Lensa Indramayu  -Ribuan masyarakat Kecamatan Haurgelis, Kabupaten Indramayu antusias mengikuti Pawai Tarkhib dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, Senin (10/09/2018).


Marching Band di pawai Tarkhib


Pelaksanaan kali ini tidak hanya di ikuti oleh para siswa-siswi dan masyarakat, melainkan di ikuti juga oleh ratusan Santri dari Pondok Pesantren Darussalam Al – Qur’ani Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.
“Menyambut satu muharram muda-mudahan bisa menjadi ajang silaturahmi bagi masyarat Pemdes se-Kecamatan Haurgelis serta para guru dan pengasuh pesantren meski perayaan 1 Muharam kali ini tidak disertai pesta kembang api atau petasan. Namun tetap mendapat sambutan positif masyarakat, mulai anak-anak hingga ibu-ibu seolah tak ingin ketinggalan untuk mengikuti merayakan datangnya Satu Muharam,” kata Ketua MUI H. Junedi Badlowi.
Perayaan menyambut datangnya tahun baru Islam, lanjut dia, berlangsung meriah di tingkat Kecamatan Haurgelis Indramayu, sembari membaca shalawat Nabi, lebih dari seribu warga asetempat mengikuti pawai ta`aruf.
“Kegiatan tahun baru islam ini, seluruh masyarakat dan santri ikut berkeliling, di mulai dari pasar keselatan prapatan greja Pantekosta menuju prapatan H. Sakwan dan keutara langsung kembali dihalaman Kecamatan sambil menunggu undian doorprez,” punkasnya,

Sai W9
Penulis Joni

Lensa Indramayu 


Indramayu_Guna menumbuhkan jiwa cinta tanah air dan semangat tolong menolong dengan sesama, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu menyelenggarakan Perkemahan Penggalang yang diikuti lebih dari 800 orang peserta, yang berasal dari 41 lembaga pendidikan SD/MI dan  SMP/MTs se Kecamatan Sliyeg Minggu (09/09/2018)

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka oleh Ir. Tohidin selaku wakil kwaran tingkat kabupaten Indramayu bertempat di lapangan bola Sleman lor  pada hari Minggu.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Muspika Sliyeg, Kepala UPTD Sekolah, Ormas dan juga di hadiri calon dewan Dprd dapil 3 opik fikriyah.

"Dalam sambutan pembukaannya, Ir. Tohidin berharap agar para anggota Pramuka dapat senantiasa menerapkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dan senantiasa mempunyai jiwa sosial dan tolong menolong dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melakukan kerjasama di dalam melaksanakan berbagai lomba yang diselenggarakan dalam kegiaan tersebut,"Paparnya


Setelah menyampaikan sambutan, beliau mengalungkan tanda peserta kepada dua orang siswa dan siswi yang menjadi perwakilan dari seluruh anggota Pramuka yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan perkemahan tersebut, juga akan digelar berbagai lomba yaitu Kaligrafi, Acapella, IT, Tartil Qur’an, Bivak, Pionering, SMS (Sandi, Morse dan Semaphore), Yel-yel / FBB, Jelajah Medan sketsa panorama, peta pita dan menaksir,"pungkasnya

Lensa Indramayu  - BOLMONG – Jonathan Turangan (12), murid SD di Bolmong, sempat menulis surat untuk sang ayah, Jefri Turangan (45) sebelum gantung diri. Dalam suratnya, murid kelas V SDN 1 Imandi, itu menyampaikan permohonan maaf kepada sang ayah.
Murid SD gantung diri di Bolmong

Warga Kelurahan Imandi, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, ini mengaku sayang kepada sang ayah.
[post_ads]
“Ayah aku minta maaf atas kesalahanku hari ini. Aku sayang ayah,” tulis bocah yang akrab disapa Nathan itu dalam secarik kertas.

Nathan gantung diri di dapur rumahnya pada Rabu (7/2/2018) sekitar pukul 10.30. Diduga, Nathan nekat mengakhiri hidupnya lantaran malu sering dibully di sekolah.

“Tadi saya koordinasi dengan kepala sekolahnya. Katanya di sekolah sering diejek teman-temannya. Merasa minder. Jadi dia diduga depresi karena dibully sehingga mengakhiri hidupnya,” ucap Kapolsek Dumoga Timur Iptu Nico Tulandi, seperti dikutip Manado Post (Grup Pojoksatu.id), Kamis 8 Februari 2018.

Sementara itu, Wali kelas korban, Masye Meike Aring mengaku terkejut saat mendengar informasi kematian muridnya.
[post_ads_2]
Menurut Masye, Nathan terakhir kali ke sekolah mengenakan baju kaos hitam dan celana merah. Padahal, SDN 1 Imandi hanya membolehkan siswanya pakai kaos pada akhir pekan.

“Saya tanya kenapa pakai kaos. Katanya kemejanya kotor. Pada Senin sebelumnya, saya lihat dia pakai kemeja yang sudah lusuh,” ujar Masye.

Dikatakan Masye, hari itu Nathan tampak berbeda dari hari-hari biasa. Ia terlihat murung dan lebih banyak diam. (Red)

Lensa Indramayu  - Pihak sekolah langsung memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap CR oleh seorang oknum guru di sebuah SMK Semarang.
Oknum Guru Diduga Cekik dan Jambak Siswa SMK Gara-gara HP Video Porno. Lokasi kejadian di Peterongan Kota Semarang, di luarsekolah.

"Kejadian tersebut pada Rabu siang tepatnya setelah jam pulang sekolah," ujar Kepala Sekolah.

Menurutnya, program penyisiran para siswa yang dilakukan oleh tim guru memang seringkali dilaksanakan sehabis waktu sekolah usai.
[post_ads]
"Kami melakukan kontrol sepulang sekolah bagi para siswa yang terlihat masih nongkrong berkerumun untuk mengantisipasi terjadinya tawuran atau hal-hal yang tak diinginkan," tambahnya.
Soal dugaan penganiayaan, Wakasek bidang Kesiswaan SMK tersebut berani menjamin bahwa guru tersebut tak melakukan hal seperti yang diberitakan sebelumnya.

"Kalau menganiaya kan bisa dipastikan anak itu sakit atau ada bekas pukulan seperti lebam dan sebagainya," tutur Wakasek Kesiswaan.

