Lensa Indramayu  - Indramayu




Lensa Indramayu, Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, terpilih menjadi desa terbaik dalam ajang penilaian desa di Kabupaten Indramayu tahun 2018, hal itu menjadi pertanyaan yang besar bagi para aktivis di Indramayu, karena dianggap indikator penilaianya tidak jelas dan dan tidak  relevan karena penilaiannya tidak melibatkan lembaga independen dan para akademisi.


“ Penilaian ini tidak obyektif, karena penilaianya tidak melibatkan lembaga independen, penilaian itu hanya dilakukan oleh internal instansi sendiri, dan tolak ukurnya apa bisanya Desa Juntinyuat menjadi pemenang dengan katagori desa terbaik “? Kata Ketua komisi 2 DPRD Indramayu, Alam Sukmajaya saat dihubungi lewat telpon seluler,19/september/2018

Hal senada juga ditegaskan aktivis GMPD Indramayu Supri,  ikut mengomentari terkait penilaian desa terbaik Indramayu tahun 2018, Supri mengatakan bahwa seharusnya ada kriteria yang jelas , apakah penilaian dari segi kemajuan secara ekonomi, di mana masyarakatnya bisa bekerja di desanya sendiri dengan kata lain desa bisa membuka lapangan pekerjaan, kalau penilaian dari segi kantibmas lebih banyak desa yang lebih kondusif dari desa juntinyuat, atau dari tingkat kebersihan malah lebih banyak desa lain tingkat kesadaran kebersihan masyarakat nya patut diapresiasikan, dari  desa juntinyuat,

“ Obyektivitas penilaian yang tidak transparan dan syarat kepentingan, karena tolak ukur yang tidak jelas, seharusnya ada indikator yang jelas, apa dari segi pemberdayaan yang atau dari tingkat gotong royong masyarakat yang tinggi, atau  dari segi kantibmas ya”? Tegas Supri saat di hubungi tim media di kediamannya

Sementara Kuwu warno sebagai penerima penghargaan sangat senang karena desa yang dipimpinnya dapat katagori desa terbaik dan mendapat hadiah uang 100 juta dari pemda, yang diserahkan langsung oleh sekda Indramayu Ahmad Bahtiar di alun-alun alun Indramayu pada tanggal 17/09/2018

Ahmad Bahtiar mengatakan, desa-desa di Kabupaten Indramayu harus terus melakukan inovasi dan mampu mengembangkan segala potensi yang ada dalam desa tersebut. Pasalnya,  saat ini berbagai program bisa dilakukan di desa dengan dukungan anggaran baik melalui dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD).
“Dengan mampu mengembangkan potensi yang ada di desa, maka dipastikan desa tersebut akan cepat menonjol terutama mampu menggali yang menjadi ciri khas dari desa itu, ” tegas Sekda.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Dudung Indra Ariska mengatakan, pemilihan desa dilakukan setiap tahun dengan maksud untuk mencari desa terbaik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan pemilihan desa ini diharapkan dapat memacu para kuwu untuk berkreativitas dalam melaksanakan pembangunan di desanya maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemeritahan Desa pada DPMD Kabupaten Indramayu, Ahmad Sulaiman mengatakan,  penilaian terhadap desa-desa di Kabupaten Indramayu sudah dilaksanakan sejak awal tahun dengan dilakukan secara marathon dengan diawali penilaian ditingkat kecamatan masing-masing.
Dari hasil penilaian secara keseluruhan,  maka didapatkan desa terbaik pertama diraih oleh Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat, terbaik kedua diraih oleh Desa Gabuswetan Kecamatan Gabuswetan,  dan terbaik ketiga diraih oleh Desa Sukalila Kecamatan Jatibarang. Selanjutnya harapan satu diraih Desa Sukasari Kecamatan Arahan,  harapan dua Desa Larangan Kecamatan Lohbener,  dan harapan tiga Desa Ujunggebang Kecamatan Sukra. (Red)

Pengurus JOIN Indramayu gelar diskusi bersama KASDIM, KODIM 0616
Lensa Indramayu  – DPD Jurnalis Online Indonesia (Join) Kabupaten Indramayu silaturahmi ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu, .

Silaturahmi yang diwakili oleh beberapa pengurus JOIN ini dihadiri oleh Ketua, Wakil, Sekretaris dan Dewan Pembina JOIN Indramayu, Hal tersebut untuk mempererat hubungan TNI dan Insan Pers khusunya di Kabupaten Indramayu.

Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Hudi Mahudi, mengatakan pentingnya kerjasama antara TNI dan PERS guna mensosialisasikan hubungan TNI dengan masyarakat agar lebih dekat.

Dengan di bangunnya kerja sama tersebut diharapkan setiap informasi yang disampaikan baik menyangkut keamanan, stabilitas dan kondusifitas daerah dapat terus terjaga. “Mari betugas sesuai tupoksi masing-masing, karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar melalui kerja sama antara TNI dan Insan Pers ini, Masyarakat lebih cepat mendapatkan informasi tentang kinerja TNI di kota Indramayu ini, sehingga TNI dan masyarakat tetap tejalin dengan baik,” ucap Kasdim diruang kerjanya. Jumat (14/9/18)

Menurutnya, dengan terjalin kebersamaan itu, maka diharapkan informasi yang menyangkut ancaman terhadap stabilitas dan kondusifitas keamanan daerah bisa dengan cepat diterima oleh pihaknya. “Karena dengan berbagi informasi merupakan langkah baik dalam membangun suatu keharmonisan dalam menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing,” harap dia.

Ditempat yang sama Dewan Pembina JOIN Indramayu Ma’rif Yoga mengatakan, dengan diadakan silaturahmi ini diharapkan bisa menumbuhkan kerjasama yang baik, dan saling memberikan informasi yang cepat, akurat antara TNI dan wartawan guna menyampaikannya kepada masyarakat.

“Juga membentuk suasana yang harmonis dalam mendukung pembangunan di Indramayu lebih baik lagi. Diharapkan seluruh wartawan yang tergabung dalam satu wadah Jurnalis Online Indonesia agar menjalankan tuga sesuai dengan kode etik jurnalistik dan UU yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara Ketua JOIN indramayu Custisna menyampaikan terimakasihnya kepada Kodim 0616 Indramayu melalui Kasdim Mayor Inf Hudi Mahudi yang telah menyambut baik kedatangan pihaknya.

Ia juga berjanji akan menjalin hubungan baik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Adanya kerjasama yang baik tersebut, menurut dia, bukan suatu penghalang bagi jurnalis dalam menjalankan tugas dan memberikan informasi yang benar sesuai fakta. “Tugas jurnalis kan menyampaikan informasi yang benar dan sesuai dengan fakta, namun bukan yang bersifat opini yang bisa menimbulkan kegaduhan. Karena selain menyampaikan informasi tugas media juga membuat suasana kondusif,” jelasnya.

