Lensa Indramayu  - Indramayu




Indramayu__Dalam acara agenda pembubaran kepanitiaan pelantikan dan pengukuhan JOIN, saat tergelar di gedung PKPRI Margadadi (18/8) kemarin, kali ini Join Indramayu bahas rapat kerja terfokus permasalahan Wisata Desa di seluruh Indramayu, pada Minggu 1/9/2018, dilokasi Situbolang, Cikedung,Indramayu.

Rapat dengan bungkusan silaturahmi tersebut, dihadiri semua anggota jajaran JOIN Indramayu, beserta beberapa pasangan istri dan anaknya masing-masing, sebab diketahui, acara yang tergelar kali ini berada dilokasi wisata ramah keluarga yakni rawa bolang.

Dalam pembahasanya, Join terfokus adanya Wisata di seluruh Indramayu yang saat ini tertinggal jauh dengan kota-kota lain di Jawabarat, perbedaan inilah yang kemudian menjadi pokok utama wacana rapat kerjanya dalam kedepan.

 " Di indramayu belum ada icon destinasi Wisata bertaraf nasional yang menjadi pemantik dan tujuan utama pengunjung luar kota, tidak seperti kota lain, cirebon, majalengka dan kuningan contohnya, sama-sama masuk wilayah 3, namun mereka mampu memanfaatkan kondisi alam sekitar bahkan saat ini lumayan terkenal di penjuru Jawabarat " papar Nasiruddin divisi Hukum Join Indramayu.

Sementara itu, Supriyadi salah satu pegiat Wisata Indramayu, sekaligus anggota Join memaparkan beberapa kondisi yang saat ini dialami Wisatawan luar daerah kurang minat berkunjung di Indramayu.

" minat pengunjung berkurang karna beberapa faktor, disini belum ada paket tour wisata, tour guide wisata, dan pusat belanja oleh-oleh wisata, sedangkan hal inilah yg sebenarnya dicari oleh mereka " ungkapnya dalam sesi diskusi.

Menurut dia lagi, seharusnya hal itu menjadi PR untuk pemerintah Indramayu, ia berharap hal yang disampaikannya dapat menjadi program kerja untuk dimasukan ke musrembang kabupaten dengan hal ini, keseriusan pemerintah akan terlihat, pungkasnya.

Cutisna Ketua JOIN Indramayu menyambut baik usulan yang masuk dari beberapa anggotanya, tisna berkomitmen rapat kerja kali itu, akan ia sampaikan ke Pemda Indramayu agar menjadi kajian utama untuk diwujudkan.


Pena : spy

Lensa Indramayu  - Indramayu



Indramayu__Sebuah komunitas persaudaraan bernama JAGUAR69 gelar acara libur santai di Wisata Mangrove Kedung Cowet di Desa Cemara blok Bong, Kecamatan Cantigi, Indramayu pada 26/8/2018, dalam kunjunganya tersebut para anggota komunitas tampak terhibur oleh pesona alam mangrove beserta keasrian sungainya.

" Hal beda saya rasakan disini, benar-benar seperti amazon afrika kalo boleh saya menilai " papar Irsyad anggota komunitas.

Pohon mangrove disungainya ituloh, lanjutnya, Pemerintah harus sangat melihat ini . Ungkap pria 50 tahun tersebut usai travelling perahu.

Dalam kunjunganya, bersama 20 rekan anggota irsyad melanjutkan santap kuliner bersama, sengaja masakan tersebut ia pesan sebelum hari H kepada pengelola wisata.

" kulinernya memang harus dihidupkan, sengaja kami pesan kepada warga agar mereka mengangkat citra masakan khasnya, seperti yang saya pesan ini, ada pepes bandeng, udang goreng, bandeng presto goreng, sambal lalapan, bandeng bakar, biar pengunjung yang lain juga tau ada apa saja disini " tutur Yoga salah seorang anggota.

Menurut Yoga, potensi alam Kedung Cowet hendaknya menjadi program pengembangan wisata oleh pemerintah daerah, sebab ia menilai perjuangan masyarakat sekitar tampak jelas serius membangun wisata desa.

