Lensa Indramayu 
Jakarata_Ribuan driver online se-Jabodetabek yang terhimpun dalam Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (Gerhana) berunjuk rasa di depan kantor Grab Indonesia di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).

Unjuk rasa di kantor Grab Indonesia di Lippo Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018). - pict warta kota

Mereka menuntut pemerintah menutup perusahaan aplikasi Grab dan Go-Jek. Alasanya, selama ini mereka hanya dieksploitasi dan tidak diperlakukan sebagai mitra perusahaan.

“Kami meminta aplikator untuk menghentikan monopoli. Kami meminta perusahaan aplikasi tidak berubah menjadi perusahaan transportasi,” tegas juru bicara aksi driver online itu, Dedi Heriyantoni.
Menurut Dedi, selama ini driver justru diperlakukan tak manusiawi karena perusahaan tak pernah memikirkan kesejahteraan pengemudi.
Tak hanya itu, mereka juga menuding Grab dan Go Jek Indonesia telah melakukan praktik kartelisasi bisnis transportasi online dengan promo-promo yang mencekik saingan. Driver tak memiliki hak, dan hanya dituntut untuk melakukan kewajiban.
“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan meminta pemerintah pusat segera menutup dan mengusir semua aplikasi yang menzalimi rakyat dan segera menghadirkan aplikasi transportasi online yang profesional adil, transparan dan Mensejahterakan rakyat,” lanjut Dedi.

Aksi ini diikuti ratusan pengemudi taksi dan ojek online. Puluhan polisi mengawal aksi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari perwakilan Grab Indonesia. Para pengemudi masih menunggu perwakilan manajemen.
Para driver bertekad akan terus menggelar aksi sampai tuntutannya dipenuhi. (TP/MJ)

Sumber : MediaJakarta

Lokasi Gempa
Lensa Indramayu  - Gempa bumi dengan magnitude 4,3 Skala Richter baru saja mengguncang wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dalam siaran resminya menyebutkan, gempa mengguncang Tasikmalaya pada pukul 12.29.23 WIB, Kamis 23 Agustus 2018.

Pusat gempa berada pada titik koordinat 8.1 Lintang Selatan, 108.07 Bujur Timur atau sekitar 50 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya.

Pusat gempa berada pada kedalaman 78 kilometer di lautan. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini gelombang tsunami pada kejadian gempa ini.

Sebelumnya, gempa juga mengguncang Lampung Barat. Bahkan terjadi dua gempa dalam satu jam dengan magnitude 5,5 SR dan 4,2 SR. Gempa juga mengguncang Bali. (red)

Lensa Indramayu Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, meneliti dan memetakan mikrozonasi potensi bencana guncangan tanah di Desa Sukaperna, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Ilustrasi


"Kami melakukan pemetaan mikrozonasi di Desa Sukaperna, karena wilayah ini rawan bencana dan juga merupakan lokasi terjadinya semburan gas beberapa waktu lalu," kata Kepala Bidang Pemetaan, 

Pusat Survei Geologi, KESDM, Sinung Baskoro di Indramayu, Senin, 20 Agustus 2018, dilansir Antara.
Baskoro mengatakan Kabupaten Indramayu merupakan daerah yang secara geologis ditutupi oleh batuan berumur Kuarter yang relatif muda dan bersifat lepas. Terdiri dari pasir dan kerikil yang sangat rentan terhadap bahaya guncangan tanah akibat gempa.

Pada wilayah tersebut diduga dilalui oleh patahan-patahan aktif yang sulit diidentifikasikan, sebab tertutupi oleh endapan Kuarter.
[ads-post]
Dia menjelaskan manfaat dari pemetaan mikrozonasi, agar pemangku kebijakan dam masyarakat bisa mengetahui zona-zona yang aman untuk pembangunan dan hunian.

"Peta yang dihasilkan diharapkan akan menjadi pedoman bagi pemanfaatan lahan oleh masyarakat, pemerintah dan lainnya. Selain itu, kami juga memberikan gambaran bagi pengusahaan minyak dan gas bumi dalam mengetahui kondisi permukaan di wilayah tersebut," lanjutnya.

Dengan pengetahun tersebut, lanjut Baskoro, masyarakat bisa terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh ketidakpahaman dan bisa bertindak lebih cepat ketika terjadi semburan gas, beberapa waktu lalu.

Lensa Indramayu  - Sejumlah warga masyarakat Kecamatan Cantigi mendatangi komisi IV DPRD Indramayu, Rabu (1/8), kedatangan mereka terkait buruknya pembangunan jalan poros Desa Cemara Wetan blok bong dan Cor beton di Cantigi kulon.

DPRD kabupaten Indramayu
Warga yang datang langsung disambut baik oleh H.Drs. Muhaemin selaku ketua komisi IV DPRD Indramayu dalam pemaparanya warga menilai pelaksanaan pembangunan jalan ei Cantigi penuh kejanggalan terutama dilihat dari segi spek dan volume.

Lobi gedung Dewan Daerah kabupaten Indramayu

Dalam pertemuan tersebut mewakili masyarakat Cemara Wetan Supri (29),menjelaskan, bahwa pembangunan yang ada di desanya terindikasi banyak penyimpangan dilihat dari volume dan kualitas batu untuk yang dipakai dalam pengerasan jalan, di samping ketersediaan papan informasi yang terkesan ditutup - tutupi. Sulitnya masyarakat untuk dapat mengakses informasi berkaitan dengan pekerjaan pembangunanya menjadi pintu masuk para oknum untuk merampok volume dan kualitas pekerjaan.