Diakhir kunjungan Ketua JOIN Indramayu memberikan cindera mata kepada Kodim 0616 Indramayu yang diterima oleh Kasdim Mayor Inf Hudi Mahudi.

Pena : JOIN
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu 
Jakarata_Ribuan driver online se-Jabodetabek yang terhimpun dalam Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (Gerhana) berunjuk rasa di depan kantor Grab Indonesia di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).

Unjuk rasa di kantor Grab Indonesia di Lippo Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018). - pict warta kota

Mereka menuntut pemerintah menutup perusahaan aplikasi Grab dan Go-Jek. Alasanya, selama ini mereka hanya dieksploitasi dan tidak diperlakukan sebagai mitra perusahaan.

“Kami meminta aplikator untuk menghentikan monopoli. Kami meminta perusahaan aplikasi tidak berubah menjadi perusahaan transportasi,” tegas juru bicara aksi driver online itu, Dedi Heriyantoni.
Menurut Dedi, selama ini driver justru diperlakukan tak manusiawi karena perusahaan tak pernah memikirkan kesejahteraan pengemudi.
Tak hanya itu, mereka juga menuding Grab dan Go Jek Indonesia telah melakukan praktik kartelisasi bisnis transportasi online dengan promo-promo yang mencekik saingan. Driver tak memiliki hak, dan hanya dituntut untuk melakukan kewajiban.
“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan meminta pemerintah pusat segera menutup dan mengusir semua aplikasi yang menzalimi rakyat dan segera menghadirkan aplikasi transportasi online yang profesional adil, transparan dan Mensejahterakan rakyat,” lanjut Dedi.

Aksi ini diikuti ratusan pengemudi taksi dan ojek online. Puluhan polisi mengawal aksi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari perwakilan Grab Indonesia. Para pengemudi masih menunggu perwakilan manajemen.
Para driver bertekad akan terus menggelar aksi sampai tuntutannya dipenuhi. (TP/MJ)

Sumber : MediaJakarta

Rumah Tanisem
LENSA INDRAMAYU  - Tanisem (60), seorang janda miskin yang hidupnya memprihatinkan, bersama cucunya, ia tinggal di rumah gubuk tidak layak huni, Tasinem tinggal di desa Langut blok. Brak RT/RW 015/003 Kecamatan Lohbener Indramayu Jawa Barat.

Rumah Tanisem
Menurut Joni, salah seorang tetangganya mengatakan bahwa Tanisem dalam kesehariannya bekerja sebagai pemulung, yang menurut pandangannya hasil dari mencari barang bekas di jalanan tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Joni sempat mencoba membantu Tanisem agar dapat bantuan program rutilahu dari pemerintah, namun hingga kini usahanya belum membuahkan hasil.

"Saya sudah coba menyampaikam kepada ketua RT bahwa rumah milik Tanisem tidak layak huni, namun ketua RT hanya menjawab Insya Allah. Dan hingga kini Tanisem tetap belum mendapat bantuan dari pemerintah." Katanya.
[ads-post]
 Sementara itu, Darmo yang juga tetangga Tanisem sangat berharap kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk membantu memperbaiki tempat tinggal Tanisem agar layak huni.

"Semoga, baik pemerintah daerah maupun pusat dapat segera membantu Tanisem agar bisa mempunyai rumah layak huni." Harapnya.

Berdasarkan pantauan Wartawan, kondisi rumah milik Tanisem hanya terbuat dari bambu yang sudah lapuk, dan sebagian atapnya hampir ambruk. (Red)

Lensa Indramayu  -Ribuan masyarakat Kecamatan Haurgelis, Kabupaten Indramayu antusias mengikuti Pawai Tarkhib dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, Senin (10/09/2018).


Marching Band di pawai Tarkhib


Pelaksanaan kali ini tidak hanya di ikuti oleh para siswa-siswi dan masyarakat, melainkan di ikuti juga oleh ratusan Santri dari Pondok Pesantren Darussalam Al – Qur’ani Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.
“Menyambut satu muharram muda-mudahan bisa menjadi ajang silaturahmi bagi masyarat Pemdes se-Kecamatan Haurgelis serta para guru dan pengasuh pesantren meski perayaan 1 Muharam kali ini tidak disertai pesta kembang api atau petasan. Namun tetap mendapat sambutan positif masyarakat, mulai anak-anak hingga ibu-ibu seolah tak ingin ketinggalan untuk mengikuti merayakan datangnya Satu Muharam,” kata Ketua MUI H. Junedi Badlowi.
Perayaan menyambut datangnya tahun baru Islam, lanjut dia, berlangsung meriah di tingkat Kecamatan Haurgelis Indramayu, sembari membaca shalawat Nabi, lebih dari seribu warga asetempat mengikuti pawai ta`aruf.
“Kegiatan tahun baru islam ini, seluruh masyarakat dan santri ikut berkeliling, di mulai dari pasar keselatan prapatan greja Pantekosta menuju prapatan H. Sakwan dan keutara langsung kembali dihalaman Kecamatan sambil menunggu undian doorprez,” punkasnya,

Sai W9
Penulis Joni

Lensa Indramayu  -Indramayu_Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Lingkungan Hidup kembali akan menggerakan 1.000 orang untuk membersihkan Sungai Cimanuk dan Prajagumiwang dalam kegiatan Grebeg Kali Bersih atau Program Kali Bersih (Prokasih). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-491 Kabupaten Indramayu dan peringatan World Clean Up Day 2018 se Jawa Barat atau Gerakan Pungut Sampah yang akan dilaksanakan pada Sabtu 15 September 2018 mendatang.

Kegiatan bersih bersih 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Aep Surahman mengatakan, yang akan menjadi titik kegiatan yakni sungai Cimanuk Lama dan Prajagumiwang. Kegiatan ini akan diikuti oleh peserta sebanyak 1.000 orang yang merupakan utusan dari TNI/Polri, SKPD, BUMN/BUMD, pelajar, dan masyarakat sekitarnya.