" Dengan keadaan seperti ini memang perlu adanya keprihatinan pemerintah, jelas terlihat kok dari keseriusan masyarakat, walau dengan keadaan apa adanya mereka tetap berusaha membangun wisata desa semampunya " imbuhnya.

" kita sama-sama perjuangkan wisata ini, mudah-mudahan Pemerintah Indramayu tidak tebang pilih dalam menggelontorkan dana bantuan, kalo wisata desa makmur pasti kotanya jauh akan lebih makmur " pungkas Yoga.

Pena:spy

Lensa Indramayu  - Indramayu Jabar


Indramayu__Wisata Kedung Cowet yang terletak di Desa Cemara Wetan Blok bong Kecamatan Cantigi kini bersolek diri dengan membuang jauh-jauh kesan angker yg melekat atas dirinya. Hijau, alami dan asri serta berkembang itulah yg tersemat pada kedung cowet saat sekarang , akan tetapi hal demikian tak menjadi sorotan di benak Pemerintah Indramayu, pasalnya akses jalan yang menjadi pendukung utama serta pengembangan fasilitas sarana prasarana wisata yang ada saat ini tak berbanding lurus dibanding dengan pesona alamnya yg terkenal elok.


Hal itu ditegaskan oleh Zainal selaku pengelola sekaligus promotor kompepar Kedung Cowet.  Kesan mistis yang selama ini menempel bertahap ia rubah agar menjadi tempat wisata keluarga yang menyenangkan.

" Perjuangan saya merubah kisah mistis kedung cowet lumayan berat pada fase awal pendirian, mulai dari pendanaan hingga menggerakkan kepedulian masyarakat banyak sekali tantangannya, pro dan kontra pun tak luput dari pengalaman waktu itu " papar Zainal saat sesi pengambilan video clip sebuah lagu di lokasi, pada sabtu 11/08/2018.


Namun Zainal merasa pemerintah seakan tutup mata dengan potensi wisata yang sedang ia perjuangkan. Perbaikan infrastruktur guna menunjang akses jalan masih jauh dari harapan.

Senada dengan Zainal, ketua pengelola Wisata Abdul Ajid memaparkan beberapa permasalahan yang sedang dialami dengan lambatnya perkembangan di Kedung Cowet ini, menurutnya peran pemerintah Indramayu tak sebanding dengan sosialisasi yang sering ia ikuti dibeberapa pertemuan forum komunikasi kompepar Indramayu (FKKI).

" Sering saya ikuti acara itu (FKKI), tapi hanya sebatas cerita saja buat kami, tidak satupun program sosialisasinya menyentuh dan mengatasi permasalahan di Kedung Cowet "

"Katanya Wisata di Indramayu harus Wonderfull Indonesia, tapi nyatanya hanya selogan saja". Tambahnya.

Pengajuan bantuan tak henti dilakukan oleh pengelola Wisata kepada Dinas Budaya dan Pariwisata Indramayu (DISBUDPAR), namun yg diperoleh hanya sebuah janji.

" Beberapa kali kami ketemu dengan Kabid Wisata Indramayu Bu Ella Sari, niatnya ya ingin bekerjasama sekaligus minta bantuan untuk pembangunan akses jalan dan fasilitas wisata, akan tetapi disetiap pertemuan hasilnya janji dan janji saja, gak ada yg ia wujudkan buat kami " ungkap Zainal lagi.

Padahal dengan kemajuan wisata di Indramayu akan memberikan dampak positip untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Indramayu, dalam skema seperti ini akan terwujud timbal balik yg nyata antar pemerintah dan masyarakat.

Pena : Supriyadi Oi

Lensa Indramayu  - GMPD(generasi muda peduli desa) Gelar Rapat Kerja di Wilayah wisata gedung coet cemara

photo bersama anggota Gmpd Indramayu 12/02/2018 GMPD(generasi muda peduli desa) yang dihadiri langsung ketua presidium Zaenal Dan segenap pengurus lain yang turut

Dalam rapat kerja Gmpd semua devisi turut memberikan gagasan untuk mendorong peran aktif masyarakat dalam pembangunan di desanya. Progam yang sudah dijalankan antara lain sekolah desa di desa Cemara Wetan blok bong.

