar, pelaku berhasil menghidupkan mesin sepeda motor miliknya dan kemudian mengendarainya langsung kearah utara atau arah jalan Cirebon - Indramayu.

Warga yang mendengar teriakan Syamsudin tersebut, langsung mengejar tersangka, Salah satu warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi Bhabinkantibmas Desa Tinumpuk, yakni Brigadir Rusjai yang saat itu kebetulan sedang patroli bersama dengan rekannya Briptu Teguh Irwana, SH, yang tak jauh dari Desa Tinumpuk sehingga kedua petugas tersebut langsung menuju TKP .

Barang Bukti yang berhasil diamankan
Kemudian warga bersama-sama dengan Bhabinkamtibmas berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka yang masih di Wilayah Desa Tinumpuk berikut sepeda motor yang telah dicurinya.

"Untuk menghindari amuk massa kami bawa ke Kantor Polsek Juntinyuat untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut" Ucap Briptu Teguh Irwana, SH

Teguh menambahkan saat dilakukan introgasi, tersangka mengaku melakukan perbuatan tersebut bersama dengan 3 orang temannya yang berhasil melarikan diri.

"Ada tiga pelaku lain yang terlibat aksi pencurian ini, yang namanya sudah kami kantongi. Ketiganya kabur dengan mengendarai sepeda motor honda beat warna hitam dan Suzuki Satria FU warna hitam." Imbuhnya.

Saat ini Polisi menahan tersangka EP berikut barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat milik korban dan alat pembuka lubang kunci kontak yang terbuat dari kuningan bernagnet yang ditemukan dikantong celana tersangka, Dan masih memburu pelaku lainnya yang melarikan diri.

Pena : 471
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu  - .Kejadian tak lazim ini terjadi di Jln Raya Pranggong Kecamatan Arahan,indramayu pada pukul 08:00 malam 19/7/2018. Di duga seorang pemuda yang mabuk Af(20)marah dan tantang berduel Nan(17) pengendara yg ia tabrakny
Sambil Sempoyongan, Pemuda Mabuk Ajak "DUEL" Pengendara Yang Dia Tabrak
"Ayuk kita berantem aja,yang kalah berarti yang harus mengganti semua biaya kerusakan gimana" kata Af sambil sempoyongan.

Melihat keadaan tersebut warga langsung melerai keduanya, agar tidak terjadi kesalah pahaman.

Adapun kronologi Kejadian tersebut bermula ketika  Nan(17thn) Warga Cemara bersama temanya El Warga cidempet(17thn) mengendarai motor tanpa plat nomor berusaha menyalip mobil pick up yg berada di depanya, dari arah berlawan munculah vixion dengan nopol E 5172 TQ yg di kendarai Af  ,kondisi motor Nan tanpa lampu tersebut di duga membuat Af kaget hingga ia tidak sempat memperlambat laju kendaraanya, lantas kecelakaan pun tak terhindarkan ,jelas Agus saat berada di kokasi kejadian.

Sementara dari kejadian tersebut kedua unit motor langsung diamankan oleh Warga di Balaidesa Pranggong, untuk menyelesaikan masalah dengan cara baik-baik.

Dari kecelakaan itu tidak ada korban jiwa,satu diantaranya mengalami patah tulang di kaki kirinya hingga ia harus dilarikan ke puskesmas terdekat.

Pena: Spy

Lensa Indramayu  -  Indramayu - Polisi menangkap NH, seorang perempuan berusia 26 tahun di Desa Jatibarang Baru Blok Pilangsari Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut upaya penyerangan Mapolres Indramayu berupa pelemparan yang diduga bom panci pada Minggu (15/7/2018) sekitar pukul 03.00 WIB.

"Saudari Hasanah saat ini sudah diamankan oleh pihak Polres Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiropenmas) Divhumas Polri Brigjen M Iqbal, Jakarta.

NH diduga sebagai salah satu pelaku pelemparan panci yang diduga bom di Mapolres Indramayu.

Bersamaan dengan itu, Densus 88 juga menangkap terduga pelaku lainnya yakni Galuh, yang tak lain suami Nur Hasanah. Akibat melawan, Galuh terpaksa ditembak.

Pasca penangkapan, terduga pelaku langsung dibawa ke RS Bhayangakara Losarang-Indramayu untuk dilakukan penanganan.

Sebelumnya Iqbal mengatakan bahwa terduga pelaku yang ditembak Densus 88 dalam keadaan kritis.

Kronologi

Sebelumnya dua orang terduga teroris menyerang Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Minggu (15/7/2018) sekitar Pukul 03.00 WIB.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, keduanya mencoba menerobos pintu penjagaan Polres Indramayu dengan menggunakan sepeda motor.
[post_ads_2]
"Kedua orang tidak dikenal tersebut melaju cepat menerobos masuk sambil mengejar anggota yang berseragam. Namun, dengan sigap orang tak dikenal tersebut dapat dihindari," ujar Iqbal, Minggu.

Adapun beberapa alat bukti yg ditemukan di tkp yaitu satu unit sepeda motor mio dengan nopol E 2425 JP warna hitam,sumbu yg terbuat dari benang jagung, bubuk mesiu, selongsong peluru dan bercak darah. Kemudian petugas berhasil menyita sejumlah barang dari kediaman pelaku di jatibarang 12 potongan besi 6 tutup pipa dan buku-buku milik pelaku.

"Semua temuan sudah kami amankan guna penyelidikan lebih lanjut" pungkasnya.