Setelah kejadian yang terekam video tersebut pada Rabu sore (31/1/2018).

Esok harinya, CR terlihat masuk sekolah dan mengikuti pelajaran olahraga pada Kamis pagi (1/2/2018).

"Jadi sebelumnya ada informasi bahwa para siswa akan melakukan tawuran sore itu, nah kebetulan terlihat banyak siswa sekolah kami berkumpul."

Saat kerumunan siswa sedang berusaha dibubarkan oleh P guru yang diduga menganiaya, CR terlihat sibuk menatap handphone miliknya.

"Takutnya kalau CR sedang memantau lewat medsos soal posisi tawuran, jadi pak P ini mau melihat hp CR untuk memastikan ada informasi apa soal tawuran," tambahnya.

Karena terus berusaha menghindar saat hp CR berusaha dilihat oleh P, terjadilah kejadian perebutan handphone.

"Ya guru pasti curigalah ada apa-apa di hp anak itu kok sampai tak boleh dilihat, ternyata betul ada banyak video porno sekitar tiga puluhan jumlahnya."
Proses perebutan hp tersebut sempat diabadikan oleh kerabat CR lewat video, terlihat CR bersusah payah mempertahankan hp miliknya.

"Nah itu di video kelihatan kan nggak ada adegan mencekik? cuma seperti nampar kecil, ya wajar guru juga manusia jadi gemas lihat kelakuan anak itu, kalau niat menampar keras pasti ada ayunan dari tangannya, nah ini ngga terlihat juga."
Dua kali sudah guru P dan pihak sekolah menemui keluarga CR di kediamannya.

"Memang orangtua sempat menunggu kami di sekolah pada hari Kamis dan Jumat, posisi saat itu ada kegiatan cukup padat yang melibatkan kepsek dan wakasek dari pagi hingga siang hari,"
Orangtua CR mendatangi sekolah di pagi hari dan menunggu untuk bertemu dengan kepala sekolah hingga siang hari.

"Saya pikir masalah sudah selesai setelah guru P menemui orangtua CR langsung pada Rabu malamnya, kami malah kaget waktu ada berita aniaya ini," ujar Wakasek Kesiswaan.

Adapun guru P dan Wakasek Kesiswaan telah menemui CR dan keluarganya di kediaman mereka pada Minggu siang (4/2/2018).
[post_ads]
"Kami sudah membicarakan secara kekeluargaan, bahkan dari ibu CR berniat melakukan berkas laporan dari kepolisian terkait kasus dugaan penganiayaan,"
Pada Senin (5/2/2018) kuasa hukum CR menghubungi Wakasek Kesiswaan SMK tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.

"Nah ini barusan dikabari kuasa hukum, kami nunggu kabar untuk janjian ke Polres untuk cabut berkas bersama keluarga CR juga," tutur Wakasek Kesiswaan. (Red)

Lensa Indramayu  -REMBANG – Perjalanan pulang NR, 14, dari sekolah berujung musibah. Siswa kelas VII SMP Rembang ini meregang nyawa, setelah menabrak tiang listrik di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang.
EVAKUASI: Petugas kepolisian mengevakuasi NR usai menabrak tiang listrik di Desa Mojoparon, Rembang, Selasa (30/1) siang. (ISTIMEWA)

Kejadian malang itu menimpa korban, Selasa siang (30/1). Peristiwanya pun sungguh memprihatinkan. Karena disebut-sebut, korban sedang beradu kebut naik motor.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, kejadian itu menimpa korban saat hendak pulang ke rumahnya di Balepanjang, Desa Pandean, Kecamatan Bangil. Ia mengendarai motor Suzuki Shogun nopol N 6090 T bersama rombongan temannya.
[post_ads]
LUKA DI WAJAH: Korban sesaat setelah menabrak tiang listrik di tepi jalan.(Istimewa)
Saat itu, korban disebut-sebut tampak kebut-kebutan dengan teman-temannya.

Sampai di Mojokopek, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, petaka itu menimpanya. Ketika itu, korban tak bisa menguasai kendaraannya.

Motornya oleng, membuatnya tak bisa menguasai kendaraan. Akibatnya, fatal. Korban masuk tepi jalan dan menabrak tiang listrik. Tabrakan keras itu, membuat korban langsung tergeletak. Sementara, motornya meluncur hingga jarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.
“Kejadiannya sekitar pukul 13.00. Tadinya, ada sekiar empat kendaraan bermotor. Mereka terlihat kebut-kebutan. Sampai akhirnya, satu diantaranya oleng dan nabrang tiang listrik,” ungkap Andika, salah satu warga setempat.

Jenazah korban langsung dievakuasi. Tangis sedih keluarga yang mendapati jenazah korban langsung pecah. Korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk kemudian ditangani oleh pihak keluarga.
[post_ads_2]
Pihak kepolisian menyebutkan, kalau kejadian itu merupakan kecelakaan tunggal. Pihak keluarga pun tidak mau memperpanjang kejadian tersebut. “Pihak keluarga sudah membuat pernyataan untuk tidak memperpanjang kejadian ini,” tukas salah satu petugas lantas Polres Pasuruan.

Hal ini dibenarkan Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan, Iptu Marti. Pihaknya membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Hanya saja, pihak keluarga, tidak mau memperpanjang kasus kecelakaan yang menimpa anaknya tersebut.
(Red)

Lensa Indramayu  -INDRAMAYU – Blok Jatirejo terletak di tengah kawasan hutan yang jauh dari jalan raya. Walaupun di dalam hutan, secara administrative pemerintahan masuk ke wilayah Desa Sukaselamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Sebagian  murid dan wali murid   foto di depan SD Kelas Jauh Blok Jatireja di kawasan hutan Desa  Sukaselamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Penduduk di blok ini sebagian pendatang dari Cikarang (Kabupaten Bekasi), Kabupaten Sumedang, Bandung, Malingping (Kabupaten Garut), Kabupaten Cirebon dan daerah lainnya. Sejak puluhan tahun silam mereka menetap dengan mata pencaharian sebagai petani penggarap pada lahan milik Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Indramayu. Ada juga sebagian penduduk dari Indramayu, seperti dari Kecamatan Bongas.
[post_ads]
Di bidang pendidikan, sudah beberapa tahun lalu, berdiri Sekolah Dasar. Ketika menyambangi ke Blok Jatirejo, Minggu (21/1/18) sempat bertemu dengan beberapa wali murid, di antaranya yaitu; Santi, Yanti dan Maryati. “SD ini tadinya kelas jauh dari Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan. Sekarang kelas jauh dari SD di Desa Kedungdawa, Kecamatan Gabuswetan, Kepala Sekolahnya Pak Iman,” kata ibu-ibu tersebut.

