Pengurus JOIN Indramayu gelar diskusi bersama KASDIM, KODIM 0616
Lensa Indramayu  – DPD Jurnalis Online Indonesia (Join) Kabupaten Indramayu silaturahmi ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu, .

Silaturahmi yang diwakili oleh beberapa pengurus JOIN ini dihadiri oleh Ketua, Wakil, Sekretaris dan Dewan Pembina JOIN Indramayu, Hal tersebut untuk mempererat hubungan TNI dan Insan Pers khusunya di Kabupaten Indramayu.

Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Hudi Mahudi, mengatakan pentingnya kerjasama antara TNI dan PERS guna mensosialisasikan hubungan TNI dengan masyarakat agar lebih dekat.

Dengan di bangunnya kerja sama tersebut diharapkan setiap informasi yang disampaikan baik menyangkut keamanan, stabilitas dan kondusifitas daerah dapat terus terjaga. “Mari betugas sesuai tupoksi masing-masing, karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar melalui kerja sama antara TNI dan Insan Pers ini, Masyarakat lebih cepat mendapatkan informasi tentang kinerja TNI di kota Indramayu ini, sehingga TNI dan masyarakat tetap tejalin dengan baik,” ucap Kasdim diruang kerjanya. Jumat (14/9/18)

Menurutnya, dengan terjalin kebersamaan itu, maka diharapkan informasi yang menyangkut ancaman terhadap stabilitas dan kondusifitas keamanan daerah bisa dengan cepat diterima oleh pihaknya. “Karena dengan berbagi informasi merupakan langkah baik dalam membangun suatu keharmonisan dalam menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing,” harap dia.

Ditempat yang sama Dewan Pembina JOIN Indramayu Ma’rif Yoga mengatakan, dengan diadakan silaturahmi ini diharapkan bisa menumbuhkan kerjasama yang baik, dan saling memberikan informasi yang cepat, akurat antara TNI dan wartawan guna menyampaikannya kepada masyarakat.

“Juga membentuk suasana yang harmonis dalam mendukung pembangunan di Indramayu lebih baik lagi. Diharapkan seluruh wartawan yang tergabung dalam satu wadah Jurnalis Online Indonesia agar menjalankan tuga sesuai dengan kode etik jurnalistik dan UU yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara Ketua JOIN indramayu Custisna menyampaikan terimakasihnya kepada Kodim 0616 Indramayu melalui Kasdim Mayor Inf Hudi Mahudi yang telah menyambut baik kedatangan pihaknya.

Ia juga berjanji akan menjalin hubungan baik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Adanya kerjasama yang baik tersebut, menurut dia, bukan suatu penghalang bagi jurnalis dalam menjalankan tugas dan memberikan informasi yang benar sesuai fakta. “Tugas jurnalis kan menyampaikan informasi yang benar dan sesuai dengan fakta, namun bukan yang bersifat opini yang bisa menimbulkan kegaduhan. Karena selain menyampaikan informasi tugas media juga membuat suasana kondusif,” jelasnya.

Diakhir kunjungan Ketua JOIN Indramayu memberikan cindera mata kepada Kodim 0616 Indramayu yang diterima oleh Kasdim Mayor Inf Hudi Mahudi.

Pena : JOIN
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu INDRAMAYU - Wajah agama Islam saat ini telah tercoreng oleh munculnya faham Islam Phobia yang menjelma menjadi terorisme dan atas dasar tersebut dalam rangka Mengantisipasi dan Menyikapi Perkembangan Terorisme, Dandim 0616 Indramayu  mengadakan Saresehan, yang bertempat di Bank  Jabar Banten (BJB) Indramayu. Kamis (26/7/2018)
Cegah Gerakan Terorisme, DANDIM 0616 Indramayu Gelar Acara SARASEHAN
Dalam sambutannya Dandim 0616 Indramayu Letkol Kav. Agung Nur Cahyono menginformasikan bahwa Indramayu  saat ini telah menjadi tempat bersarangnya terotisme.

"Waspadai orang-orang yang pulang dari Suriyah, karena sebanyak 350 orang, baru 50 orang yang telah diamankan." Katanya.

Dia menambahkan dari hasil penangkapan teroris kemarin telah ditemukan satu kuintal bahan peledak. "Kita juga harus tahu bahwa ciri karakteristik mereka adalah tidak toleran, tertutup dan selalu menginginkan Revolusi pada negara serta menganggap kelompoknya adalah yang paling benar" Sambungnya.