" Bagi Badan Publik, penerapan keterbukaan informasi dapat mendorong perbaikan layanan, peningkatan kinerja, dan akuntabilitas program-program yang dijalankannya. Sementara bagi masyarakat, keterbukaan informasi bermanfaat guna terpenuhinya hak untuk mengetahui informasi publik, kita di sini sedang berperan aktif  mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan " jelas Supri

Supri yang juga pegiat sosial, menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah dan seluruh badan publik untuk memenuhi hak warga negara terhadap informasi publik, hal itu tidak ia temukan dalam  pekerjaan bangunan yang dikerjakan oleh pemerintah.

" Pembangunan jalan yang dijanjikan sejak tahun 2017 tidak sesuai dengan yang kami harapkan, kualitas batu asal-asalan, ditemukan layaknya model galian kuburan dan mereka (pekerja) tidak bisa  menjelaskan maksud model tersebut saat kami tanya " terang Supri.

Sementara itu aktifis GMPD (generasi muda peduli desa) Arifin (35)  yang juga warga masyarakat Cantigi,  ikut mengadukan perihal temuan yang dinilainya ada dugaan kong kali kong antara kontraktor, pengawas  PUPR , hal itu terlihat walaupun pengerjaan dibuat asal – asalan pekeejaan mereka terus berjalan tanpa ada teguran apa pun dari pengawas, padahal pengawas sering ditemui di tempat pekerjaan,

Aripin pun menjelaskan terkait temuanya, dugaan matrial beton titik awal dan akhir berbeda, di mana  titik awal sepanjang 100 meter betonnya seperti kurang campuran semen, diperkiraan memggunakan K 225, besi wiremes ukuran kecil dan  dipasang tidak tersambung  dan hanya dipasang setiap 10 meter, itupun dipasangnya setelah matrial beton turun  dan sudah diratakan baru besi dipasang, bukan itu aja dasaranpun tidak diratakan dulu, dan tidak ada plastik sedangkan plastik itu berfungsi sebagai penghindar serapan air langsung ke tanah agar matrial beton tidak cepat kering dan tidak mudah retak Kata Aripin.

Arifin menambahkan beberapa temuan yang Dia anggap sebagai penyelewengan diantaranya proyek dikerjakan malam hari, papan proyek yang tidak terpasang dan bestek yang asal asalan jauh dari standar cor beton.

"Aneh saja apakah dinas PUPR Kabupaten Indramayu ini melakukan  pembiaran, sebab saya sudah memberikan laporan bahwa ada kerugian negara di sana  tapi tidak ada respon sama sekali,saya juga kurang ngerti kenapa demikian," ujar Arifin

Dalam kesempatan tersebut ketua komisi IV Muhaemin menyayangkan hal seperti itu terjadi . Secara tekhnis volume tidak boleh kurang, terkait aduan seperti ini akan disikapi, yang sederhana saja bahwa papan informasi itu harus ada, dirinya sering menegur dinas terkait agar memperhatikan hal yang kecil dulu, seolah dinas yang disetir oleh para kontraktor katanya.

Sambung Arilin ia menyampaikan terimakasih atas masukannya, saya memahami kondisi Ini kami akan sikapi dari sisi anggaran dan sisi lainya termasuk lubang yang seperti galian kuburan. 

"Saya besok ada dua agenda di bukit barisan problemnya sama nanti kita bisa kroscek. Kita tahu kadangkala dinas yang diatur pemborong bukan sebaliknya " papar Muhaemin.

" Saya termasuk salah satu orang yang keras dalam hal ini , ketika bicara tentang mutu dan kualitas, bicara potensi daerah dan bicara soal reformasi  birokrasi hati saya juga prihatin " tandas Muhaemin.

Masyarakat berharap perlu adanya tindakan tegas dalam hal ini, bangunan yang asal jalan, praktek praktek curang yang sudah menjadi kebiasaan sepecepatnya harus dibenahi.

"Pertemuan hari ini jawabanya normatif menurut kami, ini menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan para kontraktor atau ada indikasi memang dinas bermain , harusnya dinas malu apabila diatur oleh pemborong " tutup Aripin. (Jo kp)

Lensa Indramayu NDRAMAYU - Suasana akhir pekan yang  cerah seketika berubah  mengagetkan, karena telah ditemukan  sesosok mayat yang mengapung disalah-satu empang milik warga di blok talang tembaga Kelurahan Paoman, Minggu (29/7/18).
Warga sekitar sedag mengangkat jenazah tong wi dari empang

Saksi mata H. Rana (65) mengatakan bahwa saat  akan mengontrol empang miliknya, tiba-tiba ditengah perjalanan  dikagetkan oleh sosok kepala yang mengapung di pinggiran empang.

"Sekitar pukul 09. 00 pagi, saya  dikagetkan dengan munculnya kepala manusia dari empang milik Suranto warga Blok Kalen Talang, Kelurahan Paoman, Kecamatan Kabupaten Indramayu" Katanya.