Menurut mereka, pada Semester 1 tahun pelajaran 2017/2018 SD tersebut sempat memiliki seorang guru yaitu; Lela dari Majalengka. Namun sayangnya, satu-satunya guru di SD Kelas Jauh itu sekarang sudah berhenti, sehingga tidak ada lagi seorangpun guru yang mengajar.

Karena SD Jatirejo itu tak berguru maka tidak ada guru yang mengajar. Pada Semester II ini keberlangsungan pendidikan di sekolah itu dipertanyakan. Karena perjalanannya tersendat-sendat dan terkesan kurang maksimal. “Kalau pagi Kepala Sekolah datang hanya sebentar, lalu pulang lagi. Anak-anak belajarnya tidak maksimal,” kata mereka.

Kalau Kepala Sekolah dari SD Induk tidak hadir, anak-anak sering hanya menugggu di luar. Mereka ingin belajar seperti di SD-SD lainnya. Tapi apalah daya, karena tidak ada gurunya, anak-anak tidak ada yang membimbing. Sekolah sering tutup, tidak ada kegiatan pembelajaran.

Menurut anak-anak, murid SD Kelas Jauh ini berjumlah 28 anak. Terdiri dari Kelas I sebanyak 8 murid, Kelas II (6 murid), Kelas III (6 murid), Kelas IV (2 murid), Kelas V (5 murid) dan Kelas VI (1 murid). SD Kelas Jauh ini sudah punya bangunan. Walaupun kondisinya masih sederhana dan hanya memiliki 3 ruang pembelajaran.
[post_ads_2]
Salah seorang tokoh pendidik di Desa Sukaselamet, Kecamatan Kroya, Nur Amirin,S.Pd mengemukakan, kurang memahami mengenai status sekolah tersebut.

 Namun untuk kelanjutan pendidikan anak-anak disarankan sebaiknya SD Kelas Jauh itu di bawah naungan UPT Pendidikan Kecamatan Kroya. Bukan di bawah naungan UPT Pendidikan Gabuswetan. “Ini semata-mata untuk mempermudah monitoring dan pelaporannya,” kata Nur Amirin, S.Pd. ( Red )

Lensa Indramayu  - Indramayu - Dilengkapi audio dan video mobil perpustakaan keliling telah disiapkan oleh dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,  untuk melayani masyarakat di daerah terpencil.
Dua bocah sedang memilih buku di perpustakaan keliling

"Mobil itu telah dilengkapi dengan audio video multimedia, sehingga hal ini dapat meningkatkan minat membaca dan menciptakan suasana membaca lebih fun dan relaxs," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu Wawang Irawan di Indramayu, Kamis.

"Kehadiran mobil perpustakaan keliling ini sangat dinantikan oleh pemustaka dini," lanjutnya.

Mobil perpustakaan keliling yang baru tersebut untuk menjangkau daerah-daerah terjauh yang ada di Kabupaten Indramayu.

Wawang mengatakan minat baca masyarakat sudah semakin meningkat, namun kurangnya sarana dan prasarana yang memadai untuk meningkatkan minat literasi masyarakat Indramayu.

Mobil untuk perpustakaan keliling tersebut ujar Wawang, telah dilengkapi dengan 400 judul buku terbaru dan juga telah dilengkapi dengan perangkat audio video.

"Selain sarana perpustakaan juga dapat digunakan untuk menonton bareng film edukasi tentang literasi yang lebih menarik," tuturnya.

Wawang menambahkan mulai 2 Januari 2018 Perpustakaan Umum Kabupaten Indramayu buka hari Senin sampai Jum`at dari jam 08.00 - 21.00 WIB, sedangkan hari Sabtu buka dari jam 08.00 - 15.00 WIB.

"Selain layanan koleksi Perpustakaan untuk dibaca dan pinjaman buku secara manual, di Perpustakaan juga sudah tersedia layanan internet gratis," katanya.

Sementara itu Bupati Indramayu, Anna Sophanah mengatakan mobil perpustakaan keliling ini bisa menjangkau ke desa-desa yang terjauh sehingga mereka bisa tersentuh perpustakaan yang dapat meningkatkan minat baca di tengah masyarakat Indramayu.

"Respon masyarakat untuk membaca jika dilakukan dengan kreatif akan semakin meningkat. Kehiadiran mobil dengan perangkat multimedia ini mudah-mudahan bisa menciptakan suasana membaca yang lebih santai dan senang," kata Anna.

Lensa Indramayu  - Siswa yang sudah lulus sekolah menengah pertama (SMP) yang ingin melanjutkan ke sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Indramayu masih belum mencapai 100 persen. Berbagai faktor menyebabkan terjadinya kondisi tersebut.

Ilustrasi
Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Supardo menjelaskan, hingga saat ini instansinya masih melakukan pendataan terhadap angka melanjutkan sekolah siswa SMP ke jenjang menengah atas.

"Pendataan belum final, masih berproses karena data dari 205 sekolah belum masuk semuanya," ujar Supardo, Selasa (2/1). Namun meskipun demikian, perkiraan kasar angka melanjutkan sekolah siswa SMP di Kabupaten Indramayu berkisar 96,5 persen.

Sebagai gambaran, di Kabupaten Indramayu jumlah siswa SMP ada 61.480 siswa. Jumlah itu terdiri dari 20.422 siswa kelas VII, 20.800 siswa kelas VIII dan 20.178 siswa kelas IX. Jika perhitungan perkiraan kasar angka melanjutkan sekolah sebesar 96,5 persen, maka ada sekitar 700 siswa SMP yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

"Kami tentu berharap angka melanjutkan sekolah bisa mencapai 100 persen," tegas Supardo.

Supardo menyebutkan, karena masalah ekonomi dan faktor lain yang menyebabkan belum semua siswa SMP di Kabupaten Indramayu melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas.