Lensa Indramayu  - Indramayu__Polres indramayu di serang 2 terduga teroris minggu 15/7/2018 pukul 02:30 dini hari,satu dari terduga teroris tertembak usai melakukan pelemparan bom panci ke gerbang pos penjagaan Mapolres indramayu. jln Gatot subroto No.3 Indramayu Jawa Barat.

Dari press reales yg di terbitkan oleh polres indramayu kepada Lensa Indramayu membeberkan modus operandi pelaku .
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan dua terduga teroris pelaku penyerangan Mapolres Indramayu adalah pasangan suami istri anggota JAD.

Sekitar pukul 02:30 dini hari piket penjagaan mako polres Indramayu melihat dua orang tak di kenal (otk) berboncengan mengendarai sepeda motor matic dengan nopol tak di ketahui, keduanya melintas di depan mako polres Indramayu dari arah barat menuju arah timur bundaran kijang,sewaktu melintas di depan mako pengendara sepeda motor tersebut sempat melihat kearah mako lalu kemudian putar balik di U-turn depan kantor Damkar Indramayu dan berhenti kurang lebih 700 meter dari mako Polres Indramayu, kemudian mereka mematikan lampu kendaraanya. Karena curiga terhadap otk tersebut penjaga menutup pintu gerbang namun belum sampai tertutup rapat pintu gerbang roboh.
[post_ads_2]
Tidak lama kemudian kedua orang tersebut menggunakan motor menerobos masuk ke halaman mako polres Indramayu melewati celah gerbang dengan menunduk saat melewati palang portal sampai ke samping Atm BRI Polres Indramayu yang berjarak 25 meter dari pintu gerbang, kemudian di lakukan pengejaran oleh anggota piket dan sempat di lakukan penembakan namun kedua otk tersebut putar arah keluar mako dan menjatuhkan sebuah panci di gerbang mako penjagaan dan melarikan diri ke arah barat simpang lima indramayu. Beruntung panci tersebut tidak meledak.

Tak selang beberapa jam kemudian polisi melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku teror dengan inisial G jenis kelamin laki-laki umur 26th dan N perempuan 25thn.

Informasi yg di dapat kini terduga pelaku teroris tengah di rawat dengan penjagaan ketat oleh anggota petugas bersenjata lengkap di Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu akibat tembakan yang bersarang di tubuhnya saat kabur dari mako Polres Indramayu saat pengejaran malam itu.

Pena : SPD
Editor : Redaktur

Lensa Indramayu Penangkapan 3 orang terduga Teroris oleh Tim Densus 88/AT Mabes Polri dan penggeledahan di kediaman masing-masing terduga teroris di wilayah Kab. Indramayu.

Penangkapan diawali di Bengkel motor milik terduga berinisial AS, di Jln. Raya Anjatan, Blok BernukDesa/Kec. Anjatan, Kab. Indramayu.
Sebuah mobil terlihat di areal penangkapan terduga teroris di Indramayu
Polisi menduga mereka yang ditangkap merupakan kelompok Jaringan ISIS An. AS beserta anaknya berinisial. IMB. 
 Berdasarkan keterangan warga setempat, Jihad alias Ajid  warga Blok Bernuk Ds/Anjatan, Kab. Indramayu menjelaskan kronologi penangkapan terduga teroris oleh Densus 88, “Tadi sekitar jam 09.30  Wib, ada sekelompok orang berpakaian preman dengan menggunakan kendaraan berjumlah sekitar 7 unit yang secara tiba-tiba langsung menangkap Sdr. AS beserta anaknya IMB” Terangnya Sabtu 15/07/2008. Ajid menambahkan keduanya dibawa  langsung oleh Densus 88 ke Mabes Polri ke Jakarta. 
 Pada hari yang sama tim densus 88 menangkap terduga teroris lainnya yang berinisial RD (38) asal bojongsari Indramayu. Penangkapan RD dilakukan di rumah kontrakan Blok. Sukajadi Rt 21/8 Ds. Sukajati Kec. Haurgeulis  Kab. Indramayu.

 Pada saat ditangkap RD sedang beristirahat dirumah kontrakannya, kemudian RD langsung dibawa oleh Densus 88 ke arah selatan dan keterangan pihak Kepolisian Polsek Haurgeulis terduga teroris langsung dibawa ke Mabes Polri Jakarta. 

 RD diduga anggota dari jaringan JAD dan di Haurgeulis mempunyai rekan-rekan jama'ahnya yang diantaranya anak-anak Napiter berinisial AH yang dalam pekerjaan sehari - harinya sebagai tukang sol sepatu keliling.

Setelah penangkapan kemudian densus 88 dibantu oleh Polres Indramayu dan Polsek Haurgeulis dengan ketua kegiatan Kasatgas Densus 88 Polda Jabar (Kombes Arif)
 melakukan penggeledahan tempat tinggal terduga teroris di BTN Griya Cipancuh Asri RT. 29/13 Desa. Cipancuh dan Desa. Sukajati Kec. Haurgeulis dan dilanjutkan di Desa. Anjatan baru Kec. Anjatan Kab. Indramayu,
[post_ads_2]
Penggeledahan dilakukan di rumah kontrakan terduga teroris RD (BTN Griya Cipancuh Asri Kec. Haurgeulis) dan Bengkel SPM (Kec. Anjatan) milik terduga teroris AS (Jaringan Teroris Pok JAD) dan rumah kontrakan Desa. Sukajati Kec. Haurgeulis)

Dari hasil penggeledahan densus 88 menyita beberapa barang bukti berupa, Materil, Dokumen, Bahan peledak jenis Potasium seberat lk. 100 kg, Polisi juga telah mengamankan isteri dari terduga teroris AS yang berinisial EJ beserta dua anaknya yang NA dan MIM, serta Istri muda H. BN Beserta anak balitanya

Setelah selesai penggeledahan Densus 88 melanjutkakan penggeledahan ke rumah kontrakan terduga teroris RD di Desa. Sukajati Kec. Haurgeulis

Hasil dalam penggeledahan polisi berhasil mengamankan berupa Atribut ISISBuku buku Jihad, dan bungkusan berisi Paku.

