Ilustrasi Lensa Indramayu

LENSA INDRAMAYU  - Indramayu, hampir 2 priode visi misi remaja belum tuntas, visi itu tertuang dalam  perda tentang larangan minuman keras, yang berbunyi sebagai berikut,  perda nomor 15 tahun 2006, pasal 9, Setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan (2)
Peraturan Daerah ini diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta) rupiah, perda ini seolah hanya di lembaran map saja,  karena miras masih mudah didapat mulai warung wedang hingga agen pun masih berkeliaran di tengah-tengah masyarakat, upaya Pemda memberantas minuman keras terlihat masih setengah hati, seperti di desa cangkingan kecamatan Kedokan bunder  kabupaten Indramayu, 26 Juli/ 2018

Larangan minuman keras hanya ucapan jempol di gedung wakil rakyat realisasi hanya kamuflase belaka, Minuman keras atau sering di sebut Miras yang selalu meresahkan masyarakat karena dampak dari miras sering sekali berdampak buruk di masyarakat.

Terkait miras ketua GMPD (generasi muda peduli desa) Indramayu Zaenal menuturkan ketika di wawancarai team lensa di kediamannya. “ hal itu tidak akan selasai ketika tidak ada langkah-langkah konkrit dari Pemda untuk memerangi miras tersebut”  tegas Zaenal

Upaya pemberantasan miras dari tahun ke tahun cuma menyisakan pemberitaan saja, stetmen Kapolres dan Bupati tak pernah mengurangi peredaran mihol, operasi yang di sebut target zero yang di beritakan tahun lalu, yang katanya tahun 2017 Indramayu bebas mihol nyatanya, peredaran miras di desa cangkingan masih mudah mendapatkan miras hal ini sangat miris dengan visi dan misi Remaja.

Kapolres Indramayu Arif fajurudin menyatakan, jajarannya akan terus melakukan razia gabungan bersama Satpol PP, TNI, dan instansi terkait lainnya. Selain itu, memasang layanan pengaduan untuk masyarakat yang  mengetahui peredaran dan distribusi miras agar dapat menyampaikan kepada jajarannya.

Tak hanya soal miras, pengaduan dari masyarakat juga bisa menyangkut tindak perjudian maupun peredaran dan penggunaan narkoba. "Informasi dari masyarakat itu akan kami tindaklanjuti,’’ ujar Arif.31/5/2017 di kutip dari media republik, online

Arif berharap, masyarakat bisa berperan aktif untuk bersama-sama memberantas peredaran miras. Dia menyatakan, target zero miras itu mustahil bisa tercapai tanpa adanya peran serta masyarakat. Arif pun mengapresiasi dukungan Pemkab Indramayu dalam mewujudkan target zero miras itu. Salah satu dukungan tersebut berupa anggaran dalam pelaksanaan giat razia miras.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indramayu, Anna Sophanah, menyatakan, selama ini Kabupaten Indramayu telah memiliki Perda Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol di Kabupaten Indramayu. Dalam perda itu dinyatakan bahwa seluruh jenis minuman beralkohol tidak boleh beredar di Kabupaten Indramayu. "Saya berharap akhir 2017 Indramayu bebas miras,’’ tutur Anna.31/5/2017. Di kutip dari media Republik online.

Sambut Pilkada serentak tahun 2018, Subang Gelar Pasukan Pengamanan TPS
Lensa Indramayu  -  Subang-Apel gelar pasukan pergeseran personil pengamanan TPS  operasi mantap praja lodaya 2018 dalam rangka Pilkada serentak tahun 2018 Kabupaten Subang dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Subang dengan bertindak selaku inspektur upacara/pimpinan apel Plt. Bupati Subang H. Ating Rusnatim, SE. Senin (25/6/18).

Plt. Bupati Subang bertindak selaku inspektur upacara / pimpinan apel membacakan sambutan Kapolda Jabar bahwa apel tersebut dalam rangka melaksanakan pengecekan kesiapan personil dan kelengkapan sarana dan prasarana, serta menyamakan pola piker dan pola tindak dalam pengamanan tahapan pemungutan suara pada Pilkada serentak 2018 guna meminimalisir setiap potensi gangguan Kamtibnas yang terjadi dengan perencanaan yang matang dalam rangka mensukseskan Pilkada serentak 2018, sehingga dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancer sesuai asas, tujuan dan prinsip-prinsip penyelenggaraan Pilkada.