Suranto kemudian memberitahukan hal itu kepada warga lain yakni, Warsita (60) dan  Deden (39) yang kebetulan ada didekat tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami bertiga  bersama-sama memastikan siapa mayat yang ditemukan tersebut, dan dilanjutkan dengan melaporkannya kepada pihak Kepolisian setempat",  Imbuhnya.

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin melalui Polsek Indramayu menerangkan
bahwa korban bernama Hermawan alias Tong Wi  (70) yang beralamat dijalan Kapten Arya Gang. 41 RT/08  RW/03 Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Kabupaten. Indramayu.

"Korban meninggal  diduga akibat tidak berdaya ketika terjatuh kedalam air, karena sudah pikun dan lanjut usia, pada jasad korban tidak ditemukan  unsur kekerasan ataupun penganiyaan, berarti kejadian tersebut murni kecelakaan",  terangnya.

Ditambahkan Polsek setempat bahwa pihak keluarga tidak memperkenankan jasad Tong Wi diotopsi, pihak keluarga menyadari bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan, rencananya jasad Tong Wi akan disemayamkan dirumah duka dan akan dikremasi.

Pena : Azis
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu  - Penemuan mayat berjenis kelamin perempuan membuat geger warga Desa Bugis pada Sabtu, 21/7/2018 mayat tersebut di temukan oleh seorang petugas pengairan setempat.
Polisi dibantu warga mengevakuasi mayat
Menurut saksi mata Komara Alamsyah (31Tahun) mayat di temukan mengambang di saluran irigasi Pada sore hari sekitar pukul 03.00.
Di depan Puskesmas Anjatan.

"mayat tersebut di saluran irigasi depan puskesmas Anjatan mengambang , dengan kondisi tersebut kami bersama warga yg lain kami langsung melapor kejadian ini ke Polsek Anjatan " ungkap Komara menuturkan kesaksiannya

Atas laporan warga, polisi langsung melakukan cek ke tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian membawa mayat tersebut ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu guna dilakukan pemeriksaan medis,  dan hasil dari pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat tesebut.

Rudianto kanit Reskrim Anjatan mengatakan bahwa hasil informasi atas mayat tersebut bernama Eti binti Amat berusia 51 tahun warga Desa karanghegar Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang.

" Dari hasil pemeriksaan, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat korban, ini murni kecelakaan, Kami melakukan  pemeriksaan menyeluruh dan kami simpulkan tidak ada unsur kejahatan , kemudian mayat tersebut kami serahkan kepada pihak keluarga" tandas Rudianto


Tak hanya itu, media sosial juga tak luput dari informasi ini.
Pasalnya, temuan mayat wanita yang belakangan diketahui dari informasi warga setempat, mayat yg ditemukan adalah orang gila yg memang sering terlihat di sekitar area lokasi penemuan pada riwayat hidup sebelumnya.

Gempa bumi
Lensa Indramayu  - Jakarta - Gempa berkekuatan 5,0 SR yang mengguncang Indramayu hari ini disebut sebagai fenomena langka. Alasannya, gempa ini terjadi di kedalaman 662 km.

"Hasil analisis update BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo M=5,3 dengan episenter terletak pada koordinat 5,11 LS dan 108,34 BT, tepatnya di Laut Jawa, pada jarak 119 km arah utara Kota Indramayu, Jawa Barat, pada kedalaman 662 km," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Sabtu (23/6/2018).
Daryono menyebut peristiwa ini sebagai deep focus. Menurutnya, gempa yang terjadi pada kedalaman lebih dari 300 km adalah fenomena langka.


"Gempa bumi dalam dengan hiposenter melebihi 300 km di Laut Jawa merupakan fenomena langka yang menarik, karena fenomena gempa semacam ini sangat memang jarang terjadi," ujarnya.

"Meskipun peristiwa gempa deep focus dengan hiposenter yang dalam di utara Indramayu ini tidak berdampak, tetapi peristiwa ini sangat menarik untuk dicermati dalam konteks ilmu kegempaan atau seismologi," sambungnya.

Dia juga menjelaskan soal penyebab gempa ini. Menurut Daryono, gempa ini disebabkan gaya tarikan lempeng ke arah bawah.

"Secara tektonik, zona Laut Jawa terletak di zona tumbukan lempeng yang memiliki keunikan tersendiri karena di zona ini lempeng Indo-Australia menunjam dengan lereng yang menukik curam ke bawah lempeng Eurasia hingga di kedalaman sekitar 625 km. Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, maka gempa utara Indramayu ini terjadi karena dipengaruhi gaya gaya tarikan slab lempeng ke arah bawah (slab-pull gravity)," ujarnya.

Hal itu, menurutnya, menunjukkan masih aktifnya lempeng di Pulau Jawa. Khususnya, kata Daryono, di Jawa Barat.