"Aep menjelaskan, yang menjadi objek kegiatan itu adalah sampah yang berada di Sungai Cimanuk dan Prajagumiwang serta di sisi kanan dan kiri dari sungai tersebut. Kemudian juga rumput liar dan materi yang menghambat laju air di Sungai Cimanuk dan Prajagumiwang,"

“ Kita konsen terhadap sampah yang masih ada di sungai, selain itu juga beberapa material yang menghambat air seperti rumpul liar, keramba, bangkai kapal, dan lainnya kita akan angkat untuk menjdikan Sungai Cimanuk dan Prajagumiwang bisa lebih bersih,” tegas Aep."(10/09)
Pembersihan sungai dari sampah plastik dan sejenisnya

Dengan kekuatan 1000 orang tersebut, rencananya akan dibagi kedalam 6 pos/lokasi agar mempermudah proses kegiatan. Disamping itu, pihaknya juga menyiapkan 2 buah excavator untuk mengangkat material yang berada di sungai.

Kegiatan ini sebagai upaya yang massif menciptakan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di perairan sungai. Saat ini di Kabupaten Indramayu sudah ada Perda tentang K3 dan sosiaslisasinya sudah dilakukan dengan memasang berbagai papan informasi di sepanjang Sungai Cimanuk lama dan Prajagumiwang.

“Kami akan tegakkan perda ini, bersama dengan Sat Pol PP kami tidak tegas mereka yang membuang sampah sembarangan dan juga sanksi social lainnya,” tegas Aep.

Sai

Lensa Indramayu 


Indramayu_Guna menumbuhkan jiwa cinta tanah air dan semangat tolong menolong dengan sesama, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu menyelenggarakan Perkemahan Penggalang yang diikuti lebih dari 800 orang peserta, yang berasal dari 41 lembaga pendidikan SD/MI dan  SMP/MTs se Kecamatan Sliyeg Minggu (09/09/2018)

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka oleh Ir. Tohidin selaku wakil kwaran tingkat kabupaten Indramayu bertempat di lapangan bola Sleman lor  pada hari Minggu.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Muspika Sliyeg, Kepala UPTD Sekolah, Ormas dan juga di hadiri calon dewan Dprd dapil 3 opik fikriyah.

"Dalam sambutan pembukaannya, Ir. Tohidin berharap agar para anggota Pramuka dapat senantiasa menerapkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dan senantiasa mempunyai jiwa sosial dan tolong menolong dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melakukan kerjasama di dalam melaksanakan berbagai lomba yang diselenggarakan dalam kegiaan tersebut,"Paparnya


Setelah menyampaikan sambutan, beliau mengalungkan tanda peserta kepada dua orang siswa dan siswi yang menjadi perwakilan dari seluruh anggota Pramuka yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan perkemahan tersebut, juga akan digelar berbagai lomba yaitu Kaligrafi, Acapella, IT, Tartil Qur’an, Bivak, Pionering, SMS (Sandi, Morse dan Semaphore), Yel-yel / FBB, Jelajah Medan sketsa panorama, peta pita dan menaksir,"pungkasnya

Tidak ada yang bisa mengendalikanmu, semua tergantung pada diri kita sendiri. Orang lain hanya bisa mempengaruhi.!!
Lensa Indramayu  - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu menyatakan puluhan desa di Kabupaten Indramayu masuk kategori desa tertinggal. DPMD Kabupaten Indramayu menyebut dibutuhkan inovasi ekonomi kreatif untuk mengatasi kondisi tersebut.

DPMD Kabupaten Indramayu juga melaporkan dari total 309 desa di Indramayu, jumlah desa tertinggal pada 2017 mencapai 30 desa. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan 2016 yang mencapai 161 desa.

Kepala DPMD Kabupaten Indramayu, Dudung Indra Ariska menjelaskan, ada sejumlah kriteria terkait penggolongan desa tertinggal. Di antaranya, desa yang lokasinya sulit dijangkau sehingga terisolasi, ditambah buruknya infrastruktur jalan untuk menjangkau desa tersebut.

"Indikator lainnya adalah indeks kesulitan geografis yang membuat masyarakat sulit mengakses desa tertinggal," ujar Dudung, Selasa (4/9).

Dudung menambahkan, indikator lainnya yakni akses pendidikan, kesehatan, dan pengangguran. Faktor-faktor itu sangat menentukan penentuan desa tertinggal.

Salah satu desa tertinggal di Indramayu adalah Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Pendapatan desa tersebut hampir mendekati nilai nol. Infrastruktur yang ada pun terbilang minim.

Sekretaris Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) Wartono mengakui, masih banyak desa tertinggal di Indramayu. Dia menilai, ada sejumlah penyebab mengapa desa masih digolongkan tertinggal.

Salah satunya, soal penggunaan dana desa yang selama ini hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur saja. Padahal, para kuwu (kepala desa) juga sebaiknya mengalokasikan dana tersebut untuk pemberdayaan ekonomi kreatif.

"Lewat ekonomi kreatif, kemiskinan bisa dihapuskan," tutur Wartono.

Jika kemiskinan sudah terhapuskan, lanjut Wartono, maka pembangunan infrastruktur bisa dilakukan secara lebih fokus. Dia berharap, kedepan akan banyak desa di Indramayu yang  menganggarkan dana untuk ekonomi kreatif. (Red)

Lensa Indramayu  - Lantaran sakit hati, Ad tega menancapkan pisau sebanyak tiga kali ke perut Lis Keponakan dari istrinya yang sedang tertidur pulas dikamar hingga tewas, kejadian tersebut dilakukan Ad di rumah Lis Desa Ranca Mulya kecamatan Gabus Wetan kabupaten indramayu  pada jumat sore  20/4/2018
AD yang kini sedang menjalani sidang

Saat ini berkas perkara pembunuhan tersebut beserta tersangka dan barang bukti  telah di limpahkan oleh penyidik  polres ke kejaksaan negeri indramayu, kamis 6/9/2018

Menurut Erma selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Indramayu di ruang kerjanya 6/9/2018,  Motif pembunuhan diduga karena adanya otak mesum dari Ad yang tidak terlampiaskan.

Erma membeberkan kronologis kejadian perkara tersebut diawali pada Agustus 2017 lalu oleh lis yang datang menemui Ad untuk meminta uang sebanyak satu juta rupiah.

"Buat apa sih nok uang segitu? tanya Ad, Lis hanya menjawab, nanti juga om pasti tau" kata Erma menirukan dialog Ad dengan lis.

Namun saat itu Ad tidak memiliki uang sebanyak itu, mendengar pernyataan Ad, dengan rasa kecewa lis akhirnya sedikit memaksa dengan mengiming-imingi Ad akan diberi Imbalan jika mengabulkan permintaannya.

"Uang segitu mah gak ada nok sekarang mah, paling juga besok"  ucap Ad, ya udah gak papa besok ya om, tenang aja ada imbalannya" Erma kembali menirukan Ad dan lis.

Mendengar hal itu, Ad berusaha memperjelas dengan menanyakan imbalan apa yang akan diberikan, tak menunggu lama Lis membelakangi Ad kemudian melorotkan celana dan CD yang dipakainya serta menungging di depan Ad.