Ada beberapa penekanan yang perlu dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh personil yang terlibat PAM TPS, yaitu :

1. Agar melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di sekitar TPS pada saat pelaksanaan pemungutan suara dan perhitungan suara.

2.  Mengambil tindakan pertama di TKP apabila menemukan kasus pelanggaran/kejahatan dan selanjutnya melaporkan kepada posko terdekat, sehingga dapat diantisipasi dini secara cepat, tepat dan tuntas.

3. Melarang warga masyarakat membawa senjata tajam, senjata api dan barang berbahaya ke lokasi TPS.

4. Setelah melaksanakan tugas, agar personel pengamanan TPS membuat akhir penugasan.

Oleh karena itu, kepada personil yang akan bertugas pengmanan Pilkada serentak 2018 diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan professional, iklas, bertanggung jawab dan penuh pengabdian, serta memahami tugas dan prosedur pengamanan serta senantiasa menjaga netralitas, solidaritas dan integritas TNI-Polri sehingga dapat terjamin Pilkada 2018 di wilayah Jawa Barat yang jujur, adil dan demokratis.

Plt. Bupati dalam sambutannya menambahkan harapan kepada seluruh aparatur pemerintah daerah, khususnya unsur pimpinan wilayah yaitu para Camat, Kepala Desa dan Lurah selalu siap bersama-sama, bersinergi dengan unsur TNI dan Polri untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu jalannya Pilkada serentak tahun 2018. Kepada seluruh masyarakat Subang agar melaksanakan hak pilihnya pada tanggal 27 Juni 2018, karena dengan menunaikan hak pilihnya pada Pilkada berarti rakyat telah berdaulat yaitu berdaulat memilih pemimpin.

Pasukan apel gelar pasukan berasal dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, Linmas, Tagana, Damkar.

Dalam pelaksanaan apel tersebut juga dilakukan simulasi pemungutan suara di TPS pada Pilkada serentak tahun 2018.(Dit, Subang)

Gerbang Polres Indramayu
Lensa Indramayu  - Indramayu- Pasca teror bom di Mapolrestabes Surabaya, pengamanan di Mapolres Indramayu diperketat, Senin (14/5). Namun begitu, masyarakat diimbau tetap tenang.

Pengamanan di pos penjagaan Mapolres Indramayu saat ini ditambah petugas bersenjata lengkap yang mengenakan rompi anti peluru. Setiap pengunjung yang hendak masuk ke mapolres pun diminta meninggalkan kartu tanda penduduk (KTP) dan wajib memberi keterangan tujuan kedatangan masing-masing.

Tak hanya itu, petugas juga memeriksa barang bawaan, terutama tas yang dibawa pengunjung. Para pengunjung yang mengenakan jaket pun diminta melepaskannya.

"Kami tingkatkan pengamanan di makopolres dengan personil bersenjata lengkap dan rompi anti peluru," terang Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin, Senin (14/5).

Peningkatan pengamanan, imbuhnya, juga dilakukan di mapolsek-mapolsek di wilayah hukum Polres Indramayu. Hal serupa juga dilakukan di berbagai objek vital se-Kabupaten Indramayu.

Dalam kesempatan sama, Dandim Indramayu, Letkol Agung Nurcahyo mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada. Dia pun mengajak masyarakat bersama-sama secara aktif mencegah aksi terorisme di lingkungan masing-masing.

"Tidak bisa polisi sendiri, TNI sendiri, harus bersama-sama masyarakat juga," tegas Agung.

Terpisah, Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang juga Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyatakan, keraton se-Nusantara siaga menjaga persatuan dan kesatuan umat, suku dan etnis, pasca aksi kekerasan meneror sejumlah daerah di Indonesia. Arief juga mendesak pemerintah untuk secepatnya menyelesaikan revisi Undang Undabg Terorisme.

"Segera revisi UU terorisme yang akan melibatkan TNI dan unsur terkait lain, dengan Polri tetap sebagai penjuru dalam proses penindakan dan penyidikan awal. Sementara, TNI sebagai unsur pendukung/ perbantuan sehingga penangannya dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum, HAM, maupun politik," paparnya.

Selain UU Terorisme, pihaknya juga mengharapkan penyelesaian Revisi UU Keamanan Nasional. Di sisi lain, menurutnya, sudah saatnya BIN selaku koordinator fungsi intelijen, harus pula diperkuat dengan revisi UU intelijen.

Polri juga disarankan membuka program pendidikan tentang keamanan Nasional bagi anggota Polri dan masyarakat umum. Dengan begitu, diharapkan terdapat output program studi keamanan nasional yang berwawasan komprehensif tentang keamanan negara.