"Dalam hal ini, gaya tarikan lempeng ke bawah (slabpull) tampak lebih dominan, dan dominasi gaya tarik lempeng ke bawah inilah yang memicu terjadinya gempa deep focus yang terjadi di Laut Jawa. Aktifnya deep-focus earthquake di Laut Jawa ini menjadi petunjuk bagi kita semua bahwa proses subduksi lempeng di zona subduksi dangkal, menengah, dan dalam Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat, hingga kini masih sangat aktif," pungkasnya

Lensa Indramayu  - Nasib naas menimpa seorang petani yang ditemukan tewas di areal pesawahan di Desa Juntikedokan , Kecamatan Juntinyuat, Kab Indramayu, Kamis (12/4/2018) pagi.
Warto (63) korban tersambar petir

Warto (63) , korban yang bertempat tinggal di Desa Lombang RT 01RW 01, korban diduga tersambar petir saat bekerja di sawah. Kejadian sekitar pukul 09.00 WIB
[post_ads]
Cuaca saat itu sedang gerimis hingga sekitar pukul 08.30 WIB terdengar suara petir yang mengakibatkan Warto (63)  tersambar petir.

 Jasad petani malang itu, ditemukan oleh dua petani lainnya yang saat itu tengah mengumpulkan hasil panen yaitu nandi (29) dan dapan (50).

 Melihat hal itu, beberapa Petani yang berada disekitar sawah langsung memberi pertolongan.

 Kedua petani yang masih tetangga korban itu, mendapati almarhum tergeletak di pematang sawah dengan kondisi mengenaskan yaitu mengeluarkan asap dari kepalanya seperti habis tersambar petir.
[post_ads_2]
Mereka kemudian menolong korban dengan bantuan warga dan bersama sama membawanya ke rumah duka dengan menggunakan mobil bak terbuka. Korban langsung dikebumikan pada pukul 3 sore, bertempat di TPU Ds.Lombang.

Lensa Indramayu  - Indramayu Jawa Barat


Pembongkaran Yang Dilakukan Oleh POL.PP terhadap Reklame Liar


Lohbener__Tim gabungan Satpol PP Indramayu melakukan penertiban papan reklame di pertigaan ABC Lohbener Indramayu Rabu 11/4/2018 ,

Hal ini dilakukan guna menertibkan serta melakukan penegasan terhadap pelaku usaha yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni papan iklan yang telah habis masa aktip perijinan/tidak memperpanjang pajak serta reklame-reklame ilegal yang tidak tepat dan tidak layak akan penempatanya.

Hal itu ditegaskan oleh Kasi Ops.Pol PP Kodim Abdullah. menurut Kodim penertiban ini perlu dilakukan mengingat banyaknya izin penggunaan reklame yang sudah kadaluarsa namun tidak juga diperpanjang katanya.

Hal senada di sampaikan oleh Kabid Gakda Pol PP Kamsari ia menyampaikan pihaknya tengah melakukan tindakan tegas sesuai Perbup nomor 29a 2017 yaitu, apabila reklame tidak berijin atau ijinya sudah habis dan tidak di perpanjang/tidak bayar pajak tidak ada bukti pajak dari BKD maka reklame tersebut wajib di bongkar.

"Penertiban ini sedang kami lakukan di seluruh Pantura Indramayu" ,pungkas Kamsari. (Supri)

Lensa Indramayu  - Indramayu Jawa Barat


Musyawarah mediasi yang dihadiri oleh muspika Kec.Arahan, Kuwu beserta Ketua BPD,dan kelompok tani Desa Linggajati

Polemik kepengurusan kelompok tani (poktan) Glodog Jaya Desa Linggajati Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu terus berlanjut. Musyawarah yang di fasilitasi  oleh muspika Kecamatan Arahan tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Pasalnya kedua belah pihak (pengurus lama dan baru) masih terus bersikukuh tentang keabsahan kepengurusan kelompoknya masing – masing.

Upaya mediasi yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan berakhir buntu. Menurut Camat Arahan IING Kuswara bahwa pihaknya sudah melakukan upaya maksimal terkait penyelesaian masalah di tubuh organisasi kelompok tani Gelodog Jaya tersebut, musyawarah dengan menghadirkan muspika di Kecamatan Arahan sudah ditempuhnya pada hari Selasa (27/03) dan itu adalah upaya mediasi kedua kalinya yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan, semata untuk mencari solusi terbaik tanpa harus saling benci katanya.

“ Kami berharap ada titik temu yang bisa disepakati oleh kedua belah pihak,  tentunya  dengan tetap mengedepankan musyawarah mufakat yang dibingkai dalam kemasan kekeluargaan, toh semuanya adalah untuk kepentingan Bersama,  “ Jelas Camat Iing.

Sementara itu ketua kelompok lama Jaja, bersikukuh bahwa dirinya tidak bisa diganti begitu saja oleh pengurus baru karena menurutnya kepengurusan lama sudah bernotaris jadi kalau mau diganti harus ditempuh melalui pengadilan dulu katanya. Keterangan lain dari Suparno sebagai ketua kelompok tani yang juga sudah bernotaris mempersilahkan kuwu untuk membuatkan SK bagi pengurus baru yang sudah terbentuk dan dirinya akan meminta Salinan SK tersebut untuk dikaji lagi terkait upaya hukum yang akan di tempuhnya.

“ Silahkan saja kuwu buat SK kami tidak larang dan kami akan minta salinanya untuk kami kaji terkait upaya hukum yang akan kami tempuh ” Kata Suparno.

