Lensa Indramayu Indramayu- Premanisme air disinyalir masih terjadi. DPRD Kabupaten Indramayu meminta Saber Pungli menindak tegas keberadaan mafia air.
Seorang petani sedang berpkir / Ilustrasi

Mafia air yang selama ini diketahui banyak dilaporkan para petani telah membuat pemberian jatah air menjadi tak merata. Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat kerap memperoleh laporan premanisme air yang menyengsarakan petani.

"Kalau memang ada (premanisme air), saya minta Saber Pungli, silakan sikat," katanya.

Dia menduga, kasus tersebut melibatkan berbagai pihak. Sejauh ini, pihaknya telah meminta kapolres, kajari, dan dandim, untuk mengatasi permainan air tersebut.

Pihaknya pun telah mengimbau para petani untuk mengawal sendiri jatah giliran air untuk lahan mereka. Selama ini, tak sedikit petani yang mempercayakan pengawalan air kepada orang lain dengan cara membayar jasanya. Namun nyatanya, air tetap tak kunjung datang.

Taufik pun memohon pengertian para petani yang posisi sawahnya ada di depan saluran irigasi dan sudah mendapat cukup air, untuk tidak menyerobot jatah air. Mereka diminta memberi kesempatan kepada petani lain di ujung saluran irigasi untuk pula mendapat jatah air.

"Kekurangan air di musim tanam gadu memang biasa terjadi di Kabupaten Indramayu setiap musim kemarau," ujarnya.

Tahun ini, kondisi itu diperparah adanya agenda Asian Games, yang akan mengadakan gelaran cabang olahraga (canor) kano di Bendung Rentang, Kabupaten Majalengka. Menurutnya, sejak awal pihaknya sudah menyampaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk saluran induk (SI) Cipelang minimal 27 kubik/detik.

Kala dilakukan pengecekan, imbuhnya, penggelontoran air untuk SI Cipelang sudah sesuai permintaan. Dengan jumlah tersebut, seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pengairan.

"Tapi ternyata banyak petani yang teriak airnya tidak sampai ke sawah mereka," cetusnya.

Disinggung mengenai luas areal sawah yang gagal panen (puso), Taufik mengaku belum memperoleh data dari Dinas Pertanian setempat. Namun begitu, berdasar pengaduan petani yang diterimanya, puso terjadi pada lahan-lahan di ujung saluran irigasi Bendung Rentang maupun ujung saluran irigasi Waduk Citarum.

Terpisah, Dandim 0616/Indramayu, Letkol Agung Nur Cahyono meyakinkan, siap bertindak tegas menghadapi para oknum yang mempermainkan air. Dia pun meminta petani melaporkan bila menemui masalah dalam pengaliran air.

"Kami meminta para petani untuk tak ragu melaporkan masalah yang mereka hadapi kepada babinsa/koramil di wilayah masing-masing," katanya.

Sebagaimana diketahui, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono menyebutkan, luas areal tanaman padi yang puso di wilayah Kecamatan Kandanghaur mencapai sekitar 2.285 hektare. Areal tersebut tersebar di Desa Karangmulya sekitar 300 hektare, Desa Wirakanan 500 hektare, Desa Wirapanjunan 270 hektare, Desa Karanganyar 540 hektare, Desa Parean Girang 325 hektare, Desa Bulak 200 hektare, dan Desa Ilir sekitar 150 hektare.

"Itu semua sudah pasti puso. Tak lagi hanya sekedar terancam," tuturnya

Lensa Indramayu  - INDRAMAYU - Untuk menyelamatkan ribuan hektare tanaman padi yang mengalami kekeringan di Kabupaten Indramayu bantuan air dari dinas PUPR Indramayu, mulai dilakukan. Para petani pun diminta agar mentaati aturan untuk mendapatkan giliran saluran air.
Seorang petani menanam biji palawija di areal sawah yang mengering di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (7/7).
Foto: Antara/Dedhez Anggara

"Mulai hari ini sampai 10 hari ke depan, lahan yang terancam kekeringan kita prioritaskan untuk mendapat pasokan air," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu, Omarsyah, Jumat (6/7).