Pada kesempatan itu turut diundang narasumber dari unsur Polri, AKBP. Widodo yang juga mantan Densus 88 yang sekarang menjabat sebagai Dan-yon Brimob Sumber Cirebon, diterangkannya bahwa Teroris yang masuk dalam gerakan terorisme kemarin adalah generasi ke-tiga dari Jamaah Anshoru Daulah  (JAD) yang ternyata pemahaman Islamnya hanya sebatas kulit.

"Dari 16 Teroris yang tertangkap kemarin, ternyata banyak yang tidak bisa baca Doa iftitah, bahkan keilmuan fiqihnya-pun banyak yang tidak faham" Jelasnya.

Widodo mengungkapkan kelompok teroris beranggapan bahwa kita ini adalah thogut dan darahnya halal bagi mereka. "Jaringan mereka telah tersebar dari mulai Indonesia, Filipina, hingga timur tengah dan negara lainnya di dunia. Walaupun begitu pantang bagi kita untuk takut kepada teroris dan  harus  dilawan  serta kita matikan gerakannya" tegasnya.

Dalam acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Supendi, tokoh agama Islam KH. Syaerozi Bilal, ormas dan organisasi Kepemudaan yang ada di Indramayu, seperti  FKPPI, KNPI, Pemuda Pancasila, Mitra Kodim (M16), Banser dan juga perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada di beberapa universitas Indramayu.

Pena  : Azis
Editor: Redaktur

Sambut Pilkada serentak tahun 2018, Subang Gelar Pasukan Pengamanan TPS
Lensa Indramayu  -  Subang-Apel gelar pasukan pergeseran personil pengamanan TPS  operasi mantap praja lodaya 2018 dalam rangka Pilkada serentak tahun 2018 Kabupaten Subang dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Subang dengan bertindak selaku inspektur upacara/pimpinan apel Plt. Bupati Subang H. Ating Rusnatim, SE. Senin (25/6/18).

Plt. Bupati Subang bertindak selaku inspektur upacara / pimpinan apel membacakan sambutan Kapolda Jabar bahwa apel tersebut dalam rangka melaksanakan pengecekan kesiapan personil dan kelengkapan sarana dan prasarana, serta menyamakan pola piker dan pola tindak dalam pengamanan tahapan pemungutan suara pada Pilkada serentak 2018 guna meminimalisir setiap potensi gangguan Kamtibnas yang terjadi dengan perencanaan yang matang dalam rangka mensukseskan Pilkada serentak 2018, sehingga dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancer sesuai asas, tujuan dan prinsip-prinsip penyelenggaraan Pilkada.

Ada beberapa penekanan yang perlu dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh personil yang terlibat PAM TPS, yaitu :

1. Agar melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di sekitar TPS pada saat pelaksanaan pemungutan suara dan perhitungan suara.

2.  Mengambil tindakan pertama di TKP apabila menemukan kasus pelanggaran/kejahatan dan selanjutnya melaporkan kepada posko terdekat, sehingga dapat diantisipasi dini secara cepat, tepat dan tuntas.

3. Melarang warga masyarakat membawa senjata tajam, senjata api dan barang berbahaya ke lokasi TPS.

4. Setelah melaksanakan tugas, agar personel pengamanan TPS membuat akhir penugasan.

Oleh karena itu, kepada personil yang akan bertugas pengmanan Pilkada serentak 2018 diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan professional, iklas, bertanggung jawab dan penuh pengabdian, serta memahami tugas dan prosedur pengamanan serta senantiasa menjaga netralitas, solidaritas dan integritas TNI-Polri sehingga dapat terjamin Pilkada 2018 di wilayah Jawa Barat yang jujur, adil dan demokratis.

Plt. Bupati dalam sambutannya menambahkan harapan kepada seluruh aparatur pemerintah daerah, khususnya unsur pimpinan wilayah yaitu para Camat, Kepala Desa dan Lurah selalu siap bersama-sama, bersinergi dengan unsur TNI dan Polri untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu jalannya Pilkada serentak tahun 2018. Kepada seluruh masyarakat Subang agar melaksanakan hak pilihnya pada tanggal 27 Juni 2018, karena dengan menunaikan hak pilihnya pada Pilkada berarti rakyat telah berdaulat yaitu berdaulat memilih pemimpin.