Di pihak lain Kuwu Linggajai Sukroni saat ditemui lensi menegaskan bahwa, pengurus poktan glodog jaya yang baru sudah menempuh proses sebagaimana mestinya yakni ada musyawarah petani penggarap dan pemilik di sana sebagai dasar penggantian kepengurusan yang  sudah dikukuhkanya. Justru dirinya menanyakan dasar pembuatan akta notaris sebagaimana yang disampaikkan oleh pengurus lama.

“ Dasarnya apa mereka buat pengukuhan di notaris  padahal jelas aturanya bahwa yang mengukuhkan kelompok tani itu adalah kuwu bukan notaris baca permentan no.82 tahun 2013” jelas Sukroni.

Sukroni menambahkan dalam salinan akta notaris tersebut tertulis bahwa pembentukan kelompok tani glodog jaya tanggal 18 Maret 2018 sedangkan faktanya kelompok tani glodog jaya di Linggajati sudah ada lebih dari dua periode pemerintahan sebelumnya. Dan menurutnya  bulan Maret 2018 sudah masuk kepemimpinan pemerintahan baru sedangkan dirinya tidak pernah merasa mengukuhkan dalam pembentukan poktan tersebut.

“ Ini hanya akal – akalan mereka saja karena tidak mau diganti, lebih baik legowo saja toh sudah 6 tahun jadi ketua kelompok, saatnya ada penyegaran “ tandas Sukroni.

Ubaedilah salah seorang warga Desa Linggajati yang merupakan mantan sekdes memaparkan bahwa di mana – mana kalau pemerintahnya baru maka orang-orangnya juga banyak yang baru harusnya saudara Jaja tahu diri apalagi sebagai ketua kelompok tani dirinya (Jaja) tidak netral pada waktu pilwu kemarin katanya.

“ Dia itu waktu pilwu kemarin  jadi timses calon, berada di garis depan bahkan menjadi saksi calon, seharusnya dia mawas diri ketika ada proses pergantian kelompok apalagi kata kuwu prosedur pergantianya sudah ditempuh” Ujar Ubed. (Redaksi)

Lensa Indramayu  -Indramayu Jawa Barat


Pembagian Bansos Rastra di Desa Cemara Wetan

Indramayu__Sebagian besar kekecewaan dirasakan oleh masyarakat kurang mampu, pasalnya Bansos Rastra yang mereka tunggu-tunggu tidak ia dapatkan.

Bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) adalah peralihan program pemerintah pada tahun sebelumnya bernama Raskin ,adapun ketentuan keluarga penerima manfaat (KPM) adalah masyarakat golongan tidak mampu atau berpenghasilan minim ,sebagaimana ketentuan Kementrian Koordinator Bidang pembangunan manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemberian bantuan sosial berupa beras berkualitas medium kepada KPM dengan jumlah 10kg setiap bulanya tanpa biaya tebus .Adapun manfaatnya ialah meningkatkan ketahanan pangan di tingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan .

Ini sangat bertolak kenyataan seperti yg terjadi di Desa Cemara Wetan Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu saat pembagian Bansos Rastra pada sabtu 3/3 2018 kemarin. Pasalnya penerima manfaat terbilang masih banyak dari golongan ekonomi mampu  .

Waslani warga blok bong contohnya ia mengaku tidak menerima manfaat tersebut walau ia dari golongan tidak mampu. ",padahal masyarakat pun tau keseharian penghasilan saya seperti apa, hanya sebagai kuli tani mas ,mancing kepiting dapat sehari dimakan sehari habis,apalagi saya harus menghidupi kedua anak dan istri saya", ungkap dia saat hadir di balai desa.

Dengan tidak terdaftar namanya ia sangat merasa kecawa adanya Bansos kali ini ,
"Kalo raskin kemarin saya dapat jatah karna memang saya orang tidak punya,tapi kali ini kok saya tidak kebagian jatah ya," imbuhnya.

Lain halnya dengan Turyadi . Ia menyebutkan di Desa Cemara Wetan banyak sekali mereka yg mempunyai pekerjaan baku berpenghasilan baik ,yaitu,mereka para pemilik empang ,pemilik warung tapi mendapatkan beras, namun lebih banyak golongan tidak mampu yg tidak mendapatkanya ,bansos rastra kali ini tidak tepat sasaran ,tandas nya.

Desa Cemara Wetan sendiri mendapatkan 5,7ton Bansos Rastra dengan daftar KPM 507 ,Cemara blok bong hanya mendapatkan jatah 45 KPM .Ini yang membuat perbedaan di kalangan masyarakat pada umumnya .

Kuwu Cemara Wetan Tahjuddin saat di temui di ruang kerjanya menyampaikan ,dirinya tidak tahu menahu soal daftar KPM bansos rastra kali ini ,"soal Bansos Rastra sudah ada yang ngurusin yaitu panitia ,kalo ada warga miskin yg tidak kebagian ya saya tidak tau menau wong itu daftar dari sana nya ,kerjaan saya banyak bukan ngurusin bansos Rastra saja " pungkas Tahjuddin . (Spy Ade)

Lensa Indramayu  -Indrmayu--Nasib sial dialami sopir truk bernama kadnawi (48th) warga cidempet Kecamatan Arahan akibat menghindari jalan berlubang truk-nya terguling di selokan.
Menghindari Jalan berlubang truk terguling

peristiwa ini terjadi pada jam 3 dini hari Jumat, (2/3) korban dalam perjalanan pulang selepas menyelesaikan pekerjaanya, sesampai di jalan raya Arahan akibat hindari jalan berlubang hingga truknya oleng dan terguling.
[post_ads]
" posisi saya terlalu minggir jadi ban kanan saya menginjak tanah labil posisi tersebut membuat truk oleng secara tiba-tiba glubrak mobil saya terperosok disini" ungkap kadnawi saat dimintai keterangan oleh wartawan.