Lahan tanaman padi yang terancam kekeringan tersebar di Kecamatan Cikedung seluas 455 hektare, Kecamatan Losarang 3.300 hektare dan Kecamatan Kandanghaur sekitar 2.000 hektare. Omarsyah mengatakan, penyaluran air diupayakan menjangkau daerah-daerah paling ujung dari layanan irigasi dengan cara penjadwalan. Meski memang, pihaknya tidak bisa menjamin 100 persen tidak adanya oknum yang mempermainkan penggelontoran air.

Ia melanjutkan, asalah air di musim tanam gadu (kemarau) salah satunya disebabkan oleh tidak taatnya petani pada tata gilir air yang sudah ditentukan. Dia menyebutkan, dari luas tanam 108 ribu hektare, lahan yang mendapat jaminan pasokan air irigasi di musim gadu sebenarnya hanya 63 persen.

Selain itu, Omarsyah pun mengakui, kegiatan pembangunan venue canoe untuk Asian Games di saluran induk Cipelang Bendung Rentang, Majalengka, juga mempengaruhi tersendatnya pasokan air irigasi di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu. Padahal, bendung tersebut menjadi sumber pengairan irigasi di Kabupaten Indramayu.

Selain itu, saluran irigasi yang membentang mulai dari Bendung Rentang hingga Indramayu pun hingga kini tak sedikit yang bermasalah. Karenanya, saluran tersebut belum siap untuk menampung debit air secara maksimal dari Waduk Jatigede.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Kasno, menegaskan, ketersediaan air untuk irigasi sebenarnya cukup. Namun, masalah tata gilir air selama ini tidak ditaati oleh petani.

Kasno mengakui, saluran irigasi di BBWS Cimanuk Cisanggarung memang banyak yang kritis. Dia menyebutkan, ada 599 titik di saluran irigasi yang kritis, seperti sedimentasi tinggi, pintu air rusak maupun tanggul terancam jebol.

"Kita perbaiki secara bertahap dengan melihat skala prioritas kerusakannya," kata Kasno.

Lensa Indramayu  -
Lensa indramayu
Lensa Indramayu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayato sa’at kunjungan kerja di Indramayu, langsung di pasar baru dan meninjau  pedagang beras yang ada di pasar baru Indramayu, dalam kunjungan itu disambut bupati Indramayu Hj Ana Sopanah dan Kapolres Indramayu AKBP  Arif Fajarudin

Dlm kunjungan itu Enggar berbincang dengan pedagang beras pasar baru perihal harga beras saat ini. Dan pengaruh dari impor dan menjelang panen, Dalam perbicangan itu pedagang tidak berani beli beras terlalu banyak karena harga tidak setabil bakal turun terus dari hari ke hari, kata pedang waktu berbincang dengan Enggar
Impor beras tak ganggu harga
Sepert‎i diketahui, Bulog tengah melakukan impor beras sebanyak 261 ribu ton. Seluruh beras tersebut ditargetkan sudah masuk pada bulan Februari ini.
Enggar‎ mengatakan, beras impor tersebut semuanya akan dimasukan gudang sebagai cadangan Bulog. Dengan demikian, impor beras tidak akan menganggu harga komoditas tersebut di pasar saat menjelang panen raya.
Dia me‎negaskan Bulog juga tetap akan menyerap hasil panen petani. Apalagi berdasarkan rapat koordinasi Kementrian Perekonomian, Bulog diberikan fleksibilitas untuk menyerap beras sampai dengan kadar air 20 persen dari sebelumnya 15 persen.
"Petani tidak akan dirugikan dengan impor. Ada atau tidak ada impor. Bulog tetap akan menyerap hasil panen,"ujar dia.
Sementara di tempat terpisah PPI(perhimpunan petani Indramayu) Nasir rudin menyoroti prihal dampak nya impor beras dari Vietnam dan thailan,  sa'at   menjelang panen raya di wilayah Indramayu membuat petani sangat merugi, apa hal? biaya oprasional petani sangat tinggi sementara hasil panen nya di jual murah. Apakah tidak rugi petani kita? ujar Nasir
Masi menurut Nasir, Nasir mengatakan apa jaminanya petani tidak merugi dengan ada nya impor??? Seharusnya Bulog membuat mekanisme yang mudah menyentuh langsung terhadap hasil petani. Hingga petani bisa langsung menjual ke Bulog tidak terlalu banyak tangan, menurut Nasir

Lensa Indramayu  - INDRAMAYU, Sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Barat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, memilih Indramayu untuk contoh digitalisasi pertanian yang rencananya akan dilaksanakan di kota-kota berikutnya, Kamis (11/1/2018).
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan program kewirausahaan untuk petani dan MBB di Sliyeg, Indramayu, Kamis (11/1/2018)
Dalam kunjungannya Menteri Rini meresmikan pembentukan Mitra Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama atau disebut juga MBB,

MBB ini adalah yang pertama dibentuk atas sinergi antara berbagai BUMN dan BUMDes.