Pasukan apel gelar pasukan berasal dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, Linmas, Tagana, Damkar.

Dalam pelaksanaan apel tersebut juga dilakukan simulasi pemungutan suara di TPS pada Pilkada serentak tahun 2018.(Dit, Subang)

Lensa Indramayu  - Subang- Dalam rangka menjaga ekosistem dan kebersihan lingkungan serta percepatan swasembada ketahanan pangan,  TNI juga mensosialisasikan cara pembuatan Mikro Organisma Lokal (MOL). Kegiatan dipimpin oleh Kapten Inf Ernawan selaku Danramil 0509/Pamanukan Kodim 0605/Subang  acara berlangsung di Makoramil 0509/Pamanukan,Jum'at (26/1).
Danramil 0509/Pamanukan Sosialisasikan Cara Pembuatan Pupuk organik
[post_ads]
Danramil Menjelaskan,
Upaya Melestarikan alam dan Memperkuat Ketahanan Nasional," Katanya

Kegiatan pembuatan MOL (Mikro Organik Lokal), kata Danramil, bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada anggota Babinsa dan Anggota Persit ranting 10 agar mengetahui cara pembuatan pupuk organik.

"Diharapkan para Babinsa dan anggota Persit ranting 10 melaksanakan sosialisasi pembuatan MOL ini bisa mengajak masyarakat di desa untuk menggunakan pupuk organik ," kata Danramil.

Danramil membeberkan pengetahuannya tentang urgensitas pupuk bagi tanaman. Jenis pupuk berdasarkan bahan penyusunannya, kata Danramil, bisa terdiri dari pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati.

"Pupuk organik dapat dibagi menjadi 2 berdasarkan bentuknya yaitu pupuk organik dan pupuk organik cair. Salah satu jenis pupuk organik cair yang dikenal publik adalah Mikro Organik Lokal (MOL) yang merupakan larutan hasil fermentasi," beber Danramil.
[post_ads_2]
Bahan dasar MOL, jelas Danramil, berasal dari berbagai sumber yang mengandung unsur hara mikro, mikro bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama atau penyakit tanaman.

"MOL dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, biang pembutan Kompos dan Pestisida Nabati," pungkas Danramil.(Dit/Eka)

Lensa Indramayu  - Warganet di media sosial kembali heboh dengan postingan informasi pembacokan oleh gerombolan begal di Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur. Korban pembacokan adalah Praka Mar Samsul anggota dari YonTaifib 1.
Dibacok Begal, Anggota Marinir ini Hanya Kaosnya Saja Yang Robek

 Luar biasanya, anggota Marinir ini hanya menderita sedikit memar dan kausnya sobek bekas sayatan benda tajam. Hingga saat ini, postingan tersebut telah dikomentari ribuan orang.
Hebat..Dibacok Begal, Anggota Marinir ini Hanya Kaosnya Saja Yang Robek
Dibacok Begal, Anggota Marinir ini Hanya Kaosnya Saja Yang Robek
[post_ads]
"Selamat pagi dulur..._wahai poro begal siap siap tunggu pembasmian saja dr rekan rekan_ Mohon ijin mengingatkan untuk selalu waspada di perjalanan malam baik yg cuti atau yg tidak.. Baru saja rekan kita Praka Mar Samsul Yon Taifib 1 di hadang segerombolan begal di daerah Rejoso kota Pasuruan.. Kerugian pers hanya luka memar pada punggung saat di bacok,hanya bajunya saja yg sobek Demikian informasinya," tiulis pemilik akun @‎AnjarAkbarAlAhya, Rabu (17/1).
[next]
Postingan tersebut sontak membuat geger banyak warganet. Mereka menghujat gerombolan begal yang telah membacok prajurit TNI tersebut.

"Ternyata Marinir memang kesatuan prajurit dng kemampuan di atas rata-rata. Kuat renang nyeberang selat, nyelem pun urusan biasa, tahan bacok, eh terbilang jg punya citarasa dlm hal kata-kata," komentar @sephkelik.

"Wong sakti gk mempan bacok..," komentar @Hari Ajach.

"Hebal kebal bacok.... semoga begalnya cepat tertangkap," komentar @Mukhlis Spd.

Berikut foto-foto Marinir 'sakti' kebal saat dibacok gerombolan begal yang bikin heboh dirangkum brilio.net dari akun Facebook @@‎AnjarAkbarAlAhya, Kamis (18/1).