Setelah selesai penggeledahan Densus 88 melanjutkakan penggeledahan Bengkel SPM milik terduga teroris AS (Terduga Jaringan Teroris Pok JAD). di Jln. Raya Anjatan - Haurgeulis Desa/Kec. Anjatan.


Dari hasil penggeledahan densus 88 menyita beberapa barang bukti berupa 1 Plastik bubuk belerang, 1 Plastik bubuk bahan pembuat petasan1 buah timbangan duduk1 buah ampere meter1 buah golok1 buah sangkur, 1 buah cobek, 1 buah lesung kecil + olegan, 1 buah ketapel, dan 1 buah alat pengatur waktu. (Red)

Karyo, Warga Indramayu yang menjadi korban pembegalan
Lensa Indramayu  - BEKASI - Nasib malang menimpa seorang pemudik asal Indramayu bernama Karyo (42), yang baru saja kehilangan sepeda motornya di Jalur Pantura Jalan Raya Imam Bonjol, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin 18 Juni 2018, malam.
Sepeda motor korban dirampas oleh lima orang pelaku begal yang mengaku sebagai debt colector dan berdalih korban memiliki tunggakan cicilan sepeda motor.

Menurut pengakuan korban, ia baru kembali dari mudik di kampung halamannya menggunakan sepeda motor. Karena merasa kelelahan telah menempuh perjalanan jauh, korban lantas memutuskan beristirahat sejenak di bahu jalan.

Saat sedang beristirahat, tiba-tiba korban didatangi lima orang tak dikenal yang mengaku sebagai debt collector. Pelaku lalu menanyakan surat-surat kendaraan sepeda motor dan menuding korban memiliki tunggakan cicilan.

"Pertama yang samperin saya dua orang, terus datang satu orang lagi. Pelaku ngakunya debt colector, terus minta STNK, sambil bilang kalau saya punya tunggakan. Memang saya punya tunggakan tapi cuma 1 bulan," kata korban.

Karena mulai curiga dengan pelaku, korban pun meminta untuk berbicara di lokasi yang lebih terang dan ramai, namun tidak digubris pelaku. Malahan salah satu pelaku membawa kabur sepeda motor korban, berikut dengan STNK.
Karyo, Warga Indramayu yang menjadi korban pembegalan

"Iya saya ajak pindah ke tempat yang lebih terang, malah motor saya dibawa kabur sama salah satu pelaku," ujarnya.

Atas kejadian yang menimpanya itu, korban pun melapor ke pos mudik terdekat yang dijaga oleh pihak kepolisian.

Terpisah, Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Hendrik, mengaku belum ada laporan terkait perampasan kendaraan sepeda motor korban yang dilakukan lima pelaku. "Sudah saya cek, belum ada yang laporan yang masuk ke Polsek," singkatnya , Selasa (19/6/2018).

Lensa Indramayu  - Kepolisian Resor Indramayu, Jawa Barat, menyita minuman jenis ciu dan tuak  Dari tangan seorang pedagang   yang  inisial SD yang beralamatkan di Desa Kenanga Blok Krajan RT/RW 02/01 Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu,  26(dua puluh enam )tuak  dalam satu drigen 25 liter jumlah keseluruhan 650 liter tuak dan 8 dus ciu dalam satu dus 25 botol jumlah keseluruhannya 200 botol  minuman beralkohol jenis ciu hal itu dilakukan untuk menghindari korban jiwa akibat minuman keras oplosan yang marak di Jawa Barat
Hal itu di benarkan oleh Kapolres Indramayu AKBP Arif fajarudin.

"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat adanya perdagang yang menjual minuman beralkohol dan itu meresahkan mereka," kata AKBP Arif  12/04/2018
Peredaran miras masih marak di kabupaten Indramayu

Selain itu kata Arif, polisi juga menyita  tiga plastik berisi 350 botol kosong.

"Semua barang bukti yang disita itu sebagai fakta dipersidangan nanti" ujarnya.

Peredaran miras masih marak di kabupaten Indramayu


Pelaku bisa diancam dengan tindak pidana  ringan dengan hukuman paling lama 3 bulan dengan denda 50,000,000,00 melanggar pasal 2 ayat 1 perda indramayu nomor 15 tahun 2016 tentang larangan minuman ber alkohol

Arif menuturkan penyitaan tersebut merupakan upaya Kepolisian sebagai pengayom masyarakat dan melindunginya dari barang yang membahayakan.

Razia juga digencarkan di wilayah hukumnya terutama minuman beralkohol yang diduga akan dijadikan minuman oplosan yang membahayakan bagi masyarakat.

Razia yang dilakukan oleh jajaran Polres Indramayu mengenai peredaran minuman beralkohol, karena di dua daerah yaitu di Kabupaten Bandung dan Sukabumi minuman beralkohol terutama yang oplosan telah merenggut nyawa puluhan orang. Kata Arif.