MBB bakal menjadi saluran program kewirausahaan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani. Berlokasi di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu,

Diharapkan, MBB ini akan jadi mitra petani dalam berbagai kegiatan produksi tani mereka, seperti proses penyediaan bibit, pupuk, pengajuan kredit usaha rakyat, hingga penjualan hasil tani.

Dalam kesempatan itu Rini menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab penuh tentang semua sistemnya.

"Kami bertanggung jawab bagaimana supaya melalui sinergi BUMN kita bisa membuat satu sistem yang memperbaiki pendapatan petani sehingga kesejahteraan petani meningkat"
[next]
Rini menambahkan bahwa program tersebut adalah yang pertama kalinya dilaksanakan "Di sini menjadi sistem pertama yang kami uji coba," imbuhnya dalam peresmian program kewirausahaan petani, di Indramayu.

Direncanakan bahwa MBB nantinya juga bakal memiliki fasilitas penggilingan padi, sehingga para petani bisa memanfaatkan pasilitas tersebut.

Diharapkan, dengan adanya penggilingan tersebut petani bisa menjual beras yang harganya lebih tinggi jika dibandingkan gabah kering atau basah.

"Jadi dengan harapan kalau bapak-ibu panen MBB bisa menggiling sehingga bisa jadi beras. Ini lah kalau petani itu jualnya saat menjadi beras saya yakin harganya lebih baik," kata Rini.

Dalam pembentukan dan operasionalnya, MBB Sliyeg tersebut bekerja sama dengan 14 desa. Dengan lahan persawahan yang dikelola oleh para petani di seluruh desa itu mencapai 4.000 hektar dan sanggup memproduksi padi sekitar 45.000 ton per tahun.

Setelah di Indramayu, Program MBB sukses, Kementerian BUMN berencana meresmikan 10 MBB di 10 kecamatan lain di Jawa Barat. Karawang, Majalengka, Ciamis dan Cianjur. (Red)

Lensa Indramayu  - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengadakan kunjungan kerja ke Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis ini. Salah satu agenda dalam kunjungan tersebut adalah melakukan penanaman padi rakyat di Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg.
Menteri Rini lakukan tanam padi
Penanaman padi ini menjadi bagian dari program pembinaan beberapa BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan petani Indramayu. BUMN memang tengah fokus melakukan pembinaan petani di Indramayu mulai dari penanaman hingga pasca panen.

Rini mengatakan, saat ini Indramayu dipilih oleh BUMN sebagai pilot project dalam mewujudkan digitalisasi pertanian. Maka dari itu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, beberapa BUMN lainnya tengah mengembangkan berbagai teknologi dalam mendukung sektor pertanian.

"Kita tahu Indramayu itu tanahnya subur sekali, makanya kita konsentrasikan di sini untuk meningkatkan kesejahteraan petani," kata Rini di Indramayu, Kamis (11/1/2018).
[next]
Hadir menemani Rini Soemarno dalam menanam padi rakyat kali ini diantaranya Bupati Indramayu Anna Sopanah, Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga, Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin dan pejabat daerah lainnya.

Selain itu, Menteri Rini juga menyaksikan penandatangan MoU antara BUMN dengan Mitra BUMDes Nusantara (MBN). Menurut Rini, BUMDes merupakan bentuk kepedulian Kementerian BUMN, melalui BUMN, dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian desa.

"Kami melihat, kesejahteraan masyarakat Indonesia akan tercapai kalau bisa sejahterakan desa," ujar Rini.