"apa imbalannya? tanya Ad, Ini imbalannya jawab lis (sambil menungging)"

Melihat seperti itu, Erma melanjutkan, "Ad berfikir mesum bahwa keponakannya pasti bisa disetubuhi, oleh karenanya Ad berjanji akan memberikan sejumlah uang yang dibutuhkan lis besoknya, namun setelah mendapatkan uang, lis langsung meninggalkan Ad pergi tanpa berkata apa-apa"

Diketahui, Hal tersebut dilakukan Lis setiap sebulan sekali kepada Ad, hingga  uang yang diberikan kepada lis mencapai delapan juta Rupiah.

Terakhir,  jumat sore Ad ketemu lis di masjid dekat rumahnya, lis kembali meminta uang kepada Ad,  namun Ad hanya bisa memberikannya sebanyak tujuh ratus ribu rupiah, karena kurang, Ad terpaksa pulang kerumah untuk mengambil sisa uang sebanyak dua ratus ribu rupiah, usai itu, karena penasaran Ad menagih janji kepada lis yang katanya akan memberi imbalan.

"nok, om kan sudah mengeluarkan uang sebanyak Rp. 8.900.000,- mana janji kamu? tanya Ad, janji apaan, lis berkilah, kan kmu sendiri yang janji ke om katanya mau kasih imbalan, mana buktinya? Ad memperjelas"

Merasa di desak, lis menjawab pertanyaan Ad dengan jutek sehingga hal tersebut menyebabkan Ad sakit hati.

"apasih? dua hari lagi saya mau kawin" lis sambil cemberut, lalu uang saya gimana? tanya Ad, kalo itu mah gak ada urusan, dijawab lis dengan kasar"

Saat itu Ad merasa sakit hati lantaran hawa nafsunya tidak terlampiaskan, selang beberapa jam usai dialog itu Ad mendatangi rumah Lis dengan membawa sebilah pisau dapur.

mendapati lis sedang tidur terlentang dikamarnya, Ad langsung menusukkan pisau ke bagian perut lis sebanyak tiga kali hingga tewas.

Terpisah, Sudihardjo Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (pidum) kejaksaan negeri indramayu mengungkapkan, karena perbuatannya, Ad terancam pasal 340 dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun, seumur hidup bahkan hukuman mati, sementara untuk pasal 338 diancam kurungan penjara paling lama 15 tahun.

Lensa Indramayu Badan Kepegawaian Negara menegaskan bahwa seluruh informasi terkait seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 disampaikan melalui situs resmi BKN, Kemenpan RB dan sscn.bkn.go.id.
CPNS Ilustrasi

“Banyak sekali yang mention terkait broadcast hoax seleksi CPNS dan website BKN yang berubah menjadi SSCB. Kami informasikan, bahwa situs resmi untuk seleksi CPNS hanya sscn.bkn.go.id juga belum ada info resmi terkait penerimaan CPNS 2018 hingga saat ini,” tulis BKN pada akun Twitter, Rabu (5/9/2018).
Imbauan BKN guna menanggapi hoaks terkait maraknya informasi soal jadwal pendaftaran seleksi CPNS yang tersebar luas di jejaring sosial dan dokumen foto rapat yang menyebutkan penerimaan pendaftaran CPNS, serta situs web CPNS 2018 diubah dari SSCN menjadi SSCB.

Turut tersebar salinan dokumen tentang peraturan menteri aparatur negara dan reformasi birokrasi Republik Indonesia nomor 37 tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar PengadaanCalon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018.

“Berita hoax yang beredar tentang seleksi CPNS Tahun Anggaran 2018 akhir-akhir ini makin sering terdengar. Terkait itu Humas BKN mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita yang dikirimkan melalui jejaring sosial maupun aplikasi chatting online,” tegas BKN.

Menurut BKN, untuk mengetahui berita yang didapat apakah hoaks atau tidak silahkan cek media sosial dan website BKN, apakah BKN atau Kemenpan RB meng-update berita terkait seleksi CPNS atau tidak.
“BKN harap sobat BKN tidak ikut menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya dan tidak panik karena berita yang belum jelas kebenarannya,” tulis BKN.
Situs web resmi untuk informasi CPNS 2018

Lensa Indramayu  - Indramayu




Indramayu__Dalam acara agenda pembubaran kepanitiaan pelantikan dan pengukuhan JOIN, saat tergelar di gedung PKPRI Margadadi (18/8) kemarin, kali ini Join Indramayu bahas rapat kerja terfokus permasalahan Wisata Desa di seluruh Indramayu, pada Minggu 1/9/2018, dilokasi Situbolang, Cikedung,Indramayu.

Rapat dengan bungkusan silaturahmi tersebut, dihadiri semua anggota jajaran JOIN Indramayu, beserta beberapa pasangan istri dan anaknya masing-masing, sebab diketahui, acara yang tergelar kali ini berada dilokasi wisata ramah keluarga yakni rawa bolang.

Dalam pembahasanya, Join terfokus adanya Wisata di seluruh Indramayu yang saat ini tertinggal jauh dengan kota-kota lain di Jawabarat, perbedaan inilah yang kemudian menjadi pokok utama wacana rapat kerjanya dalam kedepan.

 " Di indramayu belum ada icon destinasi Wisata bertaraf nasional yang menjadi pemantik dan tujuan utama pengunjung luar kota, tidak seperti kota lain, cirebon, majalengka dan kuningan contohnya, sama-sama masuk wilayah 3, namun mereka mampu memanfaatkan kondisi alam sekitar bahkan saat ini lumayan terkenal di penjuru Jawabarat " papar Nasiruddin divisi Hukum Join Indramayu.

Sementara itu, Supriyadi salah satu pegiat Wisata Indramayu, sekaligus anggota Join memaparkan beberapa kondisi yang saat ini dialami Wisatawan luar daerah kurang minat berkunjung di Indramayu.

" minat pengunjung berkurang karna beberapa faktor, disini belum ada paket tour wisata, tour guide wisata, dan pusat belanja oleh-oleh wisata, sedangkan hal inilah yg sebenarnya dicari oleh mereka " ungkapnya dalam sesi diskusi.

Menurut dia lagi, seharusnya hal itu menjadi PR untuk pemerintah Indramayu, ia berharap hal yang disampaikannya dapat menjadi program kerja untuk dimasukan ke musrembang kabupaten dengan hal ini, keseriusan pemerintah akan terlihat, pungkasnya.

Cutisna Ketua JOIN Indramayu menyambut baik usulan yang masuk dari beberapa anggotanya, tisna berkomitmen rapat kerja kali itu, akan ia sampaikan ke Pemda Indramayu agar menjadi kajian utama untuk diwujudkan.