1. Pria korban pembacokan sedang mendapatkan perawatan.
[post_ads_2]


2. kaos robek karena sayatan benda tajam.

Lensa Indramayu  - Subang- kegiatan pisah sambut Komandan Rayon Militer (Danramil) 0509 Pamanukan, dari Kapten (Inf) Wiknyo Kusumah diserah terimakan kepada Kapten (Inf) Ernawan di aula kantor kecamatan Pamanukan,Kamis (11/01/2018).
Pisah Sambut Danramil Pamanukan 0509/Subang
Dalam sambutannya, Kapten (Inf) Wiknyo Kusumah mengucapkan terimakasih atas dukungan serta kerjasama masyarakat serta Muspika Kec. Pamanukan selama dirinya bertugas di Pamanukan sudah banyak bersinergi dengan Unsur Muspika Kecamatan setempat.

“Keberhasilan serta peran aktif seluruh anggota Koramil Pamanukan seiring kerjasama yang baik dari semua komponen masyarakat di Pamanukan,” katanya kepada Wartawan.

Dikatakan, semoga Koramil Pamanukan dibawah kepemimpinan Danramil yang baru, kiprahnya bisa lebih baik serta mampu meningkatkan kebersamaan dengan warga Pamanukan.
[next]
Sementara, Kapten (Inf) Ernawan mengucapkan selamat bertugas di tempat baru kepada Kapten (Inf) Wiknyo Kusumah sebagai Pasintel Makodim 0605/Subang dan semoga selalu sehat sekeluarga serta sukses.
Pisah Sambut Danramil Pamanukan 0509/Subang
“Kami akan meneruskan program Danramil sebelumnya yang juga berharap agar tekad membawa kawasan Pamanukan lebih kondusif menjelang Pilkada Subang Serentak tahun 2018.

Lanjut Kapten Ernawan, Danramil dan Kapolsek dapat bermitra menjaga keamanan menjelang Pilkada Subang sehingga sukses tanpa ekses.

Jadi, Pentingnya peran serta dari masyarakat Pamanukan secara utuh untuk mewujudkan Subang yang  Kondusif menjelang tahun politik ini,” tuturnya

Sementara Itu, Acara dihadiri oleh Kapolsek ,Camat ,Waka Polsek,Kades Se Kec. Pamanukan,Kepala UPTD Se Kec. Pamanukan,Tokoh Masyarakat ,Perwakilan Uptd Pendidikan H.Saepudin,Kepala Uptd Puskesmas,
 Kapten (Inf) Wiknyo Kusumah Pasintel Makodim 0605/Subang ,Danramil Pamanukan yang baru Kapten (Inf) Ernawan.(Eka/Dit)

Lensa Indramayu  - Fenomena lima jendral yang akan meramaikan pilkada serentak 2018 yang diikuti oleh sejumlah figur jenderal aktif dari kesatuan TNI dan Polri ini akan bertarung dipilkada serentak sebagai calon gubernur. Fenomena ini dinilai sebagai fenomena baru yang terjadi dalam pesta rakyat lima tahunan itu.
Lima jendral aktif ikut bertarung di pilkada serentak 2018

Namun meski demikian, bukan berarti para jenderal itu memiliki kesempatan untuk meraih kemenangan dalam pertarungan pilkada serentak 2018.