Karena itu, Menteri Rini menambahkan, pihaknya mendorong BUMN untuk lebih peduli ke desa. Caranya, antara lain dengan melakukan kerja sama dengan BUMDes di desa-desa di seluruh Nusantara. (Red)

Lensa Indramayu  - INDRAMAYU - Meski PT PLN (Persero) sudah  memasang papan larangan agar tidak menggarap lahan sawah yang bakal dibangun PLTU 2 Indramayu, Namun beberapa warga Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol nekat melakukan penggarapan.
Ilustrasi
Mereka bahkan saling berebut ingin menguasai bidang sawah yang akan digarap. Beruntung, kericuhan dapat diatasi setelah petugas Polsek Patrol bersama personil Brimob dan Koramil datang ke lokasi.

Kericuhan terjadi berawal ketika adanya penguasaan penggarapan dari salah satu kelompok masyarakat. Karena sejak lahan seluas 270 hektare untuk pembangunan PLTU 2 itu dibebaskan, penggarapannya dikuasai oleh kelompok tersebut. Adanya penguasaan sepihak itu, warga yang selama ini tidak bisa menggarap, beramai-ramai datang ke lahan milik PLTU di Dusun Sumbadra. Warga yang jumlahnya ratusan itu berusaha menghentikan aktivitas penggarapan yang sedang dilakukan kelompok tersebut. Di lahan sawah itu mereka juga ingin melakukan penggarapan.

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin SIK MH MAP melalui Kapolsek Patrol AKP H Mashudi SH MH mengatakan, kericuhan yang terjadi di lokasi lahan sawah PLTU 2 Indramayu bisa diatasi. Tidak itu saja, pihaknya mengajak kedua belah pihak untuk bermusyawarah, yakni warga yang ingin menggarap, diajak untuk melakukan musyawarah.

“Kita fasilitasi dan mediasi mereka menggelar musyawarah di Mapolsek Patrol. Itu kita lakukan untuk mencari titik temu dan tidak melakukan hal-hal yang nantinya dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya melarang warga menggarap lahan sawah milik PLN tersebut. Larangan itu, selain untuk mencegah terjadinya konflik horisontal, juga lahan tersebut dilarang untuk digarap dan ditanami. “Ini perintah langsung Pak Kapolres. Beliau meminta warga untuk tidak menggarap, karena ini demi keamanan. Apabila warga tetap memaksakan menggarap lahan tersebut, akan kita amankan dan diproses hukum karena itu lahan milik negara,” tegasnya.

Sementara, Asisten Manager Pembangunan PLTU 2 PT PLN (Persero) Jawa Bagian Tengah 1, Bukhori mengatakan, larangan untuk menggarap lahan tersebut sudah disampaikan kepada masyarakat. Bahkan, pihaknya memasang papan nama larangan menggarap di lahan yang akan dibangun PLTU 2 di Desa Mekarsari itu.

“Apalagi pembangunannya akan dimulai. Dalam waktu dekat kami terlebih dahulu membangun pagar di lokasi tersebut. Saat ini lagi proses lelang tender untuk pekerjaan pembangunan pagar. Jadi, memang kita larang lahan kami itu digarap,” ujarnya saat dihubungi via telepon selulernya, Jumat (15/12). (Red)

Lensa Indramayu  - Sudah sejak jam 7 pagi, para petani berkumpul di areal persawahan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu 1. Mayoritas adalah petani penggarap dari Desa Mekarsari, Patrol, Indramayu. “Kami berkumpul untuk sosialisasi kenapa kita menolak PLTU 2,” kata seorang petani.
Warga Mekarsari, Indramayu, akhirnya memenangkan gugatan izin lingkungan PLTU Indramayu 2.
Hari itu bertepatan dengan Hari Tani, 24 September 2017. Ratusan petani duduk membentuk setengah lingkaran di sebuah jalan baru yang dibangun untuk akses ke calon lokasi PLTU Indramayu 2. Bergantian, beberapa petani maju di tengah kerumunan dan menyatakan pendapat. Intinya, mereka tidak rela sawah garapan mereka diambil menjadi areal PLTU Indramayu 2.

“Kalau mau dipakai untuk rumah sakit, silakan. Untuk sekolah, silakan. Saya tidak menghalangi pembangunan. Tapi tidak untuk PLTU,” ujar Dawina, 47 tahun, di bawah terik matahari.

Menurut para petani, kehadiran PLTU 1 telah membuat hasil panen mereka merosot. Selain itu, ada dampak penyakit pernapasan dan penurunan hasil tangkapan laut. “Yang di sini (dekat PLTU) masih bagus, karena sedang musim angin timur. Debu tidak banyak jatuh di sini. Tapi di daerah lain yang kena debu, ada yang gagal panen,” cerita salah seorang petani.