Pena : spy

Lensa Indramayu Jakarta - Setelah mengantongi medali emas Asian Games 2018, Sugianto tinggal menunggu bonus dari pemerintah. Dia berencana menyisihkan sebagian bonus Rp 1,5 miliar untuk mendukung pembangunan masjid. 
Sugianto sang juara Pencak Silat peraih medali emas


Sugianto meraih medali emas Asian Games di nomor tunggal putra pencak silat artistik yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur Rabu (29/8/2018).

Dia mendapat nilai 471 dari lima juri mengungguli lima pesilat negara lainnya. Sementara, pesilat Thailand Ilyas Sadar berada di peringkat kedua dan diganjar perak setelah mengumpulkan nilai 460. Disusul Almohaidib Abdad dari Filipina yang mendapat nilai dari juri 455.


Sesuai janji pemerintah, Sugianto akan menerima bonus Rp 1,5 miliar tanpa pajak. Apa rencana Sugianto dengan bonus itu?

"Bonus rencananya untuk membantu bangun masjid. Persentasenya mungkin sekitar 30 sampai 50 persen dari bonus (akan saya berikan)," kata Sugianto.

Bukan tanpa alasan Sugianto berencana membantu pembangunan masjid tersebut. Dia ingin menjadi bagian dari saksi pembangunan sejarah yang diklaim bakal menjadi masjid terbesar di dunia nantinya.

"Kebetulan saya pernah wisata rohani sama pengajian rumah ke sana. Saya lihat masjidnya besar sekali tiada duanya. Tujuh lantai dan tempatnya di Indramayu kita membangun suatu masjid yang akan menjadi suatu peradaban," dia menjelaskan.

"Mesjidnya sangat besar dan saya ikut menyumbang di sana dan saya yakin masjid ini jadi monumen dan ikon bahwa indonesia mayoritas muslim ini masjid terbesar di dunia," ujarnya lagi.

"Sekarang sedang pembangunan dan mungkin tinggal 3-4 tahun lagi finishing. Nama mesjidnya Rahmatan Lil-Alamin," dia menambahkan. 

Tersangka EP berhasil diamankan Polisi
Lensa Indramayu  - Dibantu warga sekitar Polisi berhasil menciduk tersangka pencuri motor berinisal EP (19) warga Gang IV Selatan RT. 010 RW. 002 Desa Karangampel Kidul Kec. Karangampel Kab. Indramayu.  EP diduga melakukan tindak pidana pencurian berupa 1 (satu) Unit sepeda motor Honda Beat No.Pol E -6065-PAT milik Syamsudin (30) Warga Blok 2 RT.02/03 Desa Tinumpuk Kec. Juntinyuat Kab. Indramayu.

Saat melakukan pencurian sepeda motor milik Syamsudin tersebut, tersangka mengaku bersama - sama dengan 3 orang temannya yang berhasil melarikan diri.

Syamsudin menjelaskan, pencurian motor terjadi saat motor diparkir di teras rumahnya dalam keadaan dikunci stank dan lubang kunci kontak dalam keadaan ditutup.

Sadar kalau sepeda motor miliknya tersebut ada yang mencuri, Syamsudin yang sedang tidur mendengar ada suara yang mencurigakan sehingga Syamsudin langsung terbangun dan langsung keluar rumah. "Setalah saya melihat keluar rumah saya melihat sepeda motor tersebut sedang didorong seseorang menuju arah jalan, saya teriaki maling sambil mengejar" Terangnya. Senin 27/08/2018.

Syamsudin menambahkan ketika dikejar, pelaku berhasil menghidupkan mesin sepeda motor miliknya dan kemudian mengendarainya langsung kearah utara atau arah jalan Cirebon - Indramayu.

Warga yang mendengar teriakan Syamsudin tersebut, langsung mengejar tersangka, Salah satu warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi Bhabinkantibmas Desa Tinumpuk, yakni Brigadir Rusjai yang saat itu kebetulan sedang patroli bersama dengan rekannya Briptu Teguh Irwana, SH, yang tak jauh dari Desa Tinumpuk sehingga kedua petugas tersebut langsung menuju TKP .

Barang Bukti yang berhasil diamankan
Kemudian warga bersama-sama dengan Bhabinkamtibmas berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka yang masih di Wilayah Desa Tinumpuk berikut sepeda motor yang telah dicurinya.

"Untuk menghindari amuk massa kami bawa ke Kantor Polsek Juntinyuat untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut" Ucap Briptu Teguh Irwana, SH

Teguh menambahkan saat dilakukan introgasi, tersangka mengaku melakukan perbuatan tersebut bersama dengan 3 orang temannya yang berhasil melarikan diri.

"Ada tiga pelaku lain yang terlibat aksi pencurian ini, yang namanya sudah kami kantongi. Ketiganya kabur dengan mengendarai sepeda motor honda beat warna hitam dan Suzuki Satria FU warna hitam." Imbuhnya.

Saat ini Polisi menahan tersangka EP berikut barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat milik korban dan alat pembuka lubang kunci kontak yang terbuat dari kuningan bernagnet yang ditemukan dikantong celana tersangka, Dan masih memburu pelaku lainnya yang melarikan diri.

Pena : 471
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu  - Indramayu



Indramayu__Sebuah komunitas persaudaraan bernama JAGUAR69 gelar acara libur santai di Wisata Mangrove Kedung Cowet di Desa Cemara blok Bong, Kecamatan Cantigi, Indramayu pada 26/8/2018, dalam kunjunganya tersebut para anggota komunitas tampak terhibur oleh pesona alam mangrove beserta keasrian sungainya.

" Hal beda saya rasakan disini, benar-benar seperti amazon afrika kalo boleh saya menilai " papar Irsyad anggota komunitas.

Pohon mangrove disungainya ituloh, lanjutnya, Pemerintah harus sangat melihat ini . Ungkap pria 50 tahun tersebut usai travelling perahu.

Dalam kunjunganya, bersama 20 rekan anggota irsyad melanjutkan santap kuliner bersama, sengaja masakan tersebut ia pesan sebelum hari H kepada pengelola wisata.

" kulinernya memang harus dihidupkan, sengaja kami pesan kepada warga agar mereka mengangkat citra masakan khasnya, seperti yang saya pesan ini, ada pepes bandeng, udang goreng, bandeng presto goreng, sambal lalapan, bandeng bakar, biar pengunjung yang lain juga tau ada apa saja disini " tutur Yoga salah seorang anggota.