"Semua keraton di Nusantara siaga membantu Polri, TNI, dan masyarakat, untuk menangani terorisme, radikalisme, dan gangguan kamtibmas," tandasnya.[Red]

Lensa Indramayu  - Indramayu Jawa Barat


Kapolres Indramayu bersama awak media dan GMPD Indramayu diskusi soal pengawalan dana desa.  

Kapolres Indramayu, AKBP. Arif Fajarudin kembali menegaskan keseriusan institusinya dalam melakukan pengawalan realisasi dana desa. Hal ini sebagai tindak lanjut nota mou yang telah dibuat antara pemerintah daerah dan kepolisian. Pengawalan yang dimaksud adalah dalam rangka melakukan upaya pencegahan, pengawasan dan penanganan masalah penindakan kalau terjadi penyimpangan.

Kapolres menambahkan bahwa tujuan kesepakatan tersebut adalah dalam rangka mewujudkan pengelolaan dana desa yang efektif, efisien dan akuntabel, dan di Indramayu nota kesepahaman itu dibuat di hadapan para kuwu di 138 desa sewaktu mereka masih jadi calon.

“ Kami akan kerahkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) sebagai pengawas penggunaan dana desa di desanya masing-masing dan akan kami bekali kemampuanya soal pengelolaan anggaran desa “ Tegas kapolres saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (07/03)

Masih keterangan kapolres bahwa, kerja bhabinkamtibmas memberi penekanan lebih ke arah pencegahan dan pengawasan dana desa supaya tidak ada penyalahgunaan, dimana tujuan akhir adalah kesejahteraan masyarakat katanya. Untuk mencegah terjadinya penyelewengan dana desa tersebut, nantinya rancangan dan pelaksanaan APBDes dapat diakses dan dipublikasikan oleh masyarakat, baik dalam bentuk banner, baligho desa, laporan maupun media lainya.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas sehingga masyarakat luas bisa berperan aktif dalam melakukan kontrol sosial terhadap penyelewengan dana desanya,”  tandas kapolres.

Namun lanjutnya ketika upaya pencegahan sudah dilakukan dan masih juga terjadi penyimpangan maka pihaknya tidak segan untuk menindak tegas agar bisa memberi efek jera bagi pelaku lainya.

Sementara itu Citro Winakim  sebagai pengurus GMPD (Generasi Muda Peduli Desa) mengapresiasi keseriusan Kapolres Indramayu dalam merasionalisasikan nota mou yang sudah dibuat oleh polri dan kemendagri. Menurut Citro polisi harus bisa berperan menjadi pemantik lahirnya kepedulian warga terhadap pembangunan di desa. Karena sejauh ini peran dan partisipasi masyarakat masih sangat minim sehingga peluang penyimpangan oleh oknum kuwu sangat besar.

" Sampai saat ini kami masih meyakini bahwa tata kelola pemerintahan desa yang baik akan terlahir dengan kepedulian warga terhadap pembangunan di desa, oleh karena itu kami GMPD terus berupaya menjadi pemantik lahirnya kepedulian itu, salah satu program kami adalah sekolah desa " papar Citro. (Red)

Lensa Indramayu  - Banyak langkah untuk memprotes pemerintah dan instansi terkait karena ada jalanan yang rusak. Salah satu contohnya dengan menaruh ikan lele di jalanan yang berlubang.
Anggota Polantas menaruh ikan lele di lubang jalan

Ya, aksi ini diketahui dilakukan oleh salah seorang anggota Polisi di Demak, bernama Yasin. Video yang tersebar di media sosial Facebook memperlihatkan petugas polisi menaruh ikan lele di jalanan berair di sisi rel kereta yang kerap bikin macet.

Rekaman berdurasi 55 detik ini memperlihatkan polisi tersebut menaruh ikan lele untuk memprotes jalanan rusak. Hebatnya, ikan ditaruh ketika kondisi jalanan ramai dilintasi oleh mobil maupun sepeda motor.

Ikan lele tersebut terlihat bergerak di dalam genangan air yang ada di lubang jalanan. Sementara itu, pengendara sepeda motor menghindari lubang yang sudah diisi ikan.