Tak hanya petani, di lokasi juga tampak seorang personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ditemani seorang petugas berkemeja putih. Ia meminta petani memperlihatkan daftar hadir, kemudian memotretnya. Tak lama kemudian, beberapa petugas kepolisian bersenjata lengkap mendatangi lokasi. Mereka mengawasi aksi para petani hingga selesai.
[next]Para petani bercerita, polisi memang tampak lebih waspada setelah mereka mengajukan gugatan atas izin lingkungan PLTU Indramayu 2 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, Juli lalu. Para petani penggarap memutuskan untuk menggugat izin lingkungan untuk pembangunan PLTU 2 setelah mengetahui lokasinya sangat dekat dengan desa mereka. “Hanya 200 meter dari desa kami,” kata Dul Muin sambil menunjukkan batas lokasi PLTU Indramayu 2 dan batas Desa Mekarsari.

Saat berkumpul dengan para petani penggarap, Rodi menambahkan, ada beberapa alasan kenapa mereka menolak kehadiran PLTU. “Pertama, merampas ruang hidup kita. Padahal, ini tanah produktif semua. Kedua, menghilangkan lapangan kerja, terutama untuk kaum ibu. Kalau bertani, kita biasa kerja sama-sama. Kalau ada PLTU, kaum ibu akan kerja apa?”

Ketiga, PLTU akan membuat wilayah Desa Mekarsari nyaris habis. Dari total wilayah Mekarsari seluas 300 hektare, lebih dari 200 ha akan diambil oleh PLTU. Kelak, akan tersisa tempat permukiman saja.

“Perusahaan, PLN, tawarkan bantuan pupuk ke petani. Baru janji-janji saja, tapi tidak masuk di akal. Lahan habis, mau bertani di mana? Nelayannya ditawari jaring, sementara lautnya dipakai. Ditawari bebek, kambing, ada yang tertarik. Ada beberapa yang mau, diminta tanda tangan setuju ada PLTU. Padahal, baru janji. Tapi kalau nanti sawahnya habis, bebek dan kambing mau nyari makannya di mana?” ujar Rodi.
[next]Belum lagi, sambung Rodi, masalah kesehatan yang mungkin timbul bila PLTU telah beroperasi. Ia emoh desanya mengalami nasib serupa dengan Desa Tegal Taman dan Ujung Gebang, yang merasakan dampak terparah dari PLTU Indramayu 1. Dari data yang dihimpun oleh Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat, tak kurang 25 anak menderita flek paru-paru.

Dengan alasan-alasan tersebut, akhirnya para petani penggarap sepakat untuk menggugat izin lingkungan PLTU Indramayu 2. Apalagi, menurut warga, tidak pernah ada sosialisasi ke warga untuk pembangunan PLTU 1 maupun PLTU 2. Dawina, Taniman, dan Warso dipilih menjadi wakil mereka. Lembaga Bantuan Hukum Bandung menjadi kuasa hukum mereka.
PLTU Indramayu 2 Harus Disetop

“AMDAL sudah sedemikian rupa mengantisipasi dampak lingkungan. Salah satunya dengan piranti atau alat yang disebut FGD (flue-gas desulfurization). Alat ini sangat mahal, Pak. Bisa mencapai kurang lebih 10% dari biaya investasi. Karena itu, tidak semua PLTU pakai ini. Tapi PLTU (Indaramayu) 2 pakai ini. Saya kaget, karena termasuk mewah. Karena ini bisa mengurangi banyak sekali SOx (sulfur oksida),” kata M. Taufik Affik di hadapan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara  Bandung, 8 November lalu.

Taufik adalah seorang pakar lingkungan dari Pusat Studi Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung, yang menjadi saksi untuk PLN, sebagai tergugat dalam gugatan izin lingkungan untuk PLTU Indramayu 2. Ia menjadi saksi ahli bersama Sudaryanti Cahyaningsih, pengajar dari Institut Teknologi Nasional, Bandung, yang juga pernah terlibat dalam penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) untuk PLTU Indramayu 1.
[next]Kepada majelis hakim, Taufik menambahkan, PLTU Indramayu 2 juga akan dilengkapi "dua peralatan canggih" lain untuk menekan emisi, yakni DSP-CFT (dry solids pump coal feed technology) dan ESP (electrostatic precipitator). Dengan narasi ini, Taufik ingin mengatakan PLTU Indramayu 2 memiliki spesifikasi di atas kebanyakan PLTU di tanah air.