Ketua GMPD(generasi peduli desa) Zaenal mutakim meng aprisiasi jajaran polres Indramayu yang berhasil mengungkap peredaran mihol di Indramayu, ujar Zaenal
Hal itu sesuai dengan misi Indramayu remaja(religius maju mandiri sejahtera) GMPD sangat mendukung jajaran polres Indramayu untuk mengusut tuntas peredaran cium dan tuak yang makin marak di Indramayu, kata Zaenal

(Arp)

Lensa Indramayu  - INDRAMAYU  -- Jajaran Polres Indramayu terus memburu M (30 tahun), seorang pemuda yang diduga menjadi pelaku sodomi terhadap belasan bocah di Desa Karangampel Kidul, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu. Polisi pun meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melaporkannya ke aparat kepolisian.
Warga semula enggan melaporkan perbuatan pelaku karena takut dengan ancamannya.

"Saya minta kalau ada yang tahu keberadaan pelaku, harap melapor ke polsek terdekat atau ke polres," ujar Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Devi Parsawan, saat ditemui di Mapolres Indramayu, Jumat (6/4).
 [post_ads]
Devi menyatakan, informasi sekecil apapun yang disampaikan masyarakat akan sangat berarti bagi polisi untuk mengungkap kasus itu dan menangkap pelakunya. Karena itu, pihaknya meminta kerja sama dari masyarakat.

Seperti diketahui, belasan bocah di Desa Karangampel Kidul mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh M, seorang pemuda setempat. Kejadian yang berlangsung sejak enam tahun lalu itu masih berlanjut hingga kini.

Warga semula enggan melaporkan perbuatan pelaku karena takut dengan ancaman kekerasan yang dilontarkan pelaku. Namun, warga yang merasa resah dan marah akhirnya beramai-ramai mengancam akan membakar rumah pelaku.

Devi menyatakan, baru-baru ini ada satu orang warga yang melaporkan perbuatan pelaku. Pihaknya pun terus menyelidiki kasus tersebut.

Devi juga mengimbau, agar masyarakat di Desa Karangampel Kidul tidak bertindak anarkis. Dia meminta, masyarakat untuk menyerahkan kasus itu pada pihak kepolisian.
[post_ads_2]
Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin, membenarkan saat ini jajarannya sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Aparatnya pun sedang mencari pelaku yang saat ini kabur.

"Saya perintahkan ke kasat reskrim, satu bulan ini (kasus itu) harus bisa terungkap. Kalau belum terungkap, kita anev, apa kendalanya," tandas Arif.

Lensa Indramayu  - KEBUMEN - Pengakuan mencengangkan disampaikan Sumudi (35), tersangka pembunuh ibu kandung di Kebumen, Jawa Tengah.
Usai Tebas Ibu Kandungnya, Pria Ini Mengaku Tak Menyesal

Kepada polisi yang menangkapnya, Sumudi mengaku sedikit pun tidak merasa menyesal.
Pemuda penuh tato di wajah itu juga merasa sadar saat mengayunkan parang yang memenggal kepala sang ibunda, Sutarmi (50).
[post_ads]
Kekejian itu terungkap dalam rilis kasus ini di Mapolres Kebumen, Sabtu (10/3/2018) siang, beberapa jam setelah penangkapan Sumudi.
Warga Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, ini dibekuk saat sedang bersepeda di Jalan Pahlawan, Kebumen, sekitar pukul 07.30 WIB.

Sehari sebelumnya, Jumat siang sekira pukul 13.00 WIB, Sumudi membunuh Sutarmi di tengah persawahan Desa Bocor memakai parang.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengatakan akan melakukan tes kejiwaan kepada pelaku.

Informasi yang diperoleh kepolisian, tersangka pernah mengalami gangguan jiwa beberapa tahun lalu.

Kesaksian Slamet (51), Kepala Desa Bocor yang hadir di Mapolres Kebumen, mengungkap sedikit kepribadian tersangka.

Dalam kesehariannya, pelaku dikenal temperamental.

"Kalau di rumah, Sumudi orangnya temperamen. Suka marah-marah. Terutama kepada ibu dan adik perempuannya. Sumudi biasanya marah kalau tidak dikasih uang," jelas Slamet.
[post_ads_2]
Pada hari kejadian, seorang saksi, Jumadi (49) yaitu tetangga korban, mengatakan awal mula tragedi ini pelaku datang meminta uang kepada ibunya.

Karena tidak dituruti, akhirnya pelaku menebas leher Sutarmi memakai parang di pematang sawah.

Parang itu dimasukkan Sumudi ke dalam tas ranselnya.

"Korban datang minta uang kepada ibunya. Oleh ibunya tidak dituruti. Korban minta uang 500 ribu. Selanjutnya korban dibunuh oleh Sumudi," kata Jumadi yang mengetahui persis kejadian itu.
Sejumlah barang bukti juga disita polisi, di antaranya parang yang digunakan untuk memenggal kepala korban, baju korban, tas ransel tersangka, dan sepeda kayuh milik tersangka.

Akibat perbuatannya itu, Sumudi disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Ancaman terberat hukuman mati atau seumur hidup.

AKBP Arief menegaskan, polisi masih melakukan pemeriksaan intesif kepada tersangka dan sejumlah saksi.(humasreskebumen)

Lensa Indramayu  - Entah apa yang dipikirkan NAS (55), warga Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Ia tega menyetubuhi AS (15) anak kandungnya sendiri.
NAS (kiri) ayah yang menghamili anak kandungnya hingga melahirkan bayi laki-laki saat gelar perkara di Mapolres Indramayu, Jl Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Rabu (7/2/2018). 

Tindakan bejat itu pertama kali dilakukan pada Desember 2015.

"Waktu itu korban masih kelas VIII SMP," kata AKBP Arif Fajarudin, Kapolres Indramayu, saat gelar perkara di Mapolres Indramayu, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Rabu (7/2/2018).
[post_ads]
Ia mengatakan, kasus itu terungkap setelah ibu kandung korban yang baru pulang bekerja dari luar negeri melaporkan  suaminya itu ke polisi.

Berawal dari kecurigaan sang ibu yang melihat perut anak gadisnya semakin membesar.

Ia langsung mendesak korban untuk mengaku siapa yang telah melakukan perbuatan bejat tersebut.

Awalnya, korban tak mau terbuka karena ketakutan dengan ancaman pelaku yang akan membunuhnya jika menceritakan perbuatan bejat itu.

Akhirnya, korban mengaku telah dipaksa bersetubuh dengan NAS selama lebih dari 2 tahun, tepatnya hingga Januari 2017.

Belum lama ini korban diketahui telah melahirkan bayi laki-laki.

"Setelah menerima laporan itu kami langsung bergerak," ujar Arif Fajarudin.
[post_ads_2]
Ia mengatakan, pelaku nekat melakukan aksi bejatnya karena lama tidak berhubungan badan setelah ditinggal istrinya menjadi TKW ke luar negeri.

Menurut Arif, pemerkosaan itu pertama kali dilakukan di rumah nenek korban.

Saat itu, korban yang masih berusia 13 tahun tengah tertidur di kamarnya tiba-tiba mulutnya dibekap.

Selanjutnya, pelaku menjambak korban dan menyeretnya ke kamar belakang.

Korban yang sempat menolak, langsung ditampar dan diancam akan dibunuh oleh pelaku.

"Korban yang ketakutan akhirnya menurut," kata Arif Fajarudin. (Red)

Lensa Indramayu  - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak, kepada seluruh masyarakat, pesantren, dan masjid untuk meningkatkan kewaspadaan demi terciptanya keamanan.
Ahmad Heryawan

Karena sudah ada dua ulama atau tokoh agama yang menjadi korban penganiayaan, sehingga ajakan kewaspadaan ini menjadi penting untuk selalu menjaga keamanan.
[post_ads]
"Oleh karena itulah ketika ada gangguan keamanan seperti ini kita khawatir ada gangguan-gangguan berikutnya oleh karena itu kita harus waspada saya mengajak kepada masyarakat semuanya kepada pesantren-pesantren kepada masjid -masjid kepada para ulama karena sasaran ini kan ulama dan tokoh agama," kata Aher kepada BidikJabar, Sabtu (3/2).

"Kita semua berkomitken, baik itu masyarakat secara luas, kemudian pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota di Jawa Barat dan tentu saja di depannya adalah kewenangan pihak keamanan dan pertahanan yaitu Polri dan TNI," tambahnya.
[post_ads_2]
Sehingga dengan kewaspadaan yang dibangun kedepan masalah ini bisa terselesaikan dan tidak terjadi lagi.

"Insha Allah bisa menghadirkan jaminan kepada masyarakat. Bahwa Jawa Barat kedepan aman dan kondusif termasuk pada saat menghadapi dan kemudian pelaksanaan Pilkada Serentak. Insha Allah kita akan tampilkan Jawa Barat sebagai provinsi yang aman dan toleran tidak ada satu alasan apapun itu komitmen kita kepada masyarakat," pungkasnya. (Jar/red)

Lensa Indramayu  -Bandung, – Setelah Kiai Umar Basri, penganiayaan terhadap ulama kembali terjadi di Jawa Barat. Kali ini, menimpa Ustadz Prawoto, di Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kidul, Bandung, Jawa Barat.
Ustadz Prawoto, tergeletak tak berdaya usai dianiaya

Korban adalah Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) Pusat. Disebutkan bahwa korban dianiaya dirumahnya pada Kamis subuh (1/2) oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Pelaku tersebut saat ini telah ditahan oleh pihak kepolisian dan tengah menjalani pemeriksaan.
Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Haris Muslim, pelaku tengah diperiksa untuk dipastikan apakah betul ia mengalami sakit jiwa atau tidak.
[post_ads]
Pada saat kejadian, sekitar pukul 04.00 WIB, Ustadz Prawoto terbangun, akan menunaikan sholat shubuh.

Pelaku didapati oleh korban saat merusak bagian rumah korban. Ketika ditanya oleh korban, pelaku langsung menyerang dengan linggis.

Karena tahu, dirinya dalam bahaya, korban lari menghindar, tapi pelaku mengejar hingga melakukan penganiyaan terhadap korban.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka parah dibagian kepala dan wajah dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh keluarga dan warga.
[post_ads_2]
Setelah menjalani perawatan di ICU RS Santosa, Bandung, Kamis (1/2) sore, Ustadz Prawoto dikabarkan meninggal dunia.

Haris juga membenarkan kabar meninggalnya Ustadz Prawoto.
“Bismillahirrahmanirrahim benar adanya kabar dari Bidang Komunikasi bahwa Ustadz Prawoto meninggal,” kata Haris.

Sementara itu PP Persis memastikan kabar meninggalnya Ustadz Prawoto dalam akun media sosialnya.

“Inna Lillaahi Wainna Ilaihi Raji’uun.
PP. Persis menyampaikan taziah atas wafatnya HR. Prawoto, S.E, K.Ops Brigade Pusat pada Pkl. 17.30 WIB di perjalanan menuju rumah duka, Jl. Burujul, rumah H. Asep,” tulisnya diakun @InfoPersis.

Lensa Indramayu  -Septiana, seorang mahasiswi Universitas Negeri Sebelas Maret atau UNS, lolos dari maut upaya pembunuhan. Dia selamat meski telah dilempar pelaku ke sungai dari Jembatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Septiana usai diselamatkan tim SAR dari sungai.

Menurut Komandan SAR Pantai Parangtritis, Ali Joko Sutanto, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di potongan kayu di dasar sungai. Korban tak sampai tenggelam karena berpegangan erat di kayu itu.
[post_ads]
FOTO:Tim SAR saat menyelamatkan Septiana dari dasar sungai.
"Saat ditemukan korban berpegangan kayu sehingga tubuhnya tidak tenggelam. Helm yang digunakan korban saat dievakuasi masih dikenakan di kepala korban. Korban kemungkinan juga bisa berenang," kata Ali seperti dikutip dari laman VIVA, Senin 29 Januari 2018.

Ali menuturkan, kemungkinan saat didorong ke jurang, Septiana jatuh dalam posisi kaki di bawah, sehingga dia masih bisa menyelamatkan diri.

Berbeda halnya jika dia jatuh dalam posisi kepala ke bawah, kemungkinan Septiana akan mengalami cidera berat atau bahkan meninggal dunia, sebab di dasar sungai dipenuhi kayu dan potongan bambu.
"Analisa kita kenapa korban selamat ya karena saat terjun ke sungai dari jembatan posisi kaki di bawah dan kepala di atas," ujarnya.

Korban Trauma Berat
Septiana ditemukan dalam kondisi kedinginan dan mengalami trauma berat. Saat tim SAR menyelamatkannya, Septiana tak henti-hentinya menangis sambil meminta tolong.

Ali mengatakan, sebelum gadis 20 tahun itu ditemukan di dasar sungai, ada saksi mata yang sempat melihat korban berboncengan dengan dua laki-laki.

"Mungkin saat sampai di tengah jembatan Kretek korban dipaksa turun dan dilemparkan ke Sungai Opak dari jembatan. Dan untuk menghilangkan jejak satu unit motor diduga milik korban juga ditemukan tak jauh dari lokasi korban dilempar ke sungai dari atas Jembatan Kretek," kata Ali.
FOTO: Sepeda motor milik Septiana ditemukan di dasar sungai.
Namun demikian untuk memastikan motif dan siapa pelaku percobaan pembunuhan terhadap mahasiswi UNS tersebut. "Saya cerita dari apa yang saya dengar dan saya lihat sendiri dan juga pengajuan anggota saya yang melakukan pencarian dan pertolongan," ujarnya.
[post_ads_2]
Sementara itu Kapolsek Kretek Kompol Leo Pasak hingga saat ini enggan berkomentar terkait kejadian percobaan pembunuhan yang menimpa mahasiswi UNS.

Demikian pula petugas Puskesmas juga enggan dimintai keterangan oleh awak media. Bahkan sebuah tulisan dipasang di pintu tempat korban dirawat agar tidak mengambil gambar atau lainnya untuk privasi dari pasien atau korban. (Red)

Lensa Indramayu  - BOGOR - Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi membenarkan mayat perempuan tanpa busana yang ditemukan di Waduk Cengklik bernama Dera Dewanti Dirgahayu (38) warga Perum Sawahan Indah 4, Ngemplak, Boyolali.
Dera Dewanti Dirgahayu (38) 

Aries menjelaskan pihaknya juga telah melakukan autopsi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Dera di Ngemplak itu.

"Benar, Perum Sawahan Indah 4, RT 01 RW 10. Korban ini bekerja di BPR di Colomadu. Senin malam langsung kami Olah TKP di rumahnya," jelasnya.
[post_ads]
Olah TKP di rumahnya tersebut, ia menjelaskan perlu dilakukan agar mengetahui apakah korban dibunuh di Waduk Cengklik atau di rumahnya.

"Kalau dari yang ada di kamar korban, ditemukan seperti jejak-jejak berhubungan badan, Sedangkan di ruangan lain tak ada yang berantakan," kata Aries.

Hanya saja ia mengatakan kendaraan dan alat komunikasi korban ini hilang bersamaan dengan kematian korban.

Aries menduga motif pelaku adalah pembunuhan disertai perampokan.
"Honda Jazz warna silver dan handphone Dera ini hilang. Dari keterangan saksi, pada Senin dini hari pukul 00.30 Honda Jazz ini keluar dari rumah, karena ada tetangga yang melihat," kata dia.

"Kami berasumsi bahwa korban ini sudah meninggal saat Honda Jazz ini keluar, dibawa pelaku," paparnya.

Dari hasil autopsi Dera meninggal karena kehabisan oksigen.
Pasalnya ada luka jeratan di leher yang diduga dilakukan dengan menggunakan tali tas.

Selain itu pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari saksi itu termasuk tetangga korban di Perumahan di Ngempak itu.
[post_ads_2]
"Kami menduga pelaku adalah orang yang sangat dekat dengan korban, dan tahu seluk beluk rumah korban," ujar Aries.

Selama hidup Dera ini jarang berinteraksi dengan tetangga di perumahan tersebut.

Pintu rumah korban di Ngemplak ini juga hampir jarang terbuka.
"Dari keterangan saksi sudah tinggal sendiri selama setahun. Mungkin karena kesibukan jadi jarang bersosialisasi dengan tetangga sebelah," jelas Aries.

Sebelumnya, warga Cengklik digegerkan penemuan mayat perempuan tanpa busana, Senin (22/1/2018).

Perempuan berambut pirang ini saat ditemukan kepalanya ditutup selimut, tangan diikat, ada bekas memar di dahi, leher terjerat tali tas dan mulutnya disumbat. (Red)

Lensa Indramayu  - MUARATEBO - Kejadian pembunuhan sadis terhadap seorang gadis belia yaitu, Dina Wulandari (19) warga Pangkal Bloteng Desa Teluk Rendah Ulu, Kec. Tebo Ilir sehingga menggemparkan warga Dusun Bloteng Desa Teluk Rendah. Soalnya jasad korban ditemukan terikat dengan motornya dan dihanyutkan kesungai.

Sadisnya lagi, korban yang baru 2 tahun tamat MAN ini dianiaya hingga luka-luka dan lebam, lalu diikatkan dengan akar pohon kemotor milik korban.
[post_ads]
"Kami temukan korban sudah tewas terikat dimotor miliknya menggunakan akar pohon,"jelas warga yang ikut mengevakuasi korban.

Saat keluarga korban panik mencari, ternyata tersanka berpura-pura seperti pahlawan dan ikut turun mencari korban dan saat korban ditemukan di sungai, pelaku bernama Satar (22) ini ikut terjun kesungai dan membantu evakuasi.

"Pelaku ikut membantu evakuasi korban disungai,"terang Nul warga Teluk Rendah Ulu.

Diperkirakan, usai melakukan evakuasi, pelaku Satar (22), kabur ke Sarolangun tempat tinggal keluarganya.

Kapolres Tebo, AKBP Budi Rachmat,SI.K melalui kasat Reskrim polres tebo, AKP Hendra Wijaya M, SI. k dikonfirmasi, membenarkan telah melakukan penangkapan satu orang pelaku yang diduga merupakan pelaku pembunuhan gadis belia yaitu, Dina Wahyuni (19), ditemukan terikat dibongkal pohon tumbang, juga pelaku saat itu sempat ikut mengevakuasi korban dari dalam sungai, ujar kasat.
[post_ads_2]
"ya, memang baru satu pelaku yang mengakuinya kita menangkap pelaku curiga setelah mengevakuasi korban langsung kabur dari dusun setempat, jelasnya.

Sedangkan saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan diruang jatrantas polres Tebo(Red)

Lensa Indramayu  - SURABAYA - VR (24), wanita cantik asal Jalan Tambak Wedi Baru Surabaya, Jawa Timur, harus menjadi pesakitan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menunjukkan pelaku VR yang menjual suaminya saat gelar kasus di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (23/1/2018).
Ia menjadi tersangka perdagangan orang setelah terbukti menjual suaminya sendiri, MR (24), dalam bisnis prostitusi dengan layanan seks threesome kepada pria hidung belang.

Dalam menjalankan aksinya, VR mengunggah foto suami dan dirinya ke grup sosial media (medsos) Facebook (FB).
[post_ads]
Melalui grup FB, pelaku menawarkan suami dan dirinya kepada pria hidung belang bisa melayani hubungan badan secara bertiga (threesome).

Setelah pelaku mengunggah foto dirinya dan suami di grup FB, akhirnya ada pria hidung belang yang mengajak kencan di hotel pada Senin (22/1/2018).

Setelah disepakati harga booking, akhirnya VR dan suaminya berangkat ke salah satu hotel yang berlokasi di Surabaya pusat.

"Kami menangkap pelaku saat berada di hotel bersama tamu yang memesannya. Tersangka seorang wanita, dan mengajak suaminya bermain seks bertiga," sebut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (23/1/2018).

Kepada petugas Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, VR mengaku sudah empat kali melayani tamu.

Rudi menjelaskan, pelaku akan dijerat tindak pidana perdagangan orang atau mempermudah perbuatan cabul sesuai dalam pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang PTPPO.

Ancaman hukuman minimal 3 tahun dan atau pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 1 tahun 4 bulan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan memastikan tersangka VR lah yang menjual suaminya seharga Rp 500 ribu sekali kencan.

"Istrinya yang jual suami, menawarkan untuk melakukan perbuatan seks dan menghasilkan uang," ujar Rudi Setiawan.
[post_ads_2]
Pelaku menjalankan aksinya, menggunakan grup Facebook 'Fantasi Real of Pasutri'.

"Ini adalah seks komersial. Yang cukup menarik ini dilakukan pasangan suami istri," ujar Kombes Pol Rudi Setiawan.

"Berawal dari anggota grup sekitar 11 ribuan yang mempunyai minat sama yaitu fantasi seks," tambah Rudi.

Kapolrestabes akan memelajari anggota grup tersebut dan berkoordinasi dengan Kominfo. (Red)

Lensa Indramayu  - DENPASAR, Keluarga LDS (14), siswi SMP di Tabanan yang tewas setelah berhubungan badan dengan pacarnya berinisial GDW (25), diselimuti duka mendalam.
Tersangka menjalani pemeriksaan di Polres Tabanan, Minggu (21/1/2018) malam. GDW, sebelumnya disebut AW, dijerat pasal berlapis akibat perbuatannya yang menyebabkan pacarnya meninggal dunia setelah berhubungan badan dengannya.

Ayah LDS, KAN (40), terlihat murung dan sesekali meneteskan air mata saat ditemui di ruang Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Senin (22/1/2018).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini tak bisa berkata apa-apa.

"Bingung, saya mau bilang apa lagi," ujarnya singkat sembari berjalan pergi.

Sementara itu, sang ibu disebutkan berulang kali pingsan akibat kematian anaknya.
[post_ads]
"Ibunya (ibu korban) enggak ikut ke sini (RSUP Sanglah) karena dia pingsan terus," kata bibi korban, NWA, di RSUP Sanglah.

Menurut pihak keluarga, LDS yang merupakan anak pertama itu jarang mengendarai sepeda motor sampai keluar dari desanya yang berada di Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

"Dia (korban) jarang keluar. Kalaupun keluar cuma di sekitar desa saja, tidak sampai ke desa lain. Dia (pelaku) itu juga satu desa, tetapi lain banjar," ungkapnya.

Kepala sekolah tempat LDS mengenyam pendidikan, INS, juga mengaku terkejut dengan kabar bahwa siswinya mengalami musibah.

"Informasi dari guru tidak ada permasalahan, anaknya biasa dan termasuk kategori pintar,” katanya.

Selain itu, LDS juga merupakan siswi yang rajin. Kesehariannya di sekolah selalu tampak wajar. INS juga sudah berkoordinasi dengan kepala dusun di tempat asal korban terkait upacara pengabenan.

“Untuk kelanjutanya akan dibicarakan lagi dengan keluarga,” ungkap INS.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah.
[post_ads_2]
Dinas Pendidikan Tabanan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Pihaknya juga mengimbau kepada kepala sekolah agar memberikan perhatian lebih kepada siswa melalui guru di sekolah.

“Harus ada pantauan, terlebih jika siswanya mengalami perubahan sikap di sekolah,” katanya. (Red)

Lensa Indramayu  - Anggota Brimob Kelapa Dua Depok, Briptu Achmad Ridho Sayidas Suhur (27) diseret ke tengah jalan usai menembak mati mahasiswa Bogor, Fernando Alan Josua Wowor (26), Sabtu (20/1) sekitar pukul 02.00 WIB.
Usai Tembak Mahasiswa, Anggota Brimob Ini Diseret Ke Jalan, Dan Perutnya Diinjak-injak
TKP Bimob tembak mahasiswa dipasangi police line

Pria kelahiran Jombang, 24 Oktober 1991 itu dikeroyok oleh teman korban. Akibatnya, Briptu Ridho mengalami luka di kepala, wajah, bibir dan tangan kiri.

Warga Kp. KS Tubun RT 007/ 009 Kelurahan Cibuluh Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor itu pun mengalami koma. Ia sempat dibawa ke RS PMI Bogor sebelum dirujuk ke RS Polri Kramat Jati.

Salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Briptu Ridho terbaring lemas di badan jalan. Wajahnya bonyok akibat dikeroyok teman Fernando. Darah mengucur di bagian wajah.
“Ya, terbaring hampir di badan jalan, mukanya bonyok penuh darah,” katanya sebagaimana dikutip dari Pojokjabar.com sekitar pukul 02.35 WIB.

Beberapa menit kemudian, kurang lebih empat orang mendatangi brimob itu dan kembali menganiaya Briptu Ridho yang sudah tidak berdaya.

Mereka emosi karena rekannya meninggal dunia.

“Empat orang itu kurang tau (identitasnya). Intinya mereka datang dan meminta keterangan ke brimob itu sambil menginjak nginjak perutnya,” tambahnya.
Keributan ini terjadi di depan Club Lips Jl Sukasari I No 5A, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kabidkum Polda Jawa Barat, Kombes Bagus Pramono mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut.

 Beberapa saksi sudah diperiksa.
“Sejumlah saksi sudah diamankan untuk dimintai keterangan,” ucap Bagus yang menggantikan tugas Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, selama melaksanakan ibadah umrah.

Lensa Indramayu  - Warganet di media sosial kembali heboh dengan postingan informasi pembacokan oleh gerombolan begal di Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur. Korban pembacokan adalah Praka Mar Samsul anggota dari YonTaifib 1.
Dibacok Begal, Anggota Marinir ini Hanya Kaosnya Saja Yang Robek

 Luar biasanya, anggota Marinir ini hanya menderita sedikit memar dan kausnya sobek bekas sayatan benda tajam. Hingga saat ini, postingan tersebut telah dikomentari ribuan orang.
Hebat..Dibacok Begal, Anggota Marinir ini Hanya Kaosnya Saja Yang Robek
Dibacok Begal, Anggota Marinir ini Hanya Kaosnya Saja Yang Robek
[post_ads]
"Selamat pagi dulur..._wahai poro begal siap siap tunggu pembasmian saja dr rekan rekan_ Mohon ijin mengingatkan untuk selalu waspada di perjalanan malam baik yg cuti atau yg tidak.. Baru saja rekan kita Praka Mar Samsul Yon Taifib 1 di hadang segerombolan begal di daerah Rejoso kota Pasuruan.. Kerugian pers hanya luka memar pada punggung saat di bacok,hanya bajunya saja yg sobek Demikian informasinya," tiulis pemilik akun @‎AnjarAkbarAlAhya, Rabu (17/1).
[next]
Postingan tersebut sontak membuat geger banyak warganet. Mereka menghujat gerombolan begal yang telah membacok prajurit TNI tersebut.

"Ternyata Marinir memang kesatuan prajurit dng kemampuan di atas rata-rata. Kuat renang nyeberang selat, nyelem pun urusan biasa, tahan bacok, eh terbilang jg punya citarasa dlm hal kata-kata," komentar @sephkelik.

"Wong sakti gk mempan bacok..," komentar @Hari Ajach.

"Hebal kebal bacok.... semoga begalnya cepat tertangkap," komentar @Mukhlis Spd.

Berikut foto-foto Marinir 'sakti' kebal saat dibacok gerombolan begal yang bikin heboh dirangkum brilio.net dari akun Facebook @@‎AnjarAkbarAlAhya, Kamis (18/1).

1. Pria korban pembacokan sedang mendapatkan perawatan.
[post_ads_2]


2. kaos robek karena sayatan benda tajam.

Diberdayakan oleh Blogger.