Lensa Indramayu  -INDRAMAYU- Resahnya masyarakat karena seringnya aksi pembegalan yang terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu sepanjang tahun 2017, membuat pihak kepolisian terpaksa ambil tindakan tegas terhadap para pelaku begal. Polisi mengancam akan menembak mati pelaku pembegalan. Hal itu terpaksa dilakukan, untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.
Ilustrasi
Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin SIK MH MAP, menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah preventif yang optimal. Tembak mati pun akan dilakukan karena para begal telah menimbulkan keresahan dan ketakutan di masyarakat.
[post_ads]
Arif mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima, sepanjang tahun 2017 terjadi 28 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau pembegalan. Jika dirata-ratakan dalam satu bulannya terjadi 2 kasus. Dalam aksinya para pelaku pembegalan terkenal sadis. Pelaku tak segan segan menganiaya dan melukai korbannya dengan senjata tajam. Dari setiap kejadian pembegalan, rata-rata korban dianiaya dan dibacok.

“Belum lama ini, aksi pembegalan menimpa salah satu anggota kami (Polri) dan anggota Paskhas TNI AU." Katanya.

Arif menjelaskan korban dibegal di tengah jalan dan dirampas motornya. Bahkan anggota TNI AU tersebut dibacok oleh pelaku, karena melakukan perlawanan. "Kerap terjadinya kasus pencurian dengan kekerasan (pembegalan), membuat kami terpaksa akan melakukan tindakan yang lebih tegas lagi, yaitu menembak mati pelakunya. Namun, tindakan tegas tersebut harus sesuai dengan SOP,” Imbuhnya.
[post_ads_2]
Selain itu kata Arif, Polres Indramayu mencanangkan program Indramayu bebas begal pada 2018. Saat ini, Polres Indramayu telah membentuk tim khusus penanganan begal yang diberi nama Garda Wiralodra. Tim ini akan melakukan tugas selayaknya reserse yakni penyelidikan dan penangkapan.

“Tim akan bekerja selama 24 jam dalam seminggunya.  Anggota di Polsek-polsek juga akan dilibatkan, terutama Polsek yang wilayahnya rawan aksi kejahatan pembegalan. Mereka dilibatkan, untuk merespons lebih cepat. Kami sudah memetakan titik-titik rawan aksi pembegalan. Untuk wilayah yang dianggap rawan, di antaranya Krangkeng, serta jalur pantura, seperti Widasari dan Kandanghaur,” paparnya.(Red)

Lensa Indramayu  - Ciptakan Indramayu yang kondusif Polres Indramayu beserta Polsek Jajaran lakukan razia premanisme yang dinamakan Operasi Mantap Praja 2018, Selasa, 09/ 01/ 2018.
Jajaran Polres Indramayu sedang melakukan pendataan preman yang terjaring razia
Target operasi premanisme diantaranya anak-anak Punk yang sering minta-minta uang di Trafic Light, Parkir liar, sejumlah calo yang meminta uang secara paksa, dan para pengamen jalanan.

Mereka yang terjaring razia, tidak dilakukan penehanan namun diberikan pembinaan dengan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi serta diberi Tausiyah dan Sholat Taubat berjamaah dengan dipimpin oleh Polisi Santri/ Anggota Polres Aiptu H.Muh. Sana Krisdiana.

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP mengatakan bahwa kegiatan tersebut selain dalam rangka Operasi Mantap Praja 2018, juga untuk mewujudkan Indramayu Remaja, agar terbebas dari gangguan dan ketertiban masyarakat, pungkas Kapolres.

Source : Humas Polres Indramayu.

Lensa Indramayu  - CIREBON – Pilkada 2018 semakin dekat, meskipun musim kampanye belum mulai, namun beberapa pendukung sudah mulai mengkampanyekan jagoannya masing-masing. Salah satu alat kampanye yang digunakan adalah dunia media sosial, tak jarang berbagai atribut, poster maupun meme yang bertebaran diberbagai media sosial.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid AB, dalam Apel Gelar Pasukan dalam pengamanan Pilkada 2018 di Kota Cirebon.
Untuk mencegah terjadinya unsur SARA yang dilakukan oleh para pndukung salah satu cagub dan cawagub, Polres Cirebon menyiapkan setidaknya 50 pasukan cyber yang akan memantau dunia media sosial.

“Pada pengamanan Pilkada 2017, kita telah berkaca. Di mana provinsi Jakarta  bertebaran informasi SARA antara muslim dan non muslim. Isu sara digunakan sebagai media politik merubah opini masyarakat. Kami menghimbau partai politik untuk tidak melakukan hal itu di media sosial,” terang Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid AB, Minggu (5/1/2018).

Kapolres cirebon menjelaskan dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk 50 anggota sebagai team pengawas di depan layar komputer.