Menurut Yoga, potensi alam Kedung Cowet hendaknya menjadi program pengembangan wisata oleh pemerintah daerah, sebab ia menilai perjuangan masyarakat sekitar tampak jelas serius membangun wisata desa.

" Dengan keadaan seperti ini memang perlu adanya keprihatinan pemerintah, jelas terlihat kok dari keseriusan masyarakat, walau dengan keadaan apa adanya mereka tetap berusaha membangun wisata desa semampunya " imbuhnya.

" kita sama-sama perjuangkan wisata ini, mudah-mudahan Pemerintah Indramayu tidak tebang pilih dalam menggelontorkan dana bantuan, kalo wisata desa makmur pasti kotanya jauh akan lebih makmur " pungkas Yoga.

Pena:spy

Lensa Indramayu  - Indramayu



Pelaksanaan penyaluran program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) di Kecamatan Kertasmaya sarat dengan penyimpangan aduan warga.

Sejumlah 175 MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) di sana harus “dipaksa” menggunakan satu toko material yang sama sebagai penyuplai kebutuhan bahan baku materialnya. Ketua kelompok tidak pernah dilibatkan dalam penentuan ataupun survey harga sebelum penunjukanya. Kondisi itu diperparah dengan temuan harga yang tidak sama antara desa satu dengan desa lain padahal jenis barang dan tokonya sama.

Hal itu disampaikan oleh salah satu ketua kelompok  di Desa Tenajar Lor dan Desa Kertasmaya. Mereka tidak tahu menahu soal penunjukan toko material. Dari awal mereka tidak pernah diajak untuk melakukan survey harga di beberapa toko material sebelum penunjukan salah satunya. Harga barang yang diterima di lapangan pun  mereka hanya pasrah.

“ Saya tidak tahu soal kenapa harus menggunakan toko yang jaraknya jauh padahal di daerah terdekat ada toko material yang cukup besar, saya hanya menjalankan saja mengatur penerimaan barang ke anggota kelompok saya, mengenai harga saya juga tidak tahu kenapa berbeda “ tegas salah satu ketua kelompok di Desa Tenajar Lor.

Selain harga, keluhan lainya adalah soal spesifikasi jenis barang yang diterima oleh salah salah satu MBR di Desa Kertasmaya sebut saja SLM, dia menceritakan soal protes yang pernah ia sampaikan terkait bahan material besi yang diterimanya. Dalam daftar seharusnya ia meneriam besi 8 dan besi 6 namun dilapangan berbeda setelah melakukan komplain baru kemudian ditukar dengan barang yang sesuai dengan ketentuanya.

“ Waktu itu saya protes kenapa dapat besinya kecil tidak sesuai dengan daftar yang ditentukan setelah itu barangnya ditarik kembali dan diganti dengan yang lebih gede” Ujar SLM.

Keluhan lain juga dialami oleh Ibu Salikha salah satu penerima program BSPS di Desa Tenajar Lor ia mengeluhkan soal pembayaran tukang yang tak kunjung jua ia terima. Padahal sebagaimana aturan dalam program bahwa ada alokasi buat pembayaran tukang senilai Rp. 2.5 juta untuk tiap MBR.

" Saya bingung pak, sampai dengan saat ini tukang belum dibayar sementara pekerjaan belum selesai dibangun, saya bingung harus cari hutang kemana lagi" ungkap ibu paruh baya yang harus menjalani hidup sendiri.

Sementara itu Suhartono selaku Kasi Perumahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu saat dimintai keterangan ia tidak tahu soal tekhnis di lapangan terkait hal itu Sugartono akan meminta keterangan dari TFL ( Tenaga Fasilitator) yang melakukan pendampingan di sana.

” Terimakasih atas informasi yang diberikan terkait keluhan di lapangan, nanti saya akan minta keterangan dari para pendamping di sana bagaiman hal itu bisa terjadi “ ujarnya saat ditemui di lapangan, Jumat (24/08).

Hadi selaku TFL di Desa Tenajar Lor memberikan keterangan terkait persoalan tersebut di atas, mengenai penggunaan toko yang sama dengan jarak tempuh yang jauh dari lokasi dirinya berkilah bahwa toko terdekat tidak ada yang memenuhi persyaratan hal itu ia dapat dari keterangan bekel desa yang ia perintahkan katanya.

" Dari awal saya minta bantuan pak bekel untuk cari toko material dan keterangan yang saya dapatkan tidak ada yang memenuhi persyaratan " Jelas Hadi

Mengenai upah tukang Hadi menambahkan bahwa sesuai dengan kesepakatan bersama dana tersebut digunakan untuk pembelian bahan material yang dibutuhkan.

" Uang untuk upah tukang itu digunakan untuk pembelian bahan material lain dan itu semua sudah ada kesepakatanya bahkan ada dalam berita acara tertulis yang ditanda tangani oleh MBR" tambahTamba.

Di tempat terpisah aktifis GMPD ( Generasi Muda Peduli Desa) Kabupaten Indramayu Jono menyayangkan kondisi itu terjadi. Program yang seharusnya berdampak manfaat untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak mampu memperbaiki hunianya harus terganggu karena ulah para oknum yang ada dalam lingkaran kegiatan.

“ Semua pihak harus berpedoman pada petunjuk tekhnis yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat, tidak boleh ada yang mengambil keuntungan dengan memanfaatkan ketidak berdayaan masyarakat, Dinas harus bisa menjelaskan kenapa satu kecamatan dengan jarak desa yang saling berjauhan harus menngunakan satu toko sebagai penyuplai kebutuhan bahan materialnya. Apalagi jika ditemukan ada toko terdekat yang mampu dan sanggup memenuhinya “ Tandas Jono.

Jono menambahkan keterangan yang disampaikan oleh tfl terkait upah tukang sangat kontradiktif dengan kebutuhan di lapangan bahwa kenyataanya masyarakat masih menunggu uang tersebut dibagikan.

" Jangan berlindung dibalik kesepakatan bersama untuk melabrak aturan yang ada di atasnya apalagi masyarakat belum memahaminya, seharusnya direncanakan matang kebutuhan barang tanpa harus mengambil pos yang sudah ditentukan. (Red)

Lensa Indramayu  - Sliyeg, Bediler Indramayu Insting Klub (BIDIK) adakan air riple competition tournament, dalam rangka menjaring atlit penembak profesional dan menjalin silaturahmi antar club se kabupaten Indramayu. Minggu, 26/8/2018 bertempat di Lapangan bola Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Indramayu Jawa Barat.
Peserta lomba tembak sedang menunjukkan pesonanya di hadapan juri

Beberapa klub penembak yang ikut meramaikan dan mendukung diantaranya Dotsquad, Dermayon Shooting Club, Indramayu Shooting Club, Beringin Sharp Shooter Indramayu (Bessic).