Berdasarkan catatan redaksi Lensa Indramayu yang berhasil dihimpun, tercatat ada lima jenderal yang akan bertarung, yakni dari TNI satu orang dan Polri empat.
[post_ads]
Berikut nama-nama lima jendral yang akan bertarung dalam pilkada 2018.
  • [accordion]
    • 1. LETJEN TNI Edy Rahmayadi ( Dari TNI )
      • Pria kelahiran Sabang, Aceh, ini diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN untuk maju di Pilkada Sumatera Utara. Edy yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat mengajukan pensiun dini agar dapat menjadi Gubernur Sumut. Tidak sejalan dengan keinginannya, Panglima Hadi Tjahjanto membatalkan mutasi 16 perwira tinggi TNI lewat surat keputusan Nomor Kep/982.a/XII/2017 pada Selasa, 19 Desember 2017. Edy termasuk perwira yang dibatalkan sebagai Pati Markas Besar Angkatan Darat yang akan mengajukan pensiun dini.
    • 2. IRJEN Polisi Safaruddin ( Dari Polri )
      • Perwira Tinggi Kepolisian RI yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimatan Timur ini, digadang-gadang akan maju di Pilkada Kaltim 2018 lewat gerbong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun hingga saat ini partai tersebut belum mendeklarasikan Safarudin untuk maju sebagai calon gubernur Kalimantan Timur.
    • 3. IRJEN Polisi Anton Charliyan ( Dari Polri )
      • Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri ini pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat pada 2016. Dia lulus dari Akademi Polisi tahun 1984 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Anton diakbarkan akan diusung oleh PDIP untuk memenangkan suara di Jawa Barat.
    • 4. IRJEN Murad Ismail ( Dari Polri )
      • Kepala Korps Brimob Polri ini diusung oleh Partai Nasdem untuk maju di Pilkada Maluku 2018. Sebelum menjadi Kepala Korps Brimob, Murad sempat menjadi Kapolda Maluku di tahun 2013 hingga 2015. PDIP juga telah memberikan dukungan kepada Murad. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan pencalonannya yang dipasangkan dengan kader PDIP, Barnabas Orno.
    • 5. IRJEN Paulus Waterpauw ( Dari Polri )
      • Putra Papua yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara ini akan maju dalam pemilihan calon gubernur Papua. Sebelumnya Paulus menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Dia diusung oleh Partai Golongan Karya untuk menjadi orang nomor satu di Papua.
Berkaitan dengan itu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan anggotanya yang sudah mendaftar pilkada agar segera mengurus permohonan pengunduran diri. Menurut dia, langkah tersebut dianjurkan agar tidak timbul persepsi buruk bagi kepolisian. Tito khawatir masyarakat akan menganggap polisi menyalahgunakan jabatan tersebut untuk mempengaruhi publik saat menggunakan hak pilihnya di pemilihan umum.
[post_ads_2]
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia, jika salah satu perwira tinggi ingin mengikuti pencalonan kepala daerah, itu merupakan haknya sebagai warga negara. Namun, Panglima Hadi tidak menegaskan diizinkan atau tidaknya perwira tinggi TNI untuk pensiun dini dan mencalonkan diri sebagai kepala daerah. (Red)

Lensa Indramayu  - Sejumlah 1.500 Personil Polri Gabungan Polres Indramayu dan Polsek Jajaran serta BKO Brimob dan Dalmas Polda Jabar sejak kemarin selesai Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP diturunkan ke 138 Desa yang melaksanakan pemilihan kuwu di Wilayah Kabupaten Indramayu. ( Rabu, 13/ 12/ 2017 )
Kapolres indramayu pimpin apel persiapan pengamanan pilwu
Hadir pada kegiatan Apel Gelar Pasukan Direktur Pengamanan Obyek Vital ( Dir Pam Obvit ) Polda Jabar Kombes Pol Drs. Suharno, SH selaku Pamen Asistensi Polres Indramayu, selain itu Unsur Forkopimda Kabupaten Indramayu, Unsur TNI Kodim 0616/ Indramayu, Subden Pom 3/ III Indramayu, Den C Pelopor Birimob dan Dalmas Polda Jabar serta Gabungan Anggota Polres Indramayu dan Polsek Jajaran.

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP mengatakan dalam pelaksanaan Pengamanan Pemilihan Kuwu Tahun 2017 pihaknya dibantu oleh Satuan atas yaitu dari Brimob dan Dalmas Polda Jabar juga oleh Polres tetangga/ Se Wilayah 3 Eks Polwil Cirebon, selain dibantu unsur TNI yang ada di Wilayah Indra mayu dengan kekuatan seluruhnya 1500 personil, sambungnya.

 Source : Humas Polres Indramayu

Lensa Indramayu - BENGKAYANG - Sebanyak 183 prajurit TNI dari Resimen Induk Daerah Militer XII/Tanjungpura (Rindam XII/Tpr) terjebak di areal rawa di Batu Payung, Teluk Suak, Kecamatan Karimunting, Kabupaten Bengkayang, Kalbar.
Para prajurit yang terjebak selama sehari semalam ini, tanpa bekal apa pun. Tanpa makanan dan minuman.
Prajurit TNI sedang istirahat
Jebakan ini merupakan salah satu rangkaian dalam latihan survival dasar di wilayah tersebut.