[next]Faktor lain yaitu orang tua siswa mesti tetap merogoh kocek yang tak sedikit untuk keperluan sekolah anaknya, seperti seragam, buku maupun ongkos menuju sekolah.

Ada juga yang kedua orang tuanya mengalami perceraian yang dialami orang tua siswa. Tak jarang, anak korban perceraian akan dititipkan kepada neneknya. Sedangkan di sisi lain, sang nenek terkadang kurang memberi pengawasan terhadap cucunya karena keterbatasan mereka.

"Neneknya tidak mengerti apa-apa sehingga anak jadi tidak terkontrol, termasuk masalah pendidikannya," terang Supardo. Untuk mengatasi masalah itu, Supardo menyatakan, dibutuhkan penanganan lintas sektoral. Pasalnya, terjadinya masalah tersebut juga karena banyak faktor.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Indramayu, Ruswa, saat dimintai tanggapannya, mengaku prihatin dengan adanya siswa SMP di Indramayu yang belum seluruhnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi, jika hal itu terjadi karena kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka.

"Itu yang sejak dulu saya harapkan ada gerakan bersama sadar pendidikan, kata Ruswa.

Terkait faktor ekonomi, Ruswa menyatakan, sebenarnya sudah ada program dari pemerintah, yaitubantuan siswa miskin. Namun, dia mengakui, bantuan tersebut perlu ada tambahan.

"Setahu saya, baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten sudah ada program bantuan untuk mereka. Hanya mungkin tingkat implementasinya yang perlu dioptimalkan," tutur Ruswa.

Ruswa berharap, baik dinas pendidikan kabupaten maupun dinas pendidikan provinsi yang saat ini memiliki kewenangan terhadap SMA/SMK, harus memiliki data lebih lengkap lagi tentang siswa kurang mampu. Setelah itu, diadvokasi anggarannya agar siswa kurang mampu bisa menikmati sekolah. (Red)

Lensa Indramayu  - Gadis yang menjadi korban ini sebut saja Bunga, masih duduk di bangku kelas 6 SD asal Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ilustrasi

Mus (32), warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur, nekat menyebarkan foto bugil gadis yang dipacarinya lewat media sosial LINE.

Keduanya berkenalan lewat LINE pada Oktober 2017. Mereka sering melakukan percakapan secara online.

Pelaku mulai minta nomor ponsel korban yang juga sering digunakan untuk aplikasi WhatsApp (WA).

Usai dapat nomor WA, Mus sering membujuk korban untuk mengirimkan foto bugilnya lewat WA.

Pelaku dan korban ini hanya berkomunikasi secara online lewat medsos, baik LINE maupun WA.

"Keduanya belum pernah bertemu langsung," kata Kapolres Kukar, AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Supriyadi didampingi Kanit Reskrim Ipda Hadi Winarno, Senin (18/12/2017).

[next]Pelaku dan korban sering berkomunikasi lewat video call.

Seiring waktu perkenalan mereka, pelaku mulai mengetahui kalau korban memiliki teman dekat atau pacar baru.

Pelaku menjadi sakit hati dan menyebarkan foto bugilnya ke akun LINE milik Mi sendiri.

Jadi, teman-teman Mi dapat melihat foto bugil yang dikirim pelaku.

"Posting foto bugil ke profil LINE milik korban ini mendapat 40 like dan 2 komentar. Salah seorang teman melaporkan ke korban terkait posting foto bugil korban," tutur AKP Supriyadi.

Kejadian ini juga tercium oleh orangtua korban.

Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, Ayah korban langsung melaporkan peristiwa yang menimpa putrinya ke Polsek Tenggarong Seberang, Jumat (15/12) lalu.

"Pelaku sendiri menyebarkan foto bugil korban pada 24 November 2017 lalu. Usai mendapat laporan dari keluarga korban, anggota Polsek Tenggarong Seberang langsung meringkus pelaku," ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa 2 unit handphone merk Samsung yang selama ini digunakan pelaku dan korban.

Pelaku diancam pasal pornografi dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UURI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UURI No 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Source : Tribun

Lensa Indramayu  - Indramayu - Petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu mengamankan seorang mantan kepala sekolah (kepsek) dan dua orang bendahara sekolah SMKN 1 Arahan, Kabupaten Indramayu. Keduanya diduga telah menyelewengkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2014.

Ilustrasi
Adapun ketiga orang itu, yakni SY selaku mantan kepsek, serta AM dan ES, masing-masing mantan bendahara sekolah yang pernah dipimpin SY. SY saat ini masih berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) aktif. Namun, dia sudah tidak lagi menjabat sebagai kepsek di sekolah tersebut.

Begitupula dengan AM dan ES, yang juga kini sudah tidak menjabat lagi sebagai bendahara sekolah. Ketiganya diamankan petugas Kejari Indramayu pada awal Desember 2017 dan kini sudah dititipkan di Lapas Klas II B Indramayu. Penahanan terhadap ketiganya akan dilakukan selama 20 hari, mulai 7 Desember hingga 26 Desember 2017.

"Penyidik sudah mengantongi dua alat bukti," kata Kepala Kejari Indramayu, Abdillah, Senin (11/12).

SY merupakan orang yang bertanggung jawab sepenuhnya atas penggunaan dana BOS. Dia menunjuk AM sebagai bendahara di periode awal tahun anggaran, dan periode berikutnya ES selaku bendaharanya. Ketiga orang itu diduga telah bersekongkol untuk menyelewengkan penggunaan dana BOS.

Adapun besaran dana BOS di SMKN 1 Arahan pada 2014 yakni Rp 400 juta. Dari jumlah tersebut, dana yang diduga diselewengkan mencapai Rp 296 juta. Hal itu terungkap dari hasil audit yang telah diterima oleh Kejari Indramayu. 

Abdillah menjelaskan, dalam penggunaan dana BOS itu, ketiganya membuat laporan pertanggung jawabannya. Namun, sejumlah bukti-bukti riil seperti kuitansi, nota, dan lainnya sebagian besar ada yang difiktifkan.

"Proses pencairannya pun tidak mengacu pada juknis penggunaan dana BOS," terang Abdillah.

