Lensa Indramayu  - Kotak obat atau lemari penyimpanan kecil di kamar mandi biasanya menjadi 'sarang' bertumpuknya benda-benda yang sebenarnya sudah tidak diperlukan. Padahal, lemari kecil di kamar mandi ini perlu diperhatikan sesering mungkin agar kebersihan kamar mandi tetap terjaga dengan baik.
Seperti dilansir Science Alert, ada 11 benda yang biasa 'bersarang' di kamar mandi dan sebaiknya dibuang. Berikut ini adalah kesebelas benda tersebut menurut para ahli.
Lemari penyimpanan kecil di kamar mandi biasanya menjadi 'sarang' bertumpuknya benda.
[ads-post]
    • 1. Sikat Gigi
      • American Dental Association mengungkapkan bahwa sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga atau empat bulan sekali. Sikat gigi bisa diganti lebih cepat jika bagian sikatnya sudah terlihat buruk.

        Sikat gigi perlu diganti secara berkala karena dapat menjadi rumah bagi kuman untuk tinggal. Oleh karena itu, sikat gigi yang sudah terpakai lebih dari empat bulan harus segera disingkirkan dari kamar mandi.
    • 2. Pasta Gigi
      • Seperti halnya sikat gigi, pasta gigi yang sudah terlalu lama juga sebaiknya disingkirkan dari kamar mandi. Menggunakan sikat gigi yang sudah kedaluwarsa memang tidak berbahaya, akan tetapi kandungan fluoride dalam pasta gigi yang sudah melewati masa kedaluwarsa biasanya tidak lagi bekerja dengan baik. Pasta gigi kedaluwarsa juga biasanya sudah memiliki konsistensi yang berbeda.
    • 3. Tabir Surya
      • Food and Drug Administration mengharuskan seluruh produk tabir surya untuk mampu befungsi dengan baik selama tiga tahun. Melewati masa tiga tahun, tak ada garansi jika tabir surya tersebut masih memiliki kemampuan untuk melindungi kulit dari radiasi sinar UV atau tidak.

        Tabir surya yang sudah melewati masa kadalursa harus segera dibuang. Tabir surya yang tak memiliki tanggal kedaluwarsa juga harus dibuang setelah tiga tahun. Tabir surya yang mengalami perubahan warna atau konsisteni meski belum mencapai masa kedaluwarsa juga harus segera dibuang.
    • 4. Kosmetik
      • Beragam produk kosmetik, mulai dari krim wajah hingga riasan harus dibuang jika sudah menunjukkan tanda-tanda perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan dari segi warna, aroma, konsistensi maupun pertumbuhan jamur dan bakteri.

        Perubahan warna dan aroma yang dramatis dalam hal ini perlu diwaspadai. Aroma tengik yang keluar dari produk kosmetik mengindikasikan bahwa kandungan minyak dalam produk tersebut telah berubah menjadi buruk.

        Perubahan konsistensi biasanya paling jelas terlihat pada produk kosmetik tabir surya. Sedangkan pertumbuhan jamur atau bakteri bisa terlihat dari timbulnya warna kehitaman atau keabu-abuan pada produk.
    • 5. Obat-Obatan
      • Seperti halnya produk lain, obat-obatan yang sudah memasuki masa kedaluwarsa harus segera dibuang. Sebagian obat-obatan memang masih memiliki efek dan aman meski tidak maksimal. Akan tetapi, tanggal kedaluwarsa harus tetapi diperhatikan dan dipatuhi demi keamanan dalam penggunaan atau konsumsi obat. Terlebih ada beberapa jenis obat yang sama sekali tidak boleh digunakan setelah melewati masa kedaluwarsa, misalnya nitrogliserin, insulin dan antibiotik cair.