“Selama satu hari dan satu malam, prajurit-prajurit ini harus dapat bertahan hidup tanpa ada bekal apapun. Hanya korek api dan garam saja yang ada,” ujar Komandan Rindam XII Tpr, Kolonel Infanteri Khairul Anwar Mandailing SH MTr (Han) dalam keterangan persnya, Jumat (1/12).

Khairul menyatakan, program latihan yang dijalani oleh ratusan prajurit ini merupakan kegiatan wajib sesuai dengan program pendidikan yang telah ditetapkan melalui kurikulum baku. “Ini latihan bertahan hidup atau survival,” tegasnya kembali.

Banyak hal yang dapat dimbil dari latihan survival dasar ini. Salah satunya para prajurit diharapkan mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun.

“Di daerah yang jauh dari pemukiman warga dan tidak ada sarana apapun yang dapat digunakan, dan tidak mungkin bisa keluar dengan mudah,” katanya.

Perlu diketahui bahwa latihan survival dasar sengaja diberikan kepada para siswa Pendidikan Kejuruan Infanteri dalam rangkaian kegiatan latihan Yudha Wastu Pramuka.

“Dengan maksud dan tujuan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan dasar yang berkaitan dengan kemampuan mempertahankan hidup di darat maupun di rawa,” tukas Danrindam.

Lensa Indramayu - (Puspen TNI).   Sebagai bagian dari Institusi TNI, Satuan Siber (Satsiber) TNI dituntut untuk mampu menjamin terwujudnya ketahanan Siber TNI dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI.  Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada peresmian Satuan Siber TNI, di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/10/2017).

 Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi merupakan tantangan yang harus mampu diantisipasi, sehingga sumber daya informasi di lingkungan TNI dapat terlindungi dari gangguan dan penyalahgunaan, maupun pemanfaatan oleh pihak-pihak lain.

 "Saya menyambut baik atas dibentuknya Satuan Siber TNI di tengah marak dan berkembangnya segala bentuk ancaman berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga hal ini diharapkan mampu menjadi alternatif dalam memunculkan solusinya," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa beragam perubahan sebagai akibat perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi mengharuskan TNI untuk memiliki kemampuan pertahanan Siber guna peningkatkan daya tangkal dan pencegahan terjadinya perang atau serangan Siber terhadap TNI dan Pertahanan Siber Nasional.

 Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Indonesia sebagai salah satu negara yang terdampak akibat serangan yang disebut sebagai "Teroris Siber" belum lama ini, perlu untuk memperkuat pertahanan Siber.

 Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menekankan kepada Satuan Siber TNI agar mampu menjamin terwujudnya ketahanan Siber TNI  dalam rangka pelaksanaan tugas pokok TNI. "Jaga sumber daya informasi TNI agar terlindung dari gangguan dan penyalahgunaan atau pemanfaatan oleh pihak-pihak lain," tegasnya.

 "Berikan perlindungan terhadap data dan informasi strategis dari ancaman dan gangguan, serta mampu membangun kapasitas pertahanan Siber TNI yang berupa kemampuan penangkalan, penindakan dan pemulihan," pungkas Panglima TNI.

TNI Memiliki Tugas Pokok dan Berkomitmen Untuk Menyelamatkan Bangsa dan Negara Indonesia Serta Mendukung Kebijakan Pemerintah Dalam Pembangunan Nasional
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo


Sejarah perang di permukaan bumi ini banyak sekali berubah sejak udara dapat dipergunakan juga sebagai sarana berperang. Sebelumnya orang mengenal perang hanya dua dimensi, dalam arti menggunakan kekuatan yang hanya dapat bergerak di permukaan saja. Pada saat itulah dikenal dalam keadaan perang terminologi garis depan dan garis belakang. Setelah teknologi berkembang dengan pesat , maka istilah garis belakang dan garis depan menjadi hilang lenyap, karena dengan menggunakan medium udara, maka orang dapat menyerang dari segala arah. Dengan demikian penyerangan dapat dilakukan sampai jauh kegaris belakang kedudukan pasukan musuh. Giulio Douhet, mengatakan peran dalam memenangkan perang akan sangat bergantung kepada “Command of the Air”, dan kemudian banyak lagi para pemikir perang yang melihat betapa kekuatan udara telah menjadi kekuatan yang sangat menentukan dalam hal taktik dan strategi untuk memenangkan perang. Perang telah menjadi total sifatnya, dan itu sebabnya kini dkenal istilah Total Defence.