Saat ini, lanjut Abdillah, Kejari Indramayu terus mengembangkan kasus itu dan memeriksa sejumlah saksi. Pihaknya pun tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Mudah-mudahan proses penyidikannya cepat selesai dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor," tutur Abdillah.

Source : ROL
Editor : Redaktur

Lensa Indramayu  - INDRAMAYU - Satu orang siswa sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia dan seorang siswa terluka parah akibat sebuah mobil Avanza menabrak mereka di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (8/12) sekitar pukul 10.30 WIB.
Ilustrasi
Pengemudi mobil tersebut diduga mengantuk hingga tak dapat mengendalikan laju kendaraannya.

Korban meninggal dunia bernama Santoso (15), warga Desa Bungkul, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Sedangkan temannya, Nurwanto (15), asal Desa Panyindangan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, terluka parah.

Peristiwa itu bermula saat kedua siswa itu baru saja selesai mengikuti ujian di sekolahnya. Saat hendak pulang mereka mampir dulu di salah satu pedagang minuman dingin. Keduanya jajan es.

Setelah itu,kedua korban berdiri di bahu kanan jalan. Tiba-tiba, mereka diseruduk oleh sebuah kendaraan minibus Toyota Avanza bernopol E 1111 TM yang dikemudikan kencang oleh Marjuni (59), warga Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.

Akibat tabrakan keras itu, Santoso meninggal seketika di lokasi kejadian. Sedangkan Nurwanto,mengalami luka parah.

"Kejadiannya sangat cepat. Mereka baru saja membeli minuman dingin di tempat saya," ujar seorang saksi mata, Karyono, yang berdagang tepat di dekat lokasi kejadian.

Karyono mengatakan, kedua siswa tersebut diketahuinya baru selesai mengikuti ujian sekolah. Dia pun mengaku sangat terkejut melihat peristiwa itu.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, mobil Avanza itu mengalami kerusakan parah di bagian depannya. Usai menabrak siswa yang berdiri di pinggir jalan, mobil tersebut menabrak sebuah pohon dan satu tiang listrik hingga tumbang.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Asep Nugraha mengatakan, saat peristiwa itu terjadi, kondisi cuaca cerah dan jalanan di lokasi kejadian terpantau lurus dan mulus. Selain itu, kondisi kendaraan itu juga dalam kondisi baik dan remnya masih berfungsi dengan normal.

"Pengemudi diduga mengantuk saat mengemudikan kendaraannya," terang Asep.

Asep menambahkan, saat ini pengemudi Avanza itu sudah dibawa ke Mapolres Indramayu  untuk diperiksa lebih lanjut. Pengemudi hanya hanya mengalami luka ringan.

Red

Lensa Indramayu - Semenjak diminta Presiden Jokowi pada awal Agustus 2017, untuk menata kembali kurikulum, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, MAP, terus melakukan berbagai upaya untuk mengganti kurikulum 2013 dengan kurikulum baru.
Mendikbud
Menurut Mendikbud, kurikulum baru ini tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan Kurikulum 2013. Justru Malah, pada kurikulum baru yang tengah disusun ini merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya. Yang membedakannya ialah masalah fleksibilitas dan kejuruan.

Terkait dengan kurikulum yang baru nanti, Mendikbud berharap, nantinya dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau dunia kerja.

Sebagai catatan, Kurikulum 2013 menyorot pada perampingan dan penambahan materi ajar. Materi yang dirampingkan, seperti Bahasa Indonesia, IPS, dan PPKN, sedangkan materi yang ditambah adalah Matematika yang mengacu pada standar internasional seperti PISA.

“Misalnya begini, jurusan elektronika itu kan terlalu luas. Nah, maunya Bapak Presiden Joko Widodo itu lebih spesifik lagi agar proses belajar mengajar merespon kebutuhan pasar yang terus berubah,” kata Muhadjir, Minggu (3/12).

Muhadjir tak menjelaskan lebih lanjut apa pengembangan lainnya dari Kurikulum 2013. Ia hanya mengatakan bahwa kurikulum ini nantinya akan berdampak menyeluruh, dan lebih memudahkan siswa dalam belajar.

Dampak dari seringnya berganti kurikulum pendidikan ini, diharapkan memberikan banyak perubahan positif pada Dunia Pendidikan Indonesia, dan mampu mencapai cita-cita Pendidikan Nasional. Karena tentunya pemerintah melakukan evaluasi di setiap tahunnya.

Editor : Redaktur

Lensa Indramayu - INDRAMAYU - Puluhan siswa sekolah dasar (SD) Sumuradem II, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi jajanan berupa makaroni, Senin (4/12).
Salah satu siswa yang keracunan sedang menjalani pemeriksaan dokter puskesmas
Peristiwa itu bermula saat para siswa membeli jajanan makaroni basah yang dijual di depan sekolah mereka. Tak lama setelah memakan jajanan yang dicampur dengan bumbu pedas dan ayam tersebut, para siswa mengalami pusing, mual dan muntah-muntah.

Pihak sekolah yang mengetahui hal itu langsung membawa para korban ke Puskesmas Sukra untuk mendapat penanganan medis. Tercatat, ada 22 orang siswa yang harus mendapat penanganan intensif dari petugas medis.

Dari 22 korban itu, sebanyak 13 anak di antaranya harus dirawat di puskesmas tersebut. Sedangkan sembilan siswa lainnya diperbolehkan menjalani rawat jalan.

"Saya makan makaroni pakai bumbu pedas, harganya Rp 2.000. Setelah memakannya, saya merasa pusing, mual dan muntah-muntah," kata salah seorang korban keracunan, Rifka Afriliana, saat ditemui sedang menjalani perawatan di Puskesmas Sukra.

Sementara itu, petugas medis di Puskesmas Sukra langsung memberi penanganan kepada para korban keracunan makanan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, kondisi para korban sudah berangsur membaik.

"Kami sudah memasang infus dan memberikan obat," terang Dokter umum Puskesmas Sukra, Warnadi.

Warnadi mengatakan belum bisa memastikan penyebab keracunan yang dialami para siswa tersebut. Pihaknya akan memeriksa terlebih dulu sampel makanan makaroni yang dikonsumsi para korban.

Sementara itu, petugas kepolisian Unit Reskrim Polsek Patrol yang mendapat laporan warga telah menangani kasus tersebut. Petugas langsung mengamankan barang bukti dan meminta keterangan dari pedagang makaroni itu.