Dia menambahkan, penggunaan SARA saat Pilkada menjadi rawan perpecahan di kalangan masyarakat. Apalagi, kata Kapolres, penggunaannya lewat media sosial.

“Isu SARA tersebut Sangat rentan muncul di media-media sosial, sehingga masyarakat atau orang tersebut mudah dipengaruhi. Maka hal tersebut perlu adanya antisipasi atau himbauan kepada masyarakat agar Pilkada serentak 2018 menjadi aman, damai dan hangat,” terangnya.

Seperti diketahui, penggunaan politik SARA sangat menghawatirkan akhir-akhir ini, karena 2017 lalu saat Pilkada Jakarta pemanfaatan SARA sempat menghawatirkan kerukukan dan keutuhan warga masyarakat. (Red)

Lensa Indramayu  - Ratusan personel Polres Indramayu disiagakan untuk mengamankan perayaan malam tahun baru 2018 di kota Indramayu.
Ratusan personel polres indramayu diterjunkan untuk mengamankan malam pergantian tahun.

Apel siaga persiapan dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin SIK, MH, MAP yang bertempat di mapolres Indramayu, Minggu (31/12/2017).

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin SIK, MH, MAP mengatakan bahwa ada sekitar 549 personel Polri yang menjaga malam pergantian tahun.

"Kurang lebih 549 (personel) untuk pengamanan tahun baru," ujar Arif saat ditemui wartawan Lensa Indramayu usai pimpin apel persiapan pengamanan malam pergantian tahun di Mapolres Indramayu.

Arif menambahkan pihak kepolisian menyiapkan pasukan cadangan gabungan yang siap diturunkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ratusan personel polres indramayu diterjunkan untuk mengamankan malam pergantian tahun.

Menurut Arif, Polri bersama pihak-pihak lainnya, termasuk TNI, Tokoh masyarakat tetap mewaspadai aksi-aksi yang tidak diinginkan.

"Kami sudah siap, kewaspadaan tetap, aksi-aksi yang tidak kita inginkan harus kita waspadai bersama, bukan hanya polisi tapi juga TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat lain," sambungnya .

Di tempat yang sama Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Asep Nugraha SH mengatakan pihaknya juga telah melakukan upaya pencegahan secara dini, demi meminimalisasi terjadinya tindak kejahatan yang dapat menggangu ketertiban. "Untuk pencegahan dini kami lakukan dengan cara menggelar razia baik itu kendaraan yang menggunakan knalpot bising, yang tidak menggunakan helm dan warung-warung yang menjual minuman keras (miras)

"Fokus pengamanan personel di tempatkan di tempat-tempat keramaian, fokus lalu lintas dan ruang publik, objek wisata, misalnya dayung, Ada posko pelayanan, posko keamanan dan tentunya gabungan dengan seluruh instansi," pungkas Asep.

Pena  : A71
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu  - Dibantu oleh Unit penjinak bom Sat Brimob Polda Jabar dipimpin AKBP M, Andri, S.Si/ Kepala Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jabar. Polres Indramayu lakukan pemusnahan petasan sebanyak 31.530.000 butir petasan berjenis korek dan bahan baku berupa potasium Powder, sulfur folder, alumunium powder, calcium carbonat. Sabtu, 30/12/2017 Siang.
Polres Indramayu musnahkan jutaan butir perasan

Jutaan petasan tersebut merupakan hasil penggerebekan di gudang petasan milik Ny.Sar di Desa Lobener Lor Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu pada hari Jumat, 22-12-2017 yang lalu.

Pemusnahan petasan digelar di Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) Desa Pecuk Kecamatan. Sindang Kabupaten. Indramayu.

Dalam kesempatan itu Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP menagatakan dalam pemusnahan petasan tersebut sengaja memanggil ahlinya yaitu dari Unit Jibom Sat Brimob Polda Jabar, "Karena barang tersebut berbahaya dan mudah meledak, maka kami menghadirkan ahlinya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan" Katanya. (Red)

Lensa Indramayu  - Pergantian tahun tinggal menghitung hari, untuk itu demi keamanan dan kenyaman warga yang hendak merayakan malam pergantian tahun, maka menjelang pergantian Tahun, Polres Indramayu akan menggelar razia besar-besaran khususnya di wilayah Indramayu.
Polres Indramayu

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP melalui Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Asep Nugraha SH, mengatakan razia tersebut sasarannya adalah knalpot bising dan kelengkapan lainnya, dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas pada saat malam pergantian tahun.