Sekretaris umum Perbakin provinsi Jawa Barat H Cucu Sutara sangat mengapresiasi atas inisiasi lomba tembak yang diselenggarakan oleh Bidik Indramayu untuk menjaring atlit-atlit yang handal dan profesional tanpa dibatasi oleh usia dan umur siapapun bisa mengikuti.
Peserta lomba tembak sedang menunjukkan pesonanya di hadapan juri

"Menembak bukan lagi menjadi hobi tapi saat ini sudah menjadi prestasi dan prestiset yang diwadahi oleh Perbakin, karena ketika kita sudah memakai baju Perbakin maka kita harus patuh pada Sapta Etika Perbakin" Ujarnya. Minggu 26/08/2018.
Salah satu peserta sedang menguji bedil yang akan digunakan untuk lomba.

H Cucu juga menyampaikan, saat ini Porda menembak akan dilaksanakan tanggal 8-15 Oktober 2018, ada 22 event yang dipertandingkan dan 102 medali yang diperebutkan, seperti tembak sasaran/target, tembak berburu (HPR) High Power Riple, ada juga tembak reaksi. Dari perlombaan ini selain hobi juga mencetak prestasi atlit-atlit agar bisa mengharumkan nama daerahnya masing-masing.

"Kepada teman-teman yang akan berlomba metal silhautte di dalam perkapolri nomor 8 tahun 2012 mereka yang memiliki senapan angin 4,5 mm wajib menjadi anggota klub yang sudah disahkan oleh pengcab Perbakin, senjata yang mereka miliki sudah teregistrasi di Polsek minimal surat keterangan" Paparnya.
Peserta lomba sedang melakukan latihan

Sementara itu, H Warga Camat Sliyeg mengatakan lomba menembak seperti barang langka dan mewah karena tidak seperti lomba-lomba lainnya, "Mudah-mudahan atas diselenggarakan lomba ini minimal pengenalan terhadap masyarakat pada lomba menembak. Kemudian dari pengenalan akan ditemukan benih-benih atau jago-jago yang selama ini masih terpendam" Ucapnya dalam membuka perlombaan diikuti dengan penembakan secara simbolis.

"Selamat mengikuti perlombaan Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan lomba menembak Semoga berjalan dengan baik dan lancar" Imbuhnya

Selain itu, Karyanto yang akrab disapa Elang ketua BIDIK Indramayu menyampaikan terima kasih kepada seluruh klub yang sudah berpartisipasi dan crew yang bertugas dalam menyukseskan acara ini sebagai wujud mempererat tali silaturahmi antar klub penembak se Kabupaten Indramayu.

"Adapun Perlombaan yang dilaksanakan terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas umum seperti multirange PCP, multirange pompa, Three pos pompa, Three Pos PCP dan juga kelas khusus multirange pompa dan three pos pompa, dalam memperebutkan hadiah tropy, piagam dan uang pembinaan" Pungkasnya.

Pena : Aji
Editor: Redaktur

Lensa Indramayu _
Sungai CiPELANG


Desa Kongsijaya Rawan Bencana, Dinsos bersama Tim TAGANA Gelar Penyuluhan Kampung Siaga Bencana.

Untuk membangun Kondusivitas daerah rawan bencana, Dinas Sosial indramayu bersama tim Tanggap Siaga Bencana (TAGANA) gelar Penyuluhan Kampung Siaga Bencana, pelaksanaan penyuluhan tersebut bertempat di Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, kamis 23/08/2018

Selain dihadiri oleh Dinsos dan tim TAGANA Indramayu, kegiatan penyuluhan dihadiri juga oleh perwakilan Dinsos Provinsi Jabar dan Kepala Desa setempat.

Penyuluhan dilakukan agar masyarakat desa kongsijaya selalu siap siaga jika terjadi bencana, selain itu agar masyarakat bisa mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi bencana.

"penyuluhan Kampung Siaga Bencana ini di anggarkan oleh Dinas Sosial Provinsi jabar dan di khususkan bagi desa - desa yang sering mendapatkan bencana" kata Drs. H. marsono M.Pd selaku Kadinsos indramayu.

Diketahui penyuluhan Kampung siaga bencana dipesertai sebanyak 40 orang yang terdiri dari 37 peserta laki - laki dan 3 peserta perempuan selama 3 hari berturut - turut.

"Diharapkan usai mendapatkan penyuluhan, para peserta dapat menularkannya kembali minimal ke keluarganya masing - masing terlebih dahulu, kemudian silahkan dikembangkan ke tingkat RT/RW hingga meningkat ke tingkat antar desa" jelasnya.

hal serupa dikatakan Yuyun Pelaksana kegiatan Perwakilan Dinsos Provinsi Jabar bidang perlindungan jaminan sosial berharap agar peserta penyuluhan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadinya bencana.

"untuk materi kegiatan di hari pertama ini kita lakukan penyuluhan, di hari kedua akan dilakukan pelatihan dan dihari ketiga akan dilanjutkan dengan melakukan simulasi dilapangan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditentukan oleh pemerintah" ucap Yuyun

Sementara itu Sutarjo selaku Kepala Desa Kongsijaya membenarkan bahwa desa nya langganan setiap tahun terjadi bencana banjir.

"letak geografis desa kongsijaya ini terapit oleh tiga sungai, yakni sungai cimanuk, sungai cipelang dan sungai cibuaya sehingga setiap tahunnya desa kami selalu mendapat kiriman air dari wilayah dataran tinggi yang mengalir melalui sungai - sungai tersebut" tuturnya.

"oleh karena itu sebelumnya kami sudah membentuk tim siaga desa dan siaga bencana, untuk tahun ini kami bersyukur bisa mendapatkan penyuluhan dan pelatihan siaga bencana yang dianggarkan dari Dinsos Provinsi Jabar" terang sutarjo.

Lokasi Gempa
Lensa Indramayu  - Gempa bumi dengan magnitude 4,3 Skala Richter baru saja mengguncang wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dalam siaran resminya menyebutkan, gempa mengguncang Tasikmalaya pada pukul 12.29.23 WIB, Kamis 23 Agustus 2018.

Pusat gempa berada pada titik koordinat 8.1 Lintang Selatan, 108.07 Bujur Timur atau sekitar 50 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya.

Pusat gempa berada pada kedalaman 78 kilometer di lautan. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini gelombang tsunami pada kejadian gempa ini.