Source : ROL

Lensa Indramayu - Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong penyelengaraan pendidikan inklusif sebagai layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal usia sebayanya di kelas.
Deddy Mizwar / wakil gubernur jabar
"Kami menyadari sepenuhnya bahwa lahirnya paradigma pendidikan inklusif sarat dengan muatan kemanusiaan dan semangat penegakan hak-hak asasi manusia," kata Deddy Mizwar di sela-sela Festival Seni Anak Berkebutuhan Khusus se-Jawa Barat 2017 di Museum Sribaduga Bandung, Rabu.

Ia mengatakan inti dalam paradigma pendidikan inklusif adalah pemberian layanan pendidikan dalam keberagamaan. Falsafahnya menghargai perbedaan semua anak tanpa memandang kondisi fisik, mental, intelektual, sosial, emosi, ekonomi, jenis kelamin, suku, budaya, tempat tinggal, bahasa, dan sebagainya.

"Dengan kata lain, pengembangan pendidikan inklusif merupakan sebuah strategi dalam upaya mempercepat peningkatan kualitas kehidupan, daya saing, serta kehormatan dan martabat bangsa," kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pada tataran operasional, layanan pendidikan perlu menggeser pola segregasi menuju pola inklusi, dengan konsekuensi logis penyelenggaraan pendidikan di sekolah umum dan kejuruan harus lebih terbuka bagi semua individu, serta mengakomodasi semua kebutuhan sesuai dengan kondisi masing-masing individu, ramah dan tidak diskriminatif terhadap semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggulirkan berbagai program dalam rangka implementasi pendidikan inklusif di Jawa Barat, antara lain pembentukan kelompok kerja pendidikan inklusif, pemberian bantuan sosial atau hibah bagi sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.

Selain itu juga bantuan biaya pendidikan S1 dan S2 bagi guru, pembangunan pusat dukungan pendidikan inklusif dan berbagai sarana atau media pembelajarannya, serta pelatihan bagi para kepala dan guru sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.

"Kami juga memberikan bantuan untuk anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, dukungan atau fasilitasi guru SLB sebagai guru pembimbing khusus, menerbitkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas dan Penyelenggaraan Pendidikan yang juga mengatur tentang pndidikan inklusif," katanya.

Kegiatan sosialisasi, workshop, seminar dan lokakarya, bimbingan teknis, advokasi pendidikan inklusif, serta menjalin kemitraan dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan juga dilakukan demi tercapainya harapan yang dituju.

Ia juga berharap agar seluruh orang tua dan keluarga anak penyandang disabilitas memiliki kemampuan pengasuhan dan perawatan sekaligus pendampingan yang dibutuhkan anak penyandang disabilitas.

Dengan demikian, katanya, para anak penyandang disabilitas khususnya anak berkebutuhan khusus mampu mengembangkan diri melalui penggalian potensi sesuai kemampuan, minat dan bakat masing-masing, serta pada gilirannya mereka dapat menikmati, berperan, dan berkontribusi secara optimal, leluasa, dan tanpa diskriminasi.

Sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang memberikan urusan pengelolaan pendidikan khusus kepada pemerintah provinsi, Wagub mengajak semua stakeholder untuk menjalin sinergi yang lebih kuat sehingga pendidikan inklusif dapat menjadi lokomotif pemerataan kesempatan pendidikan dan partisipasi sekolah, selaras dengan semangat Pendidikan Untuk Semua (PUS).

Wagub juga mengajak seluruh stakeholder untuk mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, terutama terkait dengan pergeseran dari paradigma pelayanan dan rehabilitasi (charity based) menjadi pendekatan berbasis hak (right based), yang berdasarkan 11 Asas Pelaksanaan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Lensa Indramayu - Aceh




Banda Aceh- Himpunan Mahasiswa Prodi pendidikan agama islam (HMP PAI) menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Aceh Singkil, pada Minggu, (19/112017).


Dalam kegiatan ini Sekjend hmp PAI Syauqi Fadhlil Khaliq, mengatakan kegiatan penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung ke lokasi yang masih terendam banjir di tiga desa yaitu desa Pea Bumbung, desa Ujong Bawang, dan desa Suka Makmur.

“Semua di Kecamatan aceh singkil dengan jumlah kk 812 dan 3.575 jiwa, Dan Bantuan langsung diserahkan pada posko penerimaan bantuan setiap desa, yang diterima lansung oleh koordinator posko atau kepala desa setempat. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan peralatan sehari-hari lainnya,” sebut Syauqi.

Sementara dalam hasil pengamatan koordinator lapangan HMP PAI, kondisi singkil setelah hampir dua pekan dilanda banjir sudah mulai membaik, namun kita terus memantau perkembangan dan akan melihat bantuan lanjutan yang bisa kita berikan, mengingat kondisi di lapangan sangat tidak memungkinkan dikhawatirkan akan terjadi banjir kembali dengan curah hujan tinggi,” ucap Rusdi Koordinator lapangan HMP PAI.


Rusdi  juga mengatakan pihaknya telah mengantarkan langsung bantuan agar dapat diterima langsung oleh warga “Kita distribusikan langsung ke masyarakat supaya bantuan tersebut bisa diterima langsung. Semoga dengan bantuan ini  bisa bermanfaat bagi warga dan dapat meringankan beban korban banjir,” pungkasnya.

Dalam hal ini warga setempat menerima bantuan dan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuannya.
“Kami mewakili warga desa Ujung bawang sangat berterima kasih kepada adek-adek mahasiswa yang sudah memberi bantuan sembako kepada kami,” ungkap Jefri warga desa Ujung bawang.


Jefri mewakili warga di singkil juga berharap kepada pemerintah Aceh agar bisa membantu dalam  mengurangi debit air yang mengakibatkan terjadinya banjir di setiap tahun, terutama pada bulan November. " Kami sudah setiap tahun mengalami banjir begini," Tandasnya.

Hendria

Lensa Indramayu - Indramayu Jawa Barat
Senin, 20 Nopember 2017



Perwakilan Peserta Aksi ditemui Kadis DKD di ruang kerjanya

Aksi ratusan guru honor yang tergabung dalam Forum Honorer Kabuoaten Indramayu (FHKI) harus kecewa pasalnya orang nomor satu di Kabuoaten Indramayu itu tidak bisa menemui mereka.