"Sasaran Operasi adalah Knalpot Bising, Sajam, Petasan dan pengendara Sepeda Motor yg tidak menggunakan Helm" Katanya saat ditemui wartawan Lensa Indramayu di kantor Satlantas Polres Indramayu. Kamis 28/12/2017.

Asep menambahkan Waktu Operasi dimulai serentak diseluruh wilayah yang sudah ditentukan.
 "Selain itu di wilayah Polsekpun melaksanakan kegiatan yang sama" sambungnya.

[next]Razia kendaraan bermotor secara besar-besaran akan dilaksanakan Pada tanggal 31 Desember 2017  yang tersebar di 5 titik, yakni di Pertigaan arah Haurgeulis yang diikuti oleh Lantas Polsek Patrol Gabung dengan Polsek Kandanghaur dan Anjatan, Celo tepat nya depan SMAN 1 Lohbener yang diikuti oleh Polsek Lohbener gabung dengan Polsek Losarang, Taman Kebulen yang akan dilaksanakan oleh jajaran Polsek Jatibarang gabung dengan Polsek Sliyeg, TL Karangampel yang akan diikuti oleh jajaran Polsek Karangampel gabung dengan Polsek Junti, adapun dari Polres Indramayu  sendiri akan menggelar razia di tiga titik yakni di Simpang Tiga Terminal Sindang, Simpang 5 Mangga dan Bunderan Kijang.

"Waktu Operasi dimulai serentak yakni dimulai jam 16.00 Wib s/d jam 22.00 Wib" Pungkas asep.

Pena  : A71
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu  - Pergantian Tahun tinggal menghitung hari, dari pra perayaan Natal 2017 Polres Indramayu sudah menggelar pengamanan di sejumlah Gereja, Obyek Wisata maupun pengamanan di jalur pantura dan Tol Cipali. H-1 menjelang pergantian Tahun rencananya Polres Indramayu akan menggelar razia kendaraan bermotor secara besar-besaran di 3 titik, yakni di Simpang 5, Bundaran Kijang dan di Pertigaan Terminal Sindang.
Rapat rencana pengamanan tahun baru / foto polres indramayu

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP mengatakan razia tersebut sasarannya adalah knalpot bising dan kelengkapan lainnya dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas pada saat malam pergantian tahun, selain itu di wilayah Polsekpun melaksanakan kegiatan yang sama, sambung Kapolres.

Source : Humas Polres Indramayu
Editor  : Editor

Lensa Indramayu  - Fenomena lima jendral yang akan meramaikan pilkada serentak 2018 yang diikuti oleh sejumlah figur jenderal aktif dari kesatuan TNI dan Polri ini akan bertarung dipilkada serentak sebagai calon gubernur. Fenomena ini dinilai sebagai fenomena baru yang terjadi dalam pesta rakyat lima tahunan itu.
Lima jendral aktif ikut bertarung di pilkada serentak 2018

Namun meski demikian, bukan berarti para jenderal itu memiliki kesempatan untuk meraih kemenangan dalam pertarungan pilkada serentak 2018.