Saat dihadapkan pada keluhan nelayan bahwa mereka semakin sulit mencari ikan dan rebon sejak kehadiran PLTU Indramayu 1, Taufik menyatakan penurunan hasil tangkapan laut sudah terjadi bahkan sejak sebelum PLTU berdiri. Dengan demikian, PLTU belum tentu menjadi penyebab dari kemerosotan hasil tangkapan laut yang dialami para nelayan Indramayu.

Namun, setelah didesak majelis hakim, pada akhir kesaksiannya, Taufik mengakui memang belum ada penelitian yang independen dan komprehensif di Indonesia mengenai dampak PLTU terhadap lingkungan di sekitarnya.

Setelah mendengarkan keterangan kedua saksi dan memberi kesempatan kuasa hukum dari kedua belah pihak untuk bertanya, sidang akhirnya ditutup sekitar pukul 16.00. Hakim memberi kesempatan selama dua minggu kepada kuasa hukum kedua pihak untuk menyampaikan kesimpulan tertulis.
[next]Hari itu adalah sidang ke-13 kasus gugatan warga Mekarsari melawan Bupati Indramayu melalui Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Indramayu sebagai penerbit izin dan PLN sebagai tergugat terintervensi.

“AMDAL PLTU Indramayu 2 bermasalah. Ada cacat substantif,” ujar Lasma Natalia, kuasa hukum para petani penggarap Mekarsari.

Pertama, izin tersebut diterbitkan oleh bupati. Padahal, apabila kegiatan usaha melibatkan laut, izinnya harus berasal dari gubernur. Selain itu, penerbitan izin tidak melalui surat keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Kedua, ada cacat prosedural karena pembuatan AMDAL tidak ada proses konsultasi dengan masyarakat terdampak. Memang, para petani yang dia wakili tidak memiliki lahan. Namun, para buruh tani ini menggantungkan penghidupannya pada sawah yang kelak menjadi fasilitas PLTU. "Jadi, seharusnya mereka pun diajak bicara," katanya.

Kenyataannya, AMDAL sudah terbit pada 2010, warga baru mengetahui pada 2017. Itu pun setelah melalui proses permohonan informasi kepada badan modal dan izin Indramayu. Dengan latar belakang seperti ini, Lasma berharap, PTUN akan memerintahkan pencabutan izin untuk pembangunan PLTU Indramayu 2.

Harapan Lasma dan ratusan buruh tani Desa Mekarsari terkabul. Rabu, 6 Desember lalu, PTUN Bandung akhirnya memenangkan gugatan warga. Konsekuensinya, pembangunan PLTU Indramayu 2 mesti disetop.

Lensa Indramayu - INDRAMAYU - Penanaman kedelai secara serentak di Kabupaten Indramayu dimulai.
Kacang kedelai / foto istimewah
Diharapkan, Kabupaten Indramayu jadi penyumbang kedelai agar dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai.

Kegiatan tanam kedelai secara serentak itu dilakukan di lahan milik Perhutani Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Rabu (29/11).

Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jabar Banten, Andi Purwandi menyebutkan, lahan Perhutani di Jabar yang digunakan untuk penanaman kedelai totalnya ada 14 ribu  hektare. Dari jumlah itu, lahan penanaman kedelai di Kabupaten Indramayu mencapai 7.040 hektare.

"Terluas di Indramayu," ujar Andi.

Untuk produksi kedelai di Kabupaten Indramayu, Andi menyebutkan, hasilnya bisa mencapai 1,2 ton - 1,8 ton per hektare. Hasil tersebut, bisa menyumbang produksi kedelai di Jabar.

Andi menambahkan, pada 2018 mendatang, program tanam kedelai di Jabar akan ada penambahan sekitar 7.000 hektare. Dengan demikian, totalnya menjadi 21 ribu hektare.

Namun meski demikian, Andi menegaskan, tanam kedelai di lahan Perhutani itu bukan fokus utama Perhutani. Pihaknya akan tetap fokus mengelola hutan.

Andi menyatakan, untuk sementara ini, penanaman kedelai di Kabupaten Indramayu hanya bisa dilakukan setahun sekali saat musim hujan.