Ungkapan kekecewaan itu disampaikan oleh salah satu kordinator wilayah selatan Nana Sugiana. ia menyampaikan ke awak media lensa indramayu bahwa sangat disayangkan bupati tidak bisa menemui langsung para peserta aksi.

" Seharusnya sebagai kepala daerah mau mendengar secara langsung keluhan kami para guru honorer, kami menjerit minta keadilan, tolong dengarkan rintihan kami" Tandasnya saat berorasi di depan kantor bupati Indranayu, Senin 20/17/.

Kordinator aksi  Dwi Suwar menuturkan bahwa tuntutanya cuma satu sesuai permendikbud no 26 thn 2017 yakni pemerintah daerah segera menerbitkan surat keputusan (SK)  bupati tentang penugasan guru honorer. Perhatikan kesejahteraan guru honorer kata Dwi.

Dalam orasinya Dwi menuntut  rasa keadilan, menurutnya kehidupan honorarium saat ini tidak sesuai dengan kriteria hidup layak (KHL). pasalnya di lapangan masih banyak para guru honorer menerima upah kisaran 100.000 -150.000 per bulan padahal mereka sudah mengabdi puluhan tahun kata Dwi.

" Dengan upah yang jauh dari angka layak hidup bagaimana mungkin kami bisa tenang saat menjalankan tugas sebagai guru " paparnya.

Sementara itu ketua Komisi 2 Bisma Dewantara menyampaikan langsung di hadapan peserta aksi tentang dukungan atas perjuangan FHKI menuntut perhatian pemerintah terhadap nasib guru honor. dirinya merasa prihatin atas rendahnya upah yang diterima oleh guru honorer, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan kawan - kawan FHKI kata Bisma.

Bisma yang merupakan politisi PKS meyakini bahwa selama ini kesejahteraan para guru honorer terpasung padahal menurutnya pekerjaan mereka (guru honor) tidak jauh beda dengan guru PNS bahkan ada juga yang lebih berat dibanding dengan yang berstatus pegawai negeri lanjut Bisma. ia bersama dengan anggota dewan lain akan berkoordinasi dengan bupati untuk membahas persoalan tersebut.

"Kami mendukung penuh perjuangan para guru honorer untuk menuntut keadilan, kami akan menekan bupati agar segera menerbitkan SK sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kawan -kawan guru honorer" ujar Bisma.

Perwakikan FHKI saat audiensi di gedung DPRD

Kepala Dinas Kepegawaian Daerah (DKD) Eddy Mulyadi mengatakan Aksi kawan FHKI adalah manusiawi mereka menuntut yang menjadi  haknya. Eddy melanjutkan dia akan konsultasi terlebih dahulu dengan BPK agar jangan sampai terjebak dalam memutuskan terkait penggunaan APBD untuk alokasi upah guru honor disesuaikan dengan UMK.

" Saya akan berkordinasi dengan ibu bupati sambil menyusun draft anggaran yg bakal di rapatkan dengan DPRD. Kami juga akan meminta bantuanya terkait SK " jelas Eddy saat menemui para perwakilan aksi di ruang kerjanya.

Eddy melanjutkan pihaknya akan menindak tegas kepala sekolah yang nakal dengan memasukan data baru sebagai tenaga honor di sekolahnya.(Arp).

Lensa Indramayu - Dalam rangka menuntut kenaikan gaji, Ratusan guru honor yang tergabung dalam Forum Honorer Kabupaten Indramayu (FHKI) melakukan aksi unjuk rasa menuntut perhatian pemerintah daerah terhadan nasib mereka, senin 20/11/2017.
Peserta aksi longmarch

Peserta aksi berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Indramayu. Kemudian dilanjutkan long march ke alun-alun Indramayu menuju pendopo untuk menemui Bupati.

Ada 3 poin dalam tuntutannya yakni mereka menuntut penegakan keadilan melalui Permendikbud nomor. 08 Tahun 2917, mereka juga meminta pengakuan pemerintah daerah terhadao tenaga honorer dalam bentuk di terbitkannya SK dari bupati, selain itu para pendemo juga menuntut agar upah yabg diterima mereka menggunakan standar minimal kabupaten (UMK).

Salah satu peserta aksi tuntutan guru honorer


Berdasarkan pantauan wartawan lensa indramayu di lapangan, Salah satu guru SDN suka mulya 3 tukdana yang tidak mau di sebutkan namanya ini mengaku Menerima gaji hanya 300 ribu per bulannya, dan itu pun di rapel 3 bulan sekali.

"Hanya 300 ribu rupiah mas perbulan, kadang di terima 3 bulan sekali" jelas nya saat di wawancarai wartawan Lensa Indramayu di sela-sela istirahat.

Ia menambahkan ikut demo ingin gaji nya di naikkan..

"Saya datang ke sini ikut demo agar gaji saya naik mas" pungkasnya.


Sampai berita ini diturunkan peserta masih tertahan di depan kantor pendopo Bupati Indramayu. dalam orasinya mereka meminta agar bupati bisa menemui dan merealisasikan yang menjadi tuntutanya.( Aji AP )

Potongan video guru pukuli murid
Lensa IndramayuVideo yang baru-baru ini beredar dan mempertontonkan seorang guru yang menghajar muridnya akhirnya menemukan titik terang. Sebelumnya sempat tersebar isu bahwa yang menjadi pelaku pemukulan adalah seorang wali murid yang tidak terima karena anaknya telah disetubuhi oleh murid yang dihajar tersebut.

Kini telah beredar kronologi lengkap dari video tersebut. Ternyata video tersebut terjadi di sebuah SMP di Pangkalpinang. Menurut KPAI, anak tersebut berinisial RHP dan kini sedang menjalani perawatan di IGD RSUD Kota Pangkalpingan. Sedangkan guru yang merupakan pelaku pemukulan rupanya adalah guru matematika berinisial M. 

Lalu ternyata beginilah kronologi dari kejadian tersebut: Menurut informasi yang dihimpun KPAI, kejadian ini bermula saat RHP sengaja mengejek M dengan memanggil namanya tanpa ada sapaan 'Pak'.