Sebelumnya, gempa juga mengguncang Lampung Barat. Bahkan terjadi dua gempa dalam satu jam dengan magnitude 5,5 SR dan 4,2 SR. Gempa juga mengguncang Bali. (red)

Lensa Indramayu  - Jakarta


Jakarta - Oknum pengurus Dewan Pers akan segera dipanggil oleh pihak Kepolisian Resort Metropolitan (Polrestro) Jakarta Pusat dalam beberapa waktu mendatang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, yang mengutip keterangan dari penyidik di Unit IV Kriminal Khusus (Krimsus) Sat Reskrim Polres Metropolitan Jakarta Pusat, 21 Agustus 2018.

"Ya benar, sesuai keterangan penyidik, Bripka Suja, SH, di Unit IV Krimsus Sat Reskrim Polres Metropolitan Jakarta Pusat, oknum pengurus Dewan Pers antara lain ketuanya, Yosef Adi Prasetyo, akan segera dipanggil penyidik untuk diperiksa terkait laporan PPWI dan beberapa organisasi pers lainnya," jelas Wilson melalui WhatsApp messenger-nya ketika dimintai informasi perkembangan kasus Dewan Pers.

Sebagaimana diketahui bahwa PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) dan FPII (Forum Pers Independen Indonesia) telah melaporkan para oknum pengurus Dewan Pers ke Polres Metro Jakarta Pusat, pada 8 Agustus 2018 lalu, terkait surat edaran Dewan Pers ke berbagai instansi pemerintah dan swasta di daerah-daerah.

Kedua organisasi pers itu menyimpulkan bahwa surat edaran tersebut berisi ujaran kebencian, fitnah, pelecehan dan penistaan terhadap 43-ribuan media dan ratusan ribu wartawan se-Indonesia, serta puluhan organisasi pers lainnya. Dalam surat edaran tersebut, para oknum Dewan Pers itu, secara membabi-buta menyebarkan tuduhan keji kepada insan pers bahwa di Indonesia telah bermunculan banyak wartawan abal-abal, penyebar hoax dan sengaja membuat media untuk memeras pejabat serra organisasi pers yang menyalahgunakan kebebasan pers.

Secara terang-terangan dalam surat edaran itu, Dewan Pers melecehkan sembilan organisasi pers, antara lain PPWI, FPII, SPRI (Serikat Pers Republik Indonesia), IPJI (Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia) dan lainnya.

Akibat pernyataan yang dibuat  para oknum Dewan Pers yang bersifat tendensius dan fitnah kotor tersebut, PPWI yang selama ini bekerjasama dengan berbagai instansi di tingkat pusat dan daerah, melaporkan ulah oknum pengurus Dewan Pers tersebut.

Dan untuk diketahui bahwa PPWI sejak lama sudah berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kumham, Mabes TNI, Mabes Polri, Mako Paspampres, Kopassus, BAIS, BIN, Lemhannas RI, universitas-universitas, media-media, LSM, ormas-ormas, dan banyak elemen masyarakat lainnya. PPWI juga sejak lama sudah bekerjasama dengan beberapa kedutaan besar negara sahabat, antara lain Kedubes Maroko, Libanon, dan Belanda.

Hari Selasa ini, tambah Wilson, dirinya diundang oleh penyidik Unit IV Krimsus Sat Reskrim Polres Metropolitan Jakarta Pusat untuk dimintai klarifikasi terkait laporan polisi atas nama pelapor, nomor: 1244/K/VIII/2018/Restro Jakpus, tanggal 8 Agustus 2018, terhadap Yosep Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers. "Saya hari ini diundang ke Unit IV Sat Reskrim Polres Metropolitan Jakarta Pusat untuk membuat Berita Acara Klarifikasi atau BAP atas laporan kita terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan oknum pengurus Dewan Pers melalui surat edarannya beberapa waktu lalu. Baru saja kelar buat BAP-nya," imbuh lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Kepada seluruh wartawan Indonesia tetaplah bekerja seperti biasa, tingkatkan kualitas hasil karyanya, dan terus galang kekompakan dalam melawan kesewenang-wenangan dan kesombongan oknum Dewan Pers belakangan ini. Kepada semua pihak pemangku kepentingan publik, pejabat pemerintahan di pusat dan daerah, aparat TNI/Polri, dan BUMN/BUMD, serta pihak swasta, dihimbau kiranya tidak melakukan diskriminasi, kriminalisasi, dan berbagai tindakan menghalangi-halangi wartawan, jurnalis, maupun pewarta warga dalam melakukan peliputan, pemantauan, dan investigasi, serta wawancara di lapangan.

"Harap diingat bahwa ada sanksi pidana 2 tahun dan/atau denda 500 juta rupiah bagi setiap orang yang melakukan tindakan menghalangi-halangi wartawan melakukan tugas jurnalistiknya. Lihat pasal 18 ayat (1) UU No. 40 tahun 1999," pungkas trainer bagi ribuan TNI, Polri, dosen, guru, mahasiswa, wartawan, perusahaan, humas pemda, LSM, dan masyarakat umum di bidang jurnalistik itu mengingatkan. (Red)

Lensa Indramayu Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, meneliti dan memetakan mikrozonasi potensi bencana guncangan tanah di Desa Sukaperna, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Ilustrasi


"Kami melakukan pemetaan mikrozonasi di Desa Sukaperna, karena wilayah ini rawan bencana dan juga merupakan lokasi terjadinya semburan gas beberapa waktu lalu," kata Kepala Bidang Pemetaan, 

Pusat Survei Geologi, KESDM, Sinung Baskoro di Indramayu, Senin, 20 Agustus 2018, dilansir Antara.
Baskoro mengatakan Kabupaten Indramayu merupakan daerah yang secara geologis ditutupi oleh batuan berumur Kuarter yang relatif muda dan bersifat lepas. Terdiri dari pasir dan kerikil yang sangat rentan terhadap bahaya guncangan tanah akibat gempa.

Pada wilayah tersebut diduga dilalui oleh patahan-patahan aktif yang sulit diidentifikasikan, sebab tertutupi oleh endapan Kuarter.
[ads-post]
Dia menjelaskan manfaat dari pemetaan mikrozonasi, agar pemangku kebijakan dam masyarakat bisa mengetahui zona-zona yang aman untuk pembangunan dan hunian.

"Peta yang dihasilkan diharapkan akan menjadi pedoman bagi pemanfaatan lahan oleh masyarakat, pemerintah dan lainnya. Selain itu, kami juga memberikan gambaran bagi pengusahaan minyak dan gas bumi dalam mengetahui kondisi permukaan di wilayah tersebut," lanjutnya.

Dengan pengetahun tersebut, lanjut Baskoro, masyarakat bisa terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh ketidakpahaman dan bisa bertindak lebih cepat ketika terjadi semburan gas, beberapa waktu lalu.
Diberdayakan oleh Blogger.