Kondisi saat ini sedang dalam proses evakuasi oleh polsek setempat dengan mendatangkan derek dari polres indramayu ,beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini ,bodi truk hanya mengalami bercak lumpur dan penyok saja.
[post_ads_2]
Lambatnya penanganan evakuasi disinyalir posisi badan truk dalam keadaan sulit untuk diangkat pada pagi hari.(Red)

Lensa Indramayu  - Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo mengguncang wilayah Bali. Gempa terjadi pukul 08.44 WIB.
Ilustrasi Gempa

Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo mengguncang wilayah Bali. Gempa terjadi pukul 08.44 WIB atau 09.44 WITA.
[post_ads]
Pusat gempa berada di bagian selatan Bali, berjarak 203 km dari Klungkung dan 215 km dari Denpasar. Kedalaman gempa berada 10 km di bawah permukaan laut.
"Gempa ini tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Humas BMKG Hary T Djatmiko dalam keterangannya, Rabu (21/2).
[post_ads_2]
Belum diketahui apakah ada korban jiwa maupun luka akibat gempa ini. Selain itu belum ada informasi terkait kerusakan.

Lensa Indramayu  - Subang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang mengonfirmasi korban meninggal akibat kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat mencapai 27 orang, seluruhnya perempuan.
Bus pariwisata terguling di tanjakan emen subang

"Korban meninggal 27 orang, penumpangnya semua ibu-ibu," ujar Kasubag Humas RSUD Subang Mamat Budirakhmat saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu.
[post_ads]
Mamat memastikan hingga saat ini pihak RSUD Subang juga masih melakukan perawatan intensif terhadap korban lainnya. Ia merinci, korban yang mengalami luka-luka sebanyak 18 orang, dua di antaranya tengah dalam kondisi kritis.

"Ada yang dalam kondisi luka di bagian tubuh, patah tulang, dan luka-luka lainnya. Ada dua orang dalam keadaan sangat kritis," katanya.

Menurutnya, keluarga korban mulai berdatangan ke RSUD Subang untuk memastikan kondisi yang dialami anggota keluarganya yang ikut dalam rombongan bus pariwisata tersebut.

"Keluarga korban sudah mulai berdatangan, mereka sedang menunggu di RS," katanya.

Sebelumnya, bus yang berisi rombongan dari Koperasi Simpan Pinjam Permata Ciputat Tangerang Selatan sedang berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu.
[post_ads_2]
Saat akan pulang melalui Subang kota tepatnya di tanjakan Emen, bus oleng dan menabrak sepeda motor hingga akhirnya menabrak tebing dan terguling.

Namun, untuk memastikan penyebab terjadinya kecelakaan itu, jajaran kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kejadian sebenarnya dengan meminta keterangan saksi-saksi. (Red)

Lensa Indramayu  -Subang, - Kecelakaan bus pariwisata di Tanjakan Emen, Subang, menewaskan 25 orang. Hal itu disampaikan Kepala Polres Subang AKBP M. Joni.

Bus Terguling di Tanjakan Emen Subang

"Total korban yang kami hitung sementara ada 25 korban meninggal dunia," kata Joni, Sabtu (10/2).

Kecelakaan itu terjadi tepatnya di Turunan Cicenang Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kabupaten Subang. Petugas gabungan telah mengevakuasi korban ke RSUD Subang dan beberapa puskesmas terdekat.
[post_ads]
Joni mengatakan jumlah penumpang bus pariwisata tersebut diperkirakan sebanyak 40 orang. Selain 25 orang tewas, beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka.

"Kami akan pastikan lagi, karena ada yang terpotong dan masih kami cek satu per satu. Kegiatan awal mengevakuasi korban yang selamat dan korban meninggal, serta mengevakuasi bus yang terbalik," ujar Joni.

Dia mengatakan pihaknya belum bisa menyebutkan penyebab kecelakaan. Tim gabungan terpadu dari Polda Jabar, Korlantas Polri, dan Dishub yang akan menjelaskan penyebab kecelakaan tersebut.

"Dugaan penyebab kecelakaan belum bisa kami pastikan karena itu turunan ke bawah," kata Joni.

Diketahui, bus tersebut datang dari arah Lembang, Bandung menuju Subang. Bus dengan Nopol F 7959 AA itu dikabarkan merupakan Rombongan Koprasi Simpan Pinjam Permata Ciputat Tangerang Selatan.