Puncaknya adalah, Bom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki di tahun 1945 yang telah menghentikan perang dunia kedua. Semua orang menyaksikan betapa setelah Hirishoma dan Nagasaki, tidak ada lagi perang besar yang menjurus ke Perang dunia ke 3. Dari banyak perang yang terjadi, dimana-mana setelah perang dunia kedua, maka disitulah sebenarnya dapat dibuktikan dalam berjalannya waktu, bahwa orang tidak lagi membutuhkan kekuatan Darat saja atau kekuatan Laut saja dan atau bahkan kekuatan Udara saja. Refleksi dari pemahaman tentang ini adalah bagaimana negara-negara maju kemudian berupaya dengan sekuat tenaga untuk dapat memadukan kekuatan perangnya dalam organisasi dan manajemen yang menghimpun kekuatan darat, laut dan udara dalam satu kesatuan yang solid.

Pada perkembangan itulah kemudian dikenal istilah Panglima Gabungan, Commander of Defense Force dan lain-lain. Pada intinya adalah orang menyadari, bahwa tidak akan atau menahan diri dalam menggunakan senjata pemusnah masal lagi, seperti bom atom yang digunakan Amerika Serikat pada saat menghentikan perang dunia kedua. Keseimbangan yang dijaga oleh semua kekuatan negara di dunia, sampai dengan saat ini dapat melindungi kita semua dari datangnya perang dunia ketiga. Kesimbangan ini kemudian menjadi sangat tergantung kepada produk yang berteknologi tinggi.

Kesimpulannya adalah bahwa kebanyakan negara tetap membangun sebuah Angkatan Perang yang digunakan untuk menjaga “martabat” bangsa. Membangun Angkatan Perang yang memadukan kekuatan darat, laut dan udara secara berimbang dan solid. Sebuah Angkatan Perang yang dapat diandalkan menjaga kedaulatan negara, Angkatan Perang yang merujuk kepada perkembangan teknologi dan merupakan bagian utama dari kekuatan total-semesta , menyeluruh dalam bertahan (total defence).

Belakangan ini banyak yang bertanya tentang kekuatan Angkatan Perang Indonesia dibanding dengan kekuatan negara-negara dikawasan ASEAN? Jawabannya adalah, kekuatan perang dalam materi dapat diukur dengan parameter yang bermacam-macam, dan dapat saja dikatakan sebagai “berimbang” dan lain sebagainya, tetapi ada satu hal yang dibutuhkan dalam menyempurnakan kekuatan kita, yaitu Manajemen, Organisasi dan Leadership. Karena semua akan berpulang kepada Man Behind the Gun.

Pada titik inilah maka dibutuhkan banyak para Perwira Profesional dibidangnya. Samuel Huntington mengatakan para pebisnis sasaran utamanya adalah “uang”, para politikus sasaran utamanya adalah “kekuasaan”. Apa yang diperoleh dari tampilan profesionalisme seorang Perwira ? Hanya satu yaitu “Respect” ! Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia membutuhkan itu.

Dirgahayu Angkatan Perang Indonesia. Dirgahayu TNI.

Lensa Indramayu - Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendukung penuh langkah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang memutar kembali film G30S/PKI.
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat hadir di Aksi Bela Rohingya 169 yang dicetuskan Partai Keadilan Sejahtera

Menurut dia, film tersebut sangat bagus sebagai pembelajaran sejarah. Bahkan, ia siap pasang badan mendukung
langkah juniornya itu.

“Saya kira tadi sudah jelas sikapnya TNI, saya siap di belakangnya,” tegas Prabowo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Prabowo pun memastikan seluruh purnawirawan prajurit TNI akan kompak mendukung keputusan orang nomor satu di TNI itu.

Menurut dia, penayangan ulang dilakukan agar peristiwa kudeta kelompok komunisme tidak terulang kembali di Indonesia.

“Saya kira sikapnya sudah jelas, kita harus kompak. Purnawirawan juga dukung,” pungkas Prabowo seraya meninggalkan kerumunan wartawan

Lensa Indramayu - JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berencana menggelar nonton bareng film G30SPKI (Gerakan 30 September PKI) di lingkup internalnya. Sikap Panglima TNI pun menuai polemik, kendati dirinya memilih tak ambil pusing.
Dalam sebuah acara diskusi di stasiun televisi swasta, Gatot ditanya jika film yang akan diputarnya itu dinilai pembelokan dari fakta sejarah, bagaimana? Dengan lantang, Gatot menjawab tidak peduli karena dirinya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk bangsa Indonesia.

"Tanggapan saya emang gue pikirin Bung Karni (Karni Ilyas, moderator diskusi), yang terpenting saya berbuat yang terbaik untuk bangsa ini, agar paham sejarah, agar tidak terulang kembali," ujarnya dalam acara diskusi yang digelar pada Selasa (19/9/2017) malam.

Gatot menegaskan, instruksi yang dikeluarkannya untuk nonton bareng film G30SPKI merupakan cara untuk mengenang sejarah. Ia melihat sejak 1998, di Indonesia tak ada lagi pelajaran tentang pemberontakan PKI.

"Padahal, sejarah sangat berguna kehidupan manusia. Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa dengan belajar sejarah kita bisa menemukan hukum-hukum kehidupan manusia," katanya.

Lensa Indramayu - JAKARTA -- Rangkaian peringatan HUT TNI ke-72 kali ini, kembali dilaksanakan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmayanto dengan ziarah ke makam pahlawan. Menurut Gatot, tradisi ziarah dimaksudkan untuk mengingatkan para prajurit, agar mencontoh jiwa juang yang diwariskan oleh para pahlawan.

"Kami mentradisikan ziarah ke makam para mantan Presiden Republik Indonesia yang merupakan Panglima Tertinggi TNI dan juga Jenderal Soedirman. Kita juga berdoa agar beliau semua menjadi pahlawan dan syuhada," ujar Jenderal Gatot dalam keterangan tertulisnya seperti di lansir dari Republika.co.id, Selasa (19/9) pagi.

Didampingi seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama), Gatot berziarah ke makam Ir Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Blitar, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Senin (18/9). Selain ke maka
m Gus Dur, ia juga mengingatkan santri bahwa di Pesantren Tebuireng juga ada makam KH Hasyim Asy'ari yang sangat berjasa kepada Indonesia.

"Saat mendapatkan informasi bahwa sekutu akan mendarat di Surabaya, Pak Dirman melapor kepada Bung Karno dan meminta solusi kepada Kiai Hasyim. Kiai Hasyim tidak langsung menjawab, tapi beliau salat istikharah dulu. Lalu ditetapkanlah fatwa (Resolusi) Jihad," cerita mantan Pangkostrad itu tentang jasa KH Hasyim
Kemudian, Jenderal Gatot melanjutkan ceritanya, semua alumni Pesantren Tebuireng yang sudah menyebar di berbagai daerah dan berjumlah sekitar 20 ribuan orang, datang lagi dan berkumpul untuk bersama-sama melakukan perlawanan terhadap sekutu. Perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Kiai Abbas dari Buntet, Jawa Barat, atas perintah Kiai Hasyim, berlangsung pada 10 November 1945 dan dikenal sebagai Hari Pahlawan.

"Seharusnya serangan dilakukan pada 9 November. Tapi Kiai Hasyim meminta semuanya menunggu kedatangan Singa dari Jawa Barat (julukan untuk Kiai Abbas)," tutur pria kelahiran 1960 ini. Dari cerita ini tentu bisa dilihat, jasa kaum santri dan kiai dalam perjuangan kemerdekaan sangatlah besar.

"Sebagai Panglima TNI, saya ingatkan, yang membunuh Jenderal Mallaby bukan TNI. Yang membunuh (Mallaby) itu santri. Yang menurunkan bendera (Belanda) di Hotel Orange juga santri, bukan TNI," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu.
Karena itu, menurut Gatot, tema HUT ke-72 TNI kali ini adalah 'Bersama Rakyat, TNI Kuat', karena memang sejarahnya rakyat ikut mengerjakan tugas TNI. Tradisi ziarah ini sudah memasuki tahun ke-2 yang dijalani Jenderal Gatot setiap kali peringatan HUT TNI. Dalam kunjungan ziarah tersebut, Jenderal Gatot didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab.

Kehadiran Panglima TNI dan seluruh jajaran Pangkotama disambut oleh Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz dan Ketua Majelis Keluarga Tebuireng KH. Mohammad Hasyim Karim. Tampak hadir juga adik kandung Gus Dur Hj. Lily Wahid dan seluruh keluarga besar Pesantren Tebuireng.
Diberdayakan oleh Blogger.