Lensa Indramayu  -Ribuan masyarakat Kecamatan Haurgelis, Kabupaten Indramayu antusias mengikuti Pawai Tarkhib dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, Senin (10/09/2018).


Marching Band di pawai Tarkhib


Pelaksanaan kali ini tidak hanya di ikuti oleh para siswa-siswi dan masyarakat, melainkan di ikuti juga oleh ratusan Santri dari Pondok Pesantren Darussalam Al – Qur’ani Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.
“Menyambut satu muharram muda-mudahan bisa menjadi ajang silaturahmi bagi masyarat Pemdes se-Kecamatan Haurgelis serta para guru dan pengasuh pesantren meski perayaan 1 Muharam kali ini tidak disertai pesta kembang api atau petasan. Namun tetap mendapat sambutan positif masyarakat, mulai anak-anak hingga ibu-ibu seolah tak ingin ketinggalan untuk mengikuti merayakan datangnya Satu Muharam,” kata Ketua MUI H. Junedi Badlowi.
Perayaan menyambut datangnya tahun baru Islam, lanjut dia, berlangsung meriah di tingkat Kecamatan Haurgelis Indramayu, sembari membaca shalawat Nabi, lebih dari seribu warga asetempat mengikuti pawai ta`aruf.
“Kegiatan tahun baru islam ini, seluruh masyarakat dan santri ikut berkeliling, di mulai dari pasar keselatan prapatan greja Pantekosta menuju prapatan H. Sakwan dan keutara langsung kembali dihalaman Kecamatan sambil menunggu undian doorprez,” punkasnya,

Sai W9
Penulis Joni

Suasana malam kota Indramayu dari atas
Lensa Indramayu - Indramayu merupakan salah satu daerah yang menarik, namun belum semua orang tahu akan keindahan alam maupun kebudayaan Indramayu, sehingga kini mulai banyak orang yang mencari informasi tentang Indramayu, baik informasi tentang potensi wisata di Indramayu, maupun beragam kesenian dan kebudayaan khas Indramayu.

Penduduk Kabupaten Indramayu merupakan campuran suku sunda dan Jawa, dimana budaya yang tumbuh dan berkembang merupakan bentuk implementasi ekspresi masyarakat setempat yang dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga bentuk kebudayaan nya merupakan akulturasi dari kedua kebudayaan tersebut.

Kesenian kabupaten Indramayu sangat beraneka ragam dan itu merupakan sebuah seni yang wajib dilestarikan. Jika kita berbicara Indramayu, berarti kita berbicara masalah kesenian kabupaten Indramayu yang sangat majemuk. Mungkin karena sangat beragamnya kami tidak bisa mengulas secara detail. Berbicara Indramayu, yang terlintas di pikiran kita adalah Jawa Barat dan juga pantura. Ya, karena Indramayu memang berada di Provinsi Jawa Barat dan juga dilewati oleh jalur Pantura atau Pantai Utara.

Apa Saja Kesenian dan Kebudayaan Khas Indramayu? Mari kita ulas satu per satu :

1.Tari Topeng
Tari topeng sebenarnya kesenian yang berasal dari daerah Cirebon, termasuk juga Indramayu. Tarian ini merupakan salah satu tarian di tatar Parahyangan. Penari nya memakai topeng saat menari, itulah sebabnya tarian ini dinamakan Tari Topeng. Tari topeng ini juga beraneka ragam dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan maupun cerita yang ingin disampaikan dalam tarian tersebut. Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab merupakan ciri khas lain dari tari topeng. Sampai sekarang kesenian tari topeng ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari dan juga sering dipentaskan saat acara resmi daerah. Salah satu sanggar Tari Topeng yang ada di Indramayu adalah Sanggar Tari Topeng milik Mimi Rasinah, Maestro Tari Topeng yang telah wafat pada bulan Agustus 2010.

2.Mapag Dewi Sri
Menurut kepercayaan masyarakat Indramayu, tradisi Mapag Dewi Sri wajib diadakan setiap tahun nya. Menurut cerita, pada tahun 1970-an pernah tidak melakukan ritual ini dikarenakan jumlah panen yang sedikit. Akibatnya banyak masyarakat setempat yang sakit. Semenjak itu pesta rakyat ini selalu diadakan tiap tahunnya tanpa melihat hasil panen.