Berdasarkan pantauan yang dihimpun jurnalis Transmedia di lokasi kejadian, situasi jalan cukup menukik dan menurun sehingga dianggap rawan kecelakaan.
[post_ads_2]
Peristiwa itu terjadi pada pukul 17.00 WIB. Sejak sore hingga malam hari, petugas kepolisian dan Basarnas dibantu masyarakat masih melakukan proses evakuasi terhadap korban. Evakuasi dilakukan secara sederhana dengan lampu penerangan jalan seadanya dan dibantu lampu mobil patroli petugas. (Red)

Lensa Indramayu  - SUBANG - Sekitar 1.040 hektare sawah di Kabupaten Subang dan Indramayu terendam banjir menyusul tingginya curah hujan di kedua wilayah tersebut pada Selasa (6/2) lalu. Meski terendam banjir dengan ketinggian antara 20 hingga 60 sentimeter tanaman padi berusia sekitar satu bulan tersebut masih bisa di selamatkan.
Sawah kebanjiran, ilustrasi

"Terendam selama satu hingga dua hari dan masih bisa diselamatkan atau tidak puso," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jabar, Ir Hendy Jatnika MM Jumat (9/2).
[post_ads]
Menurut Hendy, di Kabupaten Indramayu luas lahan sawah terendam banjir seluas 599 hektare yang berada di Kecamatan Sukra seluas 160 hektare, Kadanghaur seluas 435 hektare, dan Kecamatan Kedokanbunder seluas lima hekatare.

Di Kecamatan Sukra, kata dia, banjir terjadi di Desa Ujungebang 45 hektare, Desa Tegal Taman 105 dan Desa Sumur Raden 10 hektare. Di Kecamatan Kandanghaur, imbuh dia, banjir merendam sawah di Desa Parean Girang 45 hektare, Bulak 135 hektare, Pranti 45 hektare, Eretan Wetan dua hektare, Eretan Kulon 195 hektare, Kertawunangun 15 hektare, dan Desa Soge dua hektare.

Sementara di Kecamatan Kedokanbunder banjir merendam tanaman padi di Desa Kedokanbunder Wetan seluas lima hektare.

Hendy mengungkapkan, banjir di ketiga kecamatan tersebut merendam sawah dengan ketinggian 20 hingga 70 sentimeter. Tanaman padi tersebut, kata dia, merendam sawah dengan kurun waktu satu sampai tiga hari.

Meski terendam banjir, kata dia, tanaman padi berusia sekitar satu bulan tersebut masih bisa diselamatkan. Ia mengatakan, lahan yang terendam padi tersebut akan terus dipantau oleh jajaran Dinas Pertanian setempat bersama petugas Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura yang ada di daerah tersebut.

" Jika terjadi gejala puso petugas akan membantu petani melakukan penanaman ulang. Tapi mudah-mudahan tak sampai puso," ujar dia.

Sedangkan di Kabupaten Subang, lanjut Hendy, banjir merendam tanaman padi di Kecamatan Blanakan seluas 445 hektare. Banjir tersebut melanda Desa Rawa Mekar (45 hektare), Rawameneng (50), Jayamukti (150), Langensari (20), dan Desa Tanjungtiga 200 hektare.
[post_ads_2]
Ketinggian air di daerah ini antara 20 hingga 50 sentimeter dengan usia tanaman sekitar satu bulan. "Informasi terakhir sudah ada yang surut. Mudah-mudahan tidak puso, masih selamat karena umur tanamannya masih muda. Kalau ada yang puso akan dilakukan tanam ulang secepatnya," tutur dia.

Lensa Indramayu  - INDRAMAYU -- Banjir yang menerjang lima desa di Kabupaten Indramayu pada Senin (5/2) lalu telah merendam sebanyak 875 rumah. Bantuan logistik pun sudah dikirim ke titik lokasi banjir.

warga yang terdampak banjir tercatat ada 1.093 kepala keluarga.
Ada pun lima desa yang dilanda banjir itu, yakni Desa Sukahaji, Bugel, Limpas, Patrol dan Arjasari. Semuanya terletak di Kecamatan Patrol. Sedangkan warga yang terdampak banjir tercatat ada 1.093 kepala keluarga. "Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut," ujar Kepala Bidang Kedaruratandan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu, Dadang, Selasa (6/2).

Dadang menyebutkan, ketinggian banjir yang merendam rumah warga itu bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Panggang Welut, yang merupakan anak Sungai Cimanuk, setelah hujan lebat mengguyur sejak Sabtu (3/2) lalu.

Dadang mengatakan, warga yang terdampak banjir sebagian besar memilih bertahan di rumah mereka masing-masing. Namun, BPBD Indramayu tetap mendirikan posko bantuan dan dapur umum di lokasi banjir untuk memenuhi kebutuhan warga korban banjir.

Menurut Dadang, stok bahan pangan untuk warga korban banjir itu masih aman untuk dua hari kedepan. Untuk stok ke depan, BPBD masih menunggu instruksi lanjutan.

Sementara itu, selain dari BPBD, bantuan pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya Polres Indramayu. Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin, memimpin langsung pemberian bantuan sembako bagi korban banjir di Kecamatan Patrol.

"Dengan bantuan paket sembako, kami berharap bisa meringankan beban warga yang menjadi korban banjir," tutur Arif.

Sementara itu, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Patrol mulai surut, Selasa (6/2). Warga pun disibukkan dengan aktivitas membersihkan rumah dan perabot milik mereka yang sempat terendam banjir. "Semoga banjir tidak terjadi lagi," kata seorang warga Desa Limpas, Jajo.