Berdasarkan catatan redaksi Lensa Indramayu yang berhasil dihimpun, tercatat ada lima jenderal yang akan bertarung, yakni dari TNI satu orang dan Polri empat.
[post_ads]
Berikut nama-nama lima jendral yang akan bertarung dalam pilkada 2018.
  • [accordion]
    • 1. LETJEN TNI Edy Rahmayadi ( Dari TNI )
      • Pria kelahiran Sabang, Aceh, ini diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN untuk maju di Pilkada Sumatera Utara. Edy yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat mengajukan pensiun dini agar dapat menjadi Gubernur Sumut. Tidak sejalan dengan keinginannya, Panglima Hadi Tjahjanto membatalkan mutasi 16 perwira tinggi TNI lewat surat keputusan Nomor Kep/982.a/XII/2017 pada Selasa, 19 Desember 2017. Edy termasuk perwira yang dibatalkan sebagai Pati Markas Besar Angkatan Darat yang akan mengajukan pensiun dini.
    • 2. IRJEN Polisi Safaruddin ( Dari Polri )
      • Perwira Tinggi Kepolisian RI yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimatan Timur ini, digadang-gadang akan maju di Pilkada Kaltim 2018 lewat gerbong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun hingga saat ini partai tersebut belum mendeklarasikan Safarudin untuk maju sebagai calon gubernur Kalimantan Timur.
    • 3. IRJEN Polisi Anton Charliyan ( Dari Polri )
      • Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri ini pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat pada 2016. Dia lulus dari Akademi Polisi tahun 1984 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Anton diakbarkan akan diusung oleh PDIP untuk memenangkan suara di Jawa Barat.
    • 4. IRJEN Murad Ismail ( Dari Polri )
      • Kepala Korps Brimob Polri ini diusung oleh Partai Nasdem untuk maju di Pilkada Maluku 2018. Sebelum menjadi Kepala Korps Brimob, Murad sempat menjadi Kapolda Maluku di tahun 2013 hingga 2015. PDIP juga telah memberikan dukungan kepada Murad. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan pencalonannya yang dipasangkan dengan kader PDIP, Barnabas Orno.
    • 5. IRJEN Paulus Waterpauw ( Dari Polri )
      • Putra Papua yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara ini akan maju dalam pemilihan calon gubernur Papua. Sebelumnya Paulus menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Dia diusung oleh Partai Golongan Karya untuk menjadi orang nomor satu di Papua.
Berkaitan dengan itu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan anggotanya yang sudah mendaftar pilkada agar segera mengurus permohonan pengunduran diri. Menurut dia, langkah tersebut dianjurkan agar tidak timbul persepsi buruk bagi kepolisian. Tito khawatir masyarakat akan menganggap polisi menyalahgunakan jabatan tersebut untuk mempengaruhi publik saat menggunakan hak pilihnya di pemilihan umum.
[post_ads_2]
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia, jika salah satu perwira tinggi ingin mengikuti pencalonan kepala daerah, itu merupakan haknya sebagai warga negara. Namun, Panglima Hadi tidak menegaskan diizinkan atau tidaknya perwira tinggi TNI untuk pensiun dini dan mencalonkan diri sebagai kepala daerah. (Red)

Lensa Indramayu  - Sejumlah 1.500 Personil Polri Gabungan Polres Indramayu dan Polsek Jajaran serta BKO Brimob dan Dalmas Polda Jabar sejak kemarin selesai Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP diturunkan ke 138 Desa yang melaksanakan pemilihan kuwu di Wilayah Kabupaten Indramayu. ( Rabu, 13/ 12/ 2017 )
Kapolres indramayu pimpin apel persiapan pengamanan pilwu
Hadir pada kegiatan Apel Gelar Pasukan Direktur Pengamanan Obyek Vital ( Dir Pam Obvit ) Polda Jabar Kombes Pol Drs. Suharno, SH selaku Pamen Asistensi Polres Indramayu, selain itu Unsur Forkopimda Kabupaten Indramayu, Unsur TNI Kodim 0616/ Indramayu, Subden Pom 3/ III Indramayu, Den C Pelopor Birimob dan Dalmas Polda Jabar serta Gabungan Anggota Polres Indramayu dan Polsek Jajaran.

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP mengatakan dalam pelaksanaan Pengamanan Pemilihan Kuwu Tahun 2017 pihaknya dibantu oleh Satuan atas yaitu dari Brimob dan Dalmas Polda Jabar juga oleh Polres tetangga/ Se Wilayah 3 Eks Polwil Cirebon, selain dibantu unsur TNI yang ada di Wilayah Indra mayu dengan kekuatan seluruhnya 1500 personil, sambungnya.

 Source : Humas Polres Indramayu

Lensa Indramayu  - Dipenghujung tahun 2017, Polres Indramayu memusnahkan ribuan botol miras dan narkoba hasil operasi Pekat lodaya yang digelar di Mapolres Indramayu, Sabtu (9/12) sore.
Ribuan botol miras hasil sitaan / foto istimewa
Dari hasil Operasi Pekat Lodaya 2017 jajaran polres Indramayu berhasil menyita ribuan botol miras dan narkoba, Adapun barang bukti yang dimusnahkan tersebut berupa 14.763 botol miras dari berbagai merk dan jenis, sabu seberat 112,46 gram, ganja 12,78 gram, pil Dextro 1.312 butir, pil Tramadol sebanyak 625 butir, pil Heximer 1.986 butir dan pil Trihex 46 butir.

Kegiatan pemusnahan miras dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin. Turut hadir pula dari ketua MUI Kabupaten Indramayu, para tokoh agama, unsur Forkopimda Kabupaten Indramayu, TNI, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

"Momen dari tujuan pemusnahan miras dan narkoba ini dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menghadapi pemilihan kuwu serentak 2017, perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018," kata Arif.

Arif mengatakan, Bahwa Polres Indramayu sangat mendukung visi Pemkab Indramayu Religius, Maju, Mandiri, Sejahtera (Remaja). Polres Indramayu pun memiliki program bebas minuman keras (miras), judi, knalpot bising, warung remang-remang (warem), narkoba dan geng motor.