3.Sintren
Sintren sebenarnya salah satu kesenian yang dimiliki oleh Masyarakat Jasa. Kesenian ini terkenal di pesisir Utara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Banyak yang menyebut Sintren denfan sebutan Lais, dan di Indramayu sintren dipentaskan pada saat acara tertentu saja.

4.Genjring Akrobat
Merupakan pertunjukkan dengan menggunakan tangga sebagai medianya, sepeda roda satu dan lain sebagainya. Genjring Akrobat dalam penyajian nya di iringi alat musik Genjring/Rebana dengan dilengkapi tari Rudat.

5.Sandiwara
Kesenian ini hampir sama dengan seni pertunjukkan ketoprak yang berasal dari Jawa. Kesenian sandiwara di Kabupaten Indramayu biasanya mengisahkan tentang legenda dan sejarah yaitu sebuah pertunjukkan pentasan sebuah cerita atau disebut pula lakon dalam bahasa Jawa.

6.Tarling
Tarling merupakan seni musik yang ditampilkan dengan menggunakan gitar dan suling. Dimana Gitar dan Suling menjadi pengiring dalam kesenian ini. Kesenian ini mengikuti perkembangan zaman, karena sekarang tarling tidak hanya di iringi dengan gitar dan suling melainkan juga dilengkapi dengan alat musik modern.

7.Wayang Kulit
Kesenian ini memang sudah melekat pada masyarakat Jawa pada umumnya, begitu pula denga Indramayu. Karena kesenian wayang kulit ini masih melekat pada masyarakat Indramayu. Dan wayang kulit Indramayu sama seperti wayang kulit Jawa, yang berbeda hanya bahasa saat mementaskan nya.

8.Berokan
Berokan merupakan kesenian yang berasal dari Indramayu, dimana kesenian ini hampir sama dengan kesenian barongsai yang berasal dari Cina.

9.Singa Depok dan Kebo Ngamuk
Kesenian ini mirip dengan kesenian sisingaan yang berasal dari Indramayu, dimana kesenian ini hampir sama dengan kesenian barongsai yang berasal dari Cina.
Singa Depok dan Kebo Ngamuk
Kesenian ini mirip dengan kesenian sisingaan yang berasal dari Subang dan mulai dimodifikasi dengan adanya Kebo Ngamuk dan Burok

10.Batik Tulis Paoman (Batik Indramayu)
Ini merupakan kesenian tulis yang berasal dari kabupaten Indramayu. Batik ini memiliki ciri khas pesisir dengan corak yang berbeda dengan batik dari daerah lain. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkunga kehidupan pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar ikut mempengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir.

Kesenian Kabupaten Indramayu sebenarnya ada beberapa yang mirip/sama dengan daerah lain. Namun, tentu saja mempunyai beberapa perbedaan yang menciri khaskan daerah Indramayu. Jika anda melewati jalur pantura jangan lupa mampir ke Indramayu untuk melihat kesenian Indramayu yang unik dan indah atau sekedar mencicipi wisata kuliner khas Indramayu.

Indonesia Memang Kaya akan Khasanah Budaya Bangsa yang dilahirkan dari Nenek Moyang Kita salah satunnya adalah Jenis Kesenian atau tarian di Jawa Barat Yakni Tari Jaipong.
Pentas seni tari jaipong asal jawa barat

Pengertian Tari Jaipong

Jaipongan adalah sebuah aliran seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman Berasal dari Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu.

Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan.

Sebagai tarian pergaulan, tari Jaipong berhasil dikembangkan oleh Seniman Sunda menjadi tarian yang memasyarakat dan sangat digemari oleh masyarakat Jawa Barat (khususnya), bahkan populer sampai di luar Jawa Barat.

Menyebut Jaipongan sebenarnya tak hanya akan mengingatkan orang pada sejenis tari tradisi Sunda yang atraktif dengan gerak yang dinamis. Tangan, bahu, dan pinggul selalu menjadi bagian dominan dalam pola gerak yang lincah, diiringi oleh pukulan kendang. Terutama pada penari perempuan, seluruhnya itu selalu dibarengi dengan senyum manis dan kerlingan mata. Inilah sejenis tarian pergaulan dalam tradisi tari Sunda yang muncul pada akhir tahun 1970-an yang sampai hari ini popularitasnya masih hidup di tengah masyarakat.

Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul.

Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan.

Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu / Doger / Tayub) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu / Doger / Tayub). Dalam pada itu, eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian dalam Topeng Banjet ini.

Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsur gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.
Diberdayakan oleh Blogger.