Terpisah,Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn, menjelaskan, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan akan terjadi sepanjang Februari 2018. Warga di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) pun diimbau untuk mewaspadai potensi bencana yang terjadi akibat tinginya intensitas hujan tersebut. "Bulan Februari ini merupakan puncak musim hujan," tandas Ahmad. (Red)

Lensa Indramayu  - Warga Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, geger dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas yang hanyut di Sungai Sipetung, Sabtu (3/2/2018).
Petugas Polsek Karangampel saat mengevakuasi mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Sipetung, Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Sabtu (3/2/2018). 

Berawal dari laporan warga, Mayat itu pertama kali ditemukan oleh seorang yang hendak mencari ikan di pintu air Sungai Sipetung sekitar pukul 05.00 WIB.
[post_ads]
Kasubbag Humas Polres Indramayu, AKP Heriyadi, menduga mayat berjenis kelamin laki-laki itu berusia kira-kira 60 tahun.

Saat ditemukan, mayat itu mengenakan jas biru, kaus putih, dan bercelana pendek warna abu-abu.

"Ditemukan mengapung dan tertutup sampah di dekat saluran air Sungai Sipetung," ujar AKP Heriyadi, Sabtu (3/2/2018).

Ia mengatakan, pada mayat itu tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.

Petugas Polsek Karangampel yang mendatangi lokasi langsung mengevakuasi mayat itu ke Puskesmas Karangampel.
[post_ads_2]
Dari hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Karangampel, kata Heriyadi, diduga pria tanpa identitas itu meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan warga.

"Sudah dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Heriyadi. (Red)

Lensa Indramayu  -REMBANG – Perjalanan pulang NR, 14, dari sekolah berujung musibah. Siswa kelas VII SMP Rembang ini meregang nyawa, setelah menabrak tiang listrik di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang.
EVAKUASI: Petugas kepolisian mengevakuasi NR usai menabrak tiang listrik di Desa Mojoparon, Rembang, Selasa (30/1) siang. (ISTIMEWA)

Kejadian malang itu menimpa korban, Selasa siang (30/1). Peristiwanya pun sungguh memprihatinkan. Karena disebut-sebut, korban sedang beradu kebut naik motor.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, kejadian itu menimpa korban saat hendak pulang ke rumahnya di Balepanjang, Desa Pandean, Kecamatan Bangil. Ia mengendarai motor Suzuki Shogun nopol N 6090 T bersama rombongan temannya.
[post_ads]
LUKA DI WAJAH: Korban sesaat setelah menabrak tiang listrik di tepi jalan.(Istimewa)
Saat itu, korban disebut-sebut tampak kebut-kebutan dengan teman-temannya.

Sampai di Mojokopek, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, petaka itu menimpanya. Ketika itu, korban tak bisa menguasai kendaraannya.

Motornya oleng, membuatnya tak bisa menguasai kendaraan. Akibatnya, fatal. Korban masuk tepi jalan dan menabrak tiang listrik. Tabrakan keras itu, membuat korban langsung tergeletak. Sementara, motornya meluncur hingga jarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.
“Kejadiannya sekitar pukul 13.00. Tadinya, ada sekiar empat kendaraan bermotor. Mereka terlihat kebut-kebutan. Sampai akhirnya, satu diantaranya oleng dan nabrang tiang listrik,” ungkap Andika, salah satu warga setempat.

Jenazah korban langsung dievakuasi. Tangis sedih keluarga yang mendapati jenazah korban langsung pecah. Korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk kemudian ditangani oleh pihak keluarga.
[post_ads_2]
Pihak kepolisian menyebutkan, kalau kejadian itu merupakan kecelakaan tunggal. Pihak keluarga pun tidak mau memperpanjang kejadian tersebut. “Pihak keluarga sudah membuat pernyataan untuk tidak memperpanjang kejadian ini,” tukas salah satu petugas lantas Polres Pasuruan.

Hal ini dibenarkan Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan, Iptu Marti. Pihaknya membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Hanya saja, pihak keluarga, tidak mau memperpanjang kasus kecelakaan yang menimpa anaknya tersebut.
(Red)

Lensa Indramayu  - INDRAMAYU - Kisah tragis datang dari warga Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Wahyudin (43) ditemukan tewas pada Sabtu (27/1/2018) kira-kira pukul 11.45 WIB. diduga tewas tersengat listrik.
ISTIMEWA Dokumen Subbag Humas Polres Indramayu
Beberapa warga menunjukkan lokasi pompa air yang diperbaiki Wahyudin di Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (27/1/2018). 
Peristiwa berawal saat korban hendak memperbaiki pompa air di belakang rumahnya. Saat itu, korban tengah memasang arde di pompa air itu.
[post_ads]
Namun nahas, beberapa saat kemudian korban ditemukan sudah tergeletak.

"Saat dicek denyut nadinya sudah tidak ada," kata AKP Heriyadi, Kasubbag Humas Polres Indramayu, Sabtu (27/1/2018) malam. Menurut Heriyadi, diduga luka itu ditimbulkan akibat sengatan listrik.

Petugas langsung mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.
[post_ads_2]
Setelah dilakukan penanganan medis, jenazah korban langsung diserahkan ke keluarganya untuk dikebumikan.

"Pihak keluarga korban tidak berkenan untuk dilakulan otopsi dan sudah membuat surat pernyataan," ujar Heriyadi. (Red)
Diberdayakan oleh Blogger.