Bentuk dukungan itu ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Indramayu Religius, Maju, Mandiri Sejahtera yang Bebas dari Minuman Keras, Perjudian, Warung Remang-remang, Narkoba, Knalpot Bising serta Geng Motor. Penandatanganan deklarasi itu dilakukan disela puncak peringatan HUT Bhayangkara ke-71 di Alun-alun Indramayu, Senin (10/7).

Deklarasi itu di antaranya ditandatangani Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin, Bupati Indramayu, Anna Sophanah, Dandim 0616 Indramayu, Letkol Benny Febrianto, Ketua DPRD Indramayu, Taufik Hidayat, ketua Pengadilan Negeri, kepala Kejaksaan Negeri dan berbagai tokoh agama dan masyarakat Indramayu.
 
"Tapi program itu tidak bisa terwujud tanpa adanya dukungan dari semua pihak. Mari kita gelorakan Indramayu Remaja bebas miras, judi, knalpot bising, narkoba, warem dan geng motor," ucap Arif. (Red)

Lensa Indramayu - INDRAMAYU - Polres Indramayu akan memusnahkan barang bukti kendaraan bodong atau yang tidak memiliki surat lengkap. Saat ini terdapat hampir seribu unit kendaraan yang diamankan di Mapolres. Barang bukti tersebut tidak diambil pemiliknya, karena tidak memiliki BPKB.
Ilustrasi

Hal tersebut disampaikan Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin SIK MH MAP melalui Kasatlantas AKP Asep Nugraha SH saat menghadiri acara launching pelayanan Samsat kecamatan di Kantor Kecamatan Sukra. Kamis (7/12). Asep mengatakan, barang bukti kendaraan itu hanya memiliki STNK dan rata rata tidak membayar pajak, bahkan tidak diperpanjang.

“Sebagian tidak diambil dan sebagian lagi pemiliknya tidak bisa menunjukan surat BPKB. Karena dipastikan kendaraan tersebut bodong maka kami memutuskan akan memusnahkannya. Pemusnahan dilakukan jika kendaraan tersebut lebih dari setahun tidak diambil,”ujarnya.

Selain itu lahan di Mapolres Indramayu sudah tidak bisa lagi menampung kendaraan-kendaraan bodong itu. Apalagi jumlahnya semakin lama semakin bertambah. Asep mengatakan, pemusnahan akan dilakukan dengan cara dikubur. Pihaknya kini sedang mencari lahan untuk mengubur kendaraan itu. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli kendaraan yang hanya memiliki surat sebelah atau bodong,” terangnya.

Pada kesempatan itu Asep mengajak masyarakat mentaati aturan lalu lintas. Salah satunya memiliki kendaraan yang lengkap surat suratnya dan membayar pajak tepat pada waktu.

Polantas sedang melakukan razia
Lensa Indramayu -  INDRAMAYU -- Ribuan kendaraan di Kabupaten Indramayu terjaring Operasi Zebra Lodaya 2017 yang digelar selama sepekan terakhir. Jumlah itu pun dipastikan akan terus bertambah karena operasi masih berlangsung hingga sepekan kedepan.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Asep Nugraha, menyebutkan, sejak 1 November hingga 7 November 2017, tercatat ada 2.937 unit kendaraan yang ditilang di wilayah hukum Polres Indramayu. Kendaraan itu baik berupa sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

"Untuk hari kemarin saja (Selasa), jumlah kendaraan yang ditilang ada 455 unit kendaraan," ujar Asep, Rabu (8/11).

Asep menyebutkan, kendaraan yang ditilang itu melakukan berbagai pelanggaran. Seperti misalnya, menggunakan rotator, melawan arus, tidak memiliki SIM maupun STNK.

Asep mengatakan, Operasi Zebra Lodaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas dan kedisiplinan dalam berkendara. Selain itu, juga bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Semenetara itu, selain pelanggaran lalu lintas, dalam kegiatan Operasi Zebra Lodaya itu polisi juga menemukan kendaraan pengangkut minuman keras (miras). Hal tersebut didapati ketika menggelar operasi di jalur pantura Kecamatan Widasari, Sabtu (4/11).

Di lokasi tersebut, polisi menemukan ada dua truk boks yang mengangkut puluhan kardus. Setelah diperiksa, ternyata di dalam kardus ada sekitar 800 botol miras siap edar. Polisi pun langsung mengamankan kendaraan beserta sopirnya.
Diberdayakan oleh Blogger.