M merasa tidak terima lalu mencari murid yang memanggil namanya tanpa sapaan 'Pak'. Setelah ketemu dan RHP mengakui perbuatannya, pemukulan pun terjadi. M menghajar RHP dengan brutal hingga RHP dikabarkan sempat pingsan. Pihak keluarga RHP merasa tidak terima lantas melaporkan kejadian ini ke meja hijau.

KPAI sangat tidak terima dengan penganiayaan yang terjadi pada RHP. M dirasa telah melakukan penganiayaan berat karena tidak sekedar ditampar namun juga membenturkan kepala murid ke dinding. 

Diduga akibat benturan inilah RHP sampai merasa sakit di kepalanya.

Lensa Indramayu - Aceh Langsa







Banda Aceh- dengan Penetapan Hari Guru Nasional  sejak tahun 1994 disahkan dengan adanya Kepres No. 78 Tahun 1994, dan juga ditulis UU No.14 tahun 2005. tentang guru dan dosen yang menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional yang diperingati secara bersamaan dengan ulang tahun PGRI dengan Tema nasional peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2017 ialah “Membangun Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru.” Sabtu (25/11/2017).


Dalam peringatan hari guru ini Mawardi Syarbini selaku partai PAN menjabat sebagai wakil ketua komisi A menyatakan Persoalan lain yang juga sangat penting untuk menjadi renungan adalah soal pentingnya para guru menanamkan karakter pada murid-muridnya. Pendidikan karakter ini sangat penting bagi para murid untuk bekal menanggapi kehidupan, Mereka tidak hanya perlu pandai, tapi juga harus berkarakter dan berperilaku baik," ujarnya.


Maka Peran guru sangat diperlukan dalam penanaman karakter murid-muridnya, Tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, para guru juga dituntut untuk mampu melatih murid-muridnya berperilaku baik. Tugas menanamkan karakter ini jauh lebih berat untuk dijalankan ketimbang tugas untuk memenuhi tuntutan menyampaikan materi pelajaran. dorongan dari semua pihak sangat diperlukan supaya tugas untuk membentuk karakter ini bisa dijalankan dengan baik.

Tunjangan profesi guru bertujuan untuk memberikan penghargaan bagi guru yang berkualitas dan profesional. Mestinya semua pihak, khususnya organisasi profesi guru, turut menciptakan iklim perubahan mutu guru ini dan berupaya menghindari politisasi guru. Mari kita bersama-sama menghentikan politisasi guru demi kepentingan daerah." harapnya.

Dalam hal Ini momentum penting bagi Walikota dan Wakil Walikota melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Banda Aceh untuk melakukan perubahan besar-besaran menata ulang tata kelola kualitas guru, Tingkatkan mutu dan profesionalitas guru. Sudah waktunya guru harus memiliki daya saing regional dan global. Saat inilah momentumnya bagi Pemerintah Banda Aceh dan kita semua untuk fokus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan untuk mencapai visi misi Banda Aceh gemilang yang fokus pada Agama, Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi."sambungnya.

Kualitas generasi peserta didik akan menjadi penentu bangkitnya banda aceh sebagai model pendidikan aceh. kebangkitan itu hanya bisa terjadi jika anak-anak sekolah memperoleh pendidikan yang bermutu dan guru-guru yang profesional dan Pendidikan bermutu hanya bisa dilakukan oleh guru-guru berkualitas. Banda Aceh berpotensi menghasilkan anak-anak hebat, generasi-generasi emas di mata nasional dan  internasional. Semua itu hanya bisa terjadi jika guru kita berkualitas."Tegasnya.


Kami berharap Pemerintah Kota Banda Aceh fokus pada upaya meningkatkan kualitas guru ini. pertama, Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK) yang 20% di peruntukkan untuk bidang pendidikan harus dikelola dengan prinsip transparan, keadilan efisien, efektif dan akuntabel,  kedua peningkatan kesejateraan dan peningkatan kompetensi guru harus menjadi prioritas utama dan penambahan PNS  khusus guru di semua jenjang pendidikan
Ketiga, pelaksanaan sertifikasi guru harus dilakukan pembenahan secara konprehensif."Tutupnya.

Hendria

Lensa Indramayu - JAKARTA -- Literasi yang berarti secara definisi lama adalah kemampuan membaca dan menulis. Namun, saat ini yang dikenal secara luas adalah literasi teknologi, yaitu keahlian untuk menggunakan internet dan mengkomunikasikan informasi.
Seorang guru mencoba mengoperasikan program solusi pendidikan dengan menggunakan digital di Jakarta, Rabu (26/3). (Phot:Republika)
Menurut Kepala RRI World Service Anjar Achmad, tingkat literasi di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih dari banyak pihak. Terlebih, di tengah era keterbukaan media dan infomasi dalam waktu singkat. Secara khusus adalah melalui media gawai di tangan yang membuat penyebaran berita apapun dapat dilakukan tanpa proses penyaringan.

Senada dengan pernyataan tersebut, Direktur Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di Indonesia - Jakarta Shahbaz Khan juga berpendapat bahwa era digital sudah seharusnya memberikan banyak manfaat bagi banyak orang. Secara khusus adalah bagaimana mendapatkan edukasi dari perangkat teknologi yang saat ini cenderung sangat digunakan oleh masyarakat umum.

"Sesuai perkembangan zaman, kita bisa melihat bahwa berbagai infomasi yang bisa diakses melaliu perangkat digital sebenanrnya harus bisa memberi manfaat, tak hanya untuk mendapatkan informasi komprehensif, tetapi juga pendidikan," ujar Khan yang ditemui dalam acara RRI Diplomatic Forum Literacy in Digital World: Challenges and Oportunities, Rabu (20/9) di Jakarta.

Ia menuturkan pendidikan yang saat ini bisa diakses dan diberikan melalui perangkat teknologi sesuai dengan perkembangan zaman tetap membutuhkan pengawasan serta para akademisi yang menunjang. Dari sana, mereka dapat memberikan pengetahuan lebih luas, termasuk kepada anak-anak sebagai bekal edukasi yang penting.

"Tentu manfaat dari perangkat digital ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siapa saja, termasuk anak-anak dalam hal pendidikan. Karena itu, para guru harus dapat memfasilitasi hal ini dengan baik," jelas Khan.
Diberdayakan oleh Blogger.