Hal itu dikatakan  oleh ketua presidium Zaenal dalam sambutanya bahwa sekolah desa  sebagai bentuk kepedulian Gmpd dengan kondisi Desa sekarang, Zaenal menilai antara anggaran desa yang di kucurkan pemerintah baik pusat maupun provinsi dan kabupaten harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa.

Zaenal menghimbau kepada seluruh anggotanya agar jangan pernah lelah dalam mengawal dana desa maupun mengawal kebijakan pemerintah keberhasilan pembangunan tidak akan pernah terwujud tanpa peran aktif masyarakatnya.

Dan Zaenal pun memberi apreasiasi kinerja para anggotanya yang terus bekerja tak kenal lelah dan menyerah dengan sukarela tanpa pamrih kata zaenal Senin, 12/02/2018


Sementara pembina Gmpd Nasirudin, menegaskan bahwa GMPD lahir guna memberikan sumbang pikiran dan menjadi katalisastor dalam setiap penyusunan Rencana Pembangunan Desa yang teraktualisasi dalam kegiatan pengawalan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang pengawalan hasil musyawarah sampai tingkat kabupaten dengan maksud pembangunan tersebut dapat teraktualisasi dalam pelaksanaannya.

" GMPD harus bisa memotivasi masyarakat agar bisa terlibat aktif baik langsung maupun tidak langsung dalam mengawal program-program dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan mendampingi mayarakat dalam pelaksanaan program sehingga mencapai sasaran dan tujuannya. Program yang unggulan pada saat ini yang mendapat perhatian kami adalah, program pembangunan (fisik dan non fisik) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), program PNPM Mandiri, dan Lembaga Keuangan Pedesaan " Jelas Nasir.

Anggota GMPD bekerja  mempunyai rasa memiliki organisasi, hingga tak pernah merasa kecewa dengan apa yang didapat. Baik makian maupun pembunuhan karakter. Dan harus dijadikan tantangan  bagi anggota  GMPD  agar lebih serius. Nanti juga waktu yang menjawab bahwa apa yang dituduhkan Meraka itu salah.pungkas Nasir

Sementara dari devisi advokasi Mustholi SH. Menuturkan dihadapan majlis musyawarah kerja  Gmpd, mustholi, Gmpd harus bisa mengadvokasi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum  Baik masalah pidanah maupun masalah perdata. Hal itu untuk memberikan rasa keadilan dihadapan hukum. Pungkas mustholi

 Hal yang sama juga disampaikan anggota devisi advokasi Aripin. Aripin menilai pembahasan raker hari ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat, dan mendorong aparat penegak hukum menjalankan tupoksinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,

Lensa Indramayu - Pekalongan - Sepasang warga negara asing (WNA) asal Republik Ceko dan Slowakia kehabisan ongkos berada di Pekalongan, Jawa Tengah. Kedua WNA bernama Nedomelel Petr (36) dan Bratska Jara (29) kebingungan saat ternyata tak bisa membayar biaya hotel di Pekalongan.


"Tadi pagi kita mendapatkan laporan dari pihak hotel, soal keberadaan dua WNA yang tidak memiliki uang saat akan membayar hotel," ujar Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar kepada detikcom, Minggu (10/9/2017).

Keduanya sudah menginap di sebuah hotel di Pekalongan sejak Sabtu (9/9) pukul 18.30 WIB. 

Mendapati adanya laporan dari pihak hotel, dua petugas piket Polsek Wiradesa langsung menuju ke hotel tersebut. 

"Dari pihak hotel sendiri tidak mepersoalkan pembayaran hotel. Yang mereka pikirkan agar dua WNA tersebut bisa sampai kota tujuan, yakni Jakarta," jelas M Dahyar.

Petugas yang datang ke hotel, langsung memeriksa identitas kedua WNA tersebut. Dari hasil pengecekan identitas, dua WNA ini, memiliki paspor yang masih berlaku sampai 2023, sedangkan visa sampai 22 September 2017.
"Kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Imigrasi Pemalang. Karena tidak adanya pelanggaran, kami antarkan keduanya dengan menumpang bus ke Jakarta," kata Dahyar. 
Diberdayakan oleh Blogger.