        Di sisi lain, penyimpanan obat di kamar mandi sebaiknya dihindari. Alasannya, obat-obatan lebih baik disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Kamar mandi bukanlah tempat yang sesuai dengan kriteria tersebut mengingat keadaan kamar mandi yang cenderung lembap.
    • 6. Produk Perawatan Jerawat
      • Produk perawatan jerawat yang mengandung benzoil peroksida dan asam salisilat tidak boleh dibiarkan terlalu lama setelah dibuka dan digunakan. Produk perawatan jerawat dengan kandungan benzoil peroksida dan asam salisilat harus segera dibuang setelah empat atau enam bulan. Alasannya, kedua kandungan ini bisa mengalami kerusakan dengan cepat.
    • 7. Disinfektan
      • Disinfektan seperti penggosok dengan alkohol dan hidrogen peroksida biasanya menjadi kurang efektif seiring dengan berjalannya waktu. Disinfektan-disinfektan ini sebaiknya dibuang setelah melewati masa kedaluwarsa. Orang-orang yang tak terlalu sering menggunakan disinfektan sebaiknya membeli disinfektan dalam botol berukuran kecil saja.
    • 8. Tempat Lensa Kontak
      • Tak hanya lensa kontak, tempat penyimpanan lensa kontak juga perlu diganti secara berkala. American Academy of Ophthalmology menyarankan agar tempat penyimpanan lensa kontak diganti setidaknya setiap tiga bulan. Tempat lensa kontak berpotensi menjadi sarang bakteri karena sering bersentuhan dengan jari.
    • 9. Cairan Lensa Kontak
      • Cairan yang digunakan untuk lensa kontak juga perlu segera dibuang jika sudah mencapai masa kedaluwarsa. Pengguna tidak perlu enggan untuk membuang cairan lensa kontak yang sudah kedaluwarsa meski botolnya masih terisi cukup penuh. Cairan lensa kontak yang sudah kedaluwarsa dapat mengalami kontaminasi dan berpotensi menyebabkan infeksi hingga kehilangan penglihatan jika masih digunakan.
    • 10. Petroleum Jelly
      • Produk petroleum jelly juga dapat menjadi sarang bakteri karena kerap bersentuhan dengan jari. Di sisi lain, produk petroleum jelly biasanya hadir dalam kemasan besar namun jarang digunakan. Agar tidak terbuang percuma, pengguna sebaiknya membeli petroleum jelly dengan wadah yang lebih kecil.
    • 11. Tampon
      • Masa penyimpanan tampon menurut ahli ginekologi adalah lima tahun. Lebih dari itu, tampon bisa ditumbuhi dengan jamur, terlebih jika tampon disimpan pada tempat yang lembap seperti kamar mandi.

        Selain membuang tampon lama, pengguna juga harus memperhatikan kemasan pada tampon baru. Tampon dengan kemasan yang rusak juga perlu diwaspadai karena berisiko sudah mengalami kontaminasi. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari risiko toxic shock syndrome, penyakit fatal yang kadang dihubungkan dengan penggunaan tampon.
         
Itulah beberapa benda yang tidak perlu berada di kamar mandi kita, agar kita juga terhindar dari berbagai penyakit yang kapan saja dapat menyerang kita ( AP )

Lensa Indramayu  - Seringnya kecelakaan yang menyebabkan mobil tersambar kereta api membuat para pengguna mobil harus lebih hati-hati lagi.
Ilustrasi

"Jangan Pernah menerobos palang pintu kereta Api, saat kereta akan melintas" Penjelasan kenapa mesin mobil sering mati di atas perlintasan sebidang rel KA ??.

Penjelasan teknis :
[post_ads]
Dilokomotif ada boggie (roda kereta) dimana komponen utamanya adalah dinamo, di dalam dinamo ada unsur magnit yg cukup besar, jika lokomotif seri CC berarti ada 3 rangkaian boggie (6 buah dinamo besar).

Hal ini berdampak pada rel yang terbuat dari baja dapat menghantarkan medan magnet sejauh 1KM dr lokomotif, "sekali lagi 1 KM"

- Saat kendaraan bermotor melintasi rel KA biasanya menggunakan kecepatan rendah, apabila pengendara tidak memindahkan gigi mesin yang lebih rendah maka putaran mesin dinamo kendaraan bermotor dan koil yang ada dapat seketika mati akibat faktor medan magnit boggie KA yang di hantarkan oleh rel KA.

- Oleh karena itu petugas JPL selalu menutup pintu perlintasan sebelum KA mendekati perlintasan (berjarak -+ 3 Km).

- Bila ada pengemudi tetap menerobos/melintasi rel KA yang berjarak kurang dari 1 Km akan mengakibatkan mesin dinamo dan koil mobil yg sdh lemah dpt mati.

- Bila hal ini terjadi segera keluar dari mobil anda, Karena mesin mobil akan susah untuk di starter kembali.
[post_ads_2]
"sekali lagi Segera Keluar dari mobil anda."

Maka di sarankan jangan melintasi rel KA bila sudah terlihat KA walaupun masih berjarak 1 Km dari perlintasan demi keselamatan anda

- Ingat KA tidak bisa mengerem mendadak karena roda dan rel terbuat dari baja sehingga tidak ada friksi, rata-rata KA akan berhenti sejauh 800 M setelah di rem..

- Bagas Senoadji, PPNS Perkeretaapian berpesan ;
Lebih Baik Kehilangan Waktu 1 Menit Daripada Kehilangan Nyawa Dalam 1 Menit.
Diberdayakan oleh Blogger.