Kedepan, penanaman kedelai itu bisa dilakukan hingga tiga kali jika sudah didukung dengan pengairan yang cukup dari irigasi.

Andi menyebutkan, untuk penanaman kedelai kali ini, pihaknya sudah merangkul 163 kelompok tani. Dengan banyaknya kelompok tani tersebut, diharapkan hasil produksinya akan lebih maksimal.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid mengakui, Kabupaten Indramayu memang merupakan salah satu daerah di Jabar yang memiliki lahan penanaman kedelai yang cukup luas. Selain Kabupaten Indramayu, ada pula daerah lainnya seperti Sukabumi dan Cianjur.

Takmid menyatakan, produksi kedelai Indramayu akan mampu mendongkrak produksi kedelai Jabar. Dengan demikian, bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor.

"Pada 2018 nanti kita berharap bisa swasembada," kata Takmid.

Lensa Indramayu - Padi merupakan salah satu jenis tanaman pangan paling penting didunia.  Di Indonesia sendiri padi menempati urutan pertama sebagai bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat.
Ibu Wartonah sedang memisahkan bibit padi / foto (A71)
Wartonah 52 tahun Asal desa Lamaran tarung indramayu ini menanam padi dengan caranya sendiri,yakni dengan cara menanam padi di mulai dari nol,Tebaran pari atau bibit padi yang ia kelola sendiri memakan waktu proses kurang lebih 3 hari hingga bibit itu mengalami pertumbuhan.

"3 hari mas" jelasnya dengan polos kepada wartawan lensa indramayu kamis 23/11/2017, ia juga menambahkan setelah bibit padi itu tumbuh maka bibit itu terlebih dahulu di pisahkan dari satu dengan yang lainnya, "Ya musti di pisahkan mas,biar nanti kalo tumbuh tidak saling menempel" imbuhnya.

Ibu yang akrab di panggil bi tonah ini menyebutkan bahwa bibit tersebut di dapat dari pemerintah setempat, bibit yang sudah tumbuh akan di taburkan di sawah selama kurang lebih 20 hari.

"Harga padi 20rb per 5kg yang di beli dari pemerintah mas" pungkasnya (A71)

Lensa Indramayu - Indramayu: Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar Syukur Panen untuk merayakan panen 3 ribu hektare lahan pertanian, dan sebagai motivasi petani yang mengalami gagal panen musim ini.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan Syukur Panen di Indramayu, Jawa Barat, Kamis, 23 November 2017
Pada tahun ini, kekeringan melanda sekitar 3.400 hektare lahan pertanian di Jawa Barat. Sekitar 139 hektare mengalami gagal panen atau puso. Selain kekeringan, gagal panen disebabkan serangan hama secara masif.

Kepala Karantina Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Ketua sekaligus penanggung jawab upaya khusus Padi, Jagung Kedele, Banun Harpini, menyampaikan bahwa petani di Kecamatan Sukra gigih mengendalikan wereng batang coklat dan virus kerdil.

"Mereka bisa survive dalam pengendalian OPT (organisme pengganggu tumbuhan), sehingga perlu kita berikan apresiasi dan motivasi dengan Syukur Panen ini," papar Banun, saat ditemui di lahan panen Kecamatan Sukra, Kamis, 23 November 2017.

Guna menghalau hama wereng, Banun menyampaikan bahwa terdapat gerakan pengendalian bersama. Secara teknis, tanah lahan tanam di balik minimal dua kali menggunakan bajak singkal untuk memastikan virus yang terkena udara akan mati.

"Lalu tanah dicampur dengan dolomit , kapur, pupuk hayati, dan kita mulai memperkenalkan pupuk varietas yang tahan wereng batang coklat. Ini saatnya pemerintah, Kementerian Pertanian, memperkenalkan varietas-varietas baru, yang tahan wereng maupun virus kerdil," ucap Banun.

Dalam acara Syukur Panen melibatkan lebih dari 3 ribu petani di Kecamatan Sukra. Acara dimeriahkan dengan kenduri serta prosesi panen oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Turut hadir Ketua Umum HKTI Moeldoko, Bupati Indramayu Anna Sophanah, Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan, serta Anggota DPR RI Komisi IV Ono Surono.
Diberdayakan oleh Blogger.