Lensa Indramayu  -Indramayu_Pemerintah Desa Cemara wetan Kecamatan Cantigi kabupaten Indramayu  secara terang-terangan gunakan pihak ketiga dalam pelaksanaan proyek cor beton yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2018
.
Photo By lensa Indramayu
Warga mengeluh tentang adanya realisasi Dana Desa (DD) tahap 2 tahun anggaran 2018 yang dialokasikan untuk pembangunan jalan cor beton ready mix senilai Rp 411.711.200 dalam pengerjaannya dianggap tidak sesuai aturan yang diinstruksikan oleh kemendes tentang swakelola desa karena dilakukan oleh pihak ketiga.

Hal itu tidak disanggah Wawan selaku bendahara desa saat dikonfirmasi di rumahnya.Wawan membenarkan hal tersebut, ia beralasan warganya kurang berkompeten dalam bidang pengerjaan proyek beton jalan, ia lebih memilih bekerjasama dengan pihak ketiga agar menghasilkan beton berkwalitas baik ketika dikerjakan oleh tenaga ahli dari para pekerjanya.

" Mereka (warga) tidak terbiasa mengerjakan proyek seperti ini, boleh kita kroscek ke lapangan untuk mencari tenaga ahlinya kalo memang ada, di Cemara ini tidak ada yang mampu" tegas Wawan saat ditemui di ruang kerjanya

" Di awal pengerjaan, kami pihak desa menggunakan tenaga warga, tapi itu hanya waktu pengurugan saja, pas ngecornya menggunakan pihak lain yang sudah terbiasa supaya hasilnya cepet dan bagus, " ujar Anak kepala Desa Cemara Wetan tersebut




Menurut pengakuan warga berinisial WR, proyek senilai 411 juta ini diduga telah diborongkan kepada pihak ketiga, bahkan ia mengenal siapa pemborong proyek jalan tersebut.

" Yang memborong proyek itu saya kenal, namanya Ryan orang PP " ungkap pria 40thn ini.

WR juga ternyata memahami UU desa revisi 2014 tentang swakelola dana desa, ia menyebut Pemdes pada proyek kali ini tidak mengikuti aturan kemendes.

" 30% kan upah tenaga, biar warga juga punya tambahan pendapatan dari swakelola dana desa, tujuan dari pemerintah pusat tidak lain agar menjadikan masyarakat mandiri untuk memajukan desanya masing-masing, dalam hal pembangunan. Kalau seperti ini sama saja pemerintah desa tidak mengikuti aturan kemendes " terangnya.

Senada dengan Wr masyarakat sekitar Makrus (45) merasa sangat kecewa  dengan pengerjaan jalan tersebut, karena tidak melibatkan masyarakat sepenuhnya, dan tidak melibatkan warga  menyeluruh dalam musyawarah realisasi ketika akan di bangun.

" Harusnya musyawarah dulu kepada masyarakat ketika ada aturan demikian bukan malah menyepelehkan masyarakatnya sendiri seolah olah tidak ada yang sanggup dan mampu ,mutu dan kualitas di garap oleh pihak ketiga juga belum tentu bener " tandas markus

Seperti yang sudah banyak di ketahui umtuk mendorong Swakelola desa, Kementerian Desa PDTT menegaskan mulai 2018 kontraktor tidak boleh mengerhakan proyek dana desa. Selanjutnya dana desa hanya boleh dikelola dan proyeknya dikerjakan secara swakelola.

Ketegasan itu disampaikan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di sela acara Rembug Desa Nasional di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (27/117). ” Kami tidak mau ada proyek dana desa yang dikerjakan dengan kontraktor lagi tahun depan. Dana desa harus dikerjakan secara swakelola dan 30 persen dana desa harus dipakai untuk upah,” kata Eko.

Lensa Indramayu  - Indramayu Jawa Barat



Warga Blok Bong Antusias Mengikuti Pemilihan Calon Bekel 



Kembali hal baru dilakukan oleh warga Desa Cemara Wetan khususnya Cemara blok bong setelah sebelumnya mereka melakukan terobosan mengikat kontrak politik dengan semua calon kuwu yang ikut kontestasi pemilihan kuwu serempak 13 Desember 2017 kemarin. Hal baru tersebut yakni masyarakat blok bong menggelar pemilihan langsung calon bekel Rabu, ( 21/2 ). Pemilihan langsung tersebut sebagai bahan rekomendasi masyarakat  untuk kuwu terpilih terkait calon bekel di sana.

Adalah GMPD ( Generasi Muda Peduli Desa ) yang menginisiasi terwujudnya kontrak politik dengan ketiga kandidat calon kuwu, di mana salah satu poinya menyebutkan bahwa masyarakat blok bong diberi kewenangan penuh oleh kuwu menunjuk salah satu perwakilan masyarakat untuk mengisi posisi perangkat desa yang menempati jabatan sebagai pelaksana kewilayahan atau sebutan lainya bekel.

Hal itu ditegaskan oleh Kusno selaku ketua panitia pemilihan calon bekel, bahwa temen – temen GMPD Cemara Wetan terus mengawal prosesi pilwu yang telah digelar kemarin, termasuk mengawal realisasi kontrak politik yang dibuat oleh semua kandidat kuwunya. Pemilihan calon bekel adalah salah satu amanah yang harus dilakukan oleh kuwu terpilih kata Kusno.

Masyarakat bong sangat antusias mengikuti prosesi pemilihan calon bekel (calbek), hal itu terlihat dari jumlah pemilih yang hadir hampir 90 %, dimana sebanyak 300 orang telah memberikan suaranya dari 347 hak pilih yang ada di sana. Mereka memilih salah satu dari dua kandidat calon bekel yang ada. Dua calon tersbut yakni calon nomor urut satu A. Syamsul Arifin dan calon nomor urut dua Eko Rustiyanto. Dari hasil perhitungan, Syamsul Aripin terpilih sebagai pemenang dengan perolehan sebanyak 168 suara sementara Eko memperoleh 130 suara.


Kusno menjelaskan bahwa nama pemenang tersebut akan diserahkan ke kuwu untuk direkomendasikan mengisi pos jabatan bekel di sana. “ Dengan segala keterbasan pantia, alhamdulilah prosesi pemilihan calon bekel berjalan dengan lancar, aman dan sukses serta tidak mengecewakan karena hampir semua warga Cemara blok bong telah memberikan hak suaranya “ Papar Kusno.
Dua kandidat Calon Bekel

Sementara itu Mustakbirin selaku tokoh GMPD wilayah Cemara Wetan berpesan kepada Syamsul calon bekel terpilih agar bisa menjalankan amanahya dengan baik. Birin menjelaskan bahwa meskipun posisinya sebagai pembantu kuwu jangan pernah abaikan apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi masyarakat Cemara Wetan khususnya blok bong.

“ Untuk mewujudkan pemerintahan yang sehat GMPD Cemara Wetan akan terus mengawal  pemerintah desa yang baru khususnya poin – poin yang tertuang dalam kontrak politik yang dibuat ole masyarakat dengan kuwu terpilih “ Tandasnya.(Red)

Lensa Indramayu  - INDRAMAYU – Pilwu serentak yang diadakan di Indramayu sudah selesai, dan Pelantikan kuwu terpilih di kabupaten Indramayu digelar di pendopo Senin 12/02/2018, sebanyak 138 kuwu dari 30 kecamatan yang mengikuti pilwu serentak telah hadir untuk dilantik.
Bupati Indramayu Lantik 138 Kuwu Terpilih
Bupati Indramayu Lantik 138 Kuwu Terpilih

Wakil Bupati Indramayu H. Supendi menegaskan, Kepala Desa atau Kuwu yang akan dilantik pada Hari Senin (12/2/18) siang ini harus segera merubah mindset atau cara berpikir, perilaku, maupun kebiasaan kurang bagus lainnya.
[post_ads]
Hal ini karena para Kades sudah masuk ke dalam birokrasi pemerintahan dan telah menjadi pejabat publik sebagai pelayan masyarakat.

“Kebiasaan lama yang kurang baik harus ditinggalkan, kini saatnya berubah, baik penampilan, pola pikir, maupun perilaku, karena sekarang sudah menjadi pelayan masyarakat,” tegas wabup saat memberikan sambutan pada pembekalan 138 Kades Terpilih yang siap dilantik Bupati Indramayu pada Senin (12/2/18) siang ini.

Dikatakan, usai pelantikan Kades agar jangan menumpahkan euphoria yang berlebihan. Hal ini untuk menjaga hubungan dengan pihak lainnya. Hal yang juga harus diperhatikan Kades Terpilih seterlah dilantik agar tidak buru-buru mengganti perangkat desanya, hal ini untuk menjaga keberlangsungan jalannya pemerintahan di desa tersebut.

Kepala DPMD Kabupaten Indramayu, Dudung Indra Ariska menjelaskan, berdasarkan ketentuan Perda Indramayu Nomor 5 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pilkades di Kabupaten Indramayu dalam pasal 37 dijelaskan Bupati menerbitkan keputusan tentang pengesahan dan pengangkatan Kades Terpilih paling lama 25 hari kalender terhitung sejak tanggal diterimanya penyampaian hasil pemilihan Kades.

“Pada ayat 2 sudah jelas, Bupati atau pejabat lain yang ditunjuk melantik kuwu terpilih paling lambat 30 hari kalender sejak tanggal penerbitan Keputusan Bupati, jadi sudah sesuai ketentuan tanggal 15 titimangsa SK Kuwu dan dilantik pada 12 Februari 2018,” tuturnya.
[post_ads_2]
Ditambahkan, jadwal pelantikan dan pengukuhan 138 Kuwu Terpilih hasil Pilkades Serentak yang dilaksanakan pada 13 Desember 2017 dilakukan Bupati Indramayu Hj.Anna Sophanah Senin (12/2/18).

Gladi bersih dan pembekalan bagi 138 Kuwu Terpilih sudah dilakukan pada Jum’at (9/2/18) di Pendopo Pemkab Indramayu. (Red)
Diberdayakan